Dalam hitungan hari, bulan Ramadhan akan tiba. Nah, kali ini kami merasa penting untuk mengedepankan artikel seputar puasa dan menyusui. Berikut artikel yang ditulis oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) – http://www.aimi-asi.org/
Semoga bermanfaat…
Bulan penuh ibadah bagi umat muslim di dunia. Salah satu ibadah yang wajib dilakukan setiap muslim yang telah baligh (cukup umur) adalah berpuasa. Nah, bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui?
Puasa Ramadhan hukumnya tetap wajib bagi ibu hamil dan menyusui. Alhamdulillah, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa dengan berpuasa di lain waktu atau membayar fidyah.
Yang pertama, dikembalikan kepada motivasi atau niat. Jika ibu hamil dan menyusui tidak melakukan ibadah puasa karena mengkhawatirkan kesehatan dirinya, maka dia menganggap dirinya seperti orang sakit. Sehingga cara mengganti puasa sama dengan mengganti puasa dikala orang sakit, yaitu dengan berpuasa di hari lain. Namun, jika mengkhawatirkan bayinya, dianggap seperti orang tua yang tak punya kemampuan sehingga cara menggantinya selain membayar puasa-seperti cara orang tua-yaitu dengan membayar fidyah.
Yang kedua, ibu hamil atau menyusui cukup membayar fidyah saja tanpa harus berpuasa. Karena keduanya tidak berpuasa bukan karena sakit, melainkan karena keadaan yang membuatnya tidak mampu puasa. Kasusnya lebih dekat dengan orang tua yang tidak mampu berpuasa.
Apa dan bagaimana cara membayar Fidyah? Fidyah adalah memberi makan orang fakir miskin. Satu hari puasa diganti dengan satu kali fidyah. Ukuran memberi makan adalah sebesar porsi kita makan 3 kali sehari, yakni sekitar 1 mud atau 600 gram. Jika dirupakan uang, sebesar biaya kita makan 3 kali sehari.
Ketika memberikan fidyah, ada tata caranya juga. Salah satu yang harus diingat adalah jangan lupa mengucapkan berita serah terima/ijab kabul. Misalnya “Saya membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”. Jika meminta orang lain yang menyerahkan maka, “Ibu A membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”.
Nah, bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa bagaimana? Selama kondisi ibu dan bayi sehat, maka diperbolehkan berpuasa. Namun, jika dikuatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kekurangan gizi, produksi ASI berkurang, sakit, dan lain sebagainya, maka Islam menyarankan untuk tidak berpuasa.
Manajemen Laktasi Ibu Menyusui Yang Sedang Berpuasa
Dengan perubahan jadwal makan, bukan berarti asupan makanan yang dikonsumsipun ikut berubah. Yang penting, ibu menyusui tetap makan 3 kali sehari dan secara disiplin mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang, yaitu dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak.
Kemudian, hal-hal berikut dapat dilakukan untuk memastikan bahwa produksi ASI selama ibu berpuasa tetap lancar dan berkualitas:
- Asupan menu dengan gizi seimbang
- Perbanyak konsumsi cairan, mulai dari berbuka hingga sahur
- Istirahat yang cukup
Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas kita hari itu. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak.
Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter, ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, teh manis hangat dan susu. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Anemia adalah berkurangnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.
Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.
Ibu Bekerja
Ibu bekerja yang memerah ASI di tempat kerjanya disarankan untuk tetap melakukan kegiatan memerah ASI seperti biasa dengan tetap memperhatikan tips-tips seperti yang sudah disebutkan diatas ini. Kembali berpegang pada prinsip demand and supply, semakin banyak ASI dikeluarkan maka semakin banyak ASI yang akan diproduksi. Apabila ibu menyusui yang biasa memerah menghentikan kegiatan memerahnya selama bulan puasa, maka ASI yang diproduksi dapat berkurang, yang bukan disebabkan oleh kegiatan berpuasa tetapi karena mengurangi kegiatan memerah tadi.
Bagaimanapun, mendapatkan ASI adalah hak bayi. Jadi, dahulukan kepentingan bayi. Untuk ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan, memang dianjurkan untuk tidak berpuasa karena bayi sedang dalam tahap ASI Eksklusif dan belum memperoleh makanan tambahan apapun kecuali ASI.
Selamat menunaikan ibadah puasa bulan Ramadhan…
(sumber: http://aimi-asi.org/2008/08/tips-menyusui-ketika-puasa/)
Artikel yang berhubungan:






Puasa tidak menghalangi bagi ibu untuk menyusui bayinya, kecuali ada sesuatu yang memberatkan.
thanks atas artikelnya
@ Ummu Sheza,
Sama-sama…;-)
thanks banget…saia jadi bisa menambah ilmu agama setelah membaca artikel ini….
@ Veollita,
Sama-sama..
tipsnya Ok.Thanks
@ abul mubarak,
Terima kasih …;-)
mohon bantuannya nih…
bayi saya usia 5 bulan. sudah 2 bln ini saya berhenti menyusui karena alasan bekerja. dan bayi diluar kota bersama org tua saya. (menyesal dan sedih bgt rasanya…)
nah sekarang, bayi saya sdh tinggal bersama saya dan saya berniat menyusui lg.
klo saya pencet puting saya msh mengeluarkan ASI, apa itu msh boleh diberikan ke bayi?
masih bolehkah saya menyusui bayi saya? (dlm segi kesehatan dan gizinya mengingat dlm waktu 2bln sempat berhenti namun ASI saya msh keluar apabila dipencet)
mohon info dan solusi, kira2 apa pengaruh pd bayi saya apabila saya melanjutkan menyusui lg…
terimakasih..
@ nanee:
Boleh saja Bu dicoba…
mksh ya atas info nya,q baru jadi seorang ibu dan buah hati q berusia 3 bulan,alhamdulillah sampai saat ini q bisa menjalankan ibadah puasa
@ jatu,
Anda puasa..?
ASI Anda lancar kan..? Kalau ASI lancar boleh saja.. Jika ASI kurang lancar, saran kami tidak apa-apa kok Anda tidak puasa dulu.. karena bayi Anda seharusnya masih ASI eksklusif
Jangan sampai bayi Anda diberikan sufor karena ASI kurang.. nantinya sudah selesai bulan Ramadhan ASI gak keluar lagi..
Meskipun susu formula terlihat bisa mengganti ASI, akan tetapi Susu terbaik untuk bayi Adalah ASI.. Hampir semua para ahli berpendapat, makanan terbaik untuk bayi Anda yang masih berusia dibawah 1 tahun adalah ASI.. Bahkan dianjurkan pemberian ASI dipertahankan sampai bayi usia 2 sampai 2,5 tahun..
Dengan memberikan ASI maka imunitas bayi Anda akan lebih bagus dan kemungkinan gangguan sembelit akan semakin kecil..
Kesehatan dan kecerdasan bayi Andapun terjamin. Tidak hanya itu, sang ibu pun mendapatkan salah satu manfaat yaitu menjadi lebih jarang terkena kanker payudara.
ASI mengandung nutrient yang mempunyai fungsi spesifik untuk pertumbuhan otak antara lain long chain polyunsaturated fatty acid (DHA dan AA) untuk pertumbuhan otak dan retina, kolesterol untuk myelinisasi jaringan syaraf, taurin untuk neurontransmitter inhibitor dan stabilisator membran, laktosa untuk pertumbuhan otak, koline yang mungkin meningkatkan memori. Pokoknya kandungan ASI tidak bisa ditndingi oleh sufor manapun, sekalipun sufor termahal..
Tidak banyak yang mengetahui bahwa ada cara yang mudah dan murah agar anak sehat dan cerdas, yaitu menyusui ASI eksklusif dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak, dan dilanjutkan pemberian ASI sampai bayi berumur 2 tahun..
Sayangnya, para ibu di Indonesia banyak yang tidak memberikan ASI kepada bayinya.
Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.
Anda bisa baca artikel terkait:
http://www.tipsbayi.com/susu_formula_bayi.html
tanya dong: pada hari ke2 saya berpuasa, bayi saya 8 bln mulai demam, sampe 5 hari. Sbelumnya juga udah mencret sampe 5x sehari. Saya pun berhenti puasa selama si kecil demam. Nah, pas si kecil udah ga demam saya puasa lagi. Ternyata timbangannya malah turun 2 ons (dibanding 2 minggu yang lalu).
Gimana ya: apa bener turun krn dia sakit aja?
apa aja sih warningnya yg membuat ibu jangan puasa dulu selama menyusui (selain masa asi eksklusif)?
Makasih tipsbayi.
anak saya susah mkn wlpun usianya dah 6 bln lbih,tp skrng saya ajak dia berpuasa,nah itu berpengaruh kebadan anak saya,yang tadinya anak saya badannya gak lembek,skrng jd lembek,bagaimana cara mengatasinya agar badan bayi saya tetap sehat dan gk lembek….???
@ Sabrina Azahra,
Kalau perkiraan Anda alasan lembeknya karena tidak mendapatkan ASI atau ASI nya kurang, maka sebenarnya Anda bisa mengatasinya dengan memerah ASI ketika volumenya berlimpah, malam misalnya. Lalu Anda berikan di siang hari setelah Anda rendam dulu di air panas..
Perlu diingat.. sebenarnya semakin sering payudara dihisap oleh bayi maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi bila selama puasa Anda tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar…
Karena bayi Anda sudah mendapatkan MPASI, maka sebenarnya Anda bisa lebih leluasa. Berikan selalu anak Anda makan makanan dengan gizi seimbang. Maksudnya, makanan yang dikonsumsi hendaknya mengandung unsur karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin-mineral yang CUKUP.
wah,, hebat nii
@ fiyan,
Hebat..?
tips bayi,sya mo tnya.bayi sya b’usia 3,5bln n Asi eksklusif.hr ni sya mulai puasa,tp kpla si kcil kok jd anget..itu emg skit apa krn puasa y?sya jd tkut..
@ bunda khansa, ummu hilmi
Sebenarnya agama sudah memberikan kemudahan buat kita.. Jika bayi Anda masih ASI eksklusif boleh kok tidak puasa..
Seperti yang sudah kami jelaskan pada Ibu Ari.. Nah insya Allah tahun depan Anda bisa berpuasa..
Badan anget atau bayi Anda demam bisa beberapa kemungkinan, karena panas sendiri tidak selalu buruk. Panas memegang peranan dalam menolong tubuh untuk melawan serangan infeksi virus atau bakteri. Jadi panas adalah suatu respon tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh.
Tetapi ada beberapa keadaan dimana anda sebaiknya mencari pertolongan medis atau konsultasi ke dokter anda, yaitu:
*Untuk bayi dibawah 3 bulan dengan suhu tubuh diatas 38 derajat C.
*Untuk anak yang lebih tua dan orang dewasa , sebaiknya konsultasikan ke dokter anda bila :
- Terdapat panas yang naik turun dalam 3 hari ;
- Suhu meningkat diatas 39 derajat C ;
- Adanya panas yang disertai menjadi tidak mau makan dan minum sertai gelisah, mual muntah, sakit kepala hebat, sakit perut, timbul rash pada kulit, kesulitan pernafasan, atau gejala lainnya yang tidak dapat dijelaskan.
Sebaiknya Anda tunda pemberian obat apapun sebelum Anda konsultasi dengan dokter. Jika memang suhunya tinggi tidak turun (> 38,5 derajat Celcius), barulah berikan obat penurun panas atau bawa ke dokter. Jadi, sebenarnya Anda bukan sama sekali tidak boleh memberikan obat kepada anak Anda, hanya saja jangan terlalu mudah memberikannya… baru panas sedikit sudah dicekokin obat..
Perlu diketahui, demam karena penyakit apa pun, dari yang ringan seperti flu atau infeksi ringan, hingga infeksi berat di susunan saraf pusat atau di otak, dapat menggunakan kompres. Seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran, telah ditemukan ternyata cara yang paling pas mengompres yaitu menggunakan air hangat bahkan memandikan anak dengan air hangat.
Turun berat badan karena sakit.. Ya bisa.. karena selama sakit biasanya asupan terhambat
Alhamdulillah bs nemuin lg tips baby,bgmn ya anak saya msh umur 2 bln,bs tdk saya ikut puasa,mengingat saat ini msh ASI esklusif ?e º°??°º?ªkª§??º°??°º….
(y):) BagO?°? ?°?oss!!!:) (y)…b’ ya tips BABY
@ ari,
Masih ASI eksklusif..? Ibu menyusui boleh saja berpuasa asalkan :
1. kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat.
Jika dikuatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kurang gizi, produksi asi berkurang, sakit, dan lain-lain islam menyarankan tidak berpuasa.
2. Ibu menyusui dengan bayi usia 6 bulan ke atas
Ibu yang menyusui ASI eksklusif bisa tidak berpuasa karena harus menyusui tiap 2 jam dan bayi belum memperoleh makanan pendamping asi.
Puasa hanya mengubah jadwal makan
* Asupan makanan = saat tidak berpuasa
* Gizi seimbang { 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak} yang didapatkan dalam 3 waktu yaitu 1. saat sahur 2. saat berbuka dan 3. menjelang tidur setelah sholat terawih.
Supaya produksi ASI ibu berpuasa tetap lancar & berkualitas maka perlu memperhatikan:
1. Asupan menu dengna gizi seimbang
2. Perbanyak konsumsi cairan
3. Isirahat yang cukup
Perlu diingat.. semakin sering payudara dihisap oleh bayi maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi bila selama puasa Anda tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar…
OH YA.. UNTUK SEMUA KAUM MUSLIMIN,
Selamat menunaikan ibadah Puasa Ramadhan, mohon maaf lahir batin..
Tim Tips Bayi…
Menyusui bayi adalah suatu kebanggaan bagi ibu dan memiliki faktor kedekatan antara ibu dan anak, lagi pula untuk kekebalan pada tubuh bayi sangat kuat kalau ibi mau menyusui bayi nya……wah artikel yang oke nih semoga bisa menjadi inspirasi buat calon ibu yang akan memiliki bayi…….
Bali Villa,Bali Villas,Bali Property
saya minta saran, apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan bekas asi yang menempel pada pipi bayi. sangat merasa bersalah ketika melihat pipi bayi saya yang sebelah kanan memutih dengan ukuran yang tidak kecil, yaitu 80% pipi kanan. berapa lama bekas itu akan hilang? terima kasih.
@ ummiyasin,
Itu biasa disebut Dermatitis Atopik / Eczema Atopic atau hanya disebut eczema / EKSIM, asma/ rhinitis atopik adalah ruam kulit yang dapat timbul pada semua usia disebabkan riwayat keluarga asma/ rhinitis atopik, pada orang tertentu dengan kulit sensitif dan mudah teriritasi. Umumnya eczema terjadi pada bayi dan anak-anak kecil dan dapat menghilang sebelum masa dewasa. Biasanya eksema ini akan menghilang secara spontan, tapi bisa juga berkembang sampai dewasa.
Bermnifestasi sebagai bercak basah, erosi, dan eritematosa di tempat yg tertutup popok, pipi, dan kuit kepala. Karena erupsi ini gatal, maka bayi sering rewel. Infeksi sekunder oleh bakteri sering terjadi.
Semua pasien mempunyai keluhan yang sama. Perubahan eksema menjadi merata di seluruh tubuh pada orang dewasa. Pasien ini dianjurkan untuk tidak mendapat vaksinasi cacar karena akan mengakibatkan vaksinia desminata.
Rekomendasi terapi nonfarmakologi, menghindari kontak dengan parfum, sabun berwarna dan detergen. Menggunakan cara 3 kali bilas untuk cucian, menghindari fluktuasi temperatur yang ekstrim, dan lain sebagainya..
Ada baiknya juga Anda periksakan pada DSA atau DSK, untuk mendapatkan diagnosa yang lebih akurat..
@ yang lainnya…
Senang bisa membantu Anda sekalian…
@ amy,
Bayi mencret bisa disebabkan banyak hal.
Mungkinkah Anda telah mengubah menu makanan, misalnya dari ASI ke susu formula, atau dari susu formula ke susu sapi, atau menambah makanan baru (bisa jadi anak Anda alergi terhadap makanan tersebut), atau terlalu banyak makan satu jenis makanan tertentu (contohnya adalah sari buah dalam kemasan, yang umumnya berisi sorbitol, gula yang tidak terserap usus dan memperparah diare), atau mungkin anak sedang demam atau flu (artinya ia memang sedang tidak sehat, dan diare berkaitan dengan infeksi).
makasih tuk artikel nya tips bayi….
sangat bermanfaat skali…
alhahamdulilah bayiku berat badan nya bertanbah n sehat ””…..karna asi…terimakasi artikel di atas sangat membantu
trimakasih artikelnya…
thanks ya infonya. saya jadi banyak tahu. awalnya saya puasa loh. walaupun suami saya melarangnya. tetapi setelah membaca artikel ini. saya baru tahu begitu sangat bermanfaatnya ASI ekslusif bagi putra saya yang beru berumur 4bulan.
terbitkan lagi info tentang: PERTUMBUHAN RAMBUT BAYI YANG TIDAK MERATA.
saya tunggu ya mbak/om………..
Saya ucapkan terimakasih untuk artikel2 Tips&Trick yang sangat membantu buat saya
Marhaban ya ramadhan untuk semua team yang terkait di Tips Bayi ini
Bulan ini memang penuh dengan rasa syukur buat saya dengan lahirnya anak pertama saya
pada tanggal 10 Agustus kemarin, lahir dengan berat 3.6 panjang 50cm normal (laki2)
Best regard
Henry
Makasi,,,,, Tipsnya Al-hamdulillah saya tetap puasa sampai dengan hari dan terus menyusui kedua bayi kembar (umur 5 bulan) saya sehat kedua bayi kembar saya juga sehat . BB bayi kembar saya saat ini masing-masing 7.3 kg,dan 7. kg, memang saya juga memberi susu formula tambahan Morinaga BMT platinum karna saya bekerja sebagai PNS
terima kasih atas tips nya yg sangat jelas.
Trim’s infox. Ini kali prtama sy menjalani puasa dengan menyusui sikecil, usia ankku skrg 7 bln lbh tgl 28 udh msk 8 bln. Babyku koq mencret ya, apa mngkin pngaruh sy puasa?
@ ummu umar,
Menurut Pakar ASI dr. Eveline PN, SpA dari RS St. Carolus Jakarta, jika kehamilan Anda dinyatakan sehat oleh dokter, go ahead, teruskan menyusui. “Secara alami, tubuh akan memrioritaskan pemberian zat gizi kepada janin yang sedang tumbuh, tanpa mengurangi porsi yang dibutuhkan untuk membentuk ASI,” yakin sang dokter.
Beberapa penelitian juga menyimpulkan, sepanjang ibu sehat, tidak ada teori yang “memvonis” menyusui dapat memicu keguguran atau persalinan prematur.
“Ada juga ibu yang takut menyusui saat hamil karena adanya hormon oksitosin yang dilepas tubuh. Pasalnya, hormon ini merangsang kontraksi rahim. Padahal, rahim memiliki daya tahan cukup kuat untuk mencegah efek hormon oksitosin,” tutur Eveline.
Jika masih sulit mengambil keputusan, Eveline menyarankan ibu berkonsultasi dengan dokter, karena setiap kehamilan memang berbeda kondisinya. Yang penting, solusinya harus bijaksana; tidak mengganggu kehamilan dan tidak menghambat tumbuh kembang janin, sekaligus juga tepat bagi kesejahteraan bayi.
Teruskan saja. Anda masih bisa meneruskan kehamilan Anda jika:
* Kehamilan dinyatakan sehat dan normal oleh dokter.
* Usia bayi di bawah 6 bulan. Rekomendasi American Academy of Pediatrics adalah, susui bayi setidaknya satu tahun, sedangkan rekomendasi WHO, 2 tahun atau lebih.
* Faktanya, tetap menyusui lebih mudah dilakukan dibanding menyapih.
* Tetap menyusui membiasakan kakak menyesuaikan diri atau berbagi dengan adik. Peluang terwujud lebih besar jika Anda terus menyusui sampai bayi lahir, kemudian menyusui bayi dan kakak bersamaan (tandem nursing).
Waspada. Jika Anda memutuskan untuk tetap meneruskan kehamilan Anda, perhatikan hal-hal berikut:
* Selalu menjaga kondisi dan kesehatan tubuh selama hamil. Beri perhatian khusus pada pola makan, baik kualitas maupun kuantitasnya, dan penuhi kebutuhan cairan tubuh.
* Jangan terlalu lelah karena dapat mengganggu kesehatan. Menyusui sambil berbaring dan tambah porsi jam tidur.
* Berdasarkan penelitian, 74% ibu hamil mengalami perubahan puting, yaitu lebih peka dan lunak, hingga mudah lecet jika tetap menyusui. Cegah dengan posisi yang benar saat menyusui. Jika puting nyeri, atasi dengan teknik olah napas. Jika bayi sudah bisa diajak “berkomunikasi”, mintalah ia menyusu lebih lembut dan dalam waktu lebih singkat.
* Jika Anda merasa produksi ASI berkurang sedangkan usia bayi masih di bawah 1 tahun, pantau pertambahan berat badannya untuk memastikan ia mendapat cukup asupan gizi.
* Saat bayi lahir, komposisi ASI akan menyesuaikan diri dengan kebutuhan bayi. Itu sebabnya dua dari tiga kakak akan berhenti menyusu dengan sendirinya karena volume ASI berkurang atau karena rasanya berubah.
tips, saat ini saya sedang hamil 3 bln n masih menyusui umar 11 bln. Tapi kok sprtinya sy mrasa asi sy berkurang yah..apa krn khamilan sy? apakah kualitas asi berubah krn hamil? banyak orang berkata begitu. mohon jwabannya ya tips, sy tdk berpuasa.
Alhamdulillah,,,,akhirnya aq mendapatkan jwbnnya,,,,,
Terima kasih Artikelnya,,,,
artikelnya bagus dan sesuai dgn info yg saya dptkan sebelumnya
Bermanfaat sekali, kebetulan anakku umur 10 bulan dan Alhamdulilah saya masih bisa memeras asi di ktr walau memang agak sedikit yg di dapat di bulan puasa ini, tapi saya teteup bersemangat demi si kecil di rumah
Makasih tips bayi,artikelnya pas dg keadaan sy yg masih menyusui…
Terimakasih atas infonya,kebetulan saya baru satu bulan melahirkan jadinya sangat bermanfaat sekali, apalagi masalah membayar fidiyah juga dijelaskan.
@ Hanifah, icut
Kami rasa dasarnya sudah tercantum dalam artikel di atas, tinggal Anda mengambil keputusan…
@ iis,
Terima kasih atas masukannya.
kalo saya tidak sependapat dengan tulisan ” ibu hamil atau menyusui cukup membayar fidyah saja tanpa harus berpuasa. Karena keduanya tidak berpuasa bukan karena sakit, melainkan karena keadaan yang membuatnya tidak mampu puasa “, yang saya denger dan sudah konsul ama ustadz2, di acara mamah dedek juga ada, disebutkan bahwa ibu hamil atau menyusui boleh tidak berpuasa tp dia harus mengganti dengan berpuasa di hari lain, bukan cm membayar fidyah saja, nah itu baru bener….
tengkyu…. pas lg nyari2 artikel yg serupa. soalnya babyku baru 1 bln pas di bln romadhon ini…..
bayi saya yang ke 2 baru berumur 1,5 bulan. alhamdulillah menurut saya, asi saya lancar. dan saya berpuasa.tetapi ada kekhawatiran sedikit….apakah bayi saya baik2 saja dengan saya berpuasa????? karena sejauh ini menurut saya , aman2 saja
Oya usia by skr masuk bln ke-5.
Ini hal baru buat sy.hr prtama sy puasa dan alhamd kami brdua baik2 saja.strategi sy,lbih bnyak mkn komposisi sayur,kacang-kacangan,madu dan jeruk serta sari kurma.hanya saja,skr sy dan bayi sy sedang batuk pilek ringan.bgmn sbaiknya ya?
Tks sbelumnya
artikel ini sangat membantu, terima kasih banyak, ,,,
@ ummah fathumah,
Kalau yang dikhawatirkan sekedar BAB yang keras, mungkin Anda bisa memperbanyak makan pepaya dan buah-buahan lainnya setelah berbuka. Namun jika Anda betul-betul khawatir tentang kesehatan bayi Anda, sepertinya artikel di atas sudah memberikan solusinya…
@ SEMUA KAUM MUSLIMIN,
Selamat menunaikan ibadah Puasa Ramadhan, mohon maaf lahir batin juga dari Tim Tips Bayi…
Iya, bermanfaat untuk saya sebagai karyawan sekaligus punya baby 7 bulan yang masih memerlukan ASI. thanks yach…
Terimakasih
Artikelnya membantu istri saya yang saat ini si kecil sedang buang2 air (7bln)
Wassalam
terima kasih info nya, insyaallah semakin mantap untuk berpuasa
Trimskasih bngt informasinya…!!
wah..artikel yg sangat bermanfaat..makasi ya tips atas infonya..
“mohon maaf lahir batin ya tips, semoga tips sll eksis dlm menyampaikan informasi yg bermanfaat utk kita semua khususnya buat ibu dan bayi/anak”
Thx, pas sy lg bingung, eh jawaban muncul, Alhamdulillah…
sy sdg menyusui eksklusif krn bayi sy baru berumur 1,5 bulan. 4 tahun yg lalu sy jg tdk puasa krn hal yg sm br melahirkan anak pertama sy, jd ini pengalaman ke2
saya pernah, puasa qodho, BAB anak sy jadi keras. bagai mana mengatasinya? apa sy ga puasa dulu. trimakasih
thank, tips… informasinya. ramadhan ini anak aq menginjak usia 5 bulan… mudah2han aq tetap bisa puasa dengan menjaga asupan makan yg bergiji..
Artikel cukup bermanfaat buat ibu menyusui sptku. Terimakasih
Thankiyu, gud article…sangat mencerahkan bagi ibu menyusui saat bulan puasa..
Thx fur d tip’s..kebetulan banget lg nyari artikel serupa.
trims artikelnya, sngt bermanfaat.