Telur untuk Makanan Bayi

Telur memiliki banyak kandungan yang bermanfaat untuk bayi, baik putih maupun kuningnya. Namun, kapan sih bayi bisa mulai mengkonsumsi telur? Bagaimana cara mengolahnya?

Manfaat Kandungan Telur untuk Bayi

kandungan gizi telurKalau kita bicara mengenai makanan sehat, biasanya salah satu faktor yang sering dibahas adalah kandungan lemaknya. Secara singkat, makanan akan tergolong baik jika perbandingan lemak yang dikandungnya merupakan 1/3 lemak jenuh, 1/3 lemak jenuh tunggal (monounsatutated) dan 1/3 lemak jenuh ganda (polyunsaturated).

Nah, ketika diteliti, perbandingan jenis ketiga lemak di atas yang terkandung dalam kuning telur yang berat rata-ratanya sekitar 5 gram itu, ternyata mirip dengan pola ini.

Setiap butir telur mengandung 70 kalori. Hampir seluruh jenis vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh manusia ada dalam setiap butir telur.

Kapan Anda Bisa Mulai Memberikan Telur kepada Bayi Anda?

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum Anda memperkenalkan telur sebagai MPASI bagi si kecil…

  • Telur merupakan salah satu makanan penyebab alergi
  • Bayi yang terbukti alergi pada telur, biasanya mulai bisa mengkonsumsinya setelah usia 5 tahun
  • Bagi bayi yang tidak memiliki alergi, kuning telur dan putih telur dapat diberikan sejak awal pemberian MPASI, yaitu pada usia 6 bulan (dulu, pendapat mengatakan bahwa kuning telur bisa diberikan sejak bayi berusia 8 bulan, sedangkan putih telur bisa diberikan setelah usianya 1 tahun. Namun pendapat ini sudah mulai dibantah oleh banyak ahli kesehatan anak) – kesimpulan terakhir ini dikeluarkan pada tahun 2010

Gejala bayi yang memiliki alergi terhadap telur diantaranya: pilek, mata berair, gatal-gatal

Jika orangtua memiliki sejarah alergi terhadap telur, maka lebih baik menunda hingga usia si kecil 12 bulan sebelum memperkenalkan telur kepadanya.

Bagaimana Menyajikan Telur Sebagai MPASI?

Banyak cara mengolah telur; bisa di-orek (scrambled), atau direbus. *Oya, sebelum Anda mengolah telur, pastikan Anda mencucinya terlebih dulu, agar kotoran yang menempel pada kulit telur terbuang ;)

Kuning Telur Orek

resep telur untuk bayiBahan:

  • Kuning telur
  • Minyak zaitun atau mentega
  • Susu formula/ASI/jus buah

Cara memasak:

  • Pisahkan kuning telur dari putihnya
  • Panaskan minyak zaitun atau mentega di wajan dengan api kecil
  • Kocok kuning telur yang dicampur dengan sufor/ASI/jus buah
  • Tuangkan ke wajan, aduk-aduk hingga matang

*Buah yang cocok dikombinasikan dengan telur: apel, alpukat, pisang dan pir

Telur Rebus

  • Rebus telur yang sudah dicuci bersih
  • Jika telur sudah berputar-putar di dalam air rebusan, itu pertanda dia sudah matang ;)
  • Kupas kulitnya
  • Jika Anda ingin mengambil kuning telurnya saja, maka belah telur rebus menjadi dua, kemudian ambil kuningnya
  • Lumatkan kuning telur
  • Anda bisa mencampurnya dengan sufor, ASI, yoghurt, dsb

Omlet

Bahan:

  • Telur (bisa semuanya, bisa hanya kuningnya saja)
  • Pure sayur atau buah

*Sayuran yang cocok dikombinasikan dengan telur: brokoli, wortel, kembang kol, kentang manis, kacang polong

Cara memasak:

Sama dengan membuat telur orek, namun kali ini Anda bisa menambahkan pure sayur/buah ke dalamnya atau bisa juga potongan kecil sayur/buah yang sudah dimasak/direbus sebelumnya.

Nasi Campur Telur dan Sayur

Bahan:

  • 1-2 telur yang sudah direbus (bisa semuanya, bisa kuningnya saja)
  • 1 cangkir nasi
  • 1/4 gelas sayuran dalam bentuk pure, atau potongan dadu yang sudah empuk dimasak (Anda bisa menggunakan brokoli, kentang manis, atau wortel)

Cara memasak:

Satukan semua bahan, lalu lumatkan sehingga teksturnya sesuai dengan tahapan usia bayi Anda. Gampang ya? :D

Atau,

Anda bisa juga mencampur semua bahan seperti memasak telur orek. Masukkan dulu kocokan telur yang sudah dicampur sufor/ASI ke minyak zaitun/mentega yang sudah panas, aduk-aduk hingga hampir matang. Masukkan nasi dan pure atau potongan sayurannya. Jadi deh!

Gunakan kreatifitas Anda dengan memanfaatkan berbagai kombinasi bahan sayuran dan buah-buahan, sehingga si kecil tidak bosan. Adapun cara memasaknya kurang lebih sama dengan beberapa resep di atas.

Anda bahkan bisa mencampurkan oatmeal ke dalam telur orek Anda.

Terakhir, ini bisa menjadi menu favorit Anda dan bayi Anda…

Panekuk Buah

Bisa untuk bayi usia 12 bulan, atau bayi yang sudah bisa mengkonsumsi putih dan kuning telur.

Bahan:

  • 1/3 cangkir mentega
  • 2 buah apel berukuran sedang
  • 1 potongan tipis pisang
  • 2 sdt kayumanis
  • 3 sdm gula
  • 4 butir telur
  • 1 cangkir susu
  • 1 cangkir tepung

Cara memasak:

 

resep makanan bayi dari telur

  • Panaskan oven Anda.
  • Masukkan mentega ke dalam wajan bergagang, lalu masukkan ke dalam oven hingga menteganya cair.
  • Potong-potong buah sehingga berukuran tipis.
  • Keluarkan wajan dari oven, lalu tambahkan kayumanis dan gula ke dalam mentega yang sudah cair.
  • Masukkan potongan apel dan pisang lalu aduk.
  • Masukkan kembali wajan ke dalam oven, lalu tunggu sekitar 3 menit.
  • Masukkan telur dan susu ke dalam blender, lalu putarlah dengan kecepatan tinggi selama sekitar 1 menit.
  • Turunkan kecepatan blender, lalu masukkan tepung sedikit demi sedikit, sehingga campuran merata.
  • Keluarkan wajan dari oven, lalu tuangkan adonan telur tadi di atas mentega dan buah.
  • Panggang lagi selama sekitar 20 menit, hingga panekuknya mengembang dan berwarna coklat keemasan.
  • Potong-potong dan taburi gula halus.
  • Segera hidangkan.

Hemm, slurp, yummy! :D

 

Subscribe

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

21 Responses to Telur untuk Makanan Bayi

  1. Natalisa July 9, 2015 at 3:09 pm #

    Bayi saya umurnya 8 bulan. Pemilihan pemberian telur dan ayam, apakah hrs ayam kampung dan telor kampung? terima kasih

    • tips-bayi September 3, 2015 at 2:46 pm #

      Natalisa,

      Memang benar warna kuning telur yang lebih gelap sering diasosiasikan dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan yang berwarna pucat. Kuning telur yang lebih gelap lebih banyak ditemui pada telur ayam kampung dibandingkan telur ayam negeri. Warna kuning telur ini sering pula dihubungkan dengan kualitas kandungan gizi, khasiat, serta rasa yang lebih baik. Akan tetapi ayam negeri pun tidak apa-apa kok.. :-)
      Untuk daging.. Perbedaan antara ayam kampung dan negri (ayam sayur) terletak pada kandungan air dan lemak. Pada ayam negeri memiliki kandungan air dan lemak lebih tinggi dibandingkan dengan ayam buras atau kampung. Karena itu saat dimasak akan mengeluarkan banyak cairan dan lebih cepat empuk meskipun lebih banyak menyusut. Ayam kampung lebih sedikit kandungan air dan lemaknya.. ;)

  2. yanie June 23, 2015 at 2:13 am #

    Tanya tips bay I sy 11bulan normalkah BABnya lebih Dari 8x to sebelumnya si kecil mengkonsumsi telur bebek 2x DLM 2 hair?please jawab ya sy tunggu!thanks

    • tips-bayi July 7, 2015 at 10:59 pm #

      yanie,

      Jika tidak ada tanda lain yang kurang baik, seperti demam atau susah minum susu atau rewel.. Bunda tidak harus khawatir.
      Untuk frekuensi BAB, sama prinsip sederhananya “pengeluaran bagaimana pemasukan”.. Dan feses bayi umumnya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair belum tentu diare Bun.. Jika sebelum diberikan telur BAB tidak sesering itu, perlu dipertimbangkan pemberiannya jangan terlalu sering dulu.. :)

      Memang untuk pemberian telur kepada bayi terutama bagian putihnya, sering memicu alergi. Putih telur umumnya direkomendasi baru setelah usia bayi di atas 9 bulan. Dan bayi Anda sudah lebih dari 9 bulan juga terlihat tidak alergi maka boleh Anda berikan maksimal 2 butir dalam sehari.. Dan pemberiannya harus matang bunda..

    • eva nuharta July 23, 2015 at 8:28 pm #

      Malam bun,sya mempunyai putri yg berusia 7 bln sangat aktif n smgat bljarnya tinggi.dan sya pengenn anak sya kelak jdi anak yg cerdas n pinter.sya ?ê? info D??î saudara bhwa kuning telor dicampur dg sufor yg diminum bayi sya itu “ß?????????§ã?ªª??? membuat nya cerdas n pintar kelak ia dewasa.krna saudara sya sdh membuktikan nya pd anak2nya.yg mjd pertanyaan sya ª?ª aman buat putriq yg disarankan saudara sya.

      • tips-bayi September 3, 2015 at 2:57 pm #

        eva nuharta,

        Kuning telur mentah atau setengah matang sebaiknya jangan diberikan pada bayi Bun.. Karena pencernaan bayi belum bisa mencerna protein yg belum matang, telur yang belum matang juga lebih alergen atau pencetus alergi. Bila telur tercemar bakteri, maka jika matang bakteri akan mati.

        Yang terbukti bisa mencerdaskan adalah ASI Bun.. Hampir semua para ahli berpendapat, makanan terbaik untuk bayi Anda yang masih berusia dibawah 1 tahun adalah ASI.. Bahkan dianjurkan pemberian ASI dipertahankan sampai bayi usia 2 sampai 2,5 tahun..

        Dengan memberikan ASI maka imunitas bayi Anda akan lebih bagus dan juga kemungkinan gangguan sembelit akan semakin kecil..

        Kesehatan dan kecerdasan bayi Andapun terjamin. Tidak hanya itu, sang ibu pun mendapatkan salah satu manfaat yaitu menjadi lebih jarang terkena kanker payudara.

        ASI mengandung nutrient yang mempunyai fungsi spesifik untuk pertumbuhan otak antara lain long chain polyunsaturated fatty acid (DHA dan AA) untuk pertumbuhan otak dan retina, kolesterol untuk myelinisasi jaringan syaraf, taurin untuk neurontransmitter inhibitor dan stabilisator membran, laktosa untuk pertumbuhan otak, koline yang mungkin meningkatkan memori. Pokoknya kandungan ASI tidak bisa ditandingi oleh sufor manapun, sekalipun sufor termahal..

        Tidak banyak yang mengetahui bahwa ada cara yang mudah dan murah agar anak sehat dan cerdas, yaitu menyusui ASI eksklusif dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak, dan dilanjutkan pemberian ASI sampai bayi berumur 2 tahun.. :)

  3. Bunda Sakha June 14, 2015 at 8:31 am #

    Pagi bun..

    klo bayi usia 7 bulan boleh dksh telur puyuh?

    • tips-bayi June 15, 2015 at 9:05 am #

      Bunda Sakha,

      Pagi Bun..

      Telur, telur ayam atau telur puyuh merupakan makanan kaya protein. Namun, pemberian telur kepada bayi terutama bagian putihnya, sering memicu alergi. Putih telur umumnya direkomendasi baru setelah usia bayi di atas 9 bulan. Dan bayi Anda sudah lebih dari 9 bulan juga terlihat tidak alergi maka boleh Anda berikan maksimal 2 butir dalam sehari.. Dan pemberiannya harus matang bunda..
      Untuk kuningnya boleh deh Bunda coba berikan, dan lihat bagaimana apakah ada pengaruh.. Biasanya kuninnya aman untuk 7 atau 8 bulan.. ;)

  4. fitri March 28, 2015 at 8:21 pm #

    aslmkm tips..
    Sy mau tnya,, ank sya lhr 9 sept ’14 kmrn, cm dy tu lhr prematr 7bln, bb lhr 1.6. Pnjg 45. Dr umr 15hr udah g mau minum asi lgsg, jd cm diambilkn di dot gt.. Jd dsambung sufor. Dan dr umr 3bln asi sudh brhnti, cm sufor aja. Brt skrg 5.6, umr 6bln.. Skrg kan sudah mulai mkn. Ada tdk y resep kusus buat naikn bb,?! Trus apa mgkn anak sy bs mngejar kekurgan bb nya sampai ke bert nrmal anak seusianya..? Trmksh

    • tips-bayi June 9, 2015 at 9:13 am #

      fitri,

      Wlkmslm..

      Bisa Bun.. Bayi prematur tidak selalu menghadapi masalah perkembangan dalam waktu lama. Ingatlah bahwa bayi yang lahir normal pun mencapai perkembangan pesatnya pada waktu yang berlainan tidak akan sama kok. Perkembangannya masih NORMAL..
      Nanti sudah besar tidak akan berbeda dengan yang lahir normal.. ;)

  5. chacha November 17, 2014 at 1:03 am #

    Tips bayi saya mau tanya kalo telur bebek boleh di berikan kpd bayi usia 8 bulan?

    • tips-bayi November 17, 2014 at 4:35 am #

      chacha,

      Telur bebek amannya usia 9 bulan deh Bun.. ;)
      Akan tetapi jika sudah terbiasa dengan telur ayam dan tidak ada pengaruh alergi, bisa saja diberikan 8 bulan..

  6. sefti December 26, 2013 at 5:13 pm #

    ass. tips…..
    saya mau minta sarannya tips, saya punya seorang anak laki-laki tanggal 28 desember nanti dia tepat berusia 3bulan. waktu lahir berat badannya 3,8kg tapi ketika dtimbang skitar 3minggu yg lalu BB nya hanya naik 7ons. tidurnya juga ga nyenyak, kalo siang tidur diayunan lumayan lama bisa sampe 2jam, itupun kadang” mesti diayun terus. tapi ketika tidur malam dtempat tdur dia selalu rewel, sebentar” trbangun. kadang disaat tidur matanya merem melek, tarikan nafasnya juga cepat. hampir setiap malam dia selalu sperti itu, saya takut itu akan mengganggu tumbuh krmbangnya. mohon sarannya tips…
    oh iya, anak saya juga menderita hernia …
    tolong dbalas yaaaaa…. makassiiihhh

    • tips-bayi January 15, 2014 at 9:59 am #

      sefti,

      Wa’alaikum salam,

      Rewelnya baru-baru ini ya..? Bayi rewel bisa karena:

      1. Merasa tak nyaman
      Ketika merasa tak nyaman dengan kondisi tubuhnya, seperti popoknya basah, baju yang terlalu ketat, kasar, atau gatal, bayi juga akan sering menangis. Kondisi lain yang terjadi di sekitarnya seperti suasana kamar yang terlalu terang atau gelap, bosan dan tidak ingin ditinggal sendirian, juga akan membuatnya protes melalui tangisan.

      2. Kepanasan atau kedinginan
      Karena kulitnya yang masih tipis, maka bayi cenderung lebih sensitif terhadap perubahan suhu.

      Untuk tahu apakah bayi kedinginan atau kepanasan jangan gunakan suhu telapak tangan dan kaki bayi sebagai tolak ukurnya. Karena tangan dan kaki memang cenderung lebih dingin dibandingkan anggota tubuh lainnya..

      3. Minta digendong
      Pada dasarnya semua bayi selalu ingin didekap oleh orangtuanya. Kontak kulit bayi dan orangtua ini diperlukan untuk menghadirkan suasana yang nyaman bagi bayi. Ada penelitian yang membuktikan bahwa para ibu yang biasa menggendong bayi mereka ke mana-mana biasanya bayinya akan lebih jarang menangis.

      4. Mengantuk
      Kadangkala bayi tidak dapat jatuh tertidur sendiri, sehingga mereka menangis karena membutuhkan bantuan untuk membantu mereka tertidur.

      5. Sakit
      Bayi menangis juga bisa disebabkan karena mereka sedang sakit. Ini juga bisa menjadi pertanda bahwa kemungkinan mereka akan terserang penyakit. Ketika mereka rewel karena sakit, Anda juga harus memerhatikan makanan yang dikonsumsi. Karena bisa jadi bayi yang masih menyusu ini alergi dengan makanan yang sedang dikonsumsi, alergi pada obat yang dikonsumsi ibu, atau ibu terlalu banyak mengonsumsi kafein .. ;)

      Kenaikan BB bisa terhambat jika bayi sedang dalam keadaan tidak stabil pola makan dan pola tidurnya, itu wajar.. akan membaik jika semua rutinitas sudah kembali normal.

      Untuk hernia-nya Bunda periksakan dan konsultasikan pada dokter yang menangani secara berkala.. Semoga lekas sembuh.. :)

    • Anonymous October 3, 2014 at 5:54 am #

      Assalammualaikum … Bunda sya mau tahu bagaimna cara bikin makanan sehat pada anak umur 10buln , anak sya dari umur 4bulan alerhi telur dan ayam .. Pernah sya makan ayam di usia anak sya 10bulan alhamdlillah anak sya kuat begitu sya makan telur langsung kumat di kakinya bintik2 yanggg menyebabkan gatal2 . Baagaimana solusinya ?? Terimakasih

      • tips-bayi November 6, 2014 at 3:24 am #

        Anonymous

        Alergi pada bayi memang bukan suatu penyakit. Alergi adalah reaksi hipersensitivas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Hindari saja terhadap yang diperkirakan pencetus alerginya Bun… ;)

        Silahkan Bunda baca..
        Membuat MPASI dan makanan bayi juga untuk resepnya di resep makanan bayi kami… ;-)

  7. barbara May 24, 2013 at 9:33 am #

    Kalau telur puyuh/telur bebek apakah boleh diberikan kepada bayi 1 thn keatas? ? “? ?.?.?.?.?. ?.ö.?. “? ?

  8. tara May 23, 2013 at 11:18 am #

    tips bayi, saya mau nanya ni. anak saya umur 1 tahun dan masih ASi tanpa sufor, BB 10,2kg n TB 72cm. sudah idealkah itu ??
    dan saya juga mau menanyakan soal vitamin, apakah boleh jika dalam sehari dikasih lebih dari 1 jenis vitamin ? misalnya pagi saya kasih cerebrofort gold untuk otaknya , siang sakatonik abc untuk kesehatan sehari – hari dan malam calcium sandoz syrup untuk kebutuhan kalsiumnya ??

    terimakasi ,

    • tips-bayi May 30, 2013 at 2:39 am #

      tara

      Bagus Bun kalau masih diberi ASI, pertahankan pemberian ASI sampai 2 tahun.
      BB segitu untuk usia 1 tahun memang bagus Bun.. IDEAL.. Tapi tingginya kurang 2,5 cm untuk ideal.. Tapi kesimpulannya bayi Bunda SEHAT dan IDEAL.. ;-)

      Untuk Vitamin.. kami tidak bisa merekomendasikan jenis vitamin tambahan untuk bayi Bunda..
      Vitamin dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Kebutuhan ini biasanya terpenuhi dari makanan, terutama makanan atau susu yang telah diperkaya oleh berbagai macam vitamin dan mineral. Oleh karena itu, perlu hati-hati menentukan apakah seorang anak kekurangan vitamin sehingga membutuhkan multivitamin.

      Oleh karena itu, konsultasikan dengan DSA Anda apakah Bayi Anda kekurangan vitamin dan butuh multivitamin tambahan.

      • nurlathifah January 16, 2014 at 4:28 am #

        maaf,anak sy umur nya jlan 7 bulan, tp tinggi bdannya sdh 72

Leave a Reply