Perbedaan Alergi terhadap Makanan dengan Reaksi Tubuh terhadap Makanan

Proses reaksi alergi terhadap makanan terjadi ketika tubuh salah dalam menilai. Makanan yang masuk ke dalam tubuh dinilai sebagai sesuatu yang berbahaya, sehingga tubuh mengeluarkan antibodi Immunoglobulin E (IgE). IgE kemudian memicu tubuh untuk mengeluarkan zat kimiawi bernama histamin.

Ketika histamin diproduksi, maka tubuh akan bereaksi dan menghasilkan beberapa gejala seperti hidung berair, mata gatal, merah-merah pada kulit, dsb. Jadi, pada alergi terhadap makanan, ada peran serta sistem kekebalan (imunitas) tubuh.

Sedangkan pada reaksi tubuh terhadap makanan (food intolerance), sistem kekebalan tubuh tidak terlibat dan seringkali, makanan yang menjadi penyebab reaksi tersebut pada saat lain tidak menimbulkan masalah.

Sebagai contoh kasus ini adalah buah jeruk. Jeruk bisa menimbulkan reaksi negatif pada bayi, karena tingkat keasamannya yang tinggi. Nah, pada saat timbul reaksi ini, sebenarnya si bayi tidak bereaksi dengan sistem kekebalan tubuhnya, namun ia bereaksi dengan lambungnya atau kulitnya. Seringkali bayi hingga usia 12 bulan yang diberi makan jeruk mengalami semacam ruam (kulitnya memerah) di sekitar mulut atau pantatnya…

Artikel yang berhubungan:

  1. Resep Makanan Bayi: Air Jeruk
  2. Resep Makanan Bayi: Pisang Ambon
  3. Resep Makanan Bayi 6-8 Bulan: Beras Merah dan Ayam

Subscribe

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

59 Responses to Perbedaan Alergi terhadap Makanan dengan Reaksi Tubuh terhadap Makanan

  1. Ami Seety January 29, 2014 at 2:42 pm #

    Tips bayi, aq mau nanya nih.. Anakq skrg umur 7 bln, dan udah hampir 2 bln terakhir ini kalo pup suka ky ada cacing kecil2 merah gitu. Tapi ngga setiap pup slalu ada sih. Mulai muncul ky gitu setelah sebelumnya aq minum obat cacing yg di kasih sama dokter spesialis alergi karena aq punya alergi kulit yg sering bentol2 merah krna udara dingin/panas. Apa babyq begitu karna pengaruh aq minum obat cacing itu ya? Soalnya setelah pup nya keluar ky cacing itu berat badan babyq sempet turun jd 7 kg yg tadinya udah 7,3 kg. Dan 2 bln itu beratnya jg ga naik2, ttp di 7 kg trus. Babyq itu dari umurnya 2 bln jg di vonis DSA kena alergi karna waktu itu bersin2, hidung meler, kdg disertai batuk tapi badan nggak panas/demam dan masih suka kambuh sewaktu-waktu sampai sekarang. Nafasnya jg suka nggrak-nggrok dan keliatan susah nafasnya kalo habis meler2. Setiap habis minum obat alergi emang langsung sembuh. Babyq juga udah MPASI makan bubur instan pagi + sore dan kalo siang di kasih pisang/pepaya. Kira2 babyq itu kenapa ya? Cacingan kah? Apakah untuk ke depannya bisa menghambat tumbuh kembangnya? Sejauh ini sih perkembangannya bagus, udah bisa duduk sendiri, ngocehnya banyak, aktif geraknya, dan kalo pake baby walker udah bisa jalan sendiri kesana-kemari dengan lincahnya. Sebagai tambahan, babyq pupnya juga suka keras, kadang 2/3 hari baru pup, awal pup pasti keras tapi selanjutnya agak lembek dan lembek. Mohon pencerahannya biar aq ga galau lagi ya? Hehehehe..

  2. Ami Seety January 29, 2014 at 2:39 pm #

    Tips bayi, aq mau nanya nih.. Anakq skrg umur 7 bln, dan udah hampir 2 bln terakhir ini kalo pup suka ky ada cacing kecil2 merah gitu. Tapi ngga setiap pup slalu ada sih. Mulai muncul ky gitu setelah sebelumnya aq minum obat cacing yg di kasih sama dokter spesialis alergi karena aq punya alergi kulit yg sering bentol2 merah krna udara dingin/panas. Apa babyq begitu karna pengaruh aq minum obat cacing itu ya? Soalnya setelah pup nya keluar ky cacing itu berat badan babyq sempet turun jd 7 kg yg tadinya udah 7,3 kg. Dan 2 bln itu beratnya jg ga naik2, ttp di 7 kg trus. Babyq itu dari umurnya 2 bln jg di vonis DSA kena alergi karna waktu itu bersin2, hidung meler, kdg disertai batuk tapi badan nggak panas/demam dan masih suka kambuh sewaktu-waktu sampai sekarang. Nafasnya jg suka nggrak-nggrok dan keliatan susah nafasnya kalo habis meler2. Setiap habis minum obat alergi emang langsung sembuh. Babyq juga udah MPASI makan bubur instan pagi + sore dan kalo siang di kasih pisang/pepaya. Kira2 babyq itu kenapa ya? Cacingan kah? Apakah untuk ke depannya bisa menghambat tumbuh kembangnya? Sejauh ini sih perkembangannya bagus, udah bisa duduk sendiri, ngocehnya banyak, aktif geraknya, dan kalo pake baby walker udah bisa jalan sendiri kesana-kemari dengan lincahnya. Sebagai tambahan, babyq pupnya juga suka keras, kadang 2/3 hari baru pup, dan

    • tips-bayi February 11, 2014 at 6:32 am #

      Ami Seety,

      BB bayi Bunda sebenarnya masih termasuk cukup bagus, karena termasuk 85% BB ideal untuk bayi indonesia. Aktif kan…?

      Bunda takut bayi Bunda cacingan..? Tidak lah.. Selain bayi Bunda masih bayi terjamin hygienitasnyajuga tanda-tanda atau gejala cacingan antara lain, perut buncit, badan kurus, rambut seperti rambut jagung, lemas dan cepat lelah, muka pucat, serta mata belekan… bayi Bunda tidak demikian kan.. ;)

      Jika bayi Bunda kelihatan aktif dan tidak rewel.. Bunda jangan Khawatir…

      Bunyi grok grok berasal dari reak atau dahak, jemur tiap pagi Bun..

  3. lina January 29, 2014 at 1:49 pm #

    Haii tips,saya mw tanya baby saya brusia 7bln.tiba2 muncul bintik2 merah di lehr low mank bintik2 merah itu adlah alergi,apa ??????? hrus sya lakukan?makasih…

    • tips-bayi February 5, 2014 at 8:21 am #

      lina,

      Untuk menentukan alergi atau bukan, tidak bisa langsung ditentukan diagnosanya sekarang. Perlu peninjauan dan pengumpulan data dan bukti. Bunda bisa mengingat, makanan apa yang Bunda berikan sebelum bintik merah itu muncul, atau bisa juga itu biang keringat. Kita belum bisa menarik kesimpulan bahwa bayi Bunda alergi..

      Perbedaan antara biang keringat dengan alergi kulit memang sulit untuk dibandingkan. Biang keringat terjadi akibat penyumbatan kelenjar keringat, dengan gejala seperti keluar bintik-bintik dan gatal-gatal. Begitupun alergi gejalanya gatal-gatal serta bintik merah yang gatal, gejala ini memang sangat mirip dengan biang keringat. Oleh karena itu memang sebaiknya pastikan pada DSA Anda apakah Biang keringat atau alergi.

      Alergi pada bayi memang bukan suatu penyakit. Alergi adalah reaksi hipersensitivas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi biasanya muncul bila bayi memiliki kecenderungan bawaan (genetik)..

      Sedangkan penyebab biang keringat ini biasa terjadi akibat tersumbatnya kelenjar keringat, jadi solusinya:

      * Mandi secara teratur dan keringkan dengan handuk lembut.
      * Ketika berkeringat, seka badan dengan lap basah dan keringkan kembali dengan handuk kering.
      * Gunakan baju yang berbahan katun dan nyaman dipakai (tidak terlalu sempit), untuk mengurangi panas.
      * Jagalah ventilasi ruangan, agar pertukaran udara berlangsung lancar dan lebih sejuk..

      Dan..ada beberapa alternatif untuk mengobati biang keringat:

      1. Dengan VCO (Virgin Coconut Oil)
      2. Dengan Minyak Telon (pilih yang kandungan minyak kelapanya 60%, agar tidak terlalu panas)
      3. Bedak Salicyl (bisa dicampur dengan air, seperti bedak dingin)
      4. Bedak tabur

  4. melissa January 6, 2014 at 6:18 pm #

    tipsbayi, bisa dijelaskan lebih lanjut tentang “aturan 4 hari”nya?
    mksdnya jika saya mau memperkenalkan satu jenis makanan baru (misalnya: tomat), apakah selama 4 hari saya harus berikan tomat terus menerus sambil melihat reaksinya?

    kalau bereaksi < 4 hari langsung di stop?

    bahan makanan apa yang sudah hampir pasti aman buat anak alergi atau intoleran?
    anak saya 9 bulan, beberapa kali muntah, kembung, BAB hijau, saat diberikan jenis makanan baru. tapi kesalahan saya memberikannya di saat yang bersamaan, misal: bubur beras merah, tomat dan keju (tomat dan keju baru pertama kali saya berikan). trimakasih

    • tips-bayi January 22, 2014 at 6:16 am #

      melissa,

      Benar Bun.. tapi untuk memperkenalkan jenis makanan baru sebaiknya jangan lebih dari 1 jenis, agar kita bisa melihat reaksi dari makanan tersebut.

      Contoh, Misalnya Bunda sudah biasa memberikan bubur beras merah, bubur beras putih, bubur kentang, bubur labu. Dan untuk saat ini bunda akan mencoba memperkenalkan tomat. Maka hari pertama Bunda bubuhkan tomat pada bubur beras merah, heri ke dua pada bubur labu, hari ketiga dan selanjutnya seperti itu pada jenis bahan dasar berbeda. Ingat Bun.. setiap memperkenalkan cukup 1 jenis bahan makanan baru.. :)

      Yang sudah pasti aman ya ASI Bun.. ;)

      Muntah atau kembung memang bisa saja karena alergi, meskipun tidak selalu karena alergi. BAB hijau masih wajar dan masih normal tetapi tidak boleh terus-menerus muncul seperti itu, berarti makanan atau sufor yang bayi Bunda konsumsi mempunyai kandungan gula & laktosa tinggi tapi rendah lemak..

      Semakin lama Bunda akan semakin tahu jenis makanan apa yang menjadi pencetus alerginya. Maka untuk sementara hindarilah makanan pencetus alergi tersebut. Makanan pencetus alergi tersebut hampir setiap bayi berbeda.

  5. ara October 28, 2013 at 8:06 am #

    anak saya mpasi pertama selama 5 hari pup nya 2 kali sehari, saat itu diberi bubur beras merah, hari berikutnya puree pepaya, puree pisang dan puree kentang. pada hari ke 6 saya kasih bubur kacang hijau dengan selingan jeruk peras. Ternyta dia intoleran. 3 hari berturut-turut pupnya sering, sedikit2, dan berbiji. Kadang cuer..langsung saya stop.
    lalu pertanyaan saya, bagaimana supaya pup nya kembali normal ya ? apa sementara stop mpasi dlu hanya full di kasih asi sampai kondisi lambungnya baik? terimakasih atas saran dan masukannya

    • tips-bayi November 1, 2013 at 3:07 am #

      ara,

      Usia bayi Bunda berapa bulan ya..? Jika masih belum 6 bulan, tidak mengapa distop dulu saja MPASI-nya..
      Untuk makanan pertamanya sebaiknya Bunda berikan bubur susu dulu atau bubur saring sebelum buah..
      Bunda bisa membuat bubur susu sendiri dari tepung beras putih/ merah..
      Lihat dan perhatikan pengaruh MPASI barunya sampai empat hari. Apabila terlihat cocok tidak menunjukan efek negatif maka bisa Bunda lanjutkan dan fariasikan dengan memberikan bahan yang lain..

      Ada baiknya Bunda juga kunjungi link berikut:

      http://www.tipsbayi.com/tuntunan-membuat-makanan-bayi-sendiri.html

      Seiring dengan bertambah usianya maka pola BAB bayi Bunda akan terbentuk hingga jadwalnya akan terlihat.. Untuk frekuensi BAB, prinsip sederhananya “pengeluaran bagaimana pemasukan” ;-)
      Feses bayi memang umumnya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair belum tentu diare Bun..
      Tanda bayi yang menderita diare, selain frekuensi BAB-nya sering, fesesnya juga sangat lembek, bahkan berair dan keluar seperti menyemprot. Ia beresiko mengalami kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).

      Jika didapati ada keluhan lain segeralah periksakan ke DSA.. ;-)
      Terakhir, hubungi dokter jika:

      - Sering BAB, fesesnya cair dan banyak
      - Feses sangat berair dan berbau
      - Anus dan sekitarnya memerah
      - Feses berwarna sangat pucat
      - Terdapat darah segar di popok

  6. aqylla October 24, 2013 at 3:33 am #

    ass dok anak saya di badan dan di kepala timbul biji biji merah..itu akibat alergi atau biang keringat dok..trimakasih

    • tips-bayi October 25, 2013 at 3:25 am #

      aqylla

      Wa’alaikumsalam…

      Perbedaan antara biang keringat dengan alergi kulit memang sulit untuk dibandingkan. Biang keringat terjadi akibat penyumbatan kelenjar keringat, dengan gejala seperti keluar bintik-bintik dan gatal-gatal. Begitupun alergi gejalanya gatal-gatal serta bintik merah yang gatal, gejala ini memang sangat mirip dengan biang keringat. Oleh karena itu memang sebaiknya pastikan pada DSA Bunda apakah Biang keringat atau alergi.

      Alergi pada bayi memang bukan suatu penyakit. Alergi adalah reaksi hipersensitivas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi biasanya muncul bila bayi memiliki kecenderungan bawaan (genetik)..

  7. bundaShafa September 25, 2013 at 5:00 pm #

    Shafa skg sdh 6 bulan.. shafa sejak umur 3 bulan sdh mnum sufor.. dan skg suda MPASI berupa bubur susu instan. Nah sejak bulan lalu shafa batuk dan napas nya grok2 smpai sekarang dy msh suka batuk. Sudah sy bawa ke dsa dan dikasi obat puyer, ternyata sampai obat nya hab is batuk dan grok2 nya blm jg hilang. Shafa bab nya tdk mencret/dire, tdk suka muntah jg tp kdg ada bintik merah seperti gigitan nyamuk. Kira2 penyebab batuk dan grok2 yg tak kunjung sembuh apa ya??? Mohon dijawab.. tks tps..

    • tips-bayi September 30, 2013 at 4:00 am #

      bundaShafa,

      Batuk berdahak pada bayi memang agak lama karena bayi belum bisa buang dahak sendiri.. Bunyi grok-grok tersebut juga bisa dahak atau reak. Dengan cara dijemur pagi dengan ditidurkan miring cairan biasanya akan keluar… Bisa dengan memberikan kehangatan pada dada dan punggung , ini salah satu cara alternatif yang bisa Anda lakukan .. ;)

      Kalau bintiknya kecil dan tidak demam bisa karena alergi, bisa juga biang keringat.. untuk kasus seperti ini sebaiknya Bunda periksakan ke DSA karena kami tidak bisa melihat seperti apa bintik atau ruamnya..

      Bagus jika Bunda memberikan MPASI buatan Bunda sendiri jangan instan.. Membuat sendiri makanan untuk bayi di rumah mempunyai banyak keuntungan, yaitu:

      1. Anda memiliki kendali penuh atas apa yang akan dimakan oleh anak anda.
      2. Anda menanamkan kebiasaan makan yang sehat sejak dini.
      3. Makanan buatan sendiri lebih bergizi dan bebas zat-zat aditif.
      4. Makanan buatan sendiri lebih variatif
      5. Mudah
      6. Hemat

      Semoga bayi Anda lekas sembuh..

  8. bunda syaqilla June 26, 2013 at 2:57 pm #

    Mau tanya donk,baby ku kenapa ya kalo dikasih makan bubur tim selalu muntah .dia udah 7 bulan,udah aku coba bikininin dan menunya juga ganti2 tiap hari tp yg ada malah hoek terus .kalo dikasih milna baru lahap,saya cuma pengen kasih MPasi rumahan .tapi baby saya gk mau,harus gimana yaa ?sarannya donk

    • tips-bayi July 2, 2013 at 3:55 am #

      bunda syaqilla,

      Hmm.. Milna rasa manis atau tawar.. ? Kalau bisa.. Bunda jangan kalah dengan pabrik.. :-)
      Rasa MPASI buatan Bunda harus sama seperti makanan favoritnya “ASI”, jadi campuran ASI-nya tambah lagi agar rasanya lebih mirip lagi..

      Perhatika juga teksturnya harus sesuai dengan minat dan kemampuan Syaqilla. Jangan terlalu kental dulu..

      Yang terpenting.. Pertahankan untuk selalu memberikan Syaqilla MPASI buatan sendiri, pintar-pintarlah Bunda mencari menu yang Syaqilla suka. Sabar dan telaten Bunda akan sangat berperan.. ;-)

      Sialahkan Bunda baca.. Mem
      buat MPASI
      dan makanan bayi juga untuk resepnya di resep makanan bayi kami… ;-)

  9. rara April 22, 2013 at 12:50 pm #

    malam, saya mau tanya anak saya berumur 6 bulan dan sudah makan MPASI. tapi anak saya BAB nya gak tiap hari. biasanya 2hari sekali.. apakah ini normal?mohon bantuannya.. :)

  10. tara February 6, 2013 at 2:39 pm #

    selamat malam tips bayi, saya mau tanya ni. anak saya 9 bulan (hanya ASI dan sudah MP-ASI). untuk MP-ASInya saya berikan bubur instan dan tidak ada masalah. setelah itu saya coba berikan oat dan saya campur keju untuk pertama kalinya juga tidak ada masalah tapi setelah 2 hari saya coba berikan lagi untuk makan paginya , siang saya berikan bubur susu, agak sore saya berikan jus tomat (untuk pertama kalinya) dan sore saya berikan bubur susu lagi tapi malamnya pas BAB yang keluar ampas dari tomat dan bercampur air. setelah itu besoknya BABnya bisa 7-8x berwarna hijau, serta berbusa sampai pantatnya merah dan itu sudah hampir 2 minggu ini.
    saya sudah bawa kedokter sampai 2x dan diberikan obat tapi tidak ada perubahan sama skali. tapi anaknya masih tetap aktif, tapi BB agak turun karena jadi susah makan.
    yang mau saya tanyakan apakah anak saya diare ataukah alergi terhadap salah satu makanan yang dikonsumsinya ?? dan bagaimana carannya agar BABnya bisa normal kembali?? dan bahayakah keadaan seperti itu ??

    terima kasih

    • Lita August 14, 2013 at 9:51 am #

      Bunda,

      klo pengalaman anakku kemungkinan anak bunda alergi tomat. tpmat memang baik utk kesehatan tapi menurut dsa ku. walaupun kecil ada kemungkinan bayi alergi tomat. coba deh bunda browsing makanan yg aman dan tdk aman utk bayi yg baru ‘belajar’ makan. HTH

    • Bunda Noel October 19, 2013 at 3:10 am #

      @ Bunda Tara..DSA Noel jg bilang klo tomat dan jeruk sebaiknya jgn dberikan dlu smpe 1 thn..karena itu merupakan alergen bunda..

  11. tara February 6, 2013 at 2:22 pm #

    selamat malam tips bayi, saya mau tanya ni. anak saya usia 9 bulan (hanya asi dan sudah MP-ASI). setiap harinya saya berikan bubur bayi instan dan tidak mengalami masalah dan pernah saya kasih oat campur keju (untuk pertama kalinya) pada awalnya ga apa2 tapi kemudian selang 2 hari saya kasih oat campur keju lagi dipagi hari, siang bubur susu dan agak sore saya berikan jus tomat (untuk pertama kalinya juga) dan sore saya kasih bubur susu dan malam BABnya sedikit ampas (maaf) dan cenderung cair bisa sampai 7-8x sehari. sudah hampir 2minggu BABnya seperti itu dan berwarna hijau serta berbusa sampai pantatnya merah. sudah saya bawa kedokter 2 kali dan diberikan obat tapi masih tetap tidak ada perubahan, tapi anaknya masih tetap aktif meskipun BB agak turun karena jadi susah makan.
    apakah itu berarti anak saya terkena diare atau alergi pada oat, keju atau tomat ??
    bagaimana caranya agar BAB anak saya jadi normal kembali??
    saya kawatir kalau terjadi apa2 pada anak saya kalau BABnya seperti itu terus.

    terima kasih

    • tips-bayi February 7, 2013 at 7:16 am #

      tara,

      Selamat siang..

      Selalulah berikan fariasi makanan baru. Sebelum 1 tahun atau sebelum mendapat makanan dewasa maka masih berlaku menunggu 4 hari untuk satu jenis makanan baru..

      Perlu diperhatikan jika diberi menu atau makanan baru. Lihat dan perhatikan pengaruh MPASI barunya sampai empat hari. Apabila terlihat cocok tidak menunjukan efek negatif maka bisa Anda lanjutkan dan fariasikan dengan memberikan bahan yang lain..

      Selain kemungkinan alergi bisa juga higienitas makanan yang disajikan kurang baik, sedangkan pencernaan bayi masih sensitif.. ;-)

      BAB hijau masih normal tetapi tidak boleh terus-menerus muncul seperti itu, berarti makanan atau sufor yang bayi Bunda konsumsi mempunyai kandungan gula & laktosa tinggi tapi rendah lemak.. Pada bayi perubahan warna feses dapat dikatakan sebagai suatu perubahan yang normal, selama tidak disertai oleh keluhan-keluhan lain, seperti nafsu makan anak yang menurun, terdapat darah pada BAB, muntah, anak lebih rewel, berat badan menurun, dan lain sebagainya. Selain itu feses bayi memang umumnya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair..

  12. Yumike October 8, 2012 at 4:18 pm #

    Bayiku berusia 6 bulan dan alergi susu sapi, susu yg dikomsumsi skrng susu alergi Neocate, yg mau sy tanyakan saya mulan mencoba mpasi berupa bubur susu yg sy buat sendiri dr beras putih organic yg sy campur susu neocate. Selama 3 hr saya berikan bayi sy baik2 Saja tdk Ada reaksi alergi, alergi anak sy bercak2 merah di Badan Dan bintik2 di kulit kepala. pd hr ke 4 mulai timbul bercak2 di tangan Dan Badan. APakah beras organic Bisa menyebabkan alergi? Apa lebih baik sy kasih beras putih biasa? Makanan apa Saja yg boleh diberikan untuk bayi sy yg alergi susu sapi ? Terima kasih

    • tipsbayi October 9, 2012 at 2:31 am #

      @Yumike,

      Untuk mengetahui alergi-tidaknya si kecil terhadap makanan tertentu, tentu harus dengan pemeriksaan intensif. Namun ANda bisa mulai mencoba dengan mengganti beras yang digunakan, dan lihat lagi reaksi apa yang terjadi. Mungkin artikel tentang alergi makanan pada bayi ini bisa membantu.

  13. bunda radit May 5, 2012 at 4:22 pm #

    hai tips aq mau tnya ni,bayiku bru 4bulan tp suda ku beri mpasi skitar semingguan..
    bagaimana ya mlihat ciri alergi pd usia trsebut?
    walopun slama ini aku lihat bayiku sangat menikmati mpasi nya tanpa terlihat ada alergi..

    • tips-bayi May 11, 2012 at 1:53 am #

      @ bunda radit,

      Pada umumnya gejala dan tanda yang ditimbulkan akibat alergi di bagi atas Reaksi cepat yaitu dalam 45 menit setelah paparan, berupa: erupsi pada kulit, bersin-bersin, batuk, hidung berair, ngorok. Reaksi lambat (terjadi dalam 20 jam) setelah paparan berupa diare, pucat, muntah. Reaksi sangat lambat (setelah 20 jam) berupa diare, gejala gangguan pernafasan..

  14. Hasnidar nugraha March 26, 2012 at 11:30 am #

    Anak yg berumur 11blan,stiap kali makan slalu muntah,baik makan biskuit maupun bubur..muntanya berupa makannya or asi…gmana solusinya…trims

    • tips-bayi March 30, 2012 at 3:25 am #

      @ Hasnidar nugraha,

      Muntah.. Berikut penyebab bayi muntah selain karena batuk berdahak:

      - Tanda Alergi
      Pada umumnya gejala dan tanda yang ditimbulkan akibat alergi susu sapi dibagi atas Reaksi cepat yaitu dalam 45 menit setelah paparan, berupa: erupsi pada kulit, bersin-bersin, batuk, hidung berair, ngorok. Reaksi lambat (terjadi dalam 20 jam) setelah paparan berupa diare, pucat, muntah. Reaksi sangat lambat (setelah 20 jam) berupa diare, gejala gangguan pernafasan..

      - Pemakainan gurita.
      Kalau bayi Anda masi memakainya, coba lepas saja.

      - Posisi menyusui atau makan
      Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran nafas. Bayi pun muntah. Karena itu, kalau menyusui, posisi bayi dimiringkan. Begitu juga ketika memberi makan kepalanya harus lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan atau makanan yang masuk bisa turun langsung ke bawah..

      - Tersedak

      - Lambung yang penuh juga bisa bikin bayi gumoh. Ini terjadi karena makanan yang terdahulu belum sampai ke usus, sudah diisi makanan lagi. Akibatnya si bayi muntah. Lambung bayi punya kapasitasnya sendiri. Misalnya bayi umur sebulan, ada yang sehari bisa minum 100 cc, tapi ada juga yang 120 cc. Nah, si ibu harus tahu kapasitas bayinya. Jangan karena bayi tetangganya minum 150 cc lantas si ibu memaksakan bayinya juga harus minum 150 cc, padahal kapasitasnya cuma 120. Jelas si bayi muntah…

      - Dan bila bayi Anda sedang pilek.. Maka akan terpicu untuk muntah karena dahaknya.. ;-)

      Ada baiknya juga Anda kunjungi link berikut:

      http://www.tipsbayi.com/kolik_bayi.html

  15. Alexandria's mom October 19, 2011 at 10:37 pm #

    Dear tips…
    Sy ingn tnya knpa udh hmpir smingu ini bayi sy suka rewel n nangiz mlm2 pdhal sblm na tdk prnh,,
    sy tkut bayi sy kena alergi sufor soal na bbrapa wktu sblm na sy gnti sufor,
    bayi sy badan nya rada sumeng trz stiap mlm,,sk mrah2 dbri asi n bab nya jg bau sekali jg brat bdn na turun gra2 kurng tdur,
    kta mertua sy bayi sy trkena cacingan gra2 sy sring menyusui bayi sy dngn cara brbaring,
    ap bnar spti itu tips?
    Dt4 sy tngal memang dlarang mnyusui smbil brbaring,,kta nya bayi bs cacingan,
    sy sdh membw bayi sy k DSA cm msh blm ad prubhan,
    mnurut tipz ap by sy bnar trkna cacingan atau mlah alergi sufor?
    Mhon djawab ea tipz…thx b4

    • tipsbayi November 25, 2011 at 2:35 am #

      @ Alexandria’s mom,

      Menangis pada bayi bukan hanya karena kesakitan tapi bisa lapar, haus, kaget, gerah ataupun yang lainnya.. Yang jelas bayi Anda perlu ditenangkan saja.. Buatlah bayi Anda menjadi lebih tenang dengan mendekapnya, memberinya ASI .. ;-)

      Hmm.. :-) Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran nafas. Bayi pun muntah bukan cacingan. Karena itu, kalau menyusui, posisi bayi dimiringkan. Kepalanya lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan yang masuk bisa turun ke bawah.

      Sebaiknya Anda jangan membiasakan memberikan botol susu ataupun empeng sambil tiduran. Selain ini akan menjadi lebih sulit dihentikan saat sudah menjadi kebiasaan. Dampak yang timbul tidak hanya fisik (seperti bentuk rahang dan gigi yang kurang baik), tapi juga psikologis. Dan.. Kebiasaan minum susu pada botol atau ngempeng sambil tiduran diindikasikan sebagai salah satu penyebab infeksi saluran telinga. Maka usahakan Anda alihkan kebiasaan bayi Anda tersebut..

      Untuk mengetahui bayi Anda alergi atau tidak, itu harus diteliti dengan seksama..

      Maka sebaiknya an yang paling aman adalah ASI.. berikan ASI saja.. ;-)

  16. vinnie October 17, 2011 at 3:04 pm #

    bayiku saat ini berusia 10 bulan . Sejak dia berumur 7 bulan, muncul bintik bintik merah pada pergelangan tangannya . Saya bawa dia konsul ke dokter, dan dokter bilang kalo bintik bintik itu akan hilang sendirinya dalam waktu 3- 4 hari. Tapi ternyata, sampai saat ini, bintik bintik itu bukan hilang, tapi malahan meluas. Punggung dan dada anak ku mincul bintik bintik merah. Trus, aku bawa ke dokter lagi, kata dokter, ini biang keringat dan diberi larutan antiseptik yang dilarutkan dalam air mandi anak ku. 2 hari stlh pemakaian, merah merahnya hilang, tapi … 3 hari kemudian mulai bermunculan lagi. Aku bingung.. , apakah ini biang keringat atau alergi ?

    • tipsbayi November 17, 2011 at 3:34 am #

      @ vinnie,

      Bintik merah berair..? Bintik-bintik seperti itu bisa jadi biang keringat atau alergi kulit. Harus diteliti lebih lanjut lagi, karena bisa saja bukan alergi hanya biang keringat saja.. jadi perlu perhatian yang seksama.

      Yang jelah kalau tidak demam itu bukan cacar atau campak..

      Sepertinya sih biang keringat, ini biasa terjadi akibat tersumbatnya kelenjar keringat, jadi solusinya:
      * Mandi secara teratur dan keringkan dengan handuk lembut.
      * Ketika berkeringat, seka badan dengan lap basah dan keringkan kembali dengan handuk kering.
      * Gunakan baju yang berbahan katun dan nyaman dipakai (tidak terlalu sempit), untuk mengurangi panas.
      * Jagalah ventilasi ruangan, agar pertukaran udara berlangsung lancar dan lebih sejuk.. ;-)

      Ada beberapa alternatif untuk mengobati biang keringat:

      1. Dengan VCO (Virgin Coconut Oil)
      2. Dengan Minyak Telon (pilih yang kandungan minyak kelapanya 60%, agar tidak terlalu panas)
      3. Bedak Salicyl (bisa dicampur dengan air, seperti bedak dingin)
      4. Bedak tabur

      Dan.. alergi memang bukan suatu penyakit. Alergi adalah reaksi hipersensitivas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi biasanya muncul bila bayi memiliki kecenderungan bawaan (genetik).. ;-)

  17. tipsbayi October 13, 2011 at 5:13 am #

    @ade,

    Coba konsultasi langsung saja ke dokter. Ini kasus kesehatan yang tidak bisa ditangani dengan baik tanpa konsultasi langsung. Semoga Keanu cepat sehat ya!

  18. ade September 24, 2011 at 4:02 pm #

    ankqu keanu umur 9bln blm bs mkn tim saring susah d telan & muntah,mknny aq blender agak sedikit encer krn klo terlalu kental sk mual.apa bgs d blender trus,kan keanu udh 9bln(sy bingung)?bahan mknn apa yg boleh untuk bayi alergi?mksh

  19. novita August 10, 2011 at 4:40 am #

    Sejak usia 2 bln, anak saya sudah di”vonis” hypoallergenic oleh dokternya. Sejak saat itu sampai hari ini usia 9 bln, saya berikan susu hypoallergenic. Bubur instan khusus hypoallergenic saya berikan sejak usianya 6 bulan. Pernah saya coba susu yg berbahan dasar kedelai, tapi ternyata tidak cocok untuk anak saya karena timbul bintik2 merah di wajahnya. Saya ingin memberikan makanan tambahan lain. Makanan apa yang cocok untuk anak hypoallergenic? Terima kasih.

  20. Eva August 2, 2011 at 12:18 am #

    Bayi saya usia 2,5 bulan, pipinya merah-merah dan kasar sampai ke leher. Itu karena apa ya ? Alergi atau iritasi kena ASI ? Apakah itu berbahaya dan bagaimana cara menanganinya ? Setiap habis menyusu atau gumoh sudah saya lap pakai air pakai tapi tetap saja timbuh merah2 dan kasar pada pipinya. Mohon tipsnya, trims

    • Bunda Zafet October 18, 2012 at 3:39 am #

      mba eva, sy bantu jawab dr pengalaman pribadi yah, kalau anakku suka aku pakaikan air ludahku ketika aku baru bangun tidur. Alhamdulillah cespleung, langsung hilang merahnya..
      klo untuk kulit kasarnya, mba eva bikin minyak kletik z dr santan kelapa yang didihkan dengan api kecil, nanti keluar minyak yang jernih, minyak ini yg dipakai untuk melembapkan kulitnya, pakai sebelum tidur z. smg bermanfaat.

  21. sundari July 27, 2011 at 8:27 am #

    tips…
    setelah kejadian itu (july 25), apa boleh fathan di beri makan oatmeal & butter ?
    ditunggu jawabannya tips

    • tipsbayi August 11, 2011 at 6:36 am #

      @ sundari,

      Untuk Fathan bisa Anda berikan apa saja selain makanan yang mengandung susu sapi..

  22. suriyati July 26, 2011 at 1:54 am #

    babyku 1,3 th, tangan dan badannya timbul bintik2 merah dan kadang bisul kecil2, tidurnya gelisah dan selalu ingin ditidur diayunan, minum sufor dan makannya bubur tim sayur kadang di campur ayam/ikan. apakah anak saya alergi makanan? bagaiamana spy tidurnya bisa lelap. thanks

    • tipsbayi August 11, 2011 at 6:31 am #

      @ suriyati,

      Bintik merah di badan bayi Anda harus diteliti lebih lanjut lagi, karena bisa saja bukan alergi hanya biang keringat saja.. jadi perlu perhatian yang seksama. Gelisah bisa karena badannya gatal dan tidak nyaman..

      Apabila bayi Anda memang alergi, Anda bisa mencoba memberikan MPASI-nya dengan bahan dasar yang lain. Sebaiknya memang bubur susunya Anda buat sendiri dan jadikan ASI sebagai campuran buburnya.. ;-)

      Kemungkinan lainnya biang keringat. Biang keringat ini biasa terjadi akibat tersumbatnya kelenjar keringat, jadi solusinya:
      * Mandi secara teratur dan keringkan dengan handuk lembut.
      * Ketika berkeringat, seka badan dengan lap basah dan keringkan kembali dengan handuk kering.
      * Gunakan baju yang berbahan katun dan nyaman dipakai (tidak terlalu sempit), untuk mengurangi panas.
      * Jagalah ventilasi ruangan, agar pertukaran udara berlangsung lancar dan lebih sejuk.. ;-)

      Ada beberapa alternatif untuk mengobati biang keringat:

      1. Dengan VCO (Virgin Coconut Oil)
      2. Dengan Minyak Telon (pilih yang kandungan minyak kelapanya 60%, agar tidak terlalu panas)
      3. Bedak Salicyl (bisa dicampur dengan air, seperti bedak dingin)
      4. Bedak tabur

      Atau bisa juga Alergi dari makanan barunya..
      Akan tetapi Anda jangan khawatir Alergi pada bayi memang bukan suatu penyakit. Alergi adalah reaksi hipersensitivas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi biasanya muncul bila bayi memiliki kecenderungan bawaan (genetik)..

  23. Dunia Aretha July 26, 2011 at 12:58 am #

    Wah…tambah referensi baru nih…kadang memang sedikit sulit membedakan antara alergi dan reaksi tubuh..makasih infonya ‘n ijin sbg bahan referensi..^_^

    Salam,
    Dunia Aretha

    • tipsbayi August 11, 2011 at 6:23 am #

      @ Dunia Aretha,

      Sama-sama.. ;-)

  24. sundari July 25, 2011 at 6:45 am #

    Reaksi cepat 45 menit : erupsi pada kulit, bersin-bersin, batuk, hidung berair, ngorok. Reaksi lambat 20 jam: diare, pucat, muntah. Reaksi sangat lambat 20 jam : diare, gejala gangguan pernafasan..
    tips
    fathan kmrn ( 23jul) saya beri susu sapi (saran dsa nya) dicampur dgn susu kedelai (alergi susu sapi ) jarak 3 jam dia lsng muntah2 lebih dr 5 x dan rewel nangis trus2an +/- 1 jam & bab , jd sehari itu total dia muntah lebih 5x dan bab 6x ( ada jarak ) tp tdk cair/mencret, INI KENAPA YA ? krn sblm2 walau alergi tidak pernah muntah + bab 6x , thanks ditunggu jawabannya

    • tipsbayi August 11, 2011 at 6:06 am #

      @ sundari,

      Mohon maaf baru dijawab.. :-)
      Sepertinya Fathan keadaannya sudah membaik kembali.. Setelah kejadian tersebut apakah Fathan di bawa lagi ke DSA? Saran kami kalau memang jelas Fathan alergi susu sapi maka lebih baik sama sekali jangan dulu diberikan sufor susu sapi atau produk turunannya.

      Perlu diketahui, demam atau muntah terkadang merupakan salah satu reaksi awal dari gejala suatu penyakit. Jadi perlu pemeriksaan yang seksama untuk mengetahui diagnosa Fathan. Tapi kami yakin Fathan baik-baik saja..

      Fathan alergi susu sapi.. Anda jangan khawatir, kasus alergi susu umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang se belumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi..

  25. jevesya July 20, 2011 at 11:52 pm #

    ku mo tny dong, baby ku 11 bln timbul merah2 ky biang keringet 1badan sampai muka2. kt dokter itu virus ringan yg ga perlu di obati nanti akan hilang sendiri 2-3 hari. aku takut kalo trnyta ga hilang. kata mertuaku di coba minumin air kelapa ijo.. boleh ga ya buat baby 11bln? o iya, sblumnya anakku suka skali tidur2an nempelin mukanya n tengkurep di atas tumpukan karpet.

    • tipsbayi August 8, 2011 at 7:06 am #

      @ jevesya,

      Bintik-bintik seperti itu bisa jadi biang keringat atau alergi kulit

      Perbedaan antara biang keringat dengan alergi kulit memang sulit untuk dibandingkan. Biang keringat terjadi akibat penyumbatan kelenjar keringat, dengan gejala seperti keluar bintik-bintik dan gatal-gatal. Begitupun alergi gejalanya gatal-gatal serta bintik merah yang gatal, gejala ini memang sangat mirip dengan biang keringat. Oleh karena itu memang sebaiknya pastikan pada dokter Anda apakah Biang keringat atau alergi.

      Biang keringat ini biasa terjadi akibat tersumbatnya kelenjar keringat, jadi solusinya:
      * Mandi secara teratur dan keringkan dengan handuk lembut.
      * Ketika berkeringat, seka badan dengan lap basah dan keringkan kembali dengan handuk kering.
      * Gunakan baju yang berbahan katun dan nyaman dipakai (tidak terlalu sempit), untuk mengurangi panas.
      * Jagalah ventilasi ruangan, agar pertukaran udara berlangsung lancar dan lebih sejuk.. ;-)

      Untuk mengobati bintik merahnya:

      1. Dengan VCO (Virgin Coconut Oil)
      2. Dengan Minyak Telon (pilih yang kandungan minyak kelapanya 60%, agar tidak terlalu panas)
      3. Bedak Salicyl (bisa dicampur dengan air, seperti bedak dingin)
      4. Bedak tabur

  26. ayuretno July 13, 2011 at 1:37 pm #

    keren nih artikelnya..o,iya sy mo tnya bayi sy umur 6 bln,sudah sy beri bubur tim saring yg dicampur wortel,tp knp BAB nya bs 3x sehari?tp tdk mencret dan tidak keras..apakah normal?trimakasih atas infonya.. :)

    • tipsbayi July 23, 2011 at 3:09 am #

      @ ayuretno,

      NORMAL kok.. Wajar apabila setelah bayi Anda mendapatkan MPASI, frekuensi BAB bayi Anda bertambah atau berbeda dengan sebelumnya. Pola BAB bayi belum tetap. Bisa sering atau jarang.. Seiring dengan bertambah usianya maka pola BAB bayi Anda akan terbentuk hingga jadwalnya akan terlihat.. Untuk frekuensi BAB, prinsip sederhananya “pengeluaran bagaimana pemasukan” ;-)

  27. divi June 30, 2011 at 3:56 pm #

    Anak saya 10 bulan,sudah makan tim kasar tanpa perlu keju krn setelah dicoba keju malah mencret,seminggu ini di sudut mata dalamnya merah dan gatal karena sering digosok gosok n rewel kalo malam hari,matanya tambah memerah kalo malam hari dan gatal gatal di kulitnya,kadang timbul bintik bintik seperti gigitan nyamuk,alergikah bayi saya mengingat 2 minggu yg lalu saya ganti sufor.

    • tipsbayi July 13, 2011 at 3:40 am #

      @ divi,

      Jika bayi Anda sebelumnya tidak minum sufor lalu sekarang setelah Anda ganti dengan sufor memperlihatkan reaksi seperti itu, maka kemungkinan besar bayi Anda memang alergi terhadap susu sapi. Yang tentunya juga akan elergi terhadap makanan turunannya seperti keju, yoghurt dan makanan yang mengandung susu sapi.

      Atau bisa juga sebelumnya pernah diberikan sufor tapi tidak memperlihatkan tanda-tanda alergi. Sedangkan sekarang setelah ganti sufor ternyata muncul tanda alergi.. karena alergi bukan suatu penyakit. Alergi adalah reaksi hipersensitivas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi biasanya muncul bila bayi memiliki kecenderungan bawaan (genetik)..

      Atau.. Bintik-bintik seperti itu bisa jadi biang keringat..

      Perbedaan antara biang keringat dengan alergi kulit memang sulit untuk dibandingkan. Biang keringat terjadi akibat penyumbatan kelenjar keringat, dengan gejala seperti keluar bintik-bintik dan gatal-gatal. Begitupun alergi gejalanya gatal-gatal serta bintik merah yang gatal, gejala ini memang sangat mirip dengan biang keringat. Oleh karena itu memang sebaiknya pastikan pada dokter Anda apakah Biang keringat atau alergi.

      Biang keringat ini biasa terjadi akibat tersumbatnya kelenjar keringat, jadi solusinya:
      * Mandi secara teratur dan keringkan dengan handuk lembut.
      * Ketika berkeringat, seka badan dengan lap basah dan keringkan kembali dengan handuk kering.
      * Gunakan baju yang berbahan katun dan nyaman dipakai (tidak terlalu sempit), untuk mengurangi panas.
      * Jagalah ventilasi ruangan, agar pertukaran udara berlangsung lancar dan lebih sejuk.. ;-)

      Untuk mengobati bintik merahnya:

      1. Dengan VCO (Virgin Coconut Oil)
      2. Dengan Minyak Telon (pilih yang kandungan minyak kelapanya 60%, agar tidak terlalu panas)
      3. Bedak Salicyl (bisa dicampur dengan air, seperti bedak dingin)
      4. Bedak tabur

  28. nova kasiak May 11, 2011 at 4:40 pm #

    anak saya sudah berusia 10 bulan. knpa setiap sy kasi makan yg manis (biskuit) dia lngsung muntah? penyebabnya apa ya?????

    • tipsbayi July 13, 2011 at 3:28 am #

      @ nova kasiak,

      Setiap makan yang manis..? Langsung muntah atau memuntahkan..?

      Jika bayi Anda memuntahkan makanan ketika makan makanan manis.. udah bisa dipastikan karena bayi Anda tidak suka manis, dan ini hanya tinggal dibiasakan secara bertahap saja.. ;-)

      Akan tetapi jika muntah setelah beberapa saat makan makanan manis, ada beberapa kemungkinan..

      Penyebab bayi muntah:

      - Tanda Alergi
      Pada umumnya gejala dan tanda yang ditimbulkan akibat alergi susu sapi dibagi atas Reaksi cepat yaitu dalam 45 menit setelah paparan, berupa: erupsi pada kulit, bersin-bersin, batuk, hidung berair, ngorok. Reaksi lambat (terjadi dalam 20 jam) setelah paparan berupa diare, pucat, muntah. Reaksi sangat lambat (setelah 20 jam) berupa diare, gejala gangguan pernafasan..

      - Pemakainan gurita.
      Kalau bayi Anda masi memakainya, coba lepas saja.

      - Posisi menyusui atau makan
      Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran nafas. Bayi pun muntah. Karena itu, kalau menyusui, posisi bayi dimiringkan. Begitu juga ketika memberi makan kepalanya harus lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan atau makanan yang masuk bisa turun langsung ke bawah.. ;-)

      - Tersedak

      - Lambung yang penuh juga bisa bikin bayi gumoh. Ini terjadi karena makanan yang terdahulu belum sampai ke usus, sudah diisi makanan lagi. Akibatnya si bayi muntah. Lambung bayi punya kapasitasnya sendiri. Misalnya bayi umur sebulan, ada yang sehari bisa minum 100 cc, tapi ada juga yang 120 cc. Nah, si ibu harus tahu kapasitas bayinya. Jangan karena bayi tetangganya minum 150 cc lantas si ibu memaksakan bayinya juga harus minum 150 cc, padahal kapasitasnya cuma 120. Jelas si bayi muntah…

      - Dan mungkin bila bayi Anda sedang pilek.. Maka akan terpicu untuk muntah karena dahaknya..

  29. abimanyu April 1, 2011 at 4:58 am #

    kalo ciri ciri bayi alergi apa aja ya? tiap dikasih makan kok anakku pasti ada bintik merahnya ya..? padahal selalu aku cobain yang hypoallergenic. thnks :)

    • tipsbayi April 11, 2011 at 2:54 am #

      @ abimanyu,

      Alergi pada anak memang bukan suatu penyakit. Alergi adalah reaksi hipersensitivas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi biasanya muncul bila anak memiliki kecenderungan bawaan (genetik).. Jangan khawatir jika itu alergi tidak berbahaya..

      Anda jangan khawatir, kasus alergi umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun.. ;-)

      Apakah munculnya bintik merah setelah Anda memperkenalkan MPASI pada bayi Anda..? Ataukah sebelum mendapat MPASI bintik merahnya muncul pada bayi Anda.. ?

      Bintik merah pada bayi Anda harus diteliti lebih lanjut lagi, karena bisa saja bukan alergi hanya biang keringat saja.. jadi perlu perhatian yang seksama.

      Apabila bayi Anda memang alergi, bisa dua kemungkinan. Pertama, alergi dari bahan MPASI-nya. Kedua, alergi sufor..

      Anda bisa mencoba memberikan MPASI-nya dengan bahan dasar yang lain. Sebaiknya memang bubur susunya Anda buat sendiri dan jadikan ASI sebagai campuran buburnya.. ;-)

      Kemungkinan lainnya biang keringat. Biang keringat ini biasa terjadi akibat tersumbatnya kelenjar keringat, jadi solusinya:
      * Mandi secara teratur dan keringkan dengan handuk lembut.
      * Ketika berkeringat, seka badan dengan lap basah dan keringkan kembali dengan handuk kering.
      * Gunakan baju yang berbahan katun dan nyaman dipakai (tidak terlalu sempit), untuk mengurangi panas.
      * Jagalah ventilasi ruangan, agar pertukaran udara berlangsung lancar dan lebih sejuk.. ;-)

  30. Anonymous March 15, 2011 at 1:24 am #

    Kenapa bayi kalau di suapin sering muntah?

    • tipsbayi March 18, 2011 at 4:33 pm #

      @ Anonymous,

      Sering muntah.. Penyebab bayi muntah:

      - Pemakainan gurita.
      Kalau bayi Anda masi memakainya, coba lepas saja.

      - Posisi menyusui atau makan
      Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran nafas. Bayi pun muntah. Karena itu, kalau menyusui, posisi bayi dimiringkan. Begitu juga ketika memberi makan kepalanya harus lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan atau makanan yang masuk bisa turun langsung ke bawah.. ;-)

      - Ukuran dot
      Jika si bayi suka dot besar lalu diberi dot kecil, ia akan malas mengisap karena lama. Akibatnya susu tetap keluar dari dot dan memenuhi mulut si bayi. Hal ini bisa membuat bayi tersedak yang lalu muntah. Sebaliknya bayi yang suka dot kecil diberi dot besar akan refleks muntah karena ada benda asing. Saat memberi minum bayi, gunakan perangkat yang didesain khusus untuk bayi. Jika menggunakan gelas, sedotan atau sendok orang dewasa, besar kemungkinan si kecil akan tersedak. Perangkat makan dan minum dewasa tak bisa mengatur asupan air sesuai kemampuan bayi menerima dan menelan.

      Lambung yang penuh juga bisa bikin bayi gumoh. Ini terjadi karena makanan yang terdahulu belum sampai ke usus, sudah diisi makanan lagi. Akibatnya si bayi muntah. Lambung bayi punya kapasitasnya sendiri. Misalnya bayi umur sebulan, ada yang sehari bisa minum 100 cc, tapi ada juga yang 120 cc. Nah, si ibu harus tahu kapasitas bayinya. Jangan karena bayi tetangganya minum 150 cc lantas si ibu memaksakan bayinya juga harus minum 150 cc, padahal kapasitasnya cuma 120. Jelas si bayi muntah…

      Dan ingat bila bayi Anda sedang pilek.. Maka akan terpicu untuk muntah karena dahaknya..

      Volume lambung bayi sangat sempit sekali.., jadi gampang penuh dan cepat lapar lagi maka bila minum susunya kebanyakan akan keluar lagi (gumoh), solusinya susui setiap 2 jam sekali lalu sendawakan dengan cara gendong berdirikan dengan begini air susu akan turun ke lambung dan tidak akan gumoh, selama gumoh tidak masuk saluran pernafasan tidak apa-apa, cara menidurkan bayi yang sering gumoh bisa dengan cara miring agar bila bayi gumoh maka tidak akan masuk ke saluran pernafasan.

      Gumoh masih normal sepanjang jumlah cairan yang keluar dan masuk seimbang. Apabila memang setelah itu bayi Anda rewel, ada baiknya Anda periksakan bayi Anda pada DSA..

  31. eci November 10, 2010 at 4:53 am #

    trim’s atas infonya, sangat bermanfaat bagi saya yg baru mempunyai bayi alhamdullah udah berumur 4 bln

Leave a Reply