Memberikan Paracetamol pada Bayi Bisa Mengakibatkan Asma?

Anda suka memberikan Paracetamol kepada bayi Anda ketika ia mendadak sakit demam? Nah, ternyata kebiasaan yang telah meluas di seluruh dunia ini tidak selamanya baik lho untuk masa depan si kecil…

Kebiasaan memilih obat untuk demam dan sakit pada bayi telah menjadi bahan penelitian dan ternyata penggunaan Paracetamol pada bayi di tahun pertama hidupnya memperlihatkan peningkatan pada resiko terkena asma dan penyakit eksim 5 sampai 6 tahun kemudian. Penelitian ini dilakukan terhadap 200 ribu orang anak yang tersebar di 31 negara.

Para peneliti menemukan bahwa para bayi di bawah usia 1 tahun yang sering mengkonsumsi Paracetamol ternyata mengalami peningkatan resiko mengidap asma hingga 46%. Gejala asma tersebut akan muncul ketika mereka  kelak  berusia 6-7 tahun.

Namun demikian, para peneliti telah menekankan bahwa itu bukan alasan untuk berhenti memberikan Paracetamol kepada anak-anak Anda.

Yang jelas, untuk amannya, jika bayi Anda yang berusia di bawah 12 bulan mengalami demam, usahakan untuk tidak memberikan Paracetamol kepadanya jika temperatur badannya belum mencapai 38,5 derajat Celcius.

Ini adalah agar para orang tua tidak terlalu sering dan mudah memberikan Paracetamol kepada bayi…

This entry was posted on Monday, October 13th, 2008 and is filed under Perawatan Bayi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

106 Komentar untuk “Memberikan Paracetamol pada Bayi Bisa Mengakibatkan Asma?”

  1. Ibnu on October 19th, 2008 at 7:04 am

    Wah… terima kasih ya buat artikel yang sangat bermanfaat ini!
    Saya baru tahu lho kalau kita ternyata nggak boleh sembarangan dan gampangan ya ngasih obat ke bayi kita :|

    Jadi, kalau nggak panas-panas amat, mendingan bayi kita nggak usah dikasih paracetamol ya…?

  2. tipsbayi on October 19th, 2008 at 11:45 am

    Iya Pak.
    Walaupun hasil penelitian ini masih perlu dilanjutkan agar hasilnya lebih akurat, tapi untuk kehati-hatian memang sebaiknya demikian.

  3. eva on October 20th, 2008 at 3:53 pm

    terima kasih atas infonya…bole saya share alias di copy paste???

  4. tipsbayi on October 24th, 2008 at 2:26 am

    Kalau ingin Share, sebaiknya Anda menggunakan fitur “Share This” yang berlogo hijau yang terdapat pada akhir artikel, bukan dengan copy-paste.

    Melalui fitur ini, Anda bisa men-share via email, blog post, maupun situs bookmarking dan networking seperti Facebook, MySpace, Blogger, Friendster, dsb…

    Coba saja klik ikon “Share This”.

  5. Devi on October 28th, 2008 at 2:17 am

    Saya selalu sedia parasetamol dirumah.. Tetapi saya juga tidak asal kasih kepada kedua anak saya.. Saya selalu bertahan, tidak akan memberikan parasetamol kl suhu anak masih dibawah 38 derajat.. Sedia juga termometer untuk memantau suhu tubuh anak.. Jangan berpatokan dengan tangan.. karena tidak terlalu akurat.. Untuk menenangkan anak disaat demam, saya hanya mengompres dengan air hangat dan tidak menyelimuti anak.. Karena dengan menyelimuti anak, otak akan memberitahu bahwa suhu diluar tubuh itu dingin, dan secara otomatis akan menaikkan suhu tubuh anak, sehingga demamnya malah naik :)

  6. denok on October 28th, 2008 at 2:22 am

    lah, biasanya kalo abis imunisasi kan dksi obat turun panas tuh.
    aku biasanya langsung kukasi langsung abis imunisasi malemnya ngga panas.
    ngga boleh ya?

  7. sri muji rahayu on October 28th, 2008 at 2:36 am

    Thank’s yach buat info artikelnya pagi ini, jujur sangat berguna buat gw banget.
    sukses tipsbayi…..bye..bye…..

  8. tuti on October 28th, 2008 at 2:52 am

    Terima kasih informasinya, meskipun sebelumnya sudah mendapatkan informasi yang sama, tapi dengan ada info ini menjadi tambahan referens buat saya dan keluarga.

    Ditunggu lagi info-info bermanfaat lainnya.

  9. anthy on October 28th, 2008 at 3:12 am

    terus terang saya baru tahu kalo ternyata pemberian paracetamol untuk anak dibawah 1 tahun bisa menyebabkan asma. kebetulan saya seorang ibu yg gampang panik. kalo si kecil panas dikit saja udah langsung saya kasi obat. thx ya artikel nya bermanfaat sekali buat saya.

  10. Didik Nurhadi on October 28th, 2008 at 3:34 am

    Kabar baik, Alhamdulillah kami sekeluarga baik dalam keadaan sehat wal afiyah,
    terima kasih atas artikel yang sangat bermanfaat bagi kami, untungnya bayi kami kalau bau obat ia akan muntah, sampai-sampai kayak tarauma ketika di beri asi pada posisi ia di cekoki obat ia tdk mau. dan akhirnya dia tdk pernah minum obat

  11. nurasa on October 28th, 2008 at 3:40 am

    Makasih bangeeet Tips Bayi, Info ini betul2 bermanfaat buat saya karena sebagai ibu baru saya perlu banyak belajar dan saya baru tahu bahaya terlalu sering memberi paracetamol pada bayi, sekali lagi thank’s dan ditunggu info berikutnya. Sukses terus Tips Bayi…….

  12. mia.syirin on October 28th, 2008 at 3:43 am

    trims byk… atas infonya….kayaknya obat tradisional mungkin bs jd alternatif…kayak orang tua dulu pake bawang,minyak kayu putih, garam etc….

  13. tipsbayi on October 28th, 2008 at 4:01 am

    Iya bu..,
    Untuk kehati-hatian lebih baik kita berusaha cari cara yang lebih aman ….

  14. Rika Astuti on October 28th, 2008 at 4:50 am

    Terima Kasih Semua Info - info yang telah diberikan, sangat berguna sekali
    buat Saya apa lagi Sebagai Ibu Baru, mudah2an
    Bayi Kita semua Sehat - sehat dan Terima kasih juga abuat Tps Bayi…Sukses selalu

  15. hikmah on October 28th, 2008 at 5:45 am

    terimakasih sekali atas informasinya… artikel ini sangat berguna bagi ibu seperti saya. saya sih biasaya kalo anak saya panas langsung konsultasi ke dokter ….

  16. Mahfud on October 28th, 2008 at 7:15 am

    Terima kasih atas infonya, mulai dari sekarang kita harus hindari pemakaina paracetamol.kayanya lebih baik dikompres aja…

  17. anah on October 28th, 2008 at 7:28 am

    kalau kita tidak memberinya paracetamol pada anak yang demam lalu kita harus memberinya obat apa?adakah obat lain yang tidak membahayakan bagi bayi dibawah usia 12 bulan?dan maay saya mau bertanya apakah berbahaya bagi wanita hamil apabila mengkonsumsi susu dari fregmentasi misalnya yakult?

  18. ismawati on October 28th, 2008 at 7:32 am

    trima kasih atas infonya yang sangat berharga buat orang tua khususnya ibu dalam merawat putra n putrinta, :-)

  19. Nia.rz on October 28th, 2008 at 7:37 am

    Makasih bgt ya atas info2 nya….berkat tips bayi, saya m’jd lebih byk tahu…tp adakah bedanya antara paracetamol dg Sanmol ya? tlg berikan penjelasan ya…tks tips bayi…

  20. Mayza M on October 28th, 2008 at 8:59 am

    Baru tahu nee. tapi emang kalo iyann n eeza panas saya lebih suka pake produk kompres yang ditempel di dahi itu daripada nyekokin obat. ga tega rasanya ngasih bahan bahan kimia ke anak.

  21. ega on October 28th, 2008 at 9:32 am

    duch…, tks bgt y… tips bayi bener2 ok dah..:-)

  22. AbulRoqi on October 28th, 2008 at 10:39 am

    Saya malah disuruh bidan di RSB untuk kasih parasetamol sebelum demam imunisasi, katanya biar menghindari panas. Kacau juga tuh bidan!
    Masih banyak kekacauan yang dibuat sama RSB tersebut, masa anak saya baru lahir ngga lama langsung dipisah dari ibunya di ruang khusus bayi.
    Di situ ternyata malah dikasih susu formula! Katanya alasannya nanti bayinya dehidrasi lah, kelaparan lah, ASI belum bisa langsung keluar 3 hari lah, dll.
    Padahal saya sudah tau ilmunya bahwa bayi tuh harus ASI Exklusif. Ya kan!
    Saya kesal bgt sama dokter & bidan di RSB itu, ngebodohin kita!
    Ini apa karena mereka itu biasanya RSB/RS Bayi sudah kerjasama dgn produsen susu formula ya?
    Saya butuh penjelasan oleh Bidan atau dokter bagaimana dgn hal ini.
    Apa saya bisa menuntut RSB itu yg melakukan kebodohan & kebohongan kpd rakyat?

  23. Miftahul Jannah on October 28th, 2008 at 2:00 pm

    aduh bermanfaat bgt sich infonya tapi saya jadi bingung nich kalo anak panas harus di kasih pertolongan apa!? Soalnya tetangga saya anaknya usia 9bulan panas selama 2hari ga di kasih obat katanya mau numbuh gigi jadi panas klo emang mau numbuh gigi biasa. hari ketiga di bawa kerumah sakit 2 jam kemudian nyawa si anak dh ngk bisa di tolong…
    jadi tlng informasinya ya… saya ngk mau anak saya kena efek samping dari sering mengkonsumsi paracetamol, tapi saya juga ngk mau nyawa anak saya sebagai taruhan seperti musibah yang tertimpa tetangga saya.

  24. latanza on October 28th, 2008 at 3:57 pm

    terima kasih atas semua infonya. Sekadar tanya, anak saya usia 6 bulan sering pilek dan terkadang batuk. Ketika ke dokter diberi obat yang mengandung antibiotik dan paracetamol. Sebaiknya bagaimana ? Oh ya, untuk bayi 6 bulan adakah ukuran makanan tambahan selain susu ? terima kasih

  25. ina on October 28th, 2008 at 4:04 pm

    it’s good information.thanx

  26. nano on October 28th, 2008 at 4:14 pm

    trims atas infonya,saya juga baru tahu ne…….kayanya lebih baik kasih minum madu deh,yang asli dan alami,ada sunahnya lagi,sukses terus untuk tipsbayi……

  27. Deddy on October 29th, 2008 at 2:40 am

    Insya Allah info ini bermanfaat, terima kasih.
    tapi yg bikin saya heran, kalo memang ga blh, knp di bidan ato bahkan
    di dokter spesialis anak, paracetamol msh saja diberikan?
    apakah TIPS BAYI pernah menyampaikan temuan ini di forum resmi
    atau Ikatan Dokter Anak Indonesia?

  28. yuli on October 29th, 2008 at 3:27 am

    Infromasi yang disampaikan oleh TipsBayi.com sgt membantu kami dalam merawat anak kami. terkadang hal-hal kecil yang terjadi pada bayi sering membuat kita bingung, terutama untuk kalangan keluarga muda. sehingga, kita bisa melakukan tindakan pencegahan/dini dan atau pengobatan awal sebelum anak dibawa ke dokter.
    Terima kasih untuk TipsBayi.com

  29. Krisna on October 29th, 2008 at 3:31 am

    Info yg bagus. Tp di artikel ditulis “Namun demikian, para peneliti telah menekankan bahwa itu bukan alasan untuk berhenti memberikan Paracetamol kepada anak-anak Anda”. Terus terang saya jadi bingung dalam mengambil sikap. O ya, saya baru mnjd bapak dari seorang putri berusia 3 bulan. Thnx.

  30. Miftah on October 29th, 2008 at 4:00 am

    Ok, Tkank you for your information

  31. Meeta on October 29th, 2008 at 4:46 am

    Terima kasih banyak atas infonya, pengetahuan saya jadi semakin bertambah. Tetapi kenapa setiap kami ke dr spesialis anak, kalau anak demam pasti dikasih obat penurun panas yang mengandung paracetamol?

  32. mayafatiani on October 29th, 2008 at 5:26 am

    terima kasih buat infonya yang berharga ini
    saya sih belum punya baby, baru mau punya desember ini
    tapi apa yang harus dilakukan ketika baby demam tapi belum mencapai suhu 38.5 derajat. kan belum boleh dikasi parasetamol…
    tips nya dong…

  33. shynta on October 29th, 2008 at 5:53 am

    info ini sgt bermanfaat sekali buat saya…thanks tipsbayi.com

  34. meliana on October 29th, 2008 at 6:22 am

    saya mau bertanya,
    1. sampe temperatur berapa, anak baru boleh di kasih obat ? bagaimana dengan malam hari, karena takut ketiduran, maka suhu badan37 C, sudah diberi obat.

    2. bagaiman jika dengan resep dokter, biasa saya memakai obat racikan dari dokter sehingga saya tidak mengetahui kadar paracetamolnya.

    terima kasih

  35. arie on October 29th, 2008 at 7:28 am

    makasih banyak yaa. informasi yg diberikan sangat membantu. cuma memang dari sekian banyak orang tua, pasti panik ketika melihat anaknya sakit panas. dan sudah tentu memberikan obat paracetamol kepada anaknya. kalo boleh tau. kira2 ada ga obat panas selain paracetamol. …sehingga ada obat yg kira2 ngak membahanyak si anak

  36. diyah on October 29th, 2008 at 7:56 am

    thanks a lot atas tips nya ini jadi pelajaran buat saya dan suami yang sebentar lagi menunggu kelahiran anak pertama kami.Penggunaan obat obatan terutama utk bayi memang kurang baik dan sebaiknya penggunaannya di niminimalisir.Tapi tolong tips bagaimana menurunkan panas bayi secara alamiah dan tanpa efek samping

  37. tipsbayi on October 30th, 2008 at 3:41 am

    anah:
    Untuk menurunkan panas jika memang belum panas tinggi, bisa dengan cara dikompres. Untuk susu fermentasi seperti Yakult, sebaiknya jangan dikonsumsi ketika hamil. Soalnya kandungan bakteri yang terkandung di dalamnya ditakutkan bisa menganggu kesehatan janin.

    Nia.r.z:
    Sanmol itu mengandung paracetamol juga…

    Mayza M:
    Boleh ditiru tuh :-)

    AbulRoqi:
    Memang seperti itulah kondisi di negara kita. Sepertinya kita sebagai pasien tidak diberikan informasi yang CUKUP. Semuanya serba rahasia… Jika pasien meminta penjelasan secara rinci, seringkali dianggap cerewet dan tidak perlu tahu. Kalau untuk sampai menuntut, kayaknya susah deh… :-(

    Miftahul Jannah:
    Jika anak Anda panas, usahakan langsung dikompres aja. Pantau suhu badannya dengan thermometer. Jika memang suhunya tinggi (> 38,5 derajat Celcius), barulah berikan paracetamol. Jadi, sebenarnya Anda bukan sama sekali tidak boleh memberikan paracetamol kepada anak Anda, hanya saja jangan terlalu mudah memberikannya… baru panas sedikit sudah dicekokin paracetamol.

    latanza:
    Sebaiknya jangan terlalu mudah memberikan obat-obatan kimiawi kepada anak. Jika dokter memberikan obat-obatan, tanyakan apa sebenarnya penyakit anak Anda dan apakah memang pemberian obat tsb benar-benar perlu? Lebih baik Anda mengusahakan agar daya tahan tubuhnya membaik, agar tidak mudah sakit…

    Mengenai makanan tambahan untuk bayi usia 6 bulan, Anda bisa mulai memberikan bubur susu 1x setiap hari, buah 1x setiap hari dan nasi tim yang diblender. Pastikan kepadatan makanan tsb Anda ubah secra bertahap, dari mulai encer sekali.

    Deddy, Krisna & Meeta:
    Sekali lagi, paracetamol BUKAN sama sekali tidak boleh digunakan, namun pemakaiannya usahakan hanya untuk anak yang menderita PANAS TINGGI saja…

    Mayafatiani:
    Dikompres saja, sambil dipantau terus suhu tubuhnya…

    Meliana:
    1. Berikan paracetamol jika suhu tubuhnya > 38,5 derajat Celcius. Jika memang anak Anda memiliki sejarah terkena step, boleh saja sebagai tindakan preventif. Kalau tidak, ya lebih baik dikompres aja… lebih aman untuk jangka panjang.

    2. Coba saja tanyakan ke dokternya.

    arie & diyah:
    Sebelum suhu tubuhnya > 38,5 derajat Celcius, sebaiknya dikompres aja. Jika sudah panas tinggi, baru berikan paracetamol.

  38. windy wardani on October 31st, 2008 at 2:00 am

    Dear Bayi Sehat,

    Saya ingin bertanya :
    1. Mungkinkah bagi calon orang tua akan melahirkan bayi atau anak yang gemuk, jika kedua orang tuanya berbadan tinggi dan besar?
    2. Berapa kira2 berat bayi yang akan dilahirkannya?
    3. Adakah cara agar bisa memutus rantai kegemukan dalam keluarga?
    4. Bagaimana menjaga agar bayi atau anak tidak mengalami kegemukan?
    5. Apa saja effek yang ditimbulkan, jika bayi atau anak berbadan gemuk?

    Jawaban dari pertanyaan tersebut diatas, sangat saya harapkan. Mengingat kami adalah pasangan yang berbadan tinggi dan besar. Terimakasih…

    -windy-

  39. Memberikan Paracetamol pada Bayi Bisa Mengakibatkan Asma? « Dana’s Webblog on October 31st, 2008 at 5:42 am

    [...] Memberikan Paracetamol pada Bayi Bisa Mengakibatkan Asma? Posted on October 31, 2008 by sridana Memberikan Paracetamol pada Bayi Bisa Mengakibatkan Asma? [...]

  40. indah on October 31st, 2008 at 4:31 pm

    thx infonya..btw, kok gada option untuk multiply ya..gimana dong..aku mau share di site ku..

  41. novelinda on November 1st, 2008 at 12:48 am

    Trims,ya infonya berguna skali buat saya apalagi bayi saya baru berumur 1bulan. Yang menjadi pertanyaan saya sebaiknya kalau bayi demam diberi apa & bagaimana penanganannya?Saya tunggu ya tips2nya….

  42. tipsbayi on November 1st, 2008 at 4:14 am

    windi wardani:
    Jika orang tuanya gemuk, kemungkinan anaknya gemuk 40%. Jadi berarti ada 60% faktor lain penyebab gemuk seperti lingkungan, gaya hidup, asupan gizi, dan pengeluaran kalori.

    Para dokter juga yakin bahwa anak yang gemuk lebih banyak mengalami infeksi di dada dibanding anak yang lebih ramping. Gigi keropos juga lebih banyak terjadi pada anak gemuk yang cenderung makan lebih banyak makanan bergula.

    Seorang bayi menjadi overweight karena intake-nya lebih. Kalau masukannya lebih, tentu harus disimpan dalam bentuk kenaikan berat badan.

    novelinda:
    Jika anak Anda panas, usahakan langsung dikompres aja. Pantau suhu badannya dengan thermometer. Jika memang suhunya tinggi (> 38,5 derajat Celcius), barulah berikan paracetamol. Jadi, sebenarnya Anda bukan sama sekali tidak boleh memberikan paracetamol kepada anak Anda, hanya saja jangan terlalu mudah memberikannya… baru panas sedikit sudah dicekokin paracetamol.

  43. Rizma on November 3rd, 2008 at 4:24 am

    Terima kasih banget buat info artikelnya pagi ini, jujur sangat berguna buat saya, meski belum berkeluarga ini merupakan wawasan bagi saya terutama untuk bidang yang setiap hari akan saya hadapi…
    sukses tipsbayi…..bye..bye…..

  44. Maman RSU on November 3rd, 2008 at 10:13 am

    terima kasih atas infonya..anak saya usia dibawah 6 bulan pada saat setelah imunisasi selalu panas.dan saya selalu memberikan paracetamol untuk dia.karena tidurnya tidak tenang dan gelisah..bgtu diberikan paracetamol jadi lebih tenang.untuk amannya sy harus sedia termometer jg ya..he.agar tau kpn harus memberikan paracetamol,kpn dikompres aja.makasih

  45. Eli on November 4th, 2008 at 1:52 pm

    sekarang memang obat demam(yg komposisinya mengandung paracetamol) sdh sy ganti dgn satu product tertentu yg komposisinya mengandung Ibuprofen. Pertanyaan saya, apakah ibuprofen sama dgn paracetamol (hanya perbedaan nama sj?) thanks ya.

  46. febi on November 5th, 2008 at 2:19 am

    Dear bayi sehat,
    saya ingin bertanya :
    1. bayiku udh 9 bln, apa boleh dikasih ati ayam?baikkah ati ayam itu?
    2. kalo anak udh umur 1 tahun boleh kita kasih susu UHT bukan susu formula?
    bagus mana formula dengan UHT?
    3. usia berapa boleh dikasih daging?
    4. bagaimana dengan sanmol apa tidak boleh seperti paracetamol?
    jawaban di atas sangat saya harapkan..terima kasih

  47. yanti on November 5th, 2008 at 8:07 am

    bila kami inggin memesan buku tips bayi kemana kami akan mentrasfer uangnya

  48. tipsbayi on November 6th, 2008 at 3:32 am

    febi;
    1. Untuk bayi 9 bln sudah boleh dikasih ati ayam, ati ayam mempunyai kandungan gizi yang baik untuk anak.

    2. Susu sapi sebagai minuman. Tidak mencukupi kandungan lemak, nutrisi (terutama besi), dan kalori. Terlalu banyak sodium. Juga berpotensi menjadi alergen. Kecuali produk susu seperti keju, diperbolehkan setelah bayi berusia 6 bulan.

    3. Kayaknya gak ada angka pastinya kapan bayi itu harus dikasih makan apa.
    Yang jelas, setiap hari atau setiap minggu makanannya harus dibuat semakin keras dan semakin kasar secara gradual. Tidak perlu langsung pindah secara mendadak. Tapi untuk 9 bln daging sapi, daging ayam, hati, dan ikan yang sudah dihaluskan bisa diberikan. Ikan ada yang menganjurkan ditunda hingga lebih dari satu tahun karena berpotensi menimbulkan reaksi alergi

    4. Sanmol adalah salah satu merek dagang dari obat yang mengandung paracetamol.

  49. zayed on November 6th, 2008 at 12:41 pm

    paracetamol dalam dosis yang dianjurkan dokter saya rasa tidak masalah

  50. zayed on November 6th, 2008 at 12:49 pm

    apakah karena tidak cocok dengan produk susu tertentu d apat menyebabkan bayi menjadi diare (buang air encer) ?

  51. indri on November 7th, 2008 at 7:00 am

    trim’s ya? tentang infonya.
    btw, aq khan baru pertama kali punya baby. ternyata waktu itu panas emang sich blom nyampe 38 derajat.sempat kasih paracetamol.yang jadi pertanyaan aq, blom sampai terkena efeknya khan?thank ya…

  52. awan on November 8th, 2008 at 4:38 am

    makasih infonya neh

  53. andret4 on November 10th, 2008 at 2:06 am

    wah saya thx banget nih atas semua informasi nya, hal ini menambah wawasan buat saya terhadap si bayi…

  54. edo on November 10th, 2008 at 3:29 am

    makasih banyak atas infonya, Insyaallah akan sangat berguna bagi qta semua. kami selalu menunggu informasi2 yang sangat2 membantu dan menambah pengetahuan kami dalam merawat si kecil.

  55. tipsbayi on November 11th, 2008 at 3:58 am

    Eli;
    Ibuprofen yang merupakan obat penurun panas yang juga punya efek anti radang (bukan antibiotik) Efek samping: kadang nyeri perut, Berbeda dengan Paracetamol.

    zayed;
    Betul Bisa saja terjadi demikian maka jangan menggonta-ganti susu formula, terutama bila anak mudah diare. Sering diare akan mengganggu pertumbuhan bayi

  56. yudi makassar on November 18th, 2008 at 1:16 pm

    kalo usia bayi masih 1 bulan, gimana mengantisipasi kalo demam?

  57. tipsbayi on November 19th, 2008 at 3:14 am

    yudi;
    Jika anak Anda panas, usahakan langsung dikompres aja. Pantau suhu badannya dengan thermometer. Jika memang suhunya tinggi lebih baik hubungi dokter anak Anda, Jika dokter memberikan obat-obatan, tanyakan apa sebenarnya penyakit anak Anda dan apakah memang pemberian obat tsb benar-benar perlu? Lebih baik Anda mengusahakan agar daya tahan tubuhnya membaik, agar tidak mudah sakit…

  58. reza on November 22nd, 2008 at 2:19 pm

    thx atas infona…… yg pasti buat anak di bawah 12 bln lebih baik menggunakan obat secara tradisional yg efek sampingnya tdk ada…………..

  59. mayang on November 29th, 2008 at 7:16 am

    trims untuk informasinya, apakah nafas bayi yang baru lahir sangat tidak stabil.lebih tampak seperti sesak?

  60. tipsbayi on December 2nd, 2008 at 4:31 am

    mayang;
    keadaan tersebut dinamakan Laryngomalasia… yaitu keadaan dinding larynk bayi yang masih belum terbentuk sempurna ..maka bunyi bayi bernafas dengan grookk-grookk… , Ada beberapa penyebab yang membuatbayi mengalami keadaan ini, antara lain karena pertumbuhan dan pembentukan larynk yang gak optimal, Kondisi tersebut bisa hilang dengan sendirinya dengan bertambahnya usia bayi, nutrisi cukup sehingga pembentukan larynk akan berangsur-angsur membaik mencapai kondisi normal dan membutuhkan waktu mulai 1-6 bulan.

    Jika ada kejadian bayi mengalami kesulitan bernafas dan ketika bernafas Ia seperti orang asma,patut diwaspadai..dan untuk lebih memastikannya harus berkonsultasi pada dokter anak…

  61. novie cicilia on December 4th, 2008 at 4:47 am

    Dear Tips Bayi,
    Saya baru saja melahirkan putra kedua, lwt operasi Caesar.Anak pertama jg lwt caesar.Kehamilan saya kali ini adalah placenta previa yg dilahirkan dlm usia 8 bulan krn terjadi pendarahan. Adapun proses operasinya amat menyakitkan, krn saat rahim sudah dirobek bayi saya sulit dikeluarkan hingga dilakukan banyak hal spt vacuum(meski tdk berhasil), pendorongan diagfrahma,hingga perut rasanya spt dicongkel2 Lama operasinya pun lewat dari 1 jam.Saya terpaksa ditidurkan oleh dokter anestesi karena mengalami shock..Beda sekali dgn kelahiran pertama yg amat mulus.Yang saya tanyakan apa sebenranya yg terjadi saat operasi tsb, karena info dr dokter yg menangani saya dikatakan bay saya dalm posisi mengambang dan juga lengket, apakah penyebabnya? Dan apa yg telah dilakukan tim dokter saya untuk mengatasinya? mengingat semua tdk bisa diceritakan scr gamblang? Mohon agar dpt dijawab, karena hingga kini saya mengalami trauma pasca operasi dan efeknya amat menyakitkan bagi psikis saya. Terimakasih

  62. tipsbayi on December 5th, 2008 at 4:25 am

    novie cicilia;
    Placenta Previa (PP) bukanlah sebuah penyakit plasenta, melainkan posisi plasenta yang menutupi jalannya kelahiran. terdiri dari tiga macam:
    1. Complete Placenta Previa, seluruh plasenta menutup jalan kelahiran
    2. Marginal Placenta Previa, sebagian plasenta menutup jalan kelahiran
    3. Low-laying Placenta Previa, hanya bagian kecil plasenta menutup jalan kelahiran

    PP biasa ditemukan pada awal kehamilan. Beberapa mendapatkan tanda dengan pendarahan terus menerus atau kadang2, dan sebagian lagi, tanpa merasakan tanda2 apapun sampai saat melahirkan.

    Langkah yang biasa dilakukan adalah: menghindari pendarahan, biasanya dengan istirahat total di tempat tidur. Tujuan utama adalah mencapai minggu ke-36 ketika bayi sudah siap dikeluarkan.

    Hampir keseluruhan wanita dengan PP menjalani kelahiran dengan c-section.
    1 dari 4 wanita dengan PP tercatat bisa melahirkan dengan normal yaitu apabila plasenta tidak menyentuh jalan lahir, tidak pendarahan, dan seluruh kondisi ibu dan bayi dalam keadaan normal.

    Anda tidak perlu cemas karena Hampir 100% wanita hamil dengan PP sampai saat melahirkan, mendapat kehidupan normal kembali seperti biasa tanpa efek apa-apa sampai kehamilan2 berikutnya, demikian pula dengan bayi yang dilahirkan bersama PP, hidup normal selayaknya bayi2 lain.

  63. mama nayla on December 31st, 2008 at 2:31 am

    bayiku (laki2) usia 19 hari. waktu baru lahir, nangisnya keras. tapi sekarang2 ini nangisnya kok gak keluar ya….paling2 kalau lagi mau minum asi, hanya merengek sampai mukanya merah, tapi gak nangis. pernah saya biarkan lama biar nangis, tapi gak nangis2 hanya merengek aja. kenapa ya ????????????

  64. khenia rafel on January 12th, 2009 at 5:27 am

    truss, obat penurun panas jenis ibuprofen spt proris apakah aman??????????

  65. tipsbayi on January 14th, 2009 at 3:55 am

    khenia rafel:
    Ibuprofen memang boleh digunakan pada anak berumur lebih dari 6 bulan, efek samping berupa nyeri lambung, dan muntah-muntah, yang dapat dikurangi dengan memberikannya setelah makan. Tetapi kompres kalah efektif dengan obat…
    Jika anak Anda panas, usahakan langsung dikompres aja. Pantau suhu badannya dengan thermometer. Jika memang suhunya tinggi (> 38,5 derajat Celcius), barulah berikan Ibuprofen. Jadi, sebenarnya Anda bukan sama sekali tidak boleh memberikan obat kepada anak Anda, hanya saja jangan terlalu mudah memberikannya… baru panas sedikit sudah dicekokin obat.

  66. pries on January 27th, 2009 at 4:19 am

    wwaduh …….. pdhl setiap imunisasi mesti di kasih obat turun panas, dan langsung tak minumke, trs gimana solusinya kalo dah terlanjur…… tp sy tetep tank’s infonya… yang sangat berguna banget…….

  67. ely on March 6th, 2009 at 6:15 am

    Thanks banget bwt infonya. Sangat2 berguna. Aku termasuk ibu yang suka khawatir berlebihan trhadap anakku. ( maklum anak pertama ). Jadi klo anakku panas, aku langsung parno…. klo suhunya sudah diatas 37,5 drajat. langsung aku beri paracetamol. AKu fikir itu aman.. ternyata ada side effectnya yah. So klo anak ( bayi 3 bln ) demam ringan apa yang harus saya lakukan??

  68. tipsbayi on March 10th, 2009 at 4:43 am

    Pries:
    Kalo dah terlanjur..biar pengalaman kita jadikan sebagai pelajaran untuk lebih hati-hati lagi kedepannya..

    Ely:
    Pantau suhu badannya dengan thermometer, bila masih demam ringan jangan serampangan ngasih obat, cukup di kompres bila panasnya agak tinggi.., bila panasnya lebih dari 38 drajat bawa ke dokter anak Anda..

  69. yenny maryati on April 6th, 2009 at 4:31 am

    saya sangat menyukai tips dan saran ttg bayi di rubrik ini

  70. atin on April 7th, 2009 at 8:07 am

    untung saya baca artikel ini sebelum saya memberi bayi saya,6bln paracetamol sekalipun

  71. ma2 faza n feera on April 20th, 2009 at 8:32 am

    kenapa kok DSA selalu menyarankan kalo bayi panas harus dikasih sanmol atau paracetamol paling tidak 4 kali sehari? thanks infonya.. sangat membantu saya, dan saya menyesal sekali mengikuti anjuran dokter tersebut.

  72. tipsbayi on April 21st, 2009 at 12:45 am

    ma2 faza:

    Ya, sebenarnya itu untuk kondisi demam panas tinggi…

  73. rhelyta indah dewi on April 21st, 2009 at 1:12 am

    atau mungkin memberikan obat herbal kepada bayi bisa dijadikan option untuk menghindari penggunaan paracetamol yg berlebihan terhadap bayi .. bagaimana ..?

  74. tipsbayi on April 22nd, 2009 at 4:23 am

    rhelyta:

    Tergantung jenis herbalnya. Yang aman salah satunya adalah yang dikenal dengan “habbatus sauda”, atau jinten hitam. Ada yang dalam bentuk minyak, maupun serbuk.

  75. Thank's bgt ats tip's2nya on May 9th, 2009 at 5:26 am

    For.tip’s baby.anaku usia 13 bln dlm usia tsb dh mengalami cacar air&api selang hanya 2 minggu..apakah benar hal tsb bs terjadi.dan wajar pa gk mengenah hal itu.trs trg sy sgt kwtr sekali

  76. tipsbayi on May 11th, 2009 at 1:35 am

    Istilah medis untuk cacar air adalah varisela. Sedangkan cacar api adalah penyakit kulit berbeda yang disebut impetigo. Impetigo terdiri atas dua jenis, yakni impetigo krustosa (pada beberapa daerah) yang biasa disebut cacar madu, dan impetigo krustosa atau cacar api.

    Terkadang cacar api disebut juga dengan cacar monyet.

    Meskipun sama-sama disebut cacar, cacar madu dan cacar api tidak sama dengan cacar air. Cacar air disebabkan virus, sedangkan cacar api disebabkan oleh bakteri Staphylococcus. Virus dan bakteri adalah dua jenis sumber penyakit yang berbeda. Karena itu, penanganan yang diperlukan berbeda pula…

    Oleh karena itu sangatlah penting untuk menjaga kebersihan bayi Anda.

  77. bu tia on May 23rd, 2009 at 4:14 am

    Trims bgt, atas infonya, saya baru tau lho, padahal saya sendiri klo demam sukanya di kasih parasitamol aja, biasanya Alhmd… bs aja sembuh, jd g perlu ke dokter jk demam. klo ank saya kmrn wkt demam udh 3 hr br saya bw ke dokter,sbnrnya saya ga suka juga kasih obat berbahan kimia pada anak saya.ya karna ga sembuh2 n takut klo ada ap2, jd sgra aj dibw ke dokter. sekali lagi trims banyak ats infonya. oiy, obat ap saja sih yang berupa antibiotik it? sblumnya trims atas jwbanx. Wslm

  78. trias on June 15th, 2009 at 2:04 am

    Hi Tips,
    Betulkah minyak telon tdk baik untuk bayi? knp? tb4

  79. tipsbayi on June 15th, 2009 at 4:25 am

    bu tia :

    Obat-obatan seperti Penisilin (khusus bayi), Cloran Feniko, Sefalos Sporin, Tetrasiklin (khusus anak di atas 8 tahun) dan Quinolon (khusus anak besar), diberikan dokter bersama sejumlah obat lain. Yang jelas umumnya, dokter akan menyarankan untuk ‘MEMINUMNYA SAMPAI HABIS’, baik pada resep maupun secara lisan, maka sudah dapat dipastikan bahwa obat itu mengandung antibiotik..

  80. tipsbayi on June 15th, 2009 at 4:37 am

    trias :

    Memang sebenernya minyak telon itu dipakaikan pada bayi karena kebiasaan saja.
    Sejauh pemakaiannya tidak berlebihan boleh saja.., bisa Anda pilih minyak telon yang kandungan minyak kelapanya 60% agar bayi Anda tidak terlalu kepanasan..

  81. trias on June 17th, 2009 at 5:21 am

    Tq infonya… cuma jwbn terakhir kok nda msk di emailku ya? sedangkan jwbn untuk org lain pada msk semua… Emailku jd penuh…

  82. Anonymous on June 21st, 2009 at 8:04 am

    halo, saya sylvia, salam kenal.
    bayi saya sekarang berumur >9 bulan
    panas >38,5 dan sudah memasuki hari ke-3
    tingkahnya masih normal, nafsu makannya masih bagus
    hari ke-2 memang tidak sempat pup
    tapi hari ke-3 (hari ini) sudah pup
    beratnya 7 kg, jadi saya beri Sanmol dengan dosis 4×0,8ml (saran dari dokter anak kenalan saya, sayangnya beliau tinggalnya jauh)

    saya ingin tanya
    1. apa saya perlu pergi ke dokter ? saya malas memberikan anak saya antibiotik, terlalu beresiko untuk ke depannya. dokter selalu memberi antibiotik.
    2. kadang demamnya turun, banyak keringat, lalu naik lagi demamnya. pada saat demamnya turun, sudah waktunya pemberian obat, apa tetap perlu diberi Sanmol?

    terimakasih ya …

  83. sylvia on June 21st, 2009 at 8:04 am

    halo, saya sylvia, salam kenal.
    bayi saya sekarang berumur >9 bulan
    panas >38,5 dan sudah memasuki hari ke-3
    tingkahnya masih normal, nafsu makannya masih bagus
    hari ke-2 memang tidak sempat pup
    tapi hari ke-3 (hari ini) sudah pup
    beratnya 7 kg, jadi saya beri Sanmol dengan dosis 4×0,8ml (saran dari dokter anak kenalan saya, sayangnya beliau tinggalnya jauh)

    saya ingin tanya
    1. apa saya perlu pergi ke dokter ? saya malas memberikan anak saya antibiotik, terlalu beresiko untuk ke depannya. dokter selalu memberi antibiotik.
    2. kadang demamnya turun, banyak keringat, lalu naik lagi demamnya. pada saat demamnya turun, sudah waktunya pemberian obat, apa tetap perlu diberi Sanmol?

    terimakasih ya …

  84. dersy on July 16th, 2009 at 8:18 am

    anak saya dah 2x flu,yg pertama bdnnya ga panas,trus skrg panas 37.7 derajat,sdh diberikan tempra tapi ga turun jg,blh dikasi tempra lg ga yah?

  85. tipsbayi on July 17th, 2009 at 3:48 am

    Anonymous/ Sylvia:

    Anda boleh pergi ke DSA, dan sebaiknya jangan terlalu mudah memberikan obat-obatan kimiawi kepada anak. Jika dokter memberikan obat-obatan, tanyakan apa sebenarnya penyakit anak Anda dan apakah memang pemberian obat tsb benar-benar perlu? Lebih baik Anda mengusahakan agar daya tahan tubuhnya membaik, agar tidak mudah sakit…

    Jika anak Anda panas, usahakan langsung dikompres aja. Pantau suhu badannya dengan thermometer. Jika memang suhunya tinggi (> 38,5 derajat Celcius), barulah berikan paracetamol (Sanmol itu mengandung paracetamol juga)…. Jadi, sebenarnya Anda bukan sama sekali tidak boleh memberikan paracetamol kepada anak Anda, hanya saja jangan terlalu mudah memberikannya… baru panas sedikit sudah dicekokin paracetamol.. :-)

    Sepertinya anak Anda makannya masih bagus dan masih ceria, Anda jangan terlalu khawatir..

  86. tipsbayi on July 17th, 2009 at 3:59 am

    dersy :

    Sebelum suhu tubuhnya > 38,5 derajat Celcius, sebaiknya dikompres aja. Jika sudah panas tinggi, baru berikan paracetamol.

    Sekali lagi, paracetamol BUKAN sama sekali tidak boleh digunakan, namun pemakaiannya usahakan hanya untuk anak yang menderita PANAS TINGGI saja…
    Tanyakan kepada dokter tentang dosis obat atau Anda lihat petunjuk takaran obatnya..,
    ingat umur dan berat badan mempengaruhi dosis obat yang harus diberikan..

  87. Terimakasih atas infonya..semoga dapat bermanfaat bagi kita on August 22nd, 2009 at 5:41 pm
  88. Terimakasih atas infonya..semoga dapat bermanfaat bagi kita on August 22nd, 2009 at 5:43 pm

    Terimakasih atas info yg sangat berharga ini,semoga jadi masukan yg penting bagi tumbuh kembang bayi kita

  89. rina on November 30th, 2009 at 2:51 am

    thank’s y ats info nya smoga j bsa jd tmbhn referensi yg sdh ad

  90. ummu husain on December 11th, 2009 at 9:35 am

    kenapa paracetamol jadi kambing hitam? sebetulnya tidak mengapa bila diberikan sesuai dosis. obat yang keluar di pasaran sudah menjalani uji klinik dan juga efek samping, begitu juga dosis sudah ditetapkan. dosis yang diberikan kepada manusia merupakan dosis yang aman. selama dosis yang diberikan masih dalam batas aman, tidak kenapa-kenapa.
    tidak perlu mempermasalahkan dokter anak;/ bidan/ dokter yang memberikan paracetamol. selama mereka memberi dosis dalam batas yang aman. selain itu pemberian antipiretik seperti paracetamol atau ibuprofen juga mengantisipasi kejadian kejang demam pada anak. kenapa dokter atau bidan waspada akan hal ini, karena diatas 38 derajat celcius rawan terjadi kejang demam pada anak usia diatas 5 bulan sampai 5 tahun. tidak masalah dengan paracetamol. antisipasi sebelum panas mencapai 38 derajat celcius dengan kompres dan mengukur dengan thermometer. bila usaha tidak berhasil ya tetap beri paracetamol. ingat ya… bahwa otak bayi itu sangat rentan dengan suhu tubuh yang tinggi, makanya kita cepat tindak menurunkan panas.
    tidak usah khawatir dengan paracetamol selama dosis masih aman.
    penggunaan obat herbal memang belum diuji secara klinis, sehingga kita tidak tahu efek samping dan berapa dosis yang diberikan. karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, begitu juga dengan herbal. ingat, ginjal pada bayi belum bisa bekerja layaknya ginjal manusia dewasa.walaupun begitu saya tidak melarang penggunaan habatussauda’. tapi fungsinya disini hanya sebagai suplemen, karena sebagai obat belum teruji klinis, dosis maupun efek sampingnya.

    saya fikir tips bayi harus berhati-hati dalam menulis artikel, karena yang saya tangkap dari sekian komentar koq sepertinya agak keliru. sebelum tips bayi mengulas efek sampingnya, seharusnya diulas dulu cara pemberiannya, dosisnya, secara klinis dan jelas. tulis juga sumber penelitiannya. karena saya perlu klarifikasi, apa hubungan paracetamol, alergen penyebab asma dengan penyakit asma itu sendiri. bila benang merah ini sudah ditemukan dan jelas, tak apalah dibeberkan kepada publik. terimakasih

  91. tipsbayi on December 14th, 2009 at 10:52 pm

    ummu husain:

    Terima kasih atas masukan dan sarannya.

    Memang pada artikel di atas kami juga sudah menyatakan, “…Namun demikian, para peneliti telah menekankan bahwa itu bukan alasan untuk berhenti memberikan Paracetamol kepada anak-anak Anda.”

    Salah satu artikel yang membahas isu ini bisa kita lihat di situs BBC News:

    http://news.bbc.co.uk/2/hi/7623230.stm

    Pada artikel ini ada kutipan dari Prof. Richard Beasley, University of Auckland…Study leader Professor Richard Beasley from the University of Auckland said: “We stress the findings do not constitute a reason to stop using paracetamol in childhood.

    “However the findings do lend support to the current guidelines of the World Health Organization, which recommend that paracetamol should be reserved for children with a high fever (38.5C or above).”

    Yang intinya kurang lebih sama dengan isi artikel kami di atas, bahwa memang penemuan berdasarkan studi yang mengaitkan pemberian paracetamol untuk bayi dengan asma tidak menjadikannya sebagai alasan untuk menghentikan pemakaian paracetamol untuk anak-anak.

    Namun demikian, WHO tetap menganjurkan untuk memberikan paracetamol kepada anak-anak yang mengalami demam tinggi (>38.5 C)…

  92. ibu restu on January 6th, 2010 at 3:13 am

    bagaimana cara pengompresan yang benar

  93. Amalina Yusita on January 22nd, 2010 at 2:21 am

    Jadi kalau bayi demam dikasih apa?

  94. tipsbayi on January 26th, 2010 at 2:25 am

    ibu restu, Amalina Yusita:

    Ibu restu Mohon maaf baru dijawab, keselip.. :-)

    Jika anak Anda panas, usahakan langsung dikompres aja. Pantau suhu badannya dengan thermometer. Jika memang suhunya tinggi tidak turun (> 38,5 derajat Celcius), barulah berikan obat penurun panas. Jadi, sebenarnya Anda bukan sama sekali tidak boleh memberikan obat kepada anak Anda, hanya saja jangan terlalu mudah memberikannya… baru panas sedikit sudah dicekokin obat.

    Perlu diketahui, demam karena penyakit apa pun, dari yang ringan seperti flu atau infeksi ringan, hingga infeksi berat di susunan saraf pusat atau di otak, dapat menggunakan kompres. Seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran, telah ditemukan ternyata cara yang paling pas mengompres yaitu menggunakan air hangat bahkan memandikan anak dengan air hangat.

    Sebelumnya untuk mengompres biasanya digunakan air dingin atau es. Ternyata cara itu kini sudah banyak ditinggalkan. Sebab, jika tubuh dikompres es atau air dingin, suhunya terkadang tidak turun, malah makin tinggi. Ini terjadi karena mekanisme tubuh yang sedemikian rupa, di mana jika kondisi di luar dingin, maka tubuh akan menginterpretasikan kalau dirinya kurang panas. Akibatnya, tubuh pun akan tambah panas lagi..

    Pada prinsipnya mengompres adalah memberi kemungkinan agar panas yang ada dalam tubuh dapat mengalir keluar. Panas keluar melalui tempat-tempat di mana pembuluh darah besar yang dekat dengan kulit berada. Maka kalau hanya dahi yang dikompres, kemungkinan yang dingin cuma dahinya, sementara tubuhnya tetap panas. Jadi cara yang benar adalah dengan meletakkan kompres di tempat yang tepat, yaitu di leher, ketiak, dan selangkangan.. ;-)

  95. Murdani Hadi on March 29th, 2010 at 4:23 am

    pak, saya mau tanya. Anak saya umur 11 bulan sempat dirawat karena panas >39. Dan diagnosa DSA kena ISPA. kemudian diperbolehkan pulang, dan dapat resep dari DSA. Tetapi panas anak saya tetap saja dan naik turun. Kira-kira apa yang harus saya lakukan…. Jujur saya bingung dengan keadaan seperti ini. Terimakasih

  96. tipsbayi on March 30th, 2010 at 9:24 am

    Murdani Hadi:

    Untuk perawatan ISPA dirumah ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

    * Mengatasi panas (demam)
    Perlu diketahui, demam karena penyakit apa pun, dari yang ringan seperti flu atau infeksi ringan, hingga infeksi berat di susunan saraf pusat atau di otak, dapat menggunakan kompres. Seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran, telah ditemukan ternyata cara yang paling pas mengompres yaitu menggunakan air hangat bahkan memandikan anak dengan air hangat.

    Pada prinsipnya mengompres adalah memberi kemungkinan agar panas yang ada dalam tubuh dapat mengalir keluar. Panas keluar melalui tempat-tempat di mana pembuluh darah besar yang dekat dengan kulit berada. Maka kalau hanya dahi yang dikompres, kemungkinan yang dingin cuma dahinya, sementara tubuhnya tetap panas. Jadi cara yang benar adalah dengan meletakkan kompres di tempat yang tepat, yaitu di leher, ketiak, dan selangkangan.. ;-)

    * Mengatasi batuk
    Dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu ramuan tradisional yaitu jeruk nipis 1/2 sendok teh dicampur dengan kecap atau madu 1/2 sendok teh , diberikan tiga kali sehari.

    * Pemberian makanan
    Pemberian ASI pada bayi Anda tetap diteruskan.Berikan makanan yang kaya gizi, sedikit-sedikit tetapi berulang-ulang yaitu lebih sering dari biasanya, terlebih jika muntah.

    *Pemberian minuman
    Usahakan pemberian cairan (air putih, air buah dan sebagainya) lebih banyak dari biasanya. Ini akan membantu mengencerkan dahak, apabila kekurangan cairan akan menambah parah sakit yang diderita.

    Tidak dianjurkan mengenakan pakaian atau selimut yang terlalu tebal dan rapat, terlebih apabila bayi Anda demam. Jika pilek, bersihkan hidung. Usahakan lingkungan tempat tinggal segar nyaman yaitu cukup ventilasi dan tidak berasap atau berdebu.

    Apabila selama perawatan dirumah keadaan bayi Anda memburuk maka dianjurkan untuk membawa kembali ke DSA.

    Semoga lekas sembuh.. :-)

  97. aziz on April 20th, 2010 at 3:19 am

    Terima kasis info2 yang ada sangat membantu kami.

  98. tipsbayi on April 22nd, 2010 at 8:10 am

    aziz:

    Sama-sama.. ;-)

  99. yuliana on May 8th, 2010 at 4:37 pm

    Dear Bayi Sehat……..
    BAyi Saya BErusia 10 Bulan Bobot = 8,3Kg Pjg = 73cm Doyan Makan dan Minum susu tapi badan tdk bs gemuk tiap bln bobot sllu naik
    Yang mau saya tanyakan Pak…..
    1. Apakah Ideal Untuk seumuran anak saya itu…..
    2. Bagaimana KAlo Saya Sudah Terlanjur memberikan Praxion ketika BAby Saya PAnas???? Apakah suatu saat nanti tdk ada efeknya????
    3. Baby Saya Sering Sekali Sakit Pak Dalam 1 Bulan kemaren itu aja sudah 3X sakit…
    Mggu 1 : Sakit Mata Dibawake Dokter diberi obat tetes mata
    Mggu 2 : Setelah Selesai SAkit Mata Sakit Mencret Dibawa ke dokter diberi Antibiotik lagi saya sempat menolak pemberian antibiotik kedokternya tp dokter menjawab kalo tdk diberi antibiotik sakitnya tdk akan sembuh..
    Mggu 3 : 2 hr Pilek….tidak saya bawa ke dokter saya beri triaminic drop 0,3mm tapi belum sembuh pileknya
    …………..Sekarang ini batuk-Pilek (FLU) tdk saya bawa kedokter krna saya kasian sama anak saya krna pasti akan diberi antibiotik lagi….dan saya beli obat di apotik disarankan pake obat Pim Tra Kol Plus Sirup 1/2 sendok takar 3X sehari sdh 2 hr ini saya beri obat itu….tapi blm sembuh juga memangnya butuh brp hari untuk sembuh ya Pak????
    4. Kenapa Dokter Selalu memberikan antibiotik ya pak ketika bayi saya sakit?????
    SAya tggu Jawabanya Terima Kasih………
    Dan semoga bs berbagi Tips untuk ibu2 yang Lainnya

  100. tipsbayiggggg on May 12th, 2010 at 2:24 am

    yuliana:

    1. Panjangnya bayi Anda ideal meskipun beratnya sedikit kurang ideal..
    2. Insya Allah.. mudah-mudahan tidak akan apa-apa. Untuk selanjutnya jika memang suhunya tinggi tidak turun (> 38,5 derajat Celcius), barulah berikan obat penurun panas atau bawa ke dokter. Jadi, sebenarnya Anda bukan sama sekali tidak boleh memberikan obat kepada anak Anda, hanya saja jangan terlalu mudah memberikannya… baru panas sedikit sudah dicekokin obat.. ;-)

    Perlu diketahui, demam karena penyakit apa pun, dari yang ringan seperti flu atau infeksi ringan, hingga infeksi berat di susunan saraf pusat atau di otak, dapat menggunakan kompres. Seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran, telah ditemukan ternyata cara yang paling pas mengompres yaitu menggunakan air hangat bahkan memandikan anak dengan air hangat.

    Pada prinsipnya mengompres adalah memberi kemungkinan agar panas yang ada dalam tubuh dapat mengalir keluar. Panas keluar melalui tempat-tempat di mana pembuluh darah besar yang dekat dengan kulit berada. Maka kalau hanya dahi yang dikompres, kemungkinan yang dingin cuma dahinya, sementara tubuhnya tetap panas. Jadi cara yang benar adalah dengan meletakkan kompres di tempat yang tepat, yaitu di leher, ketiak, dan selangkangan..

    3. Saran dari kami, apabila memang ASI Anda masih keluar, sebaiknya Anda pertahankan pemberian ASI pada bayi Anda.. Karena dengan Anda memberikan ASI maka imunitas bayi Anda akan lebih bagus. ;-)

    Memang benar janganlah kita serampangan memberikan antibiotik kepada bayi. Penting diketahui, antibiotik baru ampuh dan berkhasiat jika berhadapan dengan bakteri atau kuman. Antibiotik tak akan mampu membunuh virus juga parasit. Apabila kita sering memberikan antibiotik maka dosisnya akan semakin tinggi..

    Apabila memang hanya batuk flu saja, Insya Allah bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari, dengan memberikan banyak minum susu, buah, makan teratur dan istirahat yang cukup itu sudah cukup kok.. Berikan ketenangan hindarkan bayi Anda sering menangis..

    Penyebab penyakit flu adalah virus yang umumnya akan mereda dalam waktu 3-5 hari. Hingga saat ini pun sebenarnya belum ada obat mujarab untuk membunuh virus. Obat flu yang ada hanya sekadar untuk meringankan gejala-gejalanya saja, seperti obat penurun demam, pelega hidung tersumbat, dan pengencer lendir..

    4. Hmm.. :-) Sebaiknya setiap Anda konsultasi atau memeriksakan bayi Anda ke DSA, jangan lupa minta alasan atau penjelasan pada dokter..

  101. Ma2 Dhea on July 7th, 2010 at 5:29 am

    Dear tips bayi…
    Saya mau tnya :
    Anak saya batuk 3 hri lgsg di bwa ke dokter tp blm sembuh jg kemudian saya ksih obt baby’s cough sampe abis 2 botol jg blm sembuh lalu saya ksih pim-tra-kol baru sembuh,,batuk itu sembuh 3 minggu stlh di ksih pim-tra-kol tp sayang knp pilek tdk kunjung sembuh sampe skrg??
    Obat apa yg hrs nya saya berikan yg aman pd anak saya yg berusia 6 bln??
    Saya tnggu jawaban nya….
    Tq

  102. Ma2 Dhea on July 8th, 2010 at 4:02 am

    Pertanya’an q ko’ g di jwb??
    Tq

  103. tipsbayi on July 10th, 2010 at 8:16 am

    Ma2 Dhea:

    Mohon maaf agak telat ya..? ;-)

    Sebaiknya jangan terlalu mudah memberikan obat-obatan kimiawi kepada anak. Jika dokter memberikan obat-obatan, tanyakan apa sebenarnya penyakit anak Anda dan apakah memang pemberian obat tsb benar-benar perlu? Lebih baik Anda mengusahakan agar daya tahan tubuhnya membaik, agar tidak mudah sakit…

    Memang batuk berdahak bisa agak lama bertahan karena anak-anak biasanya susah atau tidak bisa membuang dahaknya sendiri..

    Apabila memang hanya batuk flu saja, Insya Allah bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari, dengan memberikan banyak ASI dan istirahat yang cukup itu sudah cukup kok.. Berikan ketenangan hindarkan bayi Anda sering menangis..

  104. jabon on July 24th, 2010 at 2:33 am

    saya harus hati hati ni … terimakasih atas tipsnya ya

  105. nana on August 23rd, 2010 at 11:17 am

    Saya baru tahu kalau pemberian paracetamol pada bayi meningkatkan risiko asma. Sebenarnya saya juga punya satu masalah lagi dengan paracetamol. Setelah minum paracetamol demam anak saya cepat turun tapi pasti diare. Gimana donk? Obat apa yang aman buat anak saya.

    Thanx, ditunggu loh jawabannya.

  106. tipsbayi on August 24th, 2010 at 7:09 am

    @ nana,

    Artinya, jangan terlalu “mudah” memberikan paracetamol kepada bayi. Untuk masalah Anda, sebaiknya Anda konsultasikan saja ke dokter Anda…

Komentar Anda...

"Terima kasih atas ebooknya..."

"Saya merasa sangat beruntung sekali bisa mendapatkan Ebook 12 Bulan Pertama, maklum, saya adalah seorang calon ayah yang sangat membutuhkan banyak informasi tentang bayi dan hal lain tentang ibu hamil, semuanya saya dapat melalui informasi dari Tips Bayi dan ebooknya yang sangat bermanfaat.


Isi Ebook 12 Bulan Pertama menurut saya sangat lengkap, dan sebelumnya saya berfikir akan membeli buku panduan lain tentang bayi dan ibu hamil, tetapi setelah membeli ebook tersebut, fikiran untuk membeli buku panduan lain tidak saya wujudkan.


Buat calon orang tua yang ada di seluruh Indonesia, saya sarankan membeli Ebook 12 Bulan Pertama, karena nilai rupiah yang kita keluarkan tidak dapat menandingi manfaat yang sangat besar yang terkandung dalam ebook tersebut..."

>>> Al Fahmi - Muara Bungo, Jambi

Artikel Paling Populer




Video: Pertolongan Jika Bayi Tersedak