Bahan-bahan kimia yang umum digunakan dalam pembuatan vaksin termasuk:
- Cairan pelarut (suspending fluid) seperti air steril, saline, atau cairan yang mengandung protein
- Pengawet dan penstabil, seperti albumin, fenol dan glycine
- Tambahan lain (enhancer) untuk meningkatkan kinerja vaksin
Sebagian vaksin juga ada yang mengandung sedikit sekali materi pengkulturan seperti protein telur ayam. Protein ini digunakan dalam vaksin untuk membantu pertumbuhan bakteri atau virus yang sudah dilemahkan yang nantinya akan memicu produksi antibodi. Baca: Imunisasi pada Bayi
Bahan-bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan vaksin biasanya jumlahnya sangat sedikit dan para ahli menggunakannya untuk menjaga kualitas vaksin itu sendiri.
Unsur-unsur yang Umum Terkandung dalam Vaksin
Aluminum
Aluminum ini biasanya berupa jel atau garam yang fungsinya untuk membantu vaksin dalam merangsang terbentuknya antibodi.
Antibiotik
Antibiotik terkadang ditambahkan juga ke dalam vaksin tertentu untuk mencegah berkembangnya bakteri selama masa pembuatan vaksin dan penyimpanannya. Namun biasanya vaksin tidak mengandung penisilin.
Protein Telur
Vaksin yang menggunakan protein ini adalah vaksin influenza dan demam kuning. Vaksin ini aman digunakan oleh siapa saja yang tidak memiliki pantangan terhadap telur.
Formaldehyde
Biasanya digunakan untuk vaksin yang memakai racun bakteri untuk memicu imunitas. Formaldehyde juga digunakan untuk membunuh berbagai virus dan bakteri berbahaya yang dapat mencemari proses pembuatan vaksin. Nantinya, sebelum bvksin dikemas untuk didistribusikan, formaldehyde akan dibuang terlebih dulu.
Monosodium Glutamate (MSG)
MSG dan Fenoksi Etanol 2 digunakan sebagai penyeimbang pada sebagian vaksin, sehingga kualitas vaksin tidak terganggu ketika terkena panas, lembab, dan sebagainya.
Thimerosal
Merupakan pengawet yang mengandung merkuri yang digunakan pada vaksin yang dikemas dengan botol kecil untuk pemakaian lebih dari satu dosis. Vaksin jenis ini dikhawatirkan dapat tercemar dengan bakteri yang berbahaya, karena setelah dipakai akan disimpan untuk digunakan lagi pada imunisasi berikutnya. Untuk mencegah serangan bakteri tersebut, biasanya digunakan Thimerosal.
Tidak ada artikel yang berhubungan.







Kenapa ga di tahnik saja sesuai anjuran rasulullah yg mentahnik bayi yg baru lahir yaitu dengan cara memberikan kurma yg sudah dilumatkan ke mulut bayi, kalau bahan vaksin itu dari barang yg haram atau racun bukan berarti dengan alasan darurat barang tersebut boleh dipakai, kan masih ada cara lain misalnya sudah ditahnikkah anak anda??????, apakah sudah ada studi tentang ini ?
@ Firman,
Insya Allah…:-)
yeahh.. double think
madu = bahaya, merkuri = aman
mev
hmmm….
@tips bayi: haaaa ada msg nya?boleh tau ini sumber nya dr rekomen mana ya.tx
reni,
Hmm.. gurih ya Bun..
anak sy 5bln.telah menjalani 5 imunisasi pokok, 1x HIB, 1x Pnomukokus. setelah baca rubrik d atas,sy jd ragu. apa HIb dan pnomukokus akan sy lanjutkan.jika tidak sy lanjutkn ap akn berbahaya?
@novianti,
Sepenuhnya diserahkan kepada Bunda. Bunda bisa baca juga artikel tentang imunisasi.
alhamdulillah, putri saya faqihah sdh 9 bulan,,,sehat wal afiat…gak di vaksin sama sekali…
yeeaahh…selalu ada pendapat, “ga divaksin sehat sehat aja tuch”…insurance is something that beyond our prediction. siapa tahu besok sakit gara gara ngga diimunisasi, ga bisa dipastikan juga anak kita ga sakit krn sudah imunisasi, atau bahkan kita juga tidak tahu apakah anak kita sakit gara2 imunisasi…
Pernah baca artikel mengenai “tanggung jawab sosial ttg pilihan imunisasi” yang intinya beruntunglah para org tua anti vaksin di indonesia yg masih bnyk pro vaksin , karena resiko sakit anak tidak divaksin berada dilingkungan bervaksin akan lebih kecil dibanding dg anak bervaksin di lingkungan anak tidak bervaksin.
Jadi,apapun pilihan anda, pikirkan bahwa yg menerima manfaat dan akibat adalah anak2 kita bahkan dalam dimensi yg luas adalah generasi penerus bangsa kita.
copas dari @tips bayi : Yakinkan dengan pendapat Anda jangan ragu..
@ jibirili,
Hmm.. Uraian yang sangat bagus dan bermanfaat..
oiya menanggapi anak sehat selalu ya memang anak sehat kan ga ditentukan hanya dari 1 faktor aja. tp beberapa faktor juga. anaknya dokter yg tidak divaksin jg mungkin sehat, karena dia masih terlindung herd immunity dari anak2 yang divaksin. btw, kayanya saya tau siapa dokter yg dimaksud
@ Bundanya Rania,
Hmm…;-)
ini kayanya kurang lengkap ya infonya. jadi malah terkesan nakut2in yang ada. kasian ibu2 galau (kaya saya dulu
jadinya. bisa dicari di fb grup gesamun yang memberikan info ttg vaksin lengkap. ada dari biofarma, mui, ahli imunologi, dokter anak juga. cuma ngasih info aja, bukan iklan ini mah. hehehehe..
makasi admin infonya, tinggal dilengkapi aja
@ Bundanya Rania,
Terima kasih atas masukannya..;-)
info bagus
@ Anonymous,
Terima kasih..;-)
Kenapa vaksin selalu dipasarkan dengan bermodalkan ketakutan kepada calon customernya?
thanks
salam
@ hamid arif,
Hmm..
Wassalam
menjamin ga sih anak di imunisasi bisa sehat selalu ?????
@ putri,
Memang tidak menjamin.. Bahkan ada juga anaknya dokter tidak diimunisasi tapi sampai sekarang baik-baik saja..
Mohon infonya.. Anak saya usia9,5 bln, terakhir imunisasi campak.. Berikutnya imunisasi apa sebaiknya yah? Dan usia brp? Trims
@ Rini h,
Di usia 12 bulan bisa Anda berikan PVC, 15 bulan HIB, MMR, 18 s/d 24 bulan DPT, Polio..
Jadwal tersebut sebaiknya konsultasikan juga dengan praktisi imunisasi yang biasa memberikan pada bayi Anda..
alhamdulillah anak saya 3 semuanya sehat… , yg pertama 2 kl diimunisasi 1 kl polio, selang bbrp saat abis polio muntah”,,,abis itu kapok !!!. imunisasinya berenti sp itu,,,, bukannya sehat malah bikin kuatir. setelah berenti perkembangannya jauh lebih baik dibanding dg yang diimunisasi sp selesai,,,! skarang adik2nya sehat tanpa imunisasi n polio hasilnya pertumbuhan dan perkembangan otaknya sangat baik… adapun masalah kematian itu takdir mubrom Allah, kita hanya diwajibkan ikhtiar menjaga kesehatan, tentunya dengan hal”/cara” yg jelas halalnya… (halal dan juga baik…)…..
@ siti parihah,
Alhamdulillah.. sehat.. kami ikut senang mendengarnya..
Halal dan toyib ya..? Setuju..
Alhamdulillah..pd saat kehamilan hingga menjelang kelahiran…saya sudah mendptkan ttg bahaya Vaksin…,mudah” an dgn adanya info ini semakin banyak para bunda yg mengetahui bahaya Vaksin tsb.anak saya sdh 6 bln pertumbuhan nya normal , sehat dan kuat …alhamdulillah sehat tanpa Vaksin.
Alhamdulillah…pada saat kehamilan menjelang lahir…saya sdh mendptkan info ttg bahaya Vaksin tsb.dan alhamdulillah bayi saya tidak pernah tersentuh oleh Vaksin “tsb.dan skrng bayi saya sdh 6 bln pertumbuhan nya sangt pesat…alhamdulillah sehat. insyaAllah tumbuh j
@ umi Dya,
Alhamdulillah..
Pengalaman yang menarik, bagus buat para ibu nih..
bahan kimia sangat membahayakan kesehatan.. banyak penyakit baru bermunculan sebagai akibat dan efek samping bahan kimia ini.. nice inpo..
Makash penjelasan’y
B-)
mmakaasichh
@ enti,
Sama-sama…
biasa nya setelah di’vaksin anak suka demam,,kalo di kasih obat penurun panas gak apa?klo yang aman d’kasih apa?terima kasih…
@ gita puspita rahayu,
Berikut adalah daftar reaksi-reaksi imunisasi selengkapnya yang tidak perlu dikhawatirkan dan merupakan efek samping yang umum.
1. Demam. Sampai suhu 38,3 derajat Celsius selama 1-2 hari setelah imunisasi bukan hal yang luar biasa dan tak perlu dirisaukan.
2.Merah dan bengkak di lokasi suntikan. Beberapa bayi yang kulitnya peka akan sedikit memerah atau mengalami bengkak ringan. Bahkan, ada juga yang bengkaknya sampai sebesar uang logam. Ini juga wajar.
3.Rewel atau mengantuk. Bayi mungkin memperlihatkan salah satu dari kondisi ekstrim selama 1-2 hari.
4.Bengkak pada lokasi suntikan. Masih wajar bila bunda merasakan ada gumpalan keras berukuran sebutir kelereng selama beberapa bulan. Ini adalah bengkak yang mengalami pengapuran di dalam otot dan tidak berbahaya.
Anda baru mulai khawatir dan segera menghubungi dokter bila ada reaksi serius dari bayi Anda setelah imunisasi, bila:
1.Bayi mengalami demam tinggi sampai 40,6 derajat Celcius.
2.Bayi bersikap ekstrim sekali dan tak dapat dihibur, terus menangis dengan kecenderungan semakin meningkat selama 3 jam atau lebih.
3.Kelesuan. Ini bermakna bahwa bayi Anda sulit dibangunkan dan kurang responsif terhadap rangsangan dibanding biasanya.
4.Kekejangan. Walau sangat jarang terjadi, tapi kekejangan merupakan alasan yang baik untuk segera menghubungi dokter.
Perlu diingat, umumnya dokter yang memberikan imunisasi akan memperingatkan Anda bahwa akan terjadi demam atau bengkak, dan memberikan resep obatnya untuk berjaga-jaga. Namun, Anda sendiri boleh langsung menanyakan kepada dokter anak yang memberi imunisasi soal reaksi-reaksi yang mungkin terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk menanganinya. .
Jadi.. obat penurun panas boleh asal menerut petunjuk dokter bayi Anda..
alhamdulilah ….sy baru mengerti ada kanungan dr vaksin tersebut…
@ ade suryani effebdi,
.. Alhamdulillah..
Anak saya baru genab 1 bulan, sudah 3x imunisasi. yang terakhir imunisasi polio oral. banyak informasi yang kurang diberikan kepada orang tua tentang imunisasi, maka dari itu kita harus lebih banyak lagi mencari informasi, yang perlu juga diperhatikan kelayakan pelayanan dari pihak rumah sakit, kebersihan dan jam terbang dari dokter, karena vaksin ada standart penyimpananya, jangan sampi vaksin yang diberikan sudah tercemar atau sudah berubah fungsinya akibat kurang baiknya penyimpanan, dan pastikan bayi kita menggunakan jarum suntik steeril, kita tidak pernah tahu apakah tubuh bayi kita akan menerima semua unsur yang ada di vakisin tersebut, maka dari itu sebelum melakukan imunisais ada baiknya kita konsultasi dengan dokter apakah anak kita alergi atau tidak, ada juga kasus yang bayinya keracunan akibat alergi terhadap salah satu unsur dari vaksin tersebut. kemudian perhatikan juga dokter atau pelayan kesehatan apakah jam terbang mereka sudah cukup tinggi, jangan sampai bayi kita menjadi kelinci percobaan oleh dokter atau pelayan kesehatan yang masi traning. yang saya masi pertanyakan tidak ada jaminan 100% anak kita akan sehat atau baik-baik setelah imunisasi.
@ Firman,
Benar sekali..
Terima kasih atas share-nya.. sangat bermanfaat sekali untuk kita semua..
masalah imunisasi memang kontroversial,
mulai dari isu bahwa imunisasi adalah alat yg justru membuat tubuh menjadi lebih rentan pd penyakit hingga kedepannya, orang tersebut jd lebih mudah sakit, yg akhirnya lebih sering beli obat, & obat yg paling manjur adalah si pabrikan yg juga membuat vaksin.
Lalu isu imunisasi adalah proyekan dari perusahaan obat agar vaksinya dibeli, lalu para pejabat yg sdh disuap, tinggal publikasi kanan kiri betapa pentingnya imunisasi.
& yg terakhir tentang kandungan vaksin yg trdapat unsur haram bagi umat Islam.
Hal2 yg sy sebutkan diatas mungkin akan keliatan tdk berdasar utk beberapa poin tertentu, semua hanya akan menjadi isu yang begitu susah dicari buktinya.
Menyikapi hal itu, menurut saya pribadi sebagai orang tua & seorang muslim (yg mana dalam kasus imunisasi ini, orang Islam banyak yg menolak)
Sebagai orang tua dengan latar belakang pendidikan yg bukan berfokus pd kesehatan, maka sy mempelajari ilmu kesehatan umum & sejarah.
Dari ilmu kesehatan secara umum sudah jelas faktor penentu sehat tidaknya individu, tergantung dari nutrisi, aktifitas fisik & emosi,serta lingkungan. Dengan banyak mempelajari prinsip2 kesehatan scara umum, kita dpt menentukan yg terbaik ke anak.
Cth kecil, ASI, ASI menurut sumber yg saya baca jg merupakan sumber imunitas bagi bayi, jadi tinggal tugas org tua memikirkan bagaimana caranya agar ASI yg diperoleh si bayi adalah ASI kualitas terbaik, tentu ASI yg berasal dari ibu yang makan nutrisi terbaik pula.
Lalu jika orang dewasa dapat lebih bugar jika teratur berolahraga (bugar = susah sakit), maka hal ini jg berlaku bagi bayi dan balita, kita tinggal mencari cara bgmana membuat bayi bisa melakukan aktivitas setara olarhraga yg tntu sesuai dgn umur bayi.
Sebelumnya saya mengatakan tntg belajar sejarah ??, well sangat simple, kalau sy merujuk pd generasi Nabi Muhammad SAW dan para sahabat hingga para khilafah sesudahnya, mereka generasi rujukan terbaik bagi sy yg muslim, krn melalui tgn mereka Islam tersebar hingga ke indonesia, usaha mereka itu selain krn tekad kuat pasti juga krn tubuh yg fit utk mengarungi samudra(pake perahu layar bukan pesawat), n setau saya jaman itu belum ada program imunisasi agar tubuh mereka sekuat n fit itu utk berjibaku dengan alam.
Lalu utk masalah keharaman, sy juga membaca artikel :
http://www.tipsbayi.com/kontroversi-imunisasi-bayi-masukan-bagi-ummat-islam.html
keilmuan saya utk hadist dll memang terbatas, tp yg saya tau, jika saya ragu2 maka lebih baik sy tinggalkan, perihal yg belum jelas hukumnya, perihal yang subhat, lebih baik untuk dihindari daripada dilakukan.
well, just my opinion..
@ hardiyan,
Wow.. Good opinion..
Terima kasih.. sangat berguna bagi kita semua..
anak kk saya yg berusia 3 bln kini terkena hepatitis B,itu analisis dokter itu setelah dia vaksin hepatitis B sejak lahir, jadi sebenarnya ada anak yg tidak bisa di vaksin dan ada juga yg bisa di vaksin tergantung imun anak.. kembalikan semuanya seperti semula… yang tradisional dan organik, insyaallah aman dan sehat…
tambahan:
anak sya ga ada di imun sama sekali, tapi alhamd sampai sekarang sehat2 saja. tapi harus diimbangi dengan pola hidup sehat dan yakin kita para ibu mampu melakukannya…
@ naya,
Alhamdulillah.. pengalaman yang bagus dan bermanfaat untuk kita semua.. terima kasih bunda..
seberapa penting imunisasi tambahan bagi anak,setelah imunisasi dasar yang di anjurkan oleh pemerintah?mohon penjelasannya……
@ dwi cahyo,
Imunisasi tambahan ini dimaksudkan untuk menambah kekebalan bagi anak-anak terhadap penyakit .
Berdasarkan beberapa pertimbangan praktisi kesehatan di negara kita disimpulkan bahwa perlu dilakukan pemberian imunisasi tambahan campak pada anak usia 9-59 bulan. Maksudnya, untuk memberikan kesempatan ke 2 bagi tubuh bayi dan Balita guna membentuk imunitas tubuhnya secara maksimal.
Terserah Anda untuk memberikannya lagi atau tidak.. Sebaiknya Anda konsultasikan dengan DSA Anda..
Orangtua pastinya menginginkan anaknya hidup sehat. bahkan orang tua rela memantau anaknya jgn sampai memakan makanan yg kotor karena takut kuman/bakteri masuk lewat mulut dan dikhawatirkan merusak sistem yg ada pada manusia. Tapi sekarang jaman mulai aneh, virus-virus sengaja dibuat dengan kapasitas besar (yg katanya dijinakan) dan dimasukan pada balita dengan alasan anti bodilah atau biar sehatlah. semua itu tak masuk akal……coba anda bayangkan kemana (vaksin) virus-virus buatan itu bermuara ditubuh anak kita???
kalo di sistem komputer mungkin kita bisa scaning lalu delet itupun kalo virus belum merusak sistem. kalo sudah merusak sistem apa boleh buat format ulang/instal ulang jawabannya apabila kita ingin sistem yg terinfeksi bekerja dengan baik.
Tapi apabila virus itu ada pada manusia bahkan sudah berbaur dengan sistem-sistem yg dimiliki manusia sejak balita dan tumbuh bersama beriringan dengan tumbuhnya sistem tersebut (baik itu sistem pernafasan atau yg lainnya) maka bisa jadi sistem yg dimiliki manusia yang di imunisasi tidak berqualitas baik karena telah tercemar vaksin (virus buatan).
Maka oleh karena itu mari kita teliti lebih mendalam lagi maksud dari imunisasi, siapa aktor di belakang imunisasi? apakah betul yahudi dengan badan WHO nya?, apakah betul ini cara untuk menurunkan populasi manusia? apakah anda percaya bahwa imunisasi adalah anti virusnya manusia? apakah anda yakin anak anda akan sehat dan tidak tertular virus apabila sudah di imunisasi? apakah anda percaya angka kematian dapat di atur oleh tangan manusia?
Bagi para dokter yg berjiwa besar, selamatkan generasi anak bangsa indonesia
@ Talita,
Luar biasa..
Anda bisa membaca juga artikel yang terkait:
http://www.tipsbayi.com/kontroversi-imunisasi-bayi-masukan-bagi-ummat-islam.html
Alhmdlh anak saya ga imunisasai.sehat sehat aza..tuch..
@ ummu,
Alhamdulillah..
Sebagai bahan pertimbangan bagi para ibu yang lainnya..
Anak saya kebetulan kemarin sudah di vaksin hepatitis yg pertama, apakah ada pengaruhnya klo anak saya tidak diberikan imunisasi lanjutan untuk hepatitis? Soalnya saya tdk ingin anak saya tidak akan di vaksin lagi. Atau lebih baik dibereskn caksin hepatitisnya saja dulu?? Tentu hal ini tdk bisa dikonsultasikn dgn dokter. Karena sbagian besar dokter cenderung pro vaksin.. Saya mohon minta masukannya.. Terima kasih
@ anr,
Lanjutannya setelah 6 bulan kemudian ya.. Pengaruhnya paling tidak beres saja program vaksinnya..
DSA sendiri tidak kompak.. ada yang mengharuskan dan ada yang tidak. Ada DSA yang mengatakan, vaksinasi hepatitis A ini tidak wajib. Hanya merupakan pilihan..
Saat ini di kita atau di negara maju sudah banyak yang meninggalkan imunisasi. Bahkan ada yang sama sekali tidak memberikan imunisasi pada semua anaknya.. Dan ajaibnya Alhamdulillah anaknya sehat..
Yakinkan dengan pendapat Anda jangan ragu..
Anda bisa membaca juga artikel yang terkait:
http://www.tipsbayi.com/kontroversi-imunisasi-bayi-masukan-bagi-ummat-islam.html
makin jelas info yg didapat kok makin bingung, jadi g’ ya bayiku di imunisasi???
@ bunda lisa,
Saat ini di kita atau di negara maju sudah banyak yang meninggalkan imunisasi. Bahkan ada yang sama sekali tidak memberikan imunisasi pada semua anaknya.. Dan ajaibnya Alhamdulillah anaknya sehat..
Yakinkan dengan pendapat Anda jangan ragu..
Anda bisa membaca juga artikel yang terkait:
http://www.tipsbayi.com/kontroversi-imunisasi-bayi-masukan-bagi-ummat-islam.html
klo memang kandungan vaksin demikian, mengapa pemerintah malah menganjurkan rakyatnya terutama bayi untuk diimunisasi ?
@ Anonymous,
Eh.. Apakah Anda sudah membaca artikel berikut..?
http://www.tipsbayi.com/kontroversi-imunisasi-bayi-masukan-bagi-ummat-islam.html
Semoga bermanfaat..
apakahjcairannya mengandung darah monyet;minyak babi
@ ekaa,
Hmm.. Anda coba kunjungi dan baca artikel berikut:
http://www.tipsbayi.com/kontroversi-imunisasi-bayi-masukan-bagi-ummat-islam.html
Semoga membantu..
Itu ya kandungan vaksin,kebetulan sekali 3 hari yang lalu anakku lean(4 th 10 bln) imunisasi campak n poliodisekolah tanpa sepengetahuan saya( tanpa pemberitahuan ) sedangkan seminggu sebelumnya sudah imunisasi keposyandu terdekat. Mohon pemberitahuannya efek dari kelebihan imun tersebut,dan saya berharap gak knp2..trimakasih
@ irma,
Anda jangan khawatir..
Jangan khawatir anak kelebihan imunisasi, tidak ada istilah overdosis dalam imunisasi sebagaimana kalau kelebihan obat. Secara teori justru daya tahan anak akan terpacu lagi dan meningkat. Jadi kalau ibu lupa apakah bayinya sudah diimunisasi atau belum, ya kalau mau diimunisasi saja lagi..
Imunisasi merupakan hal yang terpenting dalam usaha melindungi kesehatan anak anda. Imunisasi merupakan suatu cara yang efektif untuk memberikan kekebalan khusus terhadap seseorang yang sehat, dengan tujuan utama untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian karena berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Salah satunya adalah penyakit campak yang sering sekali menyerang anak dibawah usia lima tahun. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hal-hal yang mempengaruhi cakupan imunisasi lengkap di wilayah tertentu. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk melihat hubungan antara pengetahuan imunisasi dengan kejadian penyakit campak pada balita.Data menunjukkan bahwa setiap tahunnya di dunia ini terdapat 1,5 juta kematian bayi berusia 1 minggu dan 1,4 juta bayi lahir mati (Tinker, 1997 dalam WHO-Depkes-FKMUI, 1998) akibat tidak mendapatkan imunisasi. Tanpa imunisasi, kira-kira 3 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena penyakit campak, 2 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena batuk rejan. 1 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena penyakit tetanus. Dan dari setiap 200.000 anak, 1 akan menderita penyakit polio. Imunisasi yang di lakukan dengan memberikan vaksin tertentu akan melindungi anak terhadap penyakit-penyakit tertentu.jangan ada keraguan,,kalo ragu ga usah vaksin,,kalo yakin vaksin aja….hha
@ nova,
..
kalo anak saya yg pertama di vaksin polio juga,sekarang kakinya memang bisa jalan dengan normal ukuran pun normal,hanya saja bagian lututnya agak masuk ke dalam,apakah itu salah satu efeknya ya?soalnya anak saya yg satunya lagi gak divaksin polio normal dan baik,alhamdulillah…
kalau kandungan vaksin seperti itu, apakah masih perlu bayi divaksinasi / imunisasi? apakah ada dokter atau para ahli yang menjamin vaksin yg akan diberikan ke bayi itu aman atau tidak tercemar, sedangkan zat-zat kimia tersebut sengaja ditambahkan ke dalam vaksin.
manusia adalah makhluk yg paling sempurna di muka bumi ini, saya pikir Allah pasti sudah memberikan yg terbaik buat makhluknya sebelum dilahirkan di muka bumi ini, tinggal para ortu yg harus pandai memberikan makanan yg terbaik utk perkembangan bayi, insya Allah pasti antibody alami akan cepat terbentuk. smuanya telah tersedia di dalam ASI..
keep aware for our baby !
ini sumbernya dari mana y? mohon validasi dr pkataan/hsil pnelitian siapakah informasi ini agar bnr2 bs dpercaya..
@fira,
BioFarma dan WHO
apa yg harus dilakukan ketika anak panas, tangan dan kaki dingin ?
brp suhu badan dan mulut bayi yang tinggi ketika demam ?
@atiek,
Anak Anda mengalami demam apabila dengan pengukuran suhu temperatur :
- Termometer pada rektum atau anus melebihi 38 derajat celcius
- Termometer pada mulut melebihi 37,5 derajat celcius
- Termometer pada ketiak melebihi 37 derajat celcius
Cara paling umum dan tradisional dalam menangani demam di rumah adalah dengan mengompres. Mengompres memang diperbolehkan dan dianjurkan dengan air hangat (suhu 29,4-32,2 derajat Celcius).
Cara mengompres yang benar :
1. Berikan obat penurun panas 30 menit sebelum mengompres.
2. Kompres menggunakan lap yang telah dibasahi dengan air hangat bersuhu 29,4 – 32,2 derajat celcius dan telah diperas, kemudian usapkan ke badan, lengan dan tungkai.
3. Jangan menggunakan air dingin atau alkohol untuk mengompres, karena alkohol akan diserap kulit atau dihirup pernafasan, dapat menyebabkan koma.
Alhamdulillah saya sudah tau sejak sebelum melahirkan Alleysia mengenai bahan yg terkandung dalam Vaksin dan bertekad tidak akan memberikan vaksin thd dia, skrg dia 1 tahun tp alhamdulillah dia tumbuh dengan sehat…
kalau kandungannya bahan kimia seperti itu..kenapa dianjurkan utk bayi yang masih murni dan sehat..perlu tanda tanya….
terima kasih ya kalo ada info kabari lg ya
tks.. sangat bermanfaat..
kenapa g skalian ditambah Uranium biar steril dari kuman maupun virus..
terimakasih infonya
Selama ini kita nggak tau kandungan dalam vaksin
apakah unsur-unsur tersebut tidak membahayakan bayi kita… (termasuk MSG, Thimerosal)
apakah setiap vaksin beriisikan semua unsur trsbut
Terimakasih infonya, agar bisa menambah pengetahuan kita, shg tidak membuat kita menjadi was-was dengan vaksin yg dimasukkan kedalam tubuh bayi kita
o gitu yaaaaaaaaaaaaaa