<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Tips Bayi Sehat</title>
	<atom:link href="http://www.tipsbayi.com/comments/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.tipsbayi.com</link>
	<description>Berita dan tips seputar bayi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 04:25:46 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on Bayi Sembelit: Susah Buang Air Besar Pada Bayi by tips-bayi</title>
		<link>http://www.tipsbayi.com/bayi-sembelit-susah-buang-air-besar-pada-bayi.html#comment-10414</link>
		<dc:creator>tips-bayi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 04:25:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tipsbayi.com/?p=271#comment-10414</guid>
		<description>@ dewi,

Wa&#039;alaikumussalam,

Bisa saja tidak cocok susu formula mengakibatkan sembelit.. 

Muntah-muntah..? Bayi Anda tidak sedang batuk kan..? 

Berikut penyebab bayi muntah selain karena batuk berdahak:

- Alergi Tanda
Pada umumnya gejala dan tanda yang ditimbulkan akibat alergi susu sapi dibagi atas Reaksi cepat yaitu dalam 45 menit setelah paparan, berupa: erupsi pada kulit, bersin-bersin, batuk, hidung berair, ngorok. Reaksi lambat (terjadi dalam 20 jam) setelah paparan berupa diare, pucat, muntah. Reaksi sangat lambat (setelah 20 jam) berupa diare, gejala gangguan pernafasan..

- Pemakainan gurita.
Kalau bayi Anda masi memakainya, coba lepas saja.

- Posisi menyusui atau makan
Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran nafas. Bayi pun muntah. Karena itu, kalau menyusui, posisi bayi dimiringkan. Begitu juga ketika memberi makan kepalanya harus lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan atau makanan yang masuk bisa turun langsung ke bawah..

- Tersedak

- Lambung yang penuh juga bisa bikin bayi gumoh. Ini terjadi karena makanan yang terdahulu belum sampai ke usus, sudah diisi makanan lagi. Akibatnya si bayi muntah. Lambung bayi punya kapasitasnya sendiri. Misalnya bayi umur sebulan, ada yang sehari bisa minum 100 cc, tapi ada juga yang 120 cc. Nah, si ibu harus tahu kapasitas bayinya. Jangan karena bayi tetangganya minum 150 cc lantas si ibu memaksakan bayinya juga harus minum 150 cc, padahal kapasitasnya cuma 120. Jelas si bayi muntah…

- Dan mungkin bila bayi Anda sedang pilek.. Maka akan terpicu untuk muntah karena dahaknya.. ;-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ dewi,</p>
<p>Wa&#8217;alaikumussalam,</p>
<p>Bisa saja tidak cocok susu formula mengakibatkan sembelit.. </p>
<p>Muntah-muntah..? Bayi Anda tidak sedang batuk kan..? </p>
<p>Berikut penyebab bayi muntah selain karena batuk berdahak:</p>
<p>- Alergi Tanda<br />
Pada umumnya gejala dan tanda yang ditimbulkan akibat alergi susu sapi dibagi atas Reaksi cepat yaitu dalam 45 menit setelah paparan, berupa: erupsi pada kulit, bersin-bersin, batuk, hidung berair, ngorok. Reaksi lambat (terjadi dalam 20 jam) setelah paparan berupa diare, pucat, muntah. Reaksi sangat lambat (setelah 20 jam) berupa diare, gejala gangguan pernafasan..</p>
<p>- Pemakainan gurita.<br />
Kalau bayi Anda masi memakainya, coba lepas saja.</p>
<p>- Posisi menyusui atau makan<br />
Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran nafas. Bayi pun muntah. Karena itu, kalau menyusui, posisi bayi dimiringkan. Begitu juga ketika memberi makan kepalanya harus lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan atau makanan yang masuk bisa turun langsung ke bawah..</p>
<p>- Tersedak</p>
<p>- Lambung yang penuh juga bisa bikin bayi gumoh. Ini terjadi karena makanan yang terdahulu belum sampai ke usus, sudah diisi makanan lagi. Akibatnya si bayi muntah. Lambung bayi punya kapasitasnya sendiri. Misalnya bayi umur sebulan, ada yang sehari bisa minum 100 cc, tapi ada juga yang 120 cc. Nah, si ibu harus tahu kapasitas bayinya. Jangan karena bayi tetangganya minum 150 cc lantas si ibu memaksakan bayinya juga harus minum 150 cc, padahal kapasitasnya cuma 120. Jelas si bayi muntah…</p>
<p>- Dan mungkin bila bayi Anda sedang pilek.. Maka akan terpicu untuk muntah karena dahaknya.. <img src='http://www.tipsbayi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Perchlorate dalam Susu Formula by tips-bayi</title>
		<link>http://www.tipsbayi.com/perchlorate-dalam-susu-formula.html#comment-10413</link>
		<dc:creator>tips-bayi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 04:21:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tipsbayi.com/?p=738#comment-10413</guid>
		<description>@ ummu nusaibah,

Anda jangan khawatir.. karena dengan demikian akan memperburuk produksi ASI.. Anda harus rileks.. ;-)

Jika ASI Anda kurang.. Susukan saja terus atau dipompa.. ! Ingat.. produksi ASI prinsipnya “based on demand”. Jika makin sering diminta (disusui/diperas/dipompa) maka semakin banyak ASI yang diproduksi. Yang tidak kalah pentingnya : Anda harus dalam keadaan RILEKS. KONDISI PSIKOLOGIS ibu menyusui sangat menentukan produksi ASI. Menurut hasil penelitian, &gt; 80% lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis ibu menyusui. Ingat : 1 pikiran “duh ASI saya cukup gak ya?” maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) utk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun…

Banyak orang berpikir bahwa cara kerja ASI sama seperti galon air (dispenser air). Begitu isinya kosong, maka ia perlu diisi ulang sebelum bayi menyusu lagi. Ini bukan cara kerja produksi ASI. ASI diproduksi setiap saat. ASI tidak akan pernah habis 100%, meski bayi telah menyusu pada payudara tsb. Penelitian laktasi membuktikan, bayi tidak akan menghabiskan semua stok ASI pada payudara. Jumah ASI yang diminum tergantung dari nafsu makannya. Umumnya volume ASI yang diminum oleh bayi relatif berkisar 75-80% dari 100% stok ASI di payudara. Sederhananya, bayangkan ilustrasi berikut. Mengosongkan ASI dari payudara sama saja seperti menguras sungai. Sesuatu yang mustahil dilakukan. Karena ASI akan terus mengalir sementara ASI itu sendiri dikeluarkan.. 

Jadi.. ingat..! Rileks dan Dzikir.. ;-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ ummu nusaibah,</p>
<p>Anda jangan khawatir.. karena dengan demikian akan memperburuk produksi ASI.. Anda harus rileks.. <img src='http://www.tipsbayi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jika ASI Anda kurang.. Susukan saja terus atau dipompa.. ! Ingat.. produksi ASI prinsipnya “based on demand”. Jika makin sering diminta (disusui/diperas/dipompa) maka semakin banyak ASI yang diproduksi. Yang tidak kalah pentingnya : Anda harus dalam keadaan RILEKS. KONDISI PSIKOLOGIS ibu menyusui sangat menentukan produksi ASI. Menurut hasil penelitian, &gt; 80% lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis ibu menyusui. Ingat : 1 pikiran “duh ASI saya cukup gak ya?” maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) utk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun…</p>
<p>Banyak orang berpikir bahwa cara kerja ASI sama seperti galon air (dispenser air). Begitu isinya kosong, maka ia perlu diisi ulang sebelum bayi menyusu lagi. Ini bukan cara kerja produksi ASI. ASI diproduksi setiap saat. ASI tidak akan pernah habis 100%, meski bayi telah menyusu pada payudara tsb. Penelitian laktasi membuktikan, bayi tidak akan menghabiskan semua stok ASI pada payudara. Jumah ASI yang diminum tergantung dari nafsu makannya. Umumnya volume ASI yang diminum oleh bayi relatif berkisar 75-80% dari 100% stok ASI di payudara. Sederhananya, bayangkan ilustrasi berikut. Mengosongkan ASI dari payudara sama saja seperti menguras sungai. Sesuatu yang mustahil dilakukan. Karena ASI akan terus mengalir sementara ASI itu sendiri dikeluarkan.. </p>
<p>Jadi.. ingat..! Rileks dan Dzikir.. <img src='http://www.tipsbayi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bagaimana Jika Anak Atau Bayi Batuk? (2) by tips-bayi</title>
		<link>http://www.tipsbayi.com/bagaimana-jika-anak-atau-bayi-batuk-2.html#comment-10412</link>
		<dc:creator>tips-bayi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 04:16:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tipsbayi.com/?p=211#comment-10412</guid>
		<description>@ renzi,

Yang belum sembuh batuknya..? Jika hanya batuk flu biasa.. Insya Allah bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari, dengan memberikan banyak ASI dan istirahat yang cukup itu sudah cukup kok.. Memang batuk berdahak bisa agak lama bertahan karena anak-anak biasanya susah atau tidak bisa membuang dahaknya sendiri..

Hingga saat ini pun sebenarnya belum ada obat mujarab untuk membunuh virus. Obat flu yang ada hanya sekadar untuk meringankan gejala-gejalanya saja, seperti obat penurun demam, pelega hidung tersumbat, dan pengencer lendir..

Sebaiknya Anda tunda pemberian obat apapun sebelum Anda konsultasi dengan dokter. Jika memang suhunya tinggi tidak turun (&gt; 38,5 derajat Celcius), barulah berikan obat penurun panas atau bawa ke dokter. Jadi, sebenarnya Anda bukan sama sekali tidak boleh memberikan obat kepada anak Anda, hanya saja jangan terlalu mudah memberikannya… baru panas sedikit sudah dicekokin obat.. ;-)

Perlu diketahui, demam karena penyakit apa pun, dari yang ringan seperti flu atau infeksi ringan, hingga infeksi berat di susunan saraf pusat atau di otak, dapat menggunakan kompres. Seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran, telah ditemukan ternyata cara yang paling pas mengompres yaitu menggunakan air hangat bahkan memandikan anak dengan air hangat.

Anda perlu memiliki sikap kritis mengenai hal ini. Jangan segan untuk bertanya kepada dokter, sejauh mana efeknya obat yang akan diberikan pada bayi Anda.. ;-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ renzi,</p>
<p>Yang belum sembuh batuknya..? Jika hanya batuk flu biasa.. Insya Allah bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari, dengan memberikan banyak ASI dan istirahat yang cukup itu sudah cukup kok.. Memang batuk berdahak bisa agak lama bertahan karena anak-anak biasanya susah atau tidak bisa membuang dahaknya sendiri..</p>
<p>Hingga saat ini pun sebenarnya belum ada obat mujarab untuk membunuh virus. Obat flu yang ada hanya sekadar untuk meringankan gejala-gejalanya saja, seperti obat penurun demam, pelega hidung tersumbat, dan pengencer lendir..</p>
<p>Sebaiknya Anda tunda pemberian obat apapun sebelum Anda konsultasi dengan dokter. Jika memang suhunya tinggi tidak turun (&gt; 38,5 derajat Celcius), barulah berikan obat penurun panas atau bawa ke dokter. Jadi, sebenarnya Anda bukan sama sekali tidak boleh memberikan obat kepada anak Anda, hanya saja jangan terlalu mudah memberikannya… baru panas sedikit sudah dicekokin obat.. <img src='http://www.tipsbayi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Perlu diketahui, demam karena penyakit apa pun, dari yang ringan seperti flu atau infeksi ringan, hingga infeksi berat di susunan saraf pusat atau di otak, dapat menggunakan kompres. Seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran, telah ditemukan ternyata cara yang paling pas mengompres yaitu menggunakan air hangat bahkan memandikan anak dengan air hangat.</p>
<p>Anda perlu memiliki sikap kritis mengenai hal ini. Jangan segan untuk bertanya kepada dokter, sejauh mana efeknya obat yang akan diberikan pada bayi Anda.. <img src='http://www.tipsbayi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pola Buang Air Kecil dan Air Besar by tips-bayi</title>
		<link>http://www.tipsbayi.com/pola-buang-air-kecil-dan-air-besar.html#comment-10411</link>
		<dc:creator>tips-bayi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 04:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tipsbayi.com/?p=636#comment-10411</guid>
		<description>@ Bunda haikal,

Hmm.. Jamu apa bu..? Sebaiknya untuk ibu menyusui hendaknya jaga asupan nutrisi Anda, hati-hati dengan jamu yang Anda minum, sedikit banyak akan berpengaruh pada ASI.. contoh biasanya akan memicu sulit BAB juga..  Berikan terus ASI..  ;-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Bunda haikal,</p>
<p>Hmm.. Jamu apa bu..? Sebaiknya untuk ibu menyusui hendaknya jaga asupan nutrisi Anda, hati-hati dengan jamu yang Anda minum, sedikit banyak akan berpengaruh pada ASI.. contoh biasanya akan memicu sulit BAB juga..  Berikan terus ASI..  <img src='http://www.tipsbayi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Resep Makanan Bayi 6-8 Bulan: Bubur Kentang Ati by tips-bayi</title>
		<link>http://www.tipsbayi.com/resep-makanan-bayi-6-8-bulan-bubur-kentang-ati.html#comment-10410</link>
		<dc:creator>tips-bayi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 03:59:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tipsbayi.com/?p=427#comment-10410</guid>
		<description>@ bunda ucha,

1. Belum tentu sama.. dan memang sebaiknya Anda memberikan bubur buatan Anda sendiri jangan instan.. Kaena apabila sudah terbiasa makan bubur instan maka bayi Anda akan keenakan karena bubur instan rasanya lain dengan bubur buatan sendiri, kandungannya jelas BERBEDA, dan kita tidak yakin apa saja bahan-bahan yang ada di makanan instan itu, ada pengawetkah? cukup sayurkah? berlebih garamkah? berlebih gulakah? Maka sebaiknya Anda memutuskan untuk meminimalisir pemakaian makanan bayi buatan pabrik kecuali kepepet..

Banyak ibu yang tidak menyadari bahwa membuat sendiri makanan untuk bayi di rumah mempunyai banyak keuntungan, yaitu:

1. Anda memiliki kendali penuh atas apa yang akan dimakan oleh anak anda.
2. Anda menanamkan kebiasaan makan yang sehat sejak dini.
3. Makanan buatan sendiri lebih bergizi dan bebas zat-zat aditif.
4. Makanan buatan sendiri lebih variatif
5. Mudah
6. Hemat

Anda bisa membuat bubur susu sendiri dari tepung beras putih/ merah..

Cara membuat tepung beras: Cara membuat tepung beras, cuci beras lalu rendam selama 6 jam untuk beras merah dan 2 jam untuk beras putih, kemudian tiriskan dan disangrai sampai terlihat warnanya menguning kemudian baru di blender jangan lupa disaring..

Untuk cara memasaknya:

a. Larutkan tepung beras merah ke dalam air, aduk hingga rata.
b. Masak di atas api kecil hingga matang. Masukkan brokoli (atau sayuran lain), aduk rata. Angkat.
c. Tuangkan ASI atau susu formula I cair. Aduk hingga rata. (bisa dicampur pada pancinya atau pada tempat makan ketika penyajian)

Lihat dan perhatikan pengaruh MPASI barunya sampai empat hari. Apabila terlihat cocok tidak menunjukan efek negatif maka bisa Anda lanjutkan dan fariasikan dengan memberikan bahan yang lain..

2. Ya masih bu..  masih kaldu ayam.. ;-)  
Residu bahan-bahan kimia pada daging ternak terkonsentrasi pada lemak dan kulit..  Maka jika ingin aman Anda bisa buat kaldu ayam tanpa kulit dan lemaknya.. :-)
Atau.. Anda bisa pilih ayam kampung.. Perbedaan antara ayam kampung dan negri (ayam sayur) terletak pada kandungan air dan lemak. Pada ayam negeri memiliki kandungan air dan lemak lebih tinggi dibandingkan dengan ayam buras atau kampung. Karena itu saat dimasak akan mengeluarkan banyak cairan dan lebih cepat empuk meskipun lebih banyak menyusut. Ayam kampung lebih sedikit kandungan air dan lemaknya.

3. Ucha tidak mau buah lain ya..? Ya sebaiknya Anda rajin membiasakan memperkenalkan buah-buahan baru dengan bertahap.. Untuk pure-nya coba tambahkan ASI-nya lebih banyak.. agar rasa buah barunya agak sama-samar..

4. nda jangan khawatir.. Perkembangan fisik dan kemampuan setiap bayi akan berbeda dan bersifat individual.. Terkadang ada yang cepat atau lambat dalam satu jenis perkembangan. Termasuk pertumbuhan gigi. Pada setiap bayi sangat bervariasi dan tidak ada dua orang anak akan mempunyai jadwal pertumbuhan gigi yang sama, meskipun kakak beradik sekalipun. Faktor keturunan sangat berpengaruh..

Ucha panas demam ya..? ada baiknya Anda baca artikel berikut:

http://www.tipsbayi.com/gigi-bayi-anda-muncul-jangan-khawatir.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ bunda ucha,</p>
<p>1. Belum tentu sama.. dan memang sebaiknya Anda memberikan bubur buatan Anda sendiri jangan instan.. Kaena apabila sudah terbiasa makan bubur instan maka bayi Anda akan keenakan karena bubur instan rasanya lain dengan bubur buatan sendiri, kandungannya jelas BERBEDA, dan kita tidak yakin apa saja bahan-bahan yang ada di makanan instan itu, ada pengawetkah? cukup sayurkah? berlebih garamkah? berlebih gulakah? Maka sebaiknya Anda memutuskan untuk meminimalisir pemakaian makanan bayi buatan pabrik kecuali kepepet..</p>
<p>Banyak ibu yang tidak menyadari bahwa membuat sendiri makanan untuk bayi di rumah mempunyai banyak keuntungan, yaitu:</p>
<p>1. Anda memiliki kendali penuh atas apa yang akan dimakan oleh anak anda.<br />
2. Anda menanamkan kebiasaan makan yang sehat sejak dini.<br />
3. Makanan buatan sendiri lebih bergizi dan bebas zat-zat aditif.<br />
4. Makanan buatan sendiri lebih variatif<br />
5. Mudah<br />
6. Hemat</p>
<p>Anda bisa membuat bubur susu sendiri dari tepung beras putih/ merah..</p>
<p>Cara membuat tepung beras: Cara membuat tepung beras, cuci beras lalu rendam selama 6 jam untuk beras merah dan 2 jam untuk beras putih, kemudian tiriskan dan disangrai sampai terlihat warnanya menguning kemudian baru di blender jangan lupa disaring..</p>
<p>Untuk cara memasaknya:</p>
<p>a. Larutkan tepung beras merah ke dalam air, aduk hingga rata.<br />
b. Masak di atas api kecil hingga matang. Masukkan brokoli (atau sayuran lain), aduk rata. Angkat.<br />
c. Tuangkan ASI atau susu formula I cair. Aduk hingga rata. (bisa dicampur pada pancinya atau pada tempat makan ketika penyajian)</p>
<p>Lihat dan perhatikan pengaruh MPASI barunya sampai empat hari. Apabila terlihat cocok tidak menunjukan efek negatif maka bisa Anda lanjutkan dan fariasikan dengan memberikan bahan yang lain..</p>
<p>2. Ya masih bu..  masih kaldu ayam.. <img src='http://www.tipsbayi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /><br />
Residu bahan-bahan kimia pada daging ternak terkonsentrasi pada lemak dan kulit..  Maka jika ingin aman Anda bisa buat kaldu ayam tanpa kulit dan lemaknya.. <img src='http://www.tipsbayi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Atau.. Anda bisa pilih ayam kampung.. Perbedaan antara ayam kampung dan negri (ayam sayur) terletak pada kandungan air dan lemak. Pada ayam negeri memiliki kandungan air dan lemak lebih tinggi dibandingkan dengan ayam buras atau kampung. Karena itu saat dimasak akan mengeluarkan banyak cairan dan lebih cepat empuk meskipun lebih banyak menyusut. Ayam kampung lebih sedikit kandungan air dan lemaknya.</p>
<p>3. Ucha tidak mau buah lain ya..? Ya sebaiknya Anda rajin membiasakan memperkenalkan buah-buahan baru dengan bertahap.. Untuk pure-nya coba tambahkan ASI-nya lebih banyak.. agar rasa buah barunya agak sama-samar..</p>
<p>4. nda jangan khawatir.. Perkembangan fisik dan kemampuan setiap bayi akan berbeda dan bersifat individual.. Terkadang ada yang cepat atau lambat dalam satu jenis perkembangan. Termasuk pertumbuhan gigi. Pada setiap bayi sangat bervariasi dan tidak ada dua orang anak akan mempunyai jadwal pertumbuhan gigi yang sama, meskipun kakak beradik sekalipun. Faktor keturunan sangat berpengaruh..</p>
<p>Ucha panas demam ya..? ada baiknya Anda baca artikel berikut:</p>
<p><a href="http://www.tipsbayi.com/gigi-bayi-anda-muncul-jangan-khawatir.html" rel="nofollow">http://www.tipsbayi.com/gigi-bayi-anda-muncul-jangan-khawatir.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Alpukat untuk Bayi by tips-bayi</title>
		<link>http://www.tipsbayi.com/alpukat-untuk-bayi.html#comment-10409</link>
		<dc:creator>tips-bayi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 03:51:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tipsbayi.com/?p=618#comment-10409</guid>
		<description>@ Bunda Nando,

Bayi Anda tidak demam atau sakit..? Memang ada kalanya bayi susah makan atau nafsu makannya menurun.. Maka kita harus jeli dan sabar mencari penyebabnya. Jangan Anda paksa.. 

Bisa juga benar.. akan tumbuh gigi.. 

Untuk mengatasi bayi Anda yang susah makan atau kurang nafsu makan..

* Menetapkan jadwal waktu makan bagi anak Anda dengan teratur merupakan salah satu faktor yang harus menjadi perhatian orang tua, terutama Anda yang paling dekat dengan anak Anda.

* Selain memberikan jadwal waktu makan bagi anak Anda, penting bagi orang tua terutama Anda untuk mengetahui makanan apa saja yang menjadi favoritnya dan makanan apa yang tidak disukai anak Anda.

* Faktor lain yang biasanya cukup mempengaruhi selera makan anak Anda adalah “siapa yang menyuapi”. Jika sudah akrab dengan satu orang, biasanya sejumlah besar anak akan merasa nyaman hanya dengan orang tersebut, tidak mau atau susah untuk bersama dengan orang lain.

* Faktor yang juga turut mempengaruhi selera makan anak Anda adalah teknik penyuapan yang dilakukan oleh Anda atau orang yang biasa menyuapi anak Anda..

* Pintar-pintalah Anda untuk mencari alternatif makanan lain sebagai pengganti makanan pokoknya…

* Buatlah suasana makan jadi menyenangkan dengan menyajikan makanan dengan dalam berbagai bentuk atau bentuk wajah di piring

* Memberi contoh – pada bayi atau balita Anda. Cicipi sendiri makanan bayi dan buat suara ‘mmm’ sehingga bayi Anda mengerti itu makanan yang enak dan ingin meniru.

* Tawarkan porsi-porsi kecil dengan rasa dan tekstur berbeda pada waktu makan sehingga jika dia tidak suka yang satu dia bisa mencoba yang lain (meski tidak harus selalu makanan favoritnya). Porsi yang kecil juga lebih tidak menakutkan –tidak terlihat menakutkan baginya dan Ibu bisa menambahkan lagi jika dia menyenanginya!

* Jika bayi Anda memuntahkan kembali makanan, bersabarlah dan coba lagi lain hari. – Mungkin perlu ditambah sedikit variasi menggunakan dengan makanan favoritnya. Ini adalah proses yang panjang, namun anak Anda akan berterima kasih suatu hari nanti ! ;-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Bunda Nando,</p>
<p>Bayi Anda tidak demam atau sakit..? Memang ada kalanya bayi susah makan atau nafsu makannya menurun.. Maka kita harus jeli dan sabar mencari penyebabnya. Jangan Anda paksa.. </p>
<p>Bisa juga benar.. akan tumbuh gigi.. </p>
<p>Untuk mengatasi bayi Anda yang susah makan atau kurang nafsu makan..</p>
<p>* Menetapkan jadwal waktu makan bagi anak Anda dengan teratur merupakan salah satu faktor yang harus menjadi perhatian orang tua, terutama Anda yang paling dekat dengan anak Anda.</p>
<p>* Selain memberikan jadwal waktu makan bagi anak Anda, penting bagi orang tua terutama Anda untuk mengetahui makanan apa saja yang menjadi favoritnya dan makanan apa yang tidak disukai anak Anda.</p>
<p>* Faktor lain yang biasanya cukup mempengaruhi selera makan anak Anda adalah “siapa yang menyuapi”. Jika sudah akrab dengan satu orang, biasanya sejumlah besar anak akan merasa nyaman hanya dengan orang tersebut, tidak mau atau susah untuk bersama dengan orang lain.</p>
<p>* Faktor yang juga turut mempengaruhi selera makan anak Anda adalah teknik penyuapan yang dilakukan oleh Anda atau orang yang biasa menyuapi anak Anda..</p>
<p>* Pintar-pintalah Anda untuk mencari alternatif makanan lain sebagai pengganti makanan pokoknya…</p>
<p>* Buatlah suasana makan jadi menyenangkan dengan menyajikan makanan dengan dalam berbagai bentuk atau bentuk wajah di piring</p>
<p>* Memberi contoh – pada bayi atau balita Anda. Cicipi sendiri makanan bayi dan buat suara ‘mmm’ sehingga bayi Anda mengerti itu makanan yang enak dan ingin meniru.</p>
<p>* Tawarkan porsi-porsi kecil dengan rasa dan tekstur berbeda pada waktu makan sehingga jika dia tidak suka yang satu dia bisa mencoba yang lain (meski tidak harus selalu makanan favoritnya). Porsi yang kecil juga lebih tidak menakutkan –tidak terlihat menakutkan baginya dan Ibu bisa menambahkan lagi jika dia menyenanginya!</p>
<p>* Jika bayi Anda memuntahkan kembali makanan, bersabarlah dan coba lagi lain hari. – Mungkin perlu ditambah sedikit variasi menggunakan dengan makanan favoritnya. Ini adalah proses yang panjang, namun anak Anda akan berterima kasih suatu hari nanti ! <img src='http://www.tipsbayi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bedong Bayi &#8211; Manfaat dan Cara Membedong yang Baik by tips-bayi</title>
		<link>http://www.tipsbayi.com/bedong-bayi-manfaat-dan-cara-membedong-yang-baik.html#comment-10408</link>
		<dc:creator>tips-bayi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 03:47:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tipsbayi.com/?p=805#comment-10408</guid>
		<description>@ mama aisya,

Oh ya..?  :-)

Benar jika bayi sudah aktif maka tidak akan betah dengan bedong..

Perhatikan juga.. lepaskan bedong saat bayi Anda tidur, agar tidak mengganggu pernafasannya. Lepaskan kain bedong dari tubuh bayi saat akan ditengkurapkan. Jangan lupa, bayi masih bernapas melalui perut, dibedong  akan mengganggu gerak pernapasan perutnya, apalagi bila bayi sedang tidur tengkurap.. ;-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ mama aisya,</p>
<p>Oh ya..?  <img src='http://www.tipsbayi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Benar jika bayi sudah aktif maka tidak akan betah dengan bedong..</p>
<p>Perhatikan juga.. lepaskan bedong saat bayi Anda tidur, agar tidak mengganggu pernafasannya. Lepaskan kain bedong dari tubuh bayi saat akan ditengkurapkan. Jangan lupa, bayi masih bernapas melalui perut, dibedong  akan mengganggu gerak pernapasan perutnya, apalagi bila bayi sedang tidur tengkurap.. <img src='http://www.tipsbayi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Served from: www.tipsbayi.com @ 2012-02-05 07:51:53 -->
