Bayi Alergi Susu Sapi

bayi alergi susuSetiap orang bisa saja memiliki alergi susu sapi, namun kasus ini lebih banyak ditemui pada bayi. Statistik terakhir menyimpulkan bahwa sekitar 2-3% bayi memiliki alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi, yang notabene merupakan bahan dasar hampir seluruh susu formula. Namun kabar gembiranya, rata-rata alergi ini akan menghilang seiring dengan bertambahnya usia si bayi.

Jika Anda curiga bayi Anda memiliki alergi susu sapi, segera konsultasikan dengan dokter Anda tentang jenis pemeriksaan yang harus dilakukan dan alternatif untuk susu formulanya. Namun tidak ada salahnya jika kita sedikit mengupas dasar-dasar mengenai gangguan kesehatan yang satu ini…

Bagaimana Proses Alergi Terjadi

Alergi susu sapi terjadi ketika sistem kekebalan (immune system) tubuh si bayi salah dalam menilai, sehingga ia menyangka susu sapi merupakan sesuatu yang membahayakan dan ia bereaksi untuk melawannya. Ini akhirnya memicu reaksi alergi, yang menyebabkan si bayi rewel, gelisah, serta timbul gejala-gejala alergi lainnya.

Oh ya, hampir seluruh bayi yang alergi susu sapi ternyata juga alergi terhadap susu kambing dan domba. Sebagian kecil lagi juga ternyata alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu kedelai.

Statistik juga menunjukkan bahwa bayi yang menerima ASI Eksklusif memiliki resiko alergi susu sapi yang lebih rendah dibandingkan dengan yang mengkonsumsi susu formula. Para ahli mempercayai bahwa kelainan ini berkaitan dengan keturunan dan biasanya memang akan menghilang setelah si kecil berusia 3-5 tahun.

Gejala Alergi Susu Sapi

Gejala alergi susu sapi biasanya mulai muncul pada beberapa bulan pertama usia si bayi. Gejala ini bisa timbul langsung setelah meminum susu sapi, atau bisa hingga 7-10 hari sesudahnya. Yang terakhir ini lebih sering terjadi.

Diantara gejala yang timbul setelah 7-10 hari adalah:

  1. Feses yang cair, kemungkinan mengandung darah
  2. Muntah
  3. Gelisah
  4. Ruam atau bercak merah pada kulit

Biasanya memang lebih sulit terdeteksi, karena hampir sama dengan gejala gangguan kesehatan lainnya.

Pada alergi yang timbul langsung saat bayi meminum susu sapi, gejalanya antara lain:

  1. Gelisah
  2. Muntah
  3. Pembengkakan
  4. Nafas yang berdesing
  5. Gatal-gatal dan ruam merah pada kulit
  6. Diare disertai darah

Mendiagnosa Alergi Susu Sapi

Jika Anda mencurigai adanya alergi susu sapi pada bayi Anda, maka segeralah hubungi dokter Anda. Dia akan bertanya tentang adanya gangguan ini pada keluarga Anda dan akhirnya melakukan pemeriksaan langsung. Biasanya juga akan dilakukan beberapa jenis pemeriksaan lab, diantaranya melibatkan pemeriksaan terhadap feses, darah serta mungkin akan dimasukkan sejumlah kecil susu sapi ke bawah kulit si bayi.

Terkadang dokter akan meminta Anda menghentikan konsumsi susu sapi selama 1 minggu, kemudian setelah itu bayi Anda akan diminta untuk meminumnya sambil dilihat apakah ada reaksi setelahnya.

Jika Anda mencurigai adanya alergi susu sapi pada bayi Anda, maka segeralah hubungi dokter Anda. Dia akan bertanya tentang adanya gangguan ini pada keluarga Anda dan akhirnya melakukan pemeriksaan langsung. Biasanya juga akan dilakukan beberapa jenis pemeriksaan lab, diantaranya melibatkan pemeriksaan terhadap feses, darah serta mungkin akan dimasukkan sejumlah kecil susu sapi ke bawah kulit si bayi.

Cara Mengatasinya

Jika bayi Anda terbukti memiliki alergi susu sapi dan Anda menyusuinya, maka sangatlah penting bagi Anda sang Ibu untuk membatasi konsumsi seluruh produk yang terbuat dari susu sapi, karena protein susu sapi bisa tersalurkan melalui ASI Anda.

Jika bayi Anda meminum susu formula, dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk beralih ke susu formula yang terbuat dari kedelai. Jika bayi Anda alergi juga terhadap kedelai, maka bisa dicoba susu formula hipalergenik, dimana proteinnya sudah diuraikan menjadi partikel-partikel, sehingga tidak lagi dapat menyebabkan timbulnya alergi.

Setelah Anda beralih kepada susu formula yang aman, biasanya gejala alergi susu sapi akan menghilang dalam 2-4 minggu…

Artikel yang berhubungan:

  1. Bayi Alergi Terhadap Makanan?
  2. Perbedaan Alergi terhadap Makanan dengan Reaksi Tubuh terhadap Makanan
  3. Resep Makanan Bayi Mulai 6 Bulan: Tim Saring Ati Sapi

Subscribe

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

, , ,

128 Responses to Bayi Alergi Susu Sapi

  1. Rian September 5, 2014 at 9:17 am #

    Bayi saya umur 6 bulan, dari lahir hingga usia 3 bln ASI eksklusif, krn dari awal lahir sdh terlihat tanda2 alergi (muka bercak2 merah & bintil2 seperti jerawat)..saat saya mulai bekerja lagi, saya beri anak saya tambahan sufor tetapi asi tetap diberikan (banyakan asi drpada sufornya), awalnya saya beri sufor biasa Lactogen, selama sebulan cocok2 saja…masuk usia 4 bulan bayi saya mulai diare, DSA mendiagnosa anak saya alergi susu sapi, disarankan pakai sufor soya, ternyata tidak cocok dan malah makin parah diarenya. Saya coba cari second, third, fourth, bahkan sampai fifth opinion dari dokter lain, dan mencoba berbagai jenis & merk susu, anak saya tetap diare (bisa sampai 10x sehari), hal ini terjadi hingga anak saya berusia 5 bulan. Saat itu saya baru tahu kalau ternyata susu soya tidak disarankan utk bayi dibawah 6 bln. DSA yg terakhir menyarankan utk mencoba sufor HA, saya coba pakai NAN HA, diare memang berkurang, tapi frekuensi BAB tetap sering (3-4 kali sehari) dan teksturnya cair, hitam kehijauan, serta berbau menyengat. Saya tetap bertahan menggunakan NAN HA hingga anak saya usia 6 bln sekarang, krn sudah mencoba belasan merk & jenis susu, dan hanya NAN HA ini yg efek diarenya minimal di bayi saya (pakai merk lain BAB bisa sampai 10x sehari). Hingga saat ini anak saya msh ASI dan sufor hanya tambahan saat ditinggal bekerja. Sebenarnya saya pingiiiin sekali anak saya hanya konsumsi asi, krn selain gak diare, juga harga susunya selangit, lumayan menguras kantong saya :D …tapi produksi asi semakin berkurang, semenjak bulan puasa kmrn (mungkin krn saya memaksakan diri berpuasa). Adakah solusi sufor lain yg bisa saya coba agar anak saya tidak terlalu sering BAB lagi (berat badannya sempat turun hampir 1 kilo krn diare parah kemarin)? Mengapa anak saya tetap bermasalah pencernaannya walaupun sudah minum sufor HA? Apakah normal BAB 3-4x sehari utk ukuran bayi seusia itu? Apakah mungkin anak saya intoleransi laktosa juga? Bagaimana mengetahuinya? Bagaimana caranya meningkatkan kembali produksi ASI setelah terlanjur berkurang seperti sekarang? Suplemen apa yg bisa membantu meningkatkan produksi ASI saya? Banyak banget ya saya nanyanya..hehehe..makasih sebelum & sesudahnya ya…

    • tips-bayi October 14, 2014 at 7:18 am #

      Rian,

      Mungkin jawaban ini sudah sering dilontarkan.. Intoleransi laktosa bukanlah suatu hal yang menakutkan, namun dampak dari gangguan ini seringkali mengganggu penderitanya.
      Juga intoleransi laktosa tidak dapat disembuhkan dalam artian tidak ada obat yang dapat menambah produksi enzim laktase dalam tubuh, namun gejalanya dapat dikontrol melalui diet. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah :

      • Minumlah susu dalam jumlah kecil sekali minum
      • Gunakan produk susu yang mencantumkan label “lactose-reduced” atau “lactose-free” dimana mereka mengurangi kandungan laktosa-nya hingga 99%
      • Konsumsi susu kedelai supaya asupan kalsium anak tetap terjaga
      • Jangan menggunakan produk susu dengan kadar laktosa tinggi
      • Waspadai juga produk non-susu yang mungkin mengandung laktosa. Jika yang tercantum pada label produk tersebut memuat bahan-bahan ini, maka produk tersebut mengandung laktosa: whey, curds, milk by-products, dry milk solids dan nonfat dry milk powder. Pastikan nantinya bayi Anda mendapatkan kalsium yang cukup guna menggantikan kandungan gula yang hilang. Aneka makanan seperti sarden, tuna, kacang almond dan brokoli dapat menjadi pilihan yang terbaik. ;)

      Jangan khawatir kasus alergi susu umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang sebelumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi.. ;-)

      Feses bayi memang umumnya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair belum tentu diare Bun.. :)
      Seiring dengan bertambah usianya maka pola BAB bayi Bunda akan terbentuk hingga jadwalnya akan terlihat.. Untuk frekuensi BAB, sama prinsip sederhananya “pengeluaran bagaimana pemasukan”.. ;) 3-4 kali masih normal..

      Teruskan saja berikan ASI lebih rajin lagi.. Bunda masih ingat..? Prinsip “based on demand”. Jika makin sering diminta (disusui/diperas/dipompa) maka ASI akan semakin banyak diproduksi, jadi diberikan terus dan terus.. insya Alloh ASI nya akan keluar lebih banyak lagi. Yang tidak kalah pentingnya : Bundanya harus dalam keadaan RILEKS. KONDISI PSIKOLOGIS Bunda menyusui sangat menentukan produksi ASI. Jangan ada fikiran “ah.. ASI saya gak akan cukup..” maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) utk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun… ;-)

  2. rahmadhani August 25, 2014 at 7:09 am #

    Bayi sy berusia 2,5 bln.dia lahir dgn kelainan langit2 bagian belakang tidak ada. Dsa menganjurkan tdk usah disusui,, pakai sufor aja. Doktr bedah mulut Mengataakan Tetap diberikan asi klu reflek menghisap danmenelan msh bagus,,tp sdh hr k 5 stlh lahir d latih pemberian asi sangat sulit, akhirny sy berikan scr pompa asi,,,tapi lama kelamaan asi sy milai berkurang, dan saya putuskan untuk pemberian tambahan dgn sufor, stlh itu, sufor membuat sulit bab hijau. Sy konsulkan k dsa katanya gak mslh, sy lakukan pijat bayi dsktr perut, akhirny bab lancar tp msh hijau, dan berat badan anak sy cuma naik 2 gram sebulan,akhirnya saya ganti dgn lactogen, bb anak sy lgsg naik 500 gram,tp anak sy sering pilek, rewel d mlm hr, d kening suka berkeringat walaupun pakai ac,perut sering kembung, bunyi nafas d mlm hari grok2, d pagi hari hilang, anak sy rewel dr jam 1 mlm sampai pagi jam 8,,,, sy putuskan pakai sgm soya,.bagaimana mnrt dktr

    • tips-bayi September 30, 2014 at 6:20 am #

      rahmadhani,

      Benar Bun.. gak masalah BAB hijau, tapi kalau bisa jangan muncul terus seperti itu terus, berarti sufor atau makanan yang bayi Bunda konsumsi mempunyai kandungan gula & laktosa tinggi tapi rendah lemak.. :)

      Jika makin sering diminta (disusui/diperas/dipompa) maka ASI akan semakin banyak diproduksi, jadi pompa terus dan terus.. insya Alloh ASI nya akan keluar lebih banyak lagi. Yang tidak kalah pentingnya : Bundanya harus dalam keadaan RILEKS. KONDISI PSIKOLOGIS Bunda menyusui sangat menentukan produksi ASI. Jangan ada fikiran “ah.. ASI saya gak akan cukup..” maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) utk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun… ;-)

      Jika hanya pilek atau flu biasa.. Insya Alloh bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari, dengan memberikan banyak ASI dan istirahat yang cukup itu sudah cukup ..

      Sebenarnya banyak berkeringat merupakan pertanda baik karena berarti kelenjar keringat berfungsi sempurna. Pengeluaran keringat merupakan proses sekresi atau pembuangan sisa-sisa garam dan juga racun dari dalam tubuh.

      Seberapa banyak pun keringat bayi yang keluar sebenarnya normal saja sepanjang bayi tidak terganggu oleh keringatnya. Pakaikan baju yang menyerap keringat dan tidak terlalu tebal, perbaiki pentilasi ruangan. Lap dan keringkan jika berkeringat..

      Bunyi grok grok berasal dari reak atau dahak, jemur tiap pagi Bun..

      Sebenarnya Bunda bisa menggantinya dengan susu soya apa saja, hanya terkadang juga bayi suka cocok-cocokan ya.. :)
      Kalau boleh usul coba terus dengan ASI..

  3. marra August 24, 2014 at 5:58 pm #

    Hallo.
    Sejak lahir bayi saya (saat ini usia 3 bulan) napasnya berbunyi grok-grok, terutama jika sedang minum. Setelah berobat ke Dsa sub spesialis Imunologi, bayi saya disarankan untuk melakukan tes alergi. Hasilnya ternyata dia menderita alergi susu sapi level 2.
    Sejak lahir saya berikan sufor Morinaga BMT karena asi tidak mencukupi. Kemudian atas anjuran Dsa saya mengganti susunya dengan Pregestimil. Lalu secara bertahap saya berikan Pregestimil dengan cara mencampurnya dengan susu lamanya. Namun setelah beberapa kali minum, timbul reaksi alergi yaitu diare serta kulit merah-merah terutama di kepala, punggung, dada, perut dan lipatan tangan.
    Pertanyaan saya:
    1. mengapa reaksi alergi susu kedua lebih parah daripada susu pertama? (mengingat susu kedua khusus diperuntukkan bagi bayi yang intoleran terhadap susu sapi)
    2. apa yang sebaiknya saya berikan? Dsa saya menyarankan Neocate, sedangkan seorang teman menyarankan Isomil. Saat ini saya cukup trauma mengganti susu dan khawatir reaksi alergi yang lebih parah.

    Terima kasih.

    • tips-bayi September 29, 2014 at 9:33 am #

      marra,

      1. Alergi pada bayi memang bukan suatu penyakit. Alergi adalah reaksi hipersensitivas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Sepertinya saat ini sensitifitas bayi Bunda sedang kuat. Pada umumnya gejala dan tanda yang ditimbulkan akibat alergi susu sapi dibagi atas Reaksi cepat yaitu dalam 45 menit setelah paparan, berupa: erupsi pada kulit, bersin-bersin, batuk, hidung berair, ngorok. Reaksi lambat (terjadi dalam 20 jam) setelah paparan berupa diare, pucat, muntah. Reaksi sangat lambat (setelah 20 jam) berupa diare, gejala gangguan pernafasan..

      2. Intoleransi laktosa bukanlah suatu hal yang menakutkan, namun dampak dari gangguan ini seringkali mengganggu penderitanya.
      Juga intoleransi laktosa tidak dapat disembuhkan dalam artian tidak ada obat yang dapat menambah produksi enzim laktase dalam tubuh, namun gejalanya dapat dikontrol melalui diet. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah :

      • Minumlah susu dalam jumlah kecil sekali minum
      • Gunakan produk susu yang mencantumkan label “lactose-reduced” atau “lactose-free” dimana mereka mengurangi kandungan laktosa-nya hingga 99%
      • Konsumsi susu kedelai supaya asupan kalsium anak tetap terjaga
      • Jangan menggunakan produk susu dengan kadar laktosa tinggi
      • Waspadai juga produk non-susu yang mungkin mengandung laktosa. Jika yang tercantum pada label produk tersebut memuat bahan-bahan ini, maka produk tersebut mengandung laktosa: whey, curds, milk by-products, dry milk solids dan nonfat dry milk powder. Pastikan nantinya bayi Anda mendapatkan kalsium yang cukup guna menggantikan kandungan gula yang hilang. Aneka makanan seperti sarden, tuna, kacang almond dan brokoli dapat menjadi pilihan yang terbaik. ;)

  4. risca April 25, 2014 at 8:16 am #

    Anak ku 16bulan, dari baru lahir emang udah ada gejala alergi protein nya. Sampai akhirnya konsul ke dokter anak, katanya emang alergi.
    Tapi biasanya kalau aku makan ikan atau seafood, ga kenapa2, tp 2bulan belakangan ini sepertinya anak ku kok malah makin parah ya alerginya? Biasa tuh kalau aku makan telor, paling ruam disekitar mata, mulut dan lipatan tangan ata.
    nah skrg aku makan ikan yg biasanya ga knpa2, koq skrg jdi ruam sluruh badan ya? Parah bgt skrg.
    Bnyak yg bilang kalau udah 1th, agak brkurang, anak ku malah tmbah parah?? Jadi bingung.
    sebenarnya penyebab alergi itu sendiri apa ya??
    Mohon info nya ya, makasi sbelumnya.

    • tips-bayi May 12, 2014 at 5:45 am #

      risca,

      Alergi pada bayi memang bukan suatu penyakit. Alergi adalah reaksi hipersensitivas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi biasanya muncul bila bayi memiliki kecenderungan bawaan (genetik)..

      Peyebabnya belum tentu dari makanan saja, bisa juga dari lingkungan seperti debu, dingin, bulu binatang atau apa saja. Kita harus lebih seksama mencari penyebab alerginya. Jadi selain menjaga makanan anak kita, jaga juga makanan Bundanya dan juga teliti dengan lingkungan selitar.. ;)

  5. eny March 11, 2014 at 12:22 pm #

    dear tips
    anak saya umur 6 bln
    slma 6 bln mnum asi exlusive.
    stlah mulai mpasi sya coba sufor untk membuat bursu…….. krna kdng asi keluarnya sedkt, tp bru sya coba sufor NAN GOLD kulitnya merah2 stlah itu saya cba chil mil soya, dan kulitnya gak merah2 lgi, tp stlh sya ksh soya ank sya gak terlalu suka tiap di ksh selalu mw muntah mngkn krna rasanya gak terlalu enk.
    apa anak sya alergi susu sapi? slma menyusui sya slalu mnum susu sapi & ank sya gak pernah alergi, sbnernya sya mw ngash asi exlusive smpe 2 thn tp tkutnya asi nya berkurang & gak mencukupi.
    mhon solusinya thank’s

    • tips-bayi March 31, 2014 at 4:55 am #

      eny,

      Ada kemungkinan bayi Bunda alergi susu sapi, untuk sementara hindari saja dulu susu sapi tapi Bunda bisa tetap mengkonsumsi susu sapi jika tidak ada efek pada bayi Bunda.. Meskipun demikian untuk alergi memang tidak bisa langsung bisa diketahui ketika satu kali kasus, Bunda harus menyimpulkan dari beberapa kasus sehingga yakin bahwa anak Bunda alergi susu sapi..

      Jangan khawatir kasus alergi susu umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang sebelumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi.. ;-)

      Sering diulang-ulang Bun.. ingat prinsipnya “based on demand”. Jika makin sering diminta (disusui/diperas/dipompa) maka semakin banyak ASI yang diproduksi, jadi diberikan terus dan terus.. insya Alloh ASI nya akan keluar lebih banyak lagi. Yang tidak kalah pentingnya : Ibunya harus dalam keadaan RILEKS. KONDISI PSIKOLOGIS ibu menyusui sangat menentukan produksi ASI. Jangan ada fikiran “ah.. ASI saya gak akan cukup..” maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) utk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun… ;-)

  6. indah February 20, 2014 at 12:11 pm #

    Assalamualaikum..
    Bayi saya umur 16bulan BB 7,3 bayiku memang malas banget makan palingan 1x sehri 3 sendok sj,apakah itu normal??
    Dr umur 6bulan z beri sufor krn saya kerja tp stiap z bri sufor slalu sja timbul bintik merah di kepala,beringus,mata berair..pertama saya beri sufor SGM,LAKTOGEN,trus saya bwa ke DSA disarankan susu pediasure tp msh timbul bintik n beringus trus saya ganti NAN HA tp bayi saya tidak mau minum krn pahitx itu trus skrg DSAx disarankan ke morinaga soya n sdh tak muncul bintik2 lg tp bersin2 lg n BABx biasa 2x sehari biasa 2hr tdk BAB… Mohon solusinya?? Makasih.

    • tips-bayi March 7, 2014 at 3:21 am #

      indah,

      Wa’alaikum salam..

      Ya Bun.. bayi Bunda alergi susu formula sapi, kasus alergi susu umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang sebelumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi..

      Sebenarnya Bunda bisa menggantinya dengan susu soya apa saja, hanya terkadang juga bayi suka cocok-cocokan ya.. :)

      BAB bayi bisa jarang atau sering, asal tekstur normal dan tidak ada keluhan lain.. jangan khawatir Bun..

      • tolong saya...!!! March 29, 2014 at 5:59 pm #

        1.) saat baby sy bru lahir, saat itu smpai skrg ASI sy kering, lalu sy mcoba brbagai merk su2 utk baby sy tp 1 pun tdk ad yg co2k, akhirny trakhir baby sy, sy beri Frisian Baby tahap 1, saat sy prama x mberi sufor pd baby sy ad reaksi merah2 pd kulitny hnya Frisian Baby dk mnyebabkn baby sy diare… bersambung…

  7. zahra February 3, 2014 at 11:19 am #

    Saya mau tanya sejak zahra 4 bln saya udah gonta ganti susu 3x..terahir ganti susu soya karena
    Kalo minum sufor sapi feses nya cair/ mncret..tpi klo minum susu saya feses nya kok keras bnget ya…(maaf kyk kotoran kmbing)
    gimana solusinya..ni zahra usia 6 bln

    • tips-bayi February 17, 2014 at 3:38 am #

      zahra,

      Feses bayi memang umumnya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair belum tentu diare atau alergi Bun.. Jika tidak rewel dan masih bagus menyusunya, jangan khawatir..

      Kalau diberikan susu soya fesesnya keras, coba bunda kembali ke sufor sapi.. ;)

      Belum mendapat MPASI kan..?

  8. Atika December 28, 2013 at 9:04 am #

    sore..
    Anak sy Ayyas umur 11 bln,sjk umur 9bln dia minum sufor,krn asi sy ud g kluar.. Ayyas br kena dysentri,kata DSA kena intoleransi lactosa,jd susuny ganti LLM
    pertanyaan sy, sampai kapan Ayyas minum LLM??
    Apakah sy harus berikan sufor spti yg dulu agar tau dia masih intoleransi lactosa atau tidak..?
    Mohon jawabanny..
    Trmaksh

    • tips-bayi January 8, 2014 at 5:49 am #

      Atika,

      Intoleransi laktosa bukanlah suatu hal yang menakutkan, namun dampak dari gangguan ini seringkali mengganggu penderitanya.
      Juga intoleransi laktosa tidak dapat disembuhkan dalam artian tidak ada obat yang dapat menambah produksi enzim laktase dalam tubuh, namun gejalanya dapat dikontrol melalui diet. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah :

      • Minumlah susu dalam jumlah kecil sekali minum
      • Gunakan produk susu yang mencantumkan label “lactose-reduced” atau “lactose-free” dimana mereka mengurangi kandungan laktosa-nya hingga 99%
      • Konsumsi susu kedelai supaya asupan kalsium anak tetap terjaga
      • Jangan menggunakan produk susu dengan kadar laktosa tinggi
      • Waspadai juga produk non-susu yang mungkin mengandung laktosa. Jika yang tercantum pada label produk tersebut memuat bahan-bahan ini, maka produk tersebut mengandung laktosa: whey, curds, milk by-products, dry milk solids dan nonfat dry milk powder. Pastikan bayi Anda mendapatkan kalsium yang cukup guna menggantikan kandungan gula yang hilang. Aneka makanan seperti sarden, tuna, kacang almond dan brokoli dapat menjadi pilihan yang terbaik. ;)

  9. bunda rafif November 5, 2013 at 4:46 am #

    salam kenal,
    Mo tnya nih,ank sy umur 4,5 th dr by mnm sufor S*M,2 bln yg lalu sy gnti D*N**W ,tp ko btuk n ngrok2 terus menerus,sy px ke Dsa,di kasih obat msh ttp btk trus,akhirnya di suruh gnti soya,btuk nya berkurang tp ko BAB nya jd keras.apa anak sy mmg alergi sufor????makasih

    • tips-bayi November 12, 2013 at 11:33 pm #

      bunda rafif,

      Salam kenal kembali..

      Untuk alergi memang tidak bisa langsung bisa diketahui ketika satu kali kasus, Bunda harus menyimpulkan dari beberapa kasus sehingga yakin bahwa anak Bunda alergi susu. Akan tetapi jika memang anak Bunda alergi sufor sapi, seharusnya bereaksi ketika pertama kali dikenalkan sufor sapi kan..?

      Sepertinya diagnosa awal batuk berdahak saja, karena jika batuk berdahak pada anak memang bisa agak lama karena anak belum bisa mengeluarkan dahak sendiri.. Semoga lekas sembuh :)

  10. dilla September 26, 2013 at 10:38 pm #

    Dear tips
    Makanan apa saja yang boleh di konsumsi ibu yg sedang menyusui bila bayinya alergi susu sapi. Apa benar sang ibu tidak boleh makan seafood, ikan laut, susu sapi, telor, unggas. Trus klo ibu tidak boleh makan makanan tersebut apa anak gak bakalan kekurangan gizi? Bolehkah ibu minum susu menyusui?
    Mohon infonya.
    Thanks

    • tips-bayi October 2, 2013 at 9:37 am #

      dilla,

      Benar Bu.. bukan ASI yang dihasilkan oleh ibu yang menyebabkan bayi alergi, melainkan makanan yang dikonsumsi si ibu. Beberapa makanan yang sering menyebabkan alergi melalui ASI adalah susu sapi, kacang, tanah, dan makanan laut atau seafood.

      Nah, karena itu, untuk mengatasi bayi yang mengalami alergi bukan dengan menghentikan pemberian ASI, tapi justru si ibu harus lebih pinter memilih makanan agar nggak menimbulkan reaksi alergi pada bayi Bunda.. :)

  11. Wulan June 27, 2013 at 3:32 am #

    Mau sharing aja dengan bunda2 yang lain.

    Anak ke 2 saya permpuan umur 6 bulan, waktu umur 3 bulan ketika saya harus bekerja saya campur konsumsi susunya dengan sufor, tetapi ternyata anak saya alergi susu sapi..dokter menyarankan mengkonsumsi susu asam amino yang harganya malah sekalau sekitar 300 ribu untuk 400 gram.

    Akhirnya saya bertekad memberikan dia full asi tanpa tambahan susu formula.
    Setiap ke kantor selalu saya bawa perlengkapan pompa asi, walaupun susu ASI saya stocknya kejar tayang maksudnya susu di pompa hari ini untuk besok kecuali hari sabtu minggu dia full minum asi langsung sari saya, alhamdullilah hari ini dia tepat 6 bulan dan saya berhasil memberi dia ASI EXLUSIVE selama 6 bulan tanpa tambahan sufor…

    Tahap ke 2 memberikan dia MPASI dan melanjutkan ASI sampai 2 tahun…
    Setiap peristiwa pasti ada hikmanya…Anak aku alergi susu sapi mambawa berkah buat dia karena bisa ASI FULL…

    • tips-bayi July 2, 2013 at 2:37 am #

      Wulan

      Bagus Bunda.. pertahankan saja terus pemberiaan ASI nya sampai bayi Bunda berusia 2 tahun – 2,5 tahun.
      Sufor semahal apapun tidak bisa menggantikan ASI …;-)

      • Bunda Diandra July 12, 2013 at 6:13 am #

        Dear tipsbayi, baby ku 2m4d asi+sufor belakangan ini jarang BAB, pernah 5hari baru sekali, kemudian 2hari kemudian baru BAB lagi (tepatnya tadi pagi) dan di kedua BABnya tsb warnanya lain dr BAB yg sebelumnya kuning berbiji menjadi abu-abu kehijauan dan berbentuk pasta, apakah yg terjadi dg babyku? Mohon informasinya, terima kasih sebelumnya.

        • tips-bayi July 17, 2013 at 12:15 am #

          Bunda Diandra

          Pola BAB bayi belum tetap Bun… Bisa sering atau jarang.. Seiring dengan bertambah usianya maka pola BAB bayi Bunda akan terbentuk hingga jadwalnya akan terlihat.. Untuk frekuensi BAB, prinsip sederhananya “pengeluaran bagaimana pemasukan”

          BAB abu-abu atau abu-abu kehitam-hitaman bisa terjadi kalau si kecil terlalu banyak mengonsumsi sufor dengan kandungan zat besi yang terlalu tinggi. Solusi: pilih susu formula dengan kandungan zat besi yang standar, tidak berlebih.. ;-)

      • nu July 23, 2013 at 11:57 pm #

        Pertahankan aje sampai 10 tahun, pasti hasilnya lebih bagus lasi

  12. Ummi Shasha April 2, 2013 at 8:09 pm #

    Salam.
    Ingin bertanya masalah sufor. Baby saya berusia 3 minggu. Dlm jangka waktu tu sudah bermacam2 sufor sy berikan yg kebetulan asi saya tidak keluar sama sekali. Awal kelahiran baby sy berikan susu sapi tp sy melihat perubahan alergi dr wajahnya berbintik2 merah dan berak terus menerus. Setelah itu sy ganti sufor soya. Bintik2 merah mulai hilang dan bab normal. Sehari sekali. Tp dlm beberapa hari ni baby menolak minum susu soya dan baby agak mencret &muntah2..tadinya sy guna merek sgm, lalu sy coba ganti merek bmt. Baby menyukainya tp perubahan lain timbul, diare,demam,hidung tersumbat, muntah2.. Sy coba konsul ke DSA, dokter sarankan sy guna susu bebas laktosa.. Mungkin krn kurang enak, baby langsung tidak mau. Sy paksakan dy tetap muntah. Sy bingung. Gak tahu mau kasi apa lagi. Krn kehausan baby sy berikan air madu. Alhamdulillah baby menyukainya. Tapi apakah ada efek samping jika sy berika air madu secara terus menerus. Terima kasih bantuannya. :)

    • tipsbayi April 4, 2013 at 10:31 am #

      @Ummi Shasha,

      Memang bayi tidak dianjurkan diberi madu, apalagi kalau usianya masih terlalu kecil seperti Shasha… coba konsultasikan lagi dengan DSA, karena kondisi setiap anak akan berbeda…

  13. fitri nurianti March 30, 2013 at 6:39 am #

    Dear tips,,
    Salam kenal ;)
    Anak saya usia 2,5 blan,,anak saya sejak lahir asi krn saya asiny berkurang dn mulai bekerja jd di campur dg sufor,,sempat ganti sufor 2x krn muntah dn diare,,stlah gnti dengan sufor yang skrg saya pakai cocok tp stlah 3 hri pakai tmbul bintik2 sprti bisul keesokannya di kaki,,pdhl saya gunakan sufor saat saya kerja dri pgi smpe sore dn dri sore smpe menjelang saya brgkt saya ksih asi,,
    Itu alergi sufor ya??
    Yang di sukai anak saya susu yang manis,,krn saya udh coba 2x gnti susu yang lainnya rasanya pahit dn hambar,,jadi saya harus kasih susu formula ap ya???
    Trimss,,

    • tips-bayi April 2, 2013 at 1:27 am #

      fitri nurianti

      Hmm.. merah gatal..? Sepertinya alergi sufor ya.. Jangan khawatir Bun… kasus alergi susu umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang sebelumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi..

      Untuk sementara Bunda bisa coba susu untuk alergi atau susu soya..

    • rika April 23, 2013 at 7:32 am #

      Salam kenal..
      Anak saya 7 bln,3mgg saat usia 3bln saya sdh memberi sufor karna saya bekerja, pd saat itu tidak trjadi reaksi apa2. Saat usia 6bln ganti sufor tahap2 dgn merk yang sama. Seminggu saat pemberian tiba2 anak saya bab berdarah dan intensitasnya sering dr biasa.lalu saya prgi ke DSA di sarankan ganti susu soya.setelah saya ganti t4nyata bab anak saya msh ada darahnya sedikit dan keras, lalu saya cekin fesesnya ke lab. Saya konsultasikan ke DSA dikatakan alergi susu sapi, saya katakan sudah di kasih soya. Jangan di beri soya tp yang mengandung HA. Atau pregistimil atau pepti junior .setelah saya kasih sufor HA sudah tidak ada darahnya lagi tetapi anak saya tidak suka krna rasanya yng pahit tapi saya akalin di beri madu, yang jadi masalah buat saya tiap minum susu ha pasti di ksh madu. Yang ingin saya tanyakan di sini:
      1. Kenapa setlh 6 bulan baru ke

      tahuan ada alergi susu sapi?
      2. Apa ada perbedaan sufor tahap 1 dan sufor tahap 2, kenapa setlh prgantian tahap baru ada alergi?
      3. Apa efeknya bila baby usia 7bln harus dikasih madu terus menerussetiap pemberian susu. Dlm sehari bisa sampai 5x trgantung dia minum susunya brp botol.?
      4. Susu anti alergi apa yang tidak pahit agar anak saya suka?
      Terima kasih atas bantuannya, maaf prtanyaannya trlalu banyak.

      • rika April 23, 2013 at 10:08 am #

        Salam kenal..
        Anak saya 7 bln,3mgg saat usia 3bln saya sdh memberi sufor karna saya bekerja, pd saat itu tidak trjadi reaksi apa2. Saat usia 6bln ganti sufor tahap2 dgn merk yang sama. Seminggu saat pemberian tiba2 anak saya bab berdarah dan intensitasnya sering dr biasa.lalu saya prgi ke DSA di sarankan ganti susu soya.setelah saya ganti t4nyata bab anak saya msh ada darahnya sedikit dan keras, lalu saya cekin fesesnya ke lab. Saya konsultasikan ke DSA dikatakan alergi susu sapi, saya katakan sudah di kasih soya. Jangan di beri soya tp yang mengandung HA. Atau pregistimil atau pepti junior .setelah saya kasih sufor HA sudah tidak ada darahnya lagi tetapi anak saya tidak suka krna rasanya yng pahit lalu sayaa beri madu, yang jadi masalah buat saya tiap minum susu ha pasti di ksh madu. Yang ingin saya tanyakan di sini:
        1. Kenapa setlh 6 bulan baru ke

        tahuan ada alergi susu sapi?
        2. Apa ada perbedaan sufor tahap 1 dan sufor tahap 2, kenapa setlh prgantian tahap baru ada alergi?
        3. Apa efeknya bila baby usia 7bln harus dikasih madu terus menerussetiap pemberian susu. Dlm sehari bisa sampai 5x trgantung dia minum susunya brp botol.?
        4. Susu anti alergi apa yang tidak pahit agar anak saya suka?
        Terima kasih atas bantuannya, maaf prtanyaannya trlalu banyak.

      • tipsbayi April 23, 2013 at 11:41 am #

        Bunda, mungkin tulisan ini bisa berguna…

  14. yuli March 3, 2013 at 12:47 pm #

    bayi saya usia 6 bulan.. selama ini saya kaasih susu asi..berhubung saya mempunyai fertigo dan harus mengkonsumsi obat.. saya beralih ke susu formula.. saya coba susu formula.. dan dia menolak untuk meminumnya… saya coba paksakan untuk terbiasa.. setelah 5 menit ada reaksi merah di sekitar mulut anak saya.. apkah itu adalah reaksi alergi susu formula??
    atas informasinya saya ucapkan terima kasih..

    • tips-bayi March 6, 2013 at 6:05 am #

      yuli,

      Hmm.. merah gatal..? Sepertinya alergi sufor ya.. Jangan khawatir Bun… kasus alergi susu umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang sebelumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi.. ;-)

      Untuk sementara Bunda bisa coba susu untuk alergi atau susu soya..

  15. evi rusmiati February 28, 2013 at 2:27 am #

    dear tips….
    mau tanya dong anak saya alergi susu sapi usianya 7 bulan bb 7 kg,dsa menyarankan pake pregestimil….ternyata si baby tdk mau karena rasanya pahit akhirnya saya ganti dgn sufor HA ,kalo nafas masih ngrok ngrok kenapa ya ingusnya juga msh cair…

    • tips-bayi March 5, 2013 at 2:53 am #

      evi rusmiati,

      Hmm.. Sayang sekali ya.. Bayi Anda sudah tidak mendapatkan ASI.. Cocok dengan sufor HA..? Lanjutkan dan jangan khawatir.. kasus alergi susu umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang sebelumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi.. ;-)

      Bunyi grok-grok tersebut bisa dahak atau reak. Dengan cara dijemur pagi dengan ditidurkan miring cairan biasanya akan keluar… Bisa dibantu dengan memberikan kehangatan pada dada dan punggung , ini salah satu cara alternatif yang bisa Anda lakukan .

  16. nurani January 11, 2013 at 9:33 am #

    Selamat Sore Mbak,,
    Saya punya anak laki-laki berumur 2 tahun, sewaktu dia masih bayi tidak ada tanda-tanda alergi susu sapi, tapi sejak dia berumur dibawah 1 tahun sering mengalami demam dan jika berobat ke DSA, anak saya diberikan antipiretik dan antibiotik.
    Hingga ke sekian kalinya dia demam setelah minum obat tersebut anak saya sembuh dari demam namun keesokannya anak saya mengalami diare.
    Dan semenjak itu jika anak saya diberikan susu sapi maka diarenya akan timbul.
    Meskipun merk susu sapi lain, dia tetap mengalami diare, akhirnya susu sapi diberhentikan digantikan dengan susu kedelai/soya dan anak saya tidak mengalami diare lagi.
    Yang ingin saya tanyakan, apa sebenarnya penyebab diare anak saya..?
    Apakah anak saya alergi terhadap susu sapi atau karena akibat antibiotik yang dikonsumsi terlalu sering..?
    Mohon penjelasannya…!
    Terima Kasih

    • tips-bayi January 14, 2013 at 4:14 am #

      nurani,

      Siang Bunda..

      Sepertinya bukan karena antibiotik, karena penggunaannya belum berlebihan, terlihat Anak Bunda memang sensitif terhadap susu sapi.. Akan tetapi Bunda jangan khawatir.. kasus alergi susu umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang sebelumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi..

      Perlu diingat.. Penggunaan antibiotik yang terlalu berlebihan atau terlalu sering akan merugikan, karena bakteri baik yang ada di dalam usus juga akan ikut terbunuh, padahal bakteri baik dalam usus sangat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan mikroorganisma usus, menghasilkan vitamin dan meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi penggunaan antibiotik yang tidak sesuai aturan akan menyebabkan daya tahan tubuh menurun (anak jadi mudah sakit), bakteri menjadi resisten dan tentunya biaya pengobatan membengkak.

  17. Claudia January 9, 2013 at 4:19 am #

    Slam Knl :)
    Maaf anak sya jg alergi ssu sapi diagnosa dsa.. Setiap bgn tdr sll ada suara grok2 n hidung seperti tersumbat yg mau sy tnyakan :
    1. Apakah alergi sufor seperti itu di butuhkan obt/ akn hlg dgn sendirinya
    2. Apa ad cr2 tertentu untuk menyembuhkan alergi itu selain dgn obt??
    Mkasih

    • tips-bayi January 10, 2013 at 4:53 am #

      Claudia,

      Salam kenal juga.. ;-)

      Alergi tidak ada obatnya.. Untuk sementara Anda hindari saja pencetus alerginya, berikan ASI sampai usia 2 tahun. Dengan begini maka alergi insya Allah akan berkurang bahkan untuk alergi susu sapi akan hilang..

      Jangan khawatir kasus alergi susu umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang sebelumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi..

  18. ayummy November 22, 2012 at 9:57 am #

    Dear tips bayi,
    bayiku 3m, kata dsa nya dia alergi, karna orangtua+nenek nya pun ada riwayat alergi..
    padahal aku asix, tp aku jadi bingung karna banyak pantangannya..
    sementara kalau aku salah makan dikit aja alergi bayiku kambuh,. ga tega deh klo ngeliat dia kambuh gara2 makanan emaknya T_T
    aku juga ga ingin kasi sufor,
    nah yg aku mau tanya,
    aku harus makan apa ya yg ga bikin alergi bayiku kambuh, yg bener2 bebas alergi, tapi asiku ttp berkualitas.. (karna pantangannya justru yg harusnya banyak2 dimakan ama busui)
    thx ya tips bayi

    • tips-bayi November 26, 2012 at 3:07 am #

      @ ayummy,

      Iya Bun.. sepertinya memang Bunda harus super sabar ya.. Untuk sementara Bunda hindari dulu makanan pencetus alerginya. Ingat Bun, pertahankan untuk memberikan ASI eksklusif karena ini akan membantu mencegah dan mengurangi resiko alergi pada bayi.

      Oh ya.. ada baiknya juga Bunda baca artikel berikut:

      http://www.tipsbayi.com/makanan-ibu-menyusui.html

  19. Maya November 17, 2012 at 5:31 am #

    Dear tipsbayi,

    Anak sy usianya 4,3 bln,wkt usia 3bln prnh timbul merah2 sprti biang keringat tp agak besar,,stlh k DSA diberi obat puyer dan dianjurkn utk ganti sufor,,tp blm sempat gnti sufor bintik2 merah nya hilang..tapi skg timbul lg (br kmrin sih jd blm sempat k DSA lg),timbulnya d bagian dkt leher dan tangan..minta sarannya donk..apakah itu gejala alergi susu atau apa ya??soalnya gejala yg timbul hnya bintik merah..tdk ada gejala lain sprti batuk,muntah,dll)..makasi tipsbayi

    • tips-bayi November 19, 2012 at 1:19 am #

      @ Maya,

      Pada umumnya gejala dan tanda yang ditimbulkan akibat alergi susu sapi dibagi atas Reaksi cepat yaitu dalam 45 menit setelah paparan, berupa: erupsi pada kulit, bersin-bersin, batuk, hidung berair, ngorok. Reaksi lambat (terjadi dalam 20 jam) setelah paparan berupa diare, pucat, muntah. Reaksi sangat lambat (setelah 20 jam) berupa diare, gejala gangguan pernafasan..
      Alergi bisa juga turunan, jika ada riwayat alergi pada Anda atau suami Anda.. Akan tetapi jangan khawatir kasus alergi susu umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang sebelumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi..

      Saran kami untuk mengantisipasi alergi, untuk sementara hidari saja dulu perkiraan pencetus alerginya, berikan ASI saja terus.. ;-)

  20. Ummu 'Abduh November 6, 2012 at 3:58 am #

    Dear tipsbayi…
    Maaf jk tdk sesuai tema.
    Anak saya 4 bulan 22 hari. Sejak usia 40 hari sdh menggunakan pampers (popok). Selama ini blm pernah ada keluhan. Namun sdh hampir seminggu belakangan ini, ada bentol2 halus / kecil dan kulitnya memerah di daerah(maaf) kemaluan dan anusnya. Mohon informasinya, apa yang tengah dialami anak saya. Lalu apa penyebab dan bagaimana solusinya. Atas responnya, thanks.

    • tipsbayi November 8, 2012 at 3:51 am #

      @Ummu ‘Abduh,

      Sepertinya itu ruam popok Bun. Silahkan baca artikel tentang ruam popok.

  21. dian bundanya keenand October 4, 2012 at 7:11 am #

    dear tips,
    pengen tanya nich…bayiku sekarang usianya 5 bulan..aq ngelahirin secara sesar,sejak lahir oleh dokter bayiku langsung di kasih sufor…jadi sejak saat itu berlanjut (kebetulan ASI ku juga sedikit)…tapi nafas anakku jadi ‘grok-grok’ dan sering bersin2. Umur 2 minggu anakku sudah aku bawa ke dokter anak tapi tdk ada perubahan dgn obat yang di berikan…setelah itu saya ganti dokter anak lagi namun hasilnya masih tetap sama….setelah membaca beberapa artikel katanya jika nafas ‘grok-grok’ berarti alergi susu sapi, jadi saya ganti dgn sufor yg mengandung soya, namun nafas ‘grok-grok’ tetap saja ada, apalagi setelah meminum susu tersebut…selain itu anakku juga jadi sering ngences dan beringus…
    Yang terakhir saya perhatikan jika dia buang air kecil (pipis) sering ada seperti sisa air kencing yang tertinggal di celana yang berwarna orange (kalau orang dewasa seperti keputihan yg tinggal di celana).itu apa ya penyebabnya..mohon bantuannya ya…saya khawatir sekali dgn anak saya…trimakasih sebelumnya..

    • tipsbayi October 8, 2012 at 2:47 am #

      @ Bundanya Keenand,

      Menurut para ahli, bunyi grok grok yang terdengar pada nafas bayi biasanya merupakan reaksi alergi – namun belum tentu alergi susu sapi lho! Alergi bisa disebabkan banyak hal, seperti debu, serbuk bunga, atau jenis makanan tertentu. Sebaiknya Anda mengenali segera apa penyebab yang menimbulkan reaksi alergi, dan segera menghindarinya. Namun, selama Keenand tidak mengalami sesak nafas, Anda tidak perlu terlalu khawatir…

      • jungjeksintya October 11, 2012 at 4:27 am #

        anak saya umur 7 bulan, alergi susu sapi dan makanan seafood,saya beri soya tapi anak saya tdk suka dan jarang mau minumnya,,,sering,bersin,batuk,filek,tidurnya gelisah di malam hari,,,telapak tangan terasa hangat,,,,bagaimana cara mengatasi nya,dan gmana caranya supaya anak saya mau meminum soya???
        terimakasih sebelumnya

        • tipsbayi October 16, 2012 at 1:02 am #

          @jungjeksintya,

          Sebaiknya konsultasikan ke dokter Bun, agar diagnosadan solusinya tepat…

  22. mama ranisya September 22, 2012 at 4:24 am #

    bayi sy brumur 1 bln 10 hr bb nya sdh 4.6 lhr 3.3 dr bbrpa minggu nafas nya aga berat sy sdh ke DSA ktny ada kecenderungan bakat alergi awalnya mmg dberikan sofur ttpi belakang sy full asi yg buat sy khwtr 3 hr ini ank sy batuk pilek klw malam lebih2 batuk pileknya jd ga bs tdr stlh konsul lg ternyata msh sama ini karena alergi tp DSA tdk mnytkan alergi krn apa hanya sy yg disuruh pantang tdk makan ikan.seafood.kacang2an..saat ini sy mengkonsumsi susu ibu menyusui..apa da pengaruh dr susu yg sy minum apa yg hrs sy lakukan dgn batuk pilek ank sy karena sbg ibu tdk tega rsny melihat buah hati sprti itu..mhn jwbnnya..terima kasih

    • tips-bayi September 27, 2012 at 6:28 am #

      @ mama ranisya,

      Dekaplah bayi Anda, berikan kehangatan, susui ASI terus dan berikan istirahat yang cukup.
      Jaga asupan ibu, carilah makanan yang tidak memicu alergi. Susu ibu menyusui masih bisa ibu konsumsi.. ;-)

      Selalulah konsultasi dengan DSA bayi Anda..

  23. Vina September 14, 2012 at 2:04 pm #

    Slmt malam, anak saya Berumur 1 bln.. Saat ini baby saya tidurnya ngorok, hidungnya berlendir, sering gelisah saat tidur, kadang batuk. Tadi saya baru Dari dokter THT, katanya anak saya alergi susu sapi. Apakah dengan tanda-tanda begitu anak saya pasti alergi susu sapi? Apakah Ada cara lain untuk memastikannya? Dokter THT tersebut menyarankan anak saya untuk mengkonsumsi susu pregestimil (extensive hidrosilat). Apakah harus dikonsumsi dalam jangka panjang atau hanya untuk 1-3 bln Saja? Mohon Saran Dan masukannya, thanks

    • tips-bayi September 24, 2012 at 10:30 am #

      @ Vina,

      Malam..

      Memang untuk menentukan alergi atau bukan, perlu diselidiki secara seksama. Akan tetapi mungkin saja Dokter THT bayi Anda menemukan alasan atau tanda kuat bahwa bayi Anda alergi susu sapi.

      Pada umumnya gejala dan tanda yang ditimbulkan akibat alergi susu sapi dibagi atas Reaksi cepat yaitu dalam 45 menit setelah paparan, berupa: erupsi pada kulit, bersin-bersin, batuk, hidung berair, ngorok. Reaksi lambat (terjadi dalam 20 jam) setelah paparan berupa diare, pucat, muntah. Reaksi sangat lambat (setelah 20 jam) berupa diare, gejala gangguan pernafasan..

      Alergi bisa juga turunan, jika ada riwayat alergi pada Anda atau suami Anda.. Akan tetapi jangan khawatir kasus alergi susu umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang sebelumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi.. ;-)

      Saran kami untuk mengantisipasi alergi, untuk sementara hidari saja dulu perkiraan pencetus alerginya, berikan ASI saja terus..
      Untuk lamanya konsumsi susu extensive hidrosilat sebaiknya Anda konsultasikan dengan dokter bayi Anda. Yang jelas itu untuk sementara.

  24. Henni Tan July 12, 2012 at 2:24 pm #

    Dear Tipsbayi,

    Mohon cara pencegahan/penyembuhan cepat untuk anak alergi susu sapi.
    Ceritanya anak saya (umur 2 bulan 1 minggu) saat ini konsumsi susu soya. Kebetulan siang hari saya titip ke rumah neneknya dan lupa bawa stock susu. So saya suruh karyawan pergi beli susu soya dan langsung saya tinggalan anak saya.
    Sekitar Jam 5 sore anak saya diksh minum susu yg baru dibeli (ternyata salah beli, bukan susu soya namun susu sapi) begitu minum 120 cc, sekitar 30 menit kemudian, anak saya batuk-batuk, hidung berlendir, dan langsung muntah-muntah.

    Oleh Nenek dikira batuk. Nah sekitar jam 8 saya jemput anak saya. Dan hendak saya berikan susu lagi. dan ternyata baru ketahuan kalo susunya susu sapi bukan soya. sehingga saya tidak memberikannya

    Langsung saya bawa pulang, dan sesampai dirumah saya berikan susu soya 100 cc. namun begitu terminum 50 cc, anak saya langsung muntahin semua.

    Setelah saya bersihkan dan tenangkan. Saya berikan air putih. Namun dimuntahin keluar juga semua.

    Dan saya bersihkan dan tenangkan dia. lalu anak saya tidur lelap. Nah saya blm berani ksh dia minum susu dulu.

    Namun saya takut anak saya lapar.

    Tolong cara mengatasi hal tersebut. supaya tidak terjadi muntah.
    (saat ini jam 9 mlm. anak saya tidak ada mencret)

    Dan mohon informasi cara penanggulana supaya jgn sampe terjadi mencret

    Terima kasih atas saran nya

    • tips-bayi July 21, 2012 at 8:11 am #

      @ Henni Tan,

      Pada umumnya gejala dan tanda yang ditimbulkan akibat alergi susu sapi dibagi atas Reaksi cepat yaitu dalam 45 menit setelah paparan, berupa: erupsi pada kulit, bersin-bersin, batuk, hidung berair, ngorok. Reaksi lambat (terjadi dalam 20 jam) setelah paparan berupa diare, pucat, muntah. Reaksi sangat lambat (setelah 20 jam) berupa diare, gejala gangguan pernafasan..

      Jika alergi susu sapi maka selain menghindari susu sapi juga harus dihindari adalah produk turunan dari susu sapi seperti yoghurt, keju dan makanan yang mengandung dominan susu sapi. Kasus alergi susu umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang se belumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi..

      Saran kami untuk mengantisipasi alergi, untuk sementara hidari saja dulu perkiraan pencetus alerginya, jika masih ada berikan ASI saja terus.. ;-)

      Jika bayi mengalami muntah jangan panik, atasi dengan:

      Segera bersihkan muntah di mulutnya agar tidak masuk ke saluran pernapasan.
      Jangan langsung diberi minum, tunggu bayi tenang dulu.
      Jika muntah makin sering, jangan berikan minum atau makanan.
      Jangan lupa sendawakan bayi setelah disusui.
      Jangan menyusui atau memberi makan bisa bayi dalam posisi tiduran. Pastikan bayi dalam posisi setengah duduk.

  25. yanni July 11, 2012 at 4:51 am #

    Dear tips bayi,
    anak saya usianya 5 bulan minum susu formula skrg lg batuk pilek sdh saya bawa ke DSA katanya alergi susu,dan di anjurkan mengkonsumsi susu hypoallergenic tapi kenapa BAB sekarang kok jadi berwarna abu-abu,mohon penjelasannya apakah tidak cocok dengan susunya dan bagaimana cara mengatasinya ?

    • tips-bayi July 16, 2012 at 7:46 am #

      @ yanni,

      BAB abu-abu ya..? Abu-abu atau abu-abu kehitam-hitaman bisa terjadi kalau si kecil terlalu banyak mengonsumsi sufor dengan kandungan zat besi yang terlalu tinggi. Solusi: Tetap berikan ASI atau pilih susu formula dengan kandungan zat besi yang standar, tidak berlebih..

      Yang perlu diwaspadai apabila feses putih keabu-abuan, merah darah segar dan hitam pekat..

      Jaga nutrisi Anda, Berikan lebih banyak ASI dari pada sufornya… Ketika bayi mulai makanan padat (MPASI) , akan terlihat warna yang sesuai dengan apa yang bayi makan, misal makanan berwarna hijau ( bayam, buncis) akan bisa membuat warna feces hijau, makanan warna orange (wortel, labu ) dapat membuat warna feces orange sampai kuning. Orange, kuning, hijau atau coklat adalah warna feces yang normal.. ;-)

  26. masnawati July 10, 2012 at 8:31 am #

    dear tips bayi…anak aku usia 9 bln danbb nya 7,2 kg selama ini mengkomsumsi susu formula sapi,tapi akhir2 ini tumbuh benjolan merah seperti bisul kecil di sekitar kepala dan badannya.padahal sebelumnya tdk prnh seperti itu.
    apakah itu juga termaksud alergy susu sapi?
    dan apakah susunya perlu diganti dng susu soya?
    tlng infonya ya thks

    • tips-bayi July 13, 2012 at 7:55 am #

      @ masnawati,

      BB bayi Anda NORMAL.. karena termasuk 80% BB normal untuk bayi Indonesia..

      Tanda Alergi
      Pada umumnya gejala dan tanda yang ditimbulkan akibat alergi susu sapi dibagi atas Reaksi cepat yaitu dalam 45 menit setelah paparan, berupa: erupsi pada kulit, bersin-bersin, batuk, hidung berair, ngorok. Reaksi lambat (terjadi dalam 20 jam) setelah paparan berupa diare, pucat, muntah. Reaksi sangat lambat (setelah 20 jam) berupa diare, gejala gangguan pernafasan..

      Jika alergi susu sapi maka selain menghindari susu sapi juga harus dihindari adalah produk turunan dari susu sapi seperti yoghurt, keju dan makanan yang mengandung dominan susu sapi. Kasus alergi susu umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang se belumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi..

      Saran kami untuk mengantisipasi alergi, untuk sementara hidari saja dulu perkiraan pencetus alerginya, berikan ASI saja terus.. ;-)

      Untuk menentukan alergi atau tidak harus ada peninjauan yang lebih lanjut.. ;-)

      Kulit bintik-bintik seperti itu selain bisa saja alergi.. bisa juga biang keringat..
      Biang keringat ini biasa terjadi akibat tersumbatnya kelenjar keringat, jadi solusinya:
      * Mandi secara teratur dan keringkan dengan handuk lembut.
      * Ketika berkeringat, seka badan dengan lap basah dan keringkan kembali dengan handuk kering.
      * Gunakan baju yang berbahan katun dan nyaman dipakai (tidak terlalu sempit), untuk mengurangi panas.
      * Jagalah ventilasi ruangan, agar pertukaran udara berlangsung lancar dan lebih sejuk..

      Coba konsultasikan dengan DSA Anda….

      • araina October 19, 2012 at 5:14 am #

        selamat siang….

        saya mau bertanya,anak saya berumur 5 bulan, kok sering gumoh kalau habis disusui dan semenjak lahir napasnya “grok-grokan” ,BAB cair,apakah anak saya alergi susu sapi??terimakasih

        • tipsbayi October 23, 2012 at 1:39 am #

          @araina,

          Kalau untuk gumohnya, jangan lupa menepuk-nepuk punggung si kecil hingga ia bersendawa. Sedangkan untuk masalah alergi, harus diperiksakan Bun agar jelas penyebabnya…

  27. FAUZAN July 9, 2012 at 3:50 am #

    :0 :( :) :> ;/

  28. FAUZAN July 9, 2012 at 3:49 am #

    cara merawat bayi agaimana ya :)

  29. FAUZAN July 9, 2012 at 3:48 am #

    cara merawat bayi

  30. Rudi May 28, 2012 at 2:10 pm #

    wah bagus nih artikelnya, terima kasih sudah mempostingnya.

  31. Dini May 19, 2012 at 2:42 am #

    dear tips-bayi……
    saya agak bingung dengan tanda2 bayi alergi susu sapi…putri saya berusia 1,5thn…satu bulan yang lalu putri saya batuk pilek,saya membawanya ke DSA yang bukan langganan saya..karna waktu itu DSA langganan sedang cuti…setelah mengkonsumsi obat, alkhmdulillah putrii saya sembuh..2 minggu kemudian, putri saya ada luka di lidahnya seperti terkena sariawan dan bebarengan sama gigi gerahamnya yang mau tumbuh..karna rewel trus dan ga mau makan dan minum sufor sama sekali sy kembali membawanya ke DSA yang kmrn…pada saat itu DSA langsung nyuruh saya ganti soya karna itu indikasi putri saya alergi susu sapi….setelah 1 minggu saya kasih soya, ko malah keras ya BAB nya….saya jadi bingung, putri saya ini benar2 alergi susu sapi apa enggak ya….o y sekarang juga putri saya timbul bintik berair tap bukan cacar…..tolong kasih saya info….thx…

    • tips-bayi May 28, 2012 at 12:19 am #

      @ Dini,

      Tanda Alergi
      Pada umumnya gejala dan tanda yang ditimbulkan akibat alergi susu sapi dibagi atas Reaksi cepat yaitu dalam 45 menit setelah paparan, berupa: erupsi pada kulit, bersin-bersin, batuk, hidung berair, ngorok. Reaksi lambat (terjadi dalam 20 jam) setelah paparan berupa diare, pucat, muntah. Reaksi sangat lambat (setelah 20 jam) berupa diare, gejala gangguan pernafasan..

      Bintik merah berair..? Bintik-bintik seperti itu bisa jadi biang keringat atau alergi kulit. Harus diteliti lebih lanjut lagi.

      Jika memang tidak ada pemicu lain yang dianggap pemicu alergi, berarti ada kemungkinan hanya biang keringat.. ;-)

      Yang jelas kalau tidak demam itu bukan cacar atau campak..

      Sepertinya sih biang keringat, ini biasa terjadi akibat tersumbatnya kelenjar keringat, jadi solusinya:
      * Mandi secara teratur dan keringkan dengan handuk lembut.
      * Ketika berkeringat, seka badan dengan lap basah dan keringkan kembali dengan handuk kering.
      * Gunakan baju yang berbahan katun dan nyaman dipakai (tidak terlalu sempit), untuk mengurangi panas.
      * Jagalah ventilasi ruangan, agar pertukaran udara berlangsung lancar dan lebih sejuk..

      Ada beberapa alternatif untuk mengobati biang keringat:

      1. Dengan VCO (Virgin Coconut Oil)
      2. Dengan Minyak Telon (pilih yang kandungan minyak kelapanya 60%, agar tidak terlalu panas)
      3. Bedak Salicyl (bisa dicampur dengan air, seperti bedak dingin)
      4. Bedak tabur

  32. meylani March 30, 2012 at 8:23 am #

    bayi saya semenjak memasuki umur 6bulan BAB dia jdi lebih sering dri biasanya.. yg biasanya hanya 2x ini bisa lebih dri 4x.. katanya sih ga cocok sama susu formulanya, emang setiap susu formula kandungan gizinya beda2 yah???? thanks tipss

    • tips-bayi April 3, 2012 at 2:30 pm #

      @ meylani,

      Bisa karena gak cocok sufor.. Tapi sebenarnya wajar dan biasanya apabila setelah bayi Anda mendapatkan MPASI, frekuensi BAB bayi Anda bertambah atau berbeda dengan sebelumnya… Akan tetapi pola BAB bayi belum tetap. Bisa sering atau jarang.. Seiring dengan bertambah usianya maka pola BAB bayi Anda akan terbentuk hingga jadwalnya akan terlihat.. Untuk frekuensi BAB, prinsip sederhananya “pengeluaran bagaimana pemasukan” ;-)

      Untuk kandungan sufor, sebenarnya hampir sama saja. Tapi untuk di pasaran sufor mempunyai kwalitas yang berbeda-beda, otomatis nilai gizinya lain meskipun tampaknya sama, maka pintar-pintarlah Anda mencari sufor yang cocok untuk bayi Anda dan mempunyai nilai gizi yang bagus.., tapi sebagusnya sufor tentu tidak akan bisa melebihi ASI..

      Untuk mencari sufor yang cocok buat bayi Anda. Lihat dan perhatikan pengaruh sufor barunya sampai empat hari. Apabila terlihat cocok tidak menunjukan efek negatif maka bisa Anda lanjutkan.

      Dan yang terpenting pola makan bayi Anda..

  33. Tsuraya March 12, 2012 at 8:07 am #

    Dear TipsBayi, salam kenal. ada yang ingin saya tanyakan, Anakku 6m baru belajar MPASI semingguan ini dan baru juga saya beri sufor sekitar 2 minggu ini. Sebenarnya waktu usia 3m anakku pernah diberikan sufor selama 2 hari karena harus ditinggal dinas luar kota dan ASIPnya habis karena salah perhitungan. alhamdulilah tidak ada reaksi apapun yang aneh2. tapi Kemarin pagi anakku makan puree pear+sufor, siangnya badannya agak hangat lalu timbul ruam merah di pipi kanan dan kirinya dan agak batuk. Yang ingin ditanyakan apakah anak saya alergi buah pearnya atau sufornya?? sufornya sudah diminum 2 minggu ini dan tidak ada keluhan apapun. selain itu yang membuat saya ragu juga karena mertrua saya yang tinggal serumah juga sedang batuk-pilek sudah seminggu. Mohon pencerahannya tips.. trims

    • tips-bayi March 19, 2012 at 4:49 am #

      @ Tsuraya,

      Salam kenal kembali,

      Anda sudah memberikan sufor selama 2 minggu tidak ada reaksi alergi, sudah bisa dipastikan bukan karena sufor.. Ruam merah belum tentu karena alergi, bisa saja karena biang keringat.. ;-)

      Untuk menentukan alergi atau tidak harus ada peninjauan yang lebih lanjut. Begitu pun dengan ruam merah dengan demam bisa saja campak.. Bisa juga biang keringat + flu batuk.. harus ada pemeriksaan lebih lanjut.. Ada baiknya Anda periksakan ke DSA jika demamnya berlanjut..

      Oh ya.. Anda bisa mencoba memberikan pure buah yang lain, pencetus batuk bukan dari sufor atau buah.. ;-)

  34. mommee March 12, 2012 at 7:52 am #

    Terima kasih tips atas jawabnnya, tapi mau taya2 lagi nih.. boleh yaa.. Anak teman yang juga ASIX sekarang usianya 3m tapi beratnya sudah 6kg (anakku 5m2w 5,8kg). Kenapa ya tips,, padahal sama2 minum asi saja. oiya temanku bilang karena asi dia berlemak jadi warnanya kuning dan itu yg membuat anaknya cepat gemuk. Yang mau ditanyakan apakah benar perbedaan berat anak kami itu karena asi ibunya yang berlemak atau kurang berlemak (selain karena keturunan tentunya ya). Bagaimana cara membuat asi ibu menjadi berlemak? saya sudah mengkonsumsi sayuran dan buah2an setiap hari. terimakasih tips..

    • tips-bayi March 19, 2012 at 3:27 am #

      @ mommee,

      Anda sudah mengkonsumsi sayuran dan buah itu bagus, tambah juga protein nabatinya ya mom.. ;-)

      Hmm.. bagaimana cara Anda menyusukan ASI pada bayi Anda..? Mungkin saja cara ibu memberikan ASI kurang tepat/belum benar (yang terhisap oleh bayi hanya foremik saja, dimana sibayi selalu mengisap ASI depan terlebih dahulu yang mempunyai kandungan gula & laktosa tapi rendah lemak yang membuat bayi cepat lapar kembali & ASI belakang yang mengandung banyak lemak akan terhisap setelah foremik habis, padahal hidmik (ASI belakang) inilah yang mengandung banyak lemak dan membuat feses bayi menjadi kuning..

      Perlu diingat pertambahan berat badan bukan masalah hitam-putih. Maksudnya, kalau berat badan bayi Anda ringan lantas dia dianggap sakit-sakitan atau saat bayi Anda terlihat gemuk langsung disimpulkan dia sebagai bayi sehat… Seperti Anda katakan.. Kurus atau gemuk bisa saja turunan lho.. ;-)

  35. Niken January 12, 2012 at 1:36 am #

    Bayi sy berumur 2,5bln.wkt br lahir diberi sufor dan timbul ruam merah dipipi,oleh DSA di diagnosa alergi susu sapi.sejak saat itu bayi sy hny mengkonsumsi ASI.yg ingin sy tnykan makanan apa yg hrs dihindari ibu menyusui yg mempunyai bayi alergi susu sapi??benarkah saya jg hrs menghindari seafood,kacang2an??

    • tips-bayi January 13, 2012 at 3:23 am #

      @ Niken,

      Yang harus dihindari adalah produk turunan dari susu sapi seperti yoghurt, keju dan makanan yang mengandung dominan susu sapi. Kasus alergi susu umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang se belumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi..

      Saran kami untuk mengantisipasi alergi, untuk sementara hidari saja dulu perkiraan pencetus alerginya, berikan ASI saja terus.. ;-)

      Sebenarnya jika alergi susu sapi belum tentu juga akan alergi ikan, jadi untuk Anda tidak apa mengkonsumsi seafood, dan kacang-kacangan bagus juga untuk Anda..

      Anda bisa mencoba memberikan ikan pada bayi Anda setelah berusia 8 bulan, lihat dulu reaksinya terhadap makanan barunya .. ;-)

  36. Henny November 29, 2011 at 8:08 am #

    Dear tips bayi..

    Anak saya sudah masuk 10 bulan, dari bayi sampei usia 10 bln susu yg di minumitu susu formula sapi…tetapi ketika berusia 9 bln anak saya mengalami muntah kemudian pilek dan batuk dengan lendir yg berlebih sehingga muntah lendir, dan bab lendir…terdapat ruam dan bintik merah hanya di bagian bahu sampei lengan ( seperti jerawat) kemundian kalau di olesi salep diposone ov cream bintiknya memudar, tp kalau tidak diolesi muncul lagi dan tambah banyak…, kemudian babnya sehari bisa 3 kaliberlendir dan terdapatbercak darah… Sudah test urin rutin hasilnya bagus… Yg mau saya tanyakan :
    1 apakah yg dialami anak saya?
    2. Apakah anak saya mengalami alergi susu sapi? Padahal sudah 9 bln mengkonsumsi susu sapi merek yg sama? Apa mungkin baru ketauan sekarang alerginya?
    3. Susu apa yg harus diganti? Nafsu makan anak saya masi bagus….
    1. Apakah yg dialami anak saya

    • tips-bayi December 14, 2011 at 3:53 am #

      @ Henny,

      Test urin bagus ya..? Jadi bisa saja alergi..Alergi pada anak memang bukan suatu penyakit. Alergi adalah reaksi hipersensitivas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi biasanya muncul bila anak memiliki kecenderungan bawaan (genetik).. Jangan khawatir jika itu alergi tidak berbahaya..

      Anda jangan khawatir, kasus alergi umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun.. ;-)

      Apakah munculnya bintik merah setelah Anda memperkenalkan MPASI pada bayi Anda..? Ataukah sebelum mendapat MPASI bintik merahnya muncul pada bayi Anda.. ?

      Bintik merah pada bayi Anda harus diteliti lebih lanjut lagi, karena bisa saja bukan alergi hanya biang keringat saja.. jadi perlu perhatian yang seksama.

      Apabila bayi Anda memang alergi, bisa dua kemungkinan. Pertama, alergi dari bahan MPASI-nya. Kedua, alergi sufor..

      Anda bisa mencoba memberikan MPASI-nya dengan bahan dasar yang lain. Sebaiknya memang bubur susunya Anda buat sendiri dan jadikan ASI sebagai campuran buburnya.. ;-)

      Ya benar.. bisa saja alerhi munculnya sekarang, karena potensi alergi setiap orang ada.. hanya besar tidaknya berlainan..

      Pertanda sehat adalah nafsu makan bayi Anda masih bagus.. ;-)

      Susu kedelai sering digunakan sebagai pengganti susu sapi oleh mereka yang alergi terhadap susu sapi, karena protein susu kedelai mempunyai susunan asam amino hampir mirip dengan susu sapi. Proteinnya bahkan lebih tinggi dan asam lemak jenuhnya lebih rendah, selain itu susu kedelai tidak mengandung kolesterol karena merupakan produk nabati.

      Susu kedelai tidak mengandung vitamin B12 dan kandungan mineralnya terutama kalsium lebih sedikit ketimbang susu sapi. Secara susu kedelai mengandung vitamin B2, niasin dan piridoksin yang tinggi. Vitamin lain yang kadarnya cukup banyak adalah vitamin E dan K. Jadi buat Anda konsumsi ya bagus.. ;-)

  37. May... November 27, 2011 at 3:55 pm #

    dear…tipsbayi.
    anak saya sekarang usianya sudah 6bulan dengan berat 7kg. Dari bayi lahir(Umur 0 bulan) sudah diberi minum Susu Formula bawaan dari Rumah Sakitnya sebagai pendamping dari ASI dan bulan-bulan terakhir (5bulan) BAB nya kadang sampai 7-8hari sekali bentuknya juga keras. Dua minggu terakhir mulai masuk 6bulan susu formula nya kami ganti dengan merk yang lain untuk >6bulan, setelah diganti dalam 4hari BAB nya mulai 1hari sekali dan minggu ini BABnya menjadi rata 2xsehari tetapi bentuknya tidak keras seperti mencret tapi tidak banyak berlendir dan terdapat warna merah (mungkin darah). Jadi mau tanya kira2 kenapa ya…apakah termasuk alergi atau karena tidak cocok dengan susunya yang baru. Kalau aktivitas dan fisik badan bayinya tetap seperti biasa tidak ada yang mencurigakan. Mohon bantuannya?? Terimakasih ya
    .

    • tips-bayi December 14, 2011 at 3:23 am #

      @ May…,

      BB bayi Anda cukup bagus .. Pola BAB bayi belum tetap. Bisa sering atau jarang.. Seiring dengan bertambah usianya maka pola BAB bayi Anda akan terbentuk hingga jadwalnya akan terlihat.. Untuk frekuensi BAB, prinsip sederhananya “pengeluaran bagaimana pemasukan” ;-)

      Feses bayi memang umumnya tidak berbentuk, apalagi yang masih hanya mendapatkan ASI saja, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair.. ;-)

      Anda jangan terlalu khawatir, apalagi aktifitasnya masih biasa dan NORMAL..

      Sufor di pasaran mempunyai kwalitas berbeda otomatis nilai gizinya lain meskipun tampaknya sama, maka pintar-pintarlah Anda mencari sufor yang cocok untuk bayi Anda dan mempunyai nilai gizi yang bagus.., tapi sebagusnya sufor tentu tidak akan bisa melebihi ASI..

      Anda bisa memilih sufor yang cocok dan terbaik untuk bayi Anda, akan tetapi perlu Anda ketahui bahwa ASI adalah susu terbaik untuk bayi Anda yang tidak akan tertandingi sekalipun oleh sufor termahal.. ;-)

      ASI Anda masih keluar kan..? Pertahankan pemberian ASI untuk bayi Anda sampai berusia 2 atau 2,5 tahun..

  38. Alexandria's mom October 19, 2011 at 10:44 pm #

    Dear tips…
    Sy ingn tnya knpa udh hmpir smingu ini bayi sy suka rewel n nangiz mlm2 pdhal sblm na tdk prnh tdur na jg gelisah sekali,pngen na dgendong trz,,
    sy tkut bayi sy kena alergi sufor soal na bbrapa wktu sblm na sy gnti sufor,
    bayi sy badan nya rada sumeng trz stiap mlm,,sk mrah2 dbri asi n bab nya jg bau sekali jg brat bdn na turun gra2 kurng tdur,
    kta mertua sy bayi sy trkena cacingan gra2 sy sring menyusui bayi sy dngn cara brbaring,
    ap bnar spti itu tips?
    Dt4 sy tngal memang dlarang mnyusui smbil brbaring,,kta nya bayi bs cacingan,
    sy sdh membw bayi sy k DSA cm msh blm ad prubhan,
    mnurut tipz ap by sy bnar trkna cacingan atau mlah alergi sufor?
    Mhon djawab ea tipz…thx b4

    • tipsbayi November 25, 2011 at 2:36 am #

      @ Alexandria’s mom,

      Menangis pada bayi bukan hanya karena kesakitan tapi bisa lapar, haus, kaget, gerah ataupun yang lainnya.. Yang jelas bayi Anda perlu ditenangkan saja.. Buatlah bayi Anda menjadi lebih tenang dengan mendekapnya, memberinya ASI .. ;-)

      Hmm.. :-) Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran nafas. Bayi pun muntah bukan cacingan. Karena itu, kalau menyusui, posisi bayi dimiringkan. Kepalanya lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan yang masuk bisa turun ke bawah.

      Sebaiknya Anda jangan membiasakan memberikan botol susu ataupun empeng sambil tiduran. Selain ini akan menjadi lebih sulit dihentikan saat sudah menjadi kebiasaan. Dampak yang timbul tidak hanya fisik (seperti bentuk rahang dan gigi yang kurang baik), tapi juga psikologis. Dan.. Kebiasaan minum susu pada botol atau ngempeng sambil tiduran diindikasikan sebagai salah satu penyebab infeksi saluran telinga. Maka usahakan Anda alihkan kebiasaan bayi Anda tersebut..

      Untuk mengetahui bayi Anda alergi atau tidak, itu harus diteliti dengan seksama..

      Maka sebaiknya an yang paling aman adalah ASI.. berikan ASI saja.. ;-)

  39. bunda fateeh August 23, 2011 at 5:09 pm #

    Dear tips bayi… Bayi saya sekarang berusia 4 bln… Saya ragu apakah dia alergi susu sapi atau tidak… Gejala yang terlihat dia tidak pernah tidur pulas terutama siang hari, kalau mlm juga sedikit gelisah…Dan agak rewel., Beberapa minggu yg lalu saya mengganti suform nya dgn merk lain, setelah seminggu dia mencret sampai 5 kali sehari…Feses nya hijau dan bau nya menyengat…Lalu saya ganti suform nya dgn suform BL… Stlh beberapa hr alhmdllh berhenti… Lalu saya ganti lg ke suform nya yg pertama dan alhmdllh tdk mencret lg…Tp dia tetap saja agak rewel dan susah tdr… Apa yg harus saya lakukan?Mengganti suform nya atau tetap memberikanya?

  40. Rifa August 16, 2011 at 4:23 am #

    Setelah membaca artikel ini saya tahu kalau susu kedelai rupanya juga bisa menyebabkan alergi pada bayi. Sangat bermanfaat buat saya karena anak saya juga alergi susu sapi dan beralih ke susu kedelai tetapi alergi tidak hilang juga, mungkin akan hilang setelah beralih ke susu kedelai merk lain. Thx u…

  41. Siti August 15, 2011 at 4:37 am #

    dear tips bayi,

    anak saya 5 bulan, gampang sekali pilek, kalaupun sembuh pasti masih grok-grok. apakah anak saya alergi susu? BAB warna abu-abu dilanjutkan kuning dan lembek, serta bau banget. apakah artinya tidak cocok susu?
    terima kasih tips bayi. . .

  42. Eli July 27, 2011 at 5:41 pm #

    Hi, thanks u/ tipsnya, very informatif.
    Anak saya 2 bulan kayanya alergi juga. Awalnya nafasnya bunyi, lalu 2 hari kemudian + parah dengan adanya lendir. Alhasil batuk2 terus, kesian banget sampe sesak napas juga.
    Bisa kasi saran? Baiknya pake susu formula yang mengandung soya ato HA? Ada yg bilang kalo soya mengandung hormon yg kuran bagus buat cowok (anak saya cowok). Terutama merk Iso***, apa benar begitu?
    Mohon info yah, makasih banyak.

    • tipsbayi September 7, 2011 at 4:47 am #

      @ Eli,

      Susu kedelai sering digunakan sebagai pengganti susu sapi oleh mereka yang alergi terhadap susu sapi, karena protein susu kedelai mempunyai susunan asam amino hampir mirip dengan susu sapi. Proteinnya bahkan lebih tinggi dan asam lemak jenuhnya lebih rendah, selain itu susu kedelai tidak mengandung kolesterol karena merupakan produk nabati.

      Susu kedelai tidak mengandung vitamin B12 dan kandungan mineralnya terutama kalsium lebih sedikit ketimbang susu sapi. Secara susu kedelai mengandung vitamin B2, niasin dan piridoksin yang tinggi. Vitamin lain yang kadarnya cukup banyak adalah vitamin E dan K.

      Memang ada pendapat “Bayi laki-laki yang diberi susu kedelai yang mengandung isoflavon akan mengalami hambatan proses perkembangan dan kematangan fisik (pola pikir dan perilaku) dan seksual. Sedangkan efeknya pada bayi perempuan akan mengalami pubertas dini”, itu masih banyak kontroversi..

      Susu HA.. SUSU HIPOALERGENIK ADALAH UNTUK PENCEGAHAN ALERGI BUKAN UNTUK PENDERITA ALERGI SUSU SAPI. Pencegahan alergi artinya bayi yang sudah terpapar protein susu sapi tapi belum mengalami manifestasi alergi kembali diberi ASI atau ganti mengonsumsi susu hipoalergenik. Di usia batita, anak perlu diperkenalkan dengan susu sapi agar sistem metabolisme tubuhnya mengenal protein susu sapi dan secara perlahan toleran terhadap susu sapi formula biasa.. Meskipun demikian beberapa bayi dengan gejala alergi yang ringan dapat mengkonsumsi susu ini..

      Pemberian ASI ekslusif terbukti dapat mengurangi resiko alergi.. ;-)

      Apakah ASI Anda kurang..? Usahakan Anda memberikan ASI saja terus.. ASI itu kan tergantung dengan mindset kita. Kalo di pikiran Anda ditanamkan pesan bahwa “ASI saya pasti cukup buat bayi saya!”, itulah yg akan terjadi.. sebaliknya dalam benak kita terus menerus ada kekuatiran, “Duh, ASI saya sedikit banget, kayanya ngga cukup deh..” ya itu pula yang akan terjadi..

      ASI itu hukumnya supply dan demand. semakin banyak disusui dan dipompa akan semakin banyak berproduksi.. ;-)

      Anda bekerja..? Sebenarnya Anda masih bisa memberikan ASI saja tanpa sufor meskipun Anda sibuk bekerja di luar rumah.. Anda bisa memerah/ memompa ASI Anda ketika Anda sedang dirumah, simpan ASI perahan pada botol di lemari es atau freezer, berikan ASI tersebut pada bayi Anda oleh anggota keluarga yang lain ketika Anda tidak sedang dirumah. Jangan lupa hangatkan terlebih dahulu ASI tersebut, dengan cara merendamnya di wadah yang berisi air panas..

      Anda bisa mengeluarkan ASI dengan tangan, pompa ASI manual, ataupun pompa ASI listrik yang banyak dijual di toko-toko perlengkapan bayi. Kami sarankan Anda untuk mencoba dan melihat sendiri mana yang baik untuk Anda.

      Di tempat bekerja, Anda dapat memerah ASI 2-3 kali (setiap 3 jam). Pengeluaran ASI dapat membuat Anda merasa nyaman dan mengurangi ASI menetes.

      Simpan ASI di lemaari es dan dibawa pulang dengan termos es saat Anda selesai bekerja. Anda juga bisa menyimpannya dalam termos yang diberi es batu atau blue ice. Kegiatan menyusui dapat dilanjutkan pada malam hari, pagi hari sebelum berangkat, dan waktu luang Anda. Keadaan ini akan membantu produksi ASI tetap tinggi..

  43. Fatimah July 11, 2011 at 4:31 am #

    dear tips,

    terima kasih ya atas jawabannya….. saya jadi tenang….. :)

  44. Fatimah July 11, 2011 at 4:18 am #

    dear tips bayi,

    anak saya 17 bulan, TB 83cm, BB 16,5kg. dari usia 3bln alergi susu formula. saya ganti dengan susu rendah laktosa. krn susu soya & HA tetap alrergi. di kemasan susu LLM tsb tertulis untuk usia 0-12 bulan dan dengan pengawasan dr dokter. tp smp sekarang anak saya hanya bisa konsumsi susu tsb. apakah ada efeknya untuk dikonsumsi jangka panjang? ataukah ada rekomendasi susu lain? mohon penjelasannya. Terima kasih.

    • tipsbayi September 7, 2011 at 4:19 am #

      @ Fatimah,

      Bayi yang menderita cacat defisiensi lactase masih perlu melanjutkan diet bebas laktosa. Berkonsultasilah dengan ahli kesehatan anda untuk mengetahui jangka waktu pemberian susu bebas laktosa untuk bayi anda.. ;-)

      Rekomendasi lain.. coba Anda berikan susu kedelai atau susu Almond..

  45. anis sulandari July 7, 2011 at 8:49 am #

    Dear Tips

    Anak saya kira-kira 1 bulan kemarin mengalami diare disertai dengan muntah. Diagnosa dokter, dia mengalami alergi susu sapi. Dokter menyarankan untuk sementara susunya diganti dengan susu yang bebas laktosa. Kalau sudah sembuh dalam arti tidak mengeluarkan BAB cair serta muntah bisa kembali ke susu formula yang biasa diberikan. Dan setelah 4 hari dirawat di rumah sakit, anak saya berangsur mulai membaik dan bisa dibawa pulang. Saat saya tanya dokternya, susfor apa yang baik dan cocok untuk anak saya, dokternya menyarankan untuk sementara dihabiskan dulu susu yang bebas laktosa tersebut baru kembali lagi ke susfor yang biasa diberikan. Namun saya takut dan trauma kalau kembali ke susfor yang biasa saya berikan, anak saya diare lagi.
    Pertanyaan saya, apa baik membarikan susu yang bebas laktosa tersebut secara terus menerus sabagai pengganti susfornya? Ada pengaruhnya tidak buat si bayi? Apa susu bebas laktosa itu hanya diberikan saat bayi diare saja?
    Saat ini anak saya kembali ke susfor yang biasa saya berikan, alhamd… dia tidak mengeluarkan BAB cair lagi dan tidak muntah. Namun kok BABnya berwarna kuning kehijauan dan terkadang sampai berwarna hijau. Kenapa bisa begitu?
    Terakhir, susu formula hipalergenik itu apa? Terus terang saya baru mendengar.
    Terimakasih sekali jika “tipsbayi” menjawab pertanyaan saya. Saya tunggu loh…

    • tipsbayi September 7, 2011 at 4:10 am #

      @ anis sulandari,

      Laktosa biasanya cukup dihindari selama 2-4 minggu saja untuk menghindari defisiensi sekunder lactase. Setelah itu, makanan yang mengandung laktosa dapat mulai diberikan kembali secara perlahan-lahan. Selama 2-4 bulan, biasanya laktosa masih belum dapat diberikan secara normal.

      Bayi yang menderita cacat defisiensi lactase masih perlu melanjutkan diet bebas laktosa. Berkonsultasilah dengan ahli kesehatan anda untuk mengetahui jangka waktu pemberian susu bebas laktosa untuk bayi anda.. ;-)

      BAB hijau masih normal tetapi tidak boleh terus-menerus muncul, berarti makanan atau sufor yang bayi Anda konsumsi mempunyai kandungan gula & laktosa tinggi tapi rendah lemak.. Atau cara ibu memberikan ASI kurang tepat/belum benar (yang terhisap oleh bayi hanya foremik saja, dimana sibayi selalu mengisap ASI depan terlebih dahulu yang mempunyai kandungan gula & laktosa tapi rendah lemak yang membuat bayi cepat lapar kembali & ASI belakang yang mengandung banyak lemak akan terhisap setelah foremik habis, padahal hidmik (ASI belakang) inilah yang membuat feses bayi menjadi kuning..

      SUSU HIPOALERGENIK ADALAH UNTUK PENCEGAHAN ALERGI BUKAN UNTUK PENDERITA ALERGI SUSU SAPI. Pencegahan alergi artinya bayi yang sudah terpapar protein susu sapi tapi belum mengalami manifestasi alergi kembali diberi ASI atau ganti mengonsumsi susu hipoalergenik. Di usia batita, anak perlu diperkenalkan dengan susu sapi agar sistem metabolisme tubuhnya mengenal protein susu sapi dan secara perlahan toleran terhadap susu sapi formula biasa..

      Pemberian ASI ekslusif terbukti dapat mengurangi resiko alergi.. ;-)

  46. elia June 24, 2011 at 3:26 am #

    Dear Tips Bayi,

    Anak saya 3 bulan 2 minggu, sudah lama mengalami pilek grok-grok, seperti banyak lendir dalam hidungnya tapi tidak bisa mencair. Dulu grok-grok terjadi hanya malam hari, sekarang entah pagi siang malam terjadi grok-grok. Perkembangan berat badan bagus dan tidak rewel. Apakah anak saya mengalami alergi susu sapi? Bagaimana cara menghilangkan grok-groknya? Dan apakah boleh anak saya imunisasi?

    Bolehkah anak saya melakukan perjalanan jauh? Menggunakan bus pariwisata, sebaiknya duduk dibagian mana? Dan tips apa yang harus saya lakukan agar anak saya nyaman?

    Terima kasih

    • tipsbayi September 7, 2011 at 3:42 am #

      @ elia,

      Bunyi grok-grok tersebut bisa dahak atau reak. Dengan cara dijemur dengan ditidurkan miring cairan biasanya akan keluar… Bisa dengan terapi uap atau bisa juga dengan memberikan kehangatan pada dada dan punggungnya, ini salah satu cara alternatif yang bisa Anda lakukan .. Belum tentu bayi Anda alergi susu, untuk memutuskannya perlu pengamatan seksama..

      Bayi Anda boleh saja diimunisasi. Anda bisa membaca artikel terkait:

      http://www.tipsbayi.com/vaksin-dan-vaksinasi.html
      http://www.tipsbayi.com/jadwal-imunisasi-bayi.html
      http://www.tipsbayi.com/kontroversi-imunisasi-bayi-masukan-bagi-ummat-islam.html

      Seberapa jauh? Apa kesehatan bayi Anda baik..? Untuk perjalanan jauh Anda perlu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Perhatikan kenyamanan bayi Anda, bepergian pada malam hari akan lebih tenang untuk bayi. Akan tetapi untuk bayi Anda, seumuran itu kondisi fisiknya belum stabil masih ada kemungkinan terganggu dengan berbagai kondisi perjalanan, jadi selain Anda ikuti tips-tips pada artikel berikut:

      http://www.tipsbayi.com/bepergian-membawa-bayi-berusia-di-bawah-1-tahun.html

      Anda juga harus selalu memperhatikan KENYAMANAN bayi Anda dalam perjalanan.. :-)

      Membuat bayi Anda nyaman..? Selama di perjalanan menggunakan apapun, akan lebih baik jika si bayi tetap berada dalam pangkuan atau dekapan Anda. Selain akan memberinya rasa hangat, secara psikologis bayi Anda akan merasa aman dan terlindungi. Ia merasa tenteram dalam kasih sayang ibu. Duduk dibagian tengah Bis akan lebih nyaman. Jangan taruh bayi di keranjang atau diberikan pada babysitter. Tapi perlakukan bayi Anda senormal dan sealami mungkin bahwa Anda memberikan kasih sayang pada anak.. ;-)

  47. Fatimah June 22, 2011 at 5:00 am #

    dear tips,

    anak saya dari usia 4bulan sudah alergi susu sapi. dokter sarankan gumakan susu soya atau HA. tapi anaknya gak doyan. akhornya saya menggunakan susu Low Lactosa Milk. sudah saya coba di mix dengan susu formula, alerginya muncul lagi. babnya kuning pucat ada bercak coklat, bentol2 merah di badannya, ada ruam popoknya juga. akhirnya kembali hanya minum LLM itu saja. sampai sekarang umur 16bulan masih konsumsi susu LLM itu.
    Apakah tidak ada efek kepada perkembangan anak saya? saat ini umurnya 16bulan tingginya 85cm beratnya 16kg. anaknya sangat aktif bergerak.
    sampai kapan anak saya dapat diberi susu LLM tsb?
    Terima kasih.

    • tipsbayi July 5, 2011 at 4:17 am #

      @ Fatimah,

      Perkembangan fisik bayi Anda terlihat bagus.. Anda jangan khawatir, kasus alergi susu sapi umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang se belumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi..

      Sampai kapan pemberian susu LLM..? Sampai bisa digantikan dengan asupan lain.. Anda jangan khawatir karena makanan padat yang Anda berikan pada bayi Anda lambat laun akan menjadi pengganti susu LLM dan akan menjadi makanan utama.. ;-)

  48. sri hastuti June 5, 2011 at 8:13 am #

    4 standar emas bagi bayi : IMD (Inisiasi Menyusu Dini0, ASI Eksklusif, MP ASI setelah umur 6 bulan, dan pemberian ASI sampai umur 2 tahun

    • tipsbayi July 5, 2011 at 4:08 am #

      @ sri hastuti,

      Informasi yang sangat bagus dan berguna.. ;-)

  49. wini wiliyasari May 21, 2011 at 11:40 pm #

    dear tips,
    apakah alergi susu ada hubungannya dengan berat badan bayi ? trus tanda2 feces bayi jika alergi susu itu bagaimana?soalnya anak saya waktu asi fecesnya bergumpal tp setelah tdk mengkonsumsi asi kemudian di ganti susu formula fecesnya jadi lembek tdk pernah menggumpal lg

    • tipsbayi July 5, 2011 at 4:06 am #

      @ wini wiliyasari,

      Alergi susu tidak ada hubungan langsung dengan BB bayi.. ;-)

      Benar, ada kalanya feses keras bisa juga akibat tidak cocok sufor. Gejala alergi susu sapi memang bermacam-macam.. Gejala alergi susu sapi dapat timbul di kulit (eksim/dermatitis atopi, urtikaria), saluran cerna (muntah, kembung, kolik, diare, tinja berdarah) dan saluran nafas (asma, batuk, pilek) termasuk juga yang sedang bayi Anda alami. Pada umumnya gejala dan tanda yang ditimbulkan akibat alergi susu sapi dibagi atas Reaksi cepat yaitu dalam 45 menit setelah paparan, berupa: erupsi pada kulit, bersin-bersin, batuk, hidung berair, ngorok. Reaksi lambat (terjadi dalam 20 jam) setelah paparan berupa diare, pucat, muntah. Reaksi sangat lambat (setelah 20 jam) berupa diare, gejala gangguan pernafasan..

      Anda jangan khawatir, kasus alergi susu sapi umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang se belumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi..

      Banyak penilitian yang menyatakan untuk mencegah alergi adalah dengan menyusu selama enam bulan eksklusif dan setelah itu tetap melanjutkan menyusu secara jangka panjang. Maka sebaiknya Anda pertahankan pemberian ASI pada bayi Anda..

  50. ummu muthma`innah May 1, 2011 at 12:47 pm #

    assalamu`alaikum
    mau tanya donk, sufor yang aman untuk bayi 8bulan ke atas apa y?
    makasih

    • tipsbayi June 3, 2011 at 3:16 am #

      @ ummu muthma`innah,

      Wa’alaikumussalam..

      Sufor di pasaran mempunyai kwalitas berbeda otomatis nilai gizinya lain meskipun tampaknya sama, maka pintar-pintarlah Anda mencari sufor yang cocok untuk bayi Anda dan mempunyai nilai gizi yang bagus.., tapi sebagusnya sufor tentu tidak akan bisa melebihi ASI..

      Anda bisa memilih sufor yang cocok dan terbaik untuk bayi Anda, akan tetapi perlu Anda ketahui bahwa ASI adalah susu terbaik untuk bayi Anda yang tidak akan tertandingi sekalipun oleh sufor termahal.. ;-)

      Lihat dan perhatikan pengaruh sufor barunya sampai empat hari. Apabila terlihat cocok tidak menunjukan efek negatif maka bisa Anda lanjutkan.

  51. Desy April 13, 2011 at 3:43 pm #

    Dear Tips Bayi,
    Anak saya salsabila (1th) sebelumnya mengalami demam tinggi sampai 40.0 derajat selama 2 hari, esoknya setelah demamnya turun timbul ruam pada kulitnya, tadinya saya pikir itu akibat demamnya yg tinggi, dan hari ini (sore)saya memberinya susu formula tapi malamnya dia mengalami ruam lagi, yg mau saya tanyakan apakah anak saya mengidap alergi susu???
    terima kasih

    • tipsbayi April 14, 2011 at 4:47 am #

      @ Desy,

      Salsabila sudah berusia 1 tahun, sepertinya sebelumnya dia sudah pernah mendapatkan sufor tapi tidak memperlihatkan alergi..?
      Alergi adalah reaksi hipersensitivas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi biasanya muncul bila anak memiliki kecenderungan bawaan (genetik).. Jangan khawatir jika itu alergi tidak berbahaya..

      Bintik merah pada bayi Anda harus diteliti lebih lanjut lagi, karena bisa saja bukan alergi hanya biang keringat saja.. jadi perlu perhatian yang seksama.

      Biang keringat ini biasa terjadi akibat tersumbatnya kelenjar keringat, jadi solusinya:
      * Mandi secara teratur dan keringkan dengan handuk lembut.
      * Ketika berkeringat, seka badan dengan lap basah dan keringkan kembali dengan handuk kering.
      * Gunakan baju yang berbahan katun dan nyaman dipakai (tidak terlalu sempit), untuk mengurangi panas.
      * Jagalah ventilasi ruangan, agar pertukaran udara berlangsung lancar dan lebih sejuk.. ;-)

  52. sujiana April 8, 2011 at 3:41 am #

    Anak saya sudah di diagnosa dokter alergi susu dan susu sdh di ganti, karena ada berita susu tersebut terkena bakteri maka susu saya ganti tapi sekarang gejala alergi itu muncul lagi, muntah, sering pilek

    • tipsbayi April 14, 2011 at 4:39 am #

      @ sujiana,

      Gejala alergi susu sapi memang bermacam-macam.. Gejala alergi susu sapi dapat timbul di kulit (eksim/dermatitis atopi, urtikaria), saluran cerna (muntah, kembung, kolik, diare, tinja berdarah) dan saluran nafas (asma, batuk, pilek) termasuk juga yang sedang bayi Anda alami. Pada umumnya gejala dan tanda yang ditimbulkan akibat alergi susu sapi dibagi atas Reaksi cepat yaitu dalam 45 menit setelah paparan, berupa: erupsi pada kulit, bersin-bersin, batuk, hidung berair, ngorok. Reaksi lambat (terjadi dalam 20 jam) setelah paparan berupa diare, pucat, muntah. Reaksi sangat lambat (setelah 20 jam) berupa diare, gejala gangguan pernafasan..

      Alergi pada anak memang bukan suatu penyakit. Alergi adalah reaksi hipersensitivas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi biasanya muncul bila anak memiliki kecenderungan bawaan (genetik).. Jangan khawatir jika itu alergi tidak berbahaya.. ;-)

      Anda jangan khawatir, kasus alergi susu sapi umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang se belumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi..

      Banyak penilitian yang menyatakan untuk mencegah alergi adalah dengan menyusu selama enam bulan eksklusif dan setelah itu tetap melanjutkan menyusu secara jangka panjang. Maka sebaiknya Anda pertahankan pemberian ASI pada bayi Anda..

  53. anak aq br 3 bln,tp malas nete,trkadang dr pg smp jam 12 sian br 3 kali ja nete,apa ini normal.trus klo dikasi tete dia kdang nangis n meronta,tp klo da tdr br diteteki br jg dia mau,tlg dong solusix knp bs bgn.thanks March 25, 2011 at 4:31 am #

    tips bayi

    • tipsbayi April 6, 2011 at 3:42 am #

      @ Halo,

      Jika Menolak ASI, kemungkinan disebabkan oleh :

      1] Kurang sehat.
      Kondisi tubuh bayi yang kurang sehat bisa membuat bayi kesulitan mengisap dengan baik, sehingga ASI yang didapat sedikit. Akhirnya
      bayi jadi capek atau frustrasi, dan menolak menyusu.

      2] Kesakitan.
      Bayi yang mengalami memar akibat lahir dengan alat bantu (misalnya: vakum) mungkin menolak menyusu jika bagian yang memar ini terpencet tiap kali ia menyusu.

      3] Tersumbat hidungnya.
      Bayi yang hidungnya tersumbat (karena pilek) mungkin menolak menyusu karena kesulitan bernafas.

      4] Sariawan.
      Bayi yang sedang sariawan, atau mulutnya terinfeksi jamur Candida mungkin hanya mau mengisap beberapa kali saat menyusu, lalu berhenti dan menangis.

      5] Sedang tumbuh gigi.
      Bayi yang sedang tumbuh gigi mungkin merasa gusinya nyeri, atau air liurnya berlebihan, atau agak demam, sehingga menolak menyusu karena merasa tidak nyaman.

      6] Mengantuk.
      Bayi yang terpengaruh efek sedatif (bius) obat-obatan mungkin menolak menyusui karena mengantuk.

      7] Bingung puting.
      Bayi yang diberi susu botol atau empeng terlalu dini (sebelum 2 minggu) mungkin menolak menyusu karena kesulitan menguasai teknik
      mengisap payudara – yang sangat berbeda dengan mengisap dot.

      8] Tidak mampu `mengambil’ cukup ASI untuk memenuhi kebutuhannya.
      Bayi yang belum menguasai teknik menyusu mungkin hanya mampu mengisap ASI sedikit sehingga harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengisap lebih lama atau lebih dalam. Akibatnya ia jadi capek atau frustasi, lalu menolak menyusu.

      9] Ingin `melawan’ perlakuan yang tidak menyenangkan.
      Jika ibu atau pengasuh kurang menguasai teknik mengatur posisi bayi saat akan menyusu, bayi bisa saja merasa diperlakukan kasar atau
      disakiti. Sebagai upaya `perlawanan’, ia pun menolak menyusu.

      10] Terganggu isapannya.
      Jika ibu sering memegangi atau mengguncang payudara saat menyusui, posisi mulut bayi terhadap payudara bisa terganggu. Akibatnya bayi
      merasa tidak nyaman dan menolak menyusu.

      11] Dibatasi jadwal menyusunya.
      Jika ibu menyusui hanya pada jam-jam tertentu dan bukan menurut keinginan bayi, bayi bisa frustrasi karena kelaparan dan malah
      menolak menyusu.

      12] Terganggu semburan ASI.
      Aliran ASI yang terlalu cepat dan deras saat bayi mulai mengisap bisa membuat bayi tersedak. Jika terjadi berulang kali selama
      menyusu, bayi mungkin jadi frustrasi dan menolak menyusu.

      13] Merasa terganggu oleh suatu perubahan.
      Bayi usia 3-12 bulan mudah terganggu oleh berbagai perubahan: berpisah dengan ibunya, ada pengasuh baru, pindah rumah, kedatangan
      tamu, ibunya sakit (atau sedang menstruasi), payudara ibu terinfeksi, bau tubuh ibu berubah, dsb. Ketika suatu perubahan dirasa mengganggu, bayi bisa jadi tidak menangis melainkan langsung `mogok’ menyusu.

      Cobalah dicek alasan alasan diatas, mana yang paling sesuai dengan kondisi Anda dan bayi Anda.

      Tetapi yang jelas, teruslah berusaha, dan berikan ketenangan pada diri Anda, karena ibu yang gelisah juga akan mempengaruhi bayinya,
      mungkin baik juga mengajaknya si anak bermain-main dulu.

      Mengenai cara memperlancar produksi ASI. cara utama sebenarnya dengan terus memberinya ASI, karena dengan jarang memberikan ASI
      maka produksi ASIpun akan menurun, maka jika si BAYI tidak mau menyusui sebaiknya ASI tetap di pompa keluar.

      Mengenai makanan banyak ibu ibu mengatakan memakan daun katuk atau buah pepaya muda yang direbut akan meningkatkan ASI, dan tentu harus ditambah dengan makanan bergizi lainnya. ;-)

  54. Mama Bian February 25, 2011 at 10:13 am #

    Dear tips,
    Anak saya 1 tahun, dari 3 bulan anak saya dinyatakan dokter alergi susu sapi. Alasannya karna lendir yang berlebih. Bisa dilihat dari mn ya faktor yang menyebabkan lendir berlebih itu?
    Mohon infonya…

  55. blog umi abi February 21, 2011 at 1:47 pm #

    Wah sangat bermanfaat tipsnya, salam kenal. Terima kasih..

    • tipsbayi February 28, 2011 at 1:13 am #

      @ umi abi,

      Terima kasih, salam kenal kembali.. ;-)

  56. ibu.ratnasetiowati February 20, 2011 at 10:27 am #

    informasi sekitar bayi

  57. Yanti February 19, 2011 at 3:03 am #

    dear tips
    anak saya mnurut diagnosa dr ada alergi susu sapi dr faktor turunan tapi gejalanya hanya nafas yg berdesing ajh saat tidur atau nete tapi itu juga hanya se2kali saja dan gejala lainnya tidak ada. mnurut tips apa benar dg gejala seperti yg dialami anak saya termasuk alergi susu?
    tq… ditunggu ya jwababnnya!

    • tipsbayi February 28, 2011 at 1:07 am #

      @ Yanti, Mama Bian,

      Gejala alergi susu sapi memang bermacam-macam.. Gejala alergi susu sapi dapat timbul di kulit (eksim/dermatitis atopi, urtikaria), saluran cerna (muntah, kembung, kolik, diare, tinja berdarah) dan saluran nafas (asma, batuk, pilek) termasuk juga yang sedang bayi Anda alami. Pada umumnya gejala dan tanda yang ditimbulkan akibat alergi susu sapi dibagi atas Reaksi cepat yaitu dalam 45 menit setelah paparan, berupa: erupsi pada kulit, bersin-bersin, batuk, hidung berair, ngorok. Reaksi lambat (terjadi dalam 20 jam) setelah paparan berupa diare, pucat, muntah. Reaksi sangat lambat (setelah 20 jam) berupa diare, gejala gangguan pernafasan..

      Alergi pada anak memang bukan suatu penyakit. Alergi adalah reaksi hipersensitivas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi biasanya muncul bila anak memiliki kecenderungan bawaan (genetik).. Jangan khawatir jika itu alergi tidak berbahaya.. ;-)

      Anda jangan khawatir, kasus alergi susu sapi umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang se belumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi..

      Banyak penilitian yang menyatakan untuk mencegah alergi adalah dengan menyusu selama enam bulan eksklusif dan setelah itu tetap melanjutkan menyusu secara jangka panjang. Maka sebaiknya Anda pertahankan pemberian ASI pada bayi Anda..

  58. andi ivada dewata January 21, 2011 at 6:37 am #

    kalo waktu bayi si anak alergi susu sapi apakah seterusnya akan alergi ato bisa berhenti

    • tipsbayi January 29, 2011 at 4:59 am #

      @ andi ivada dewata,

      Alergi pada anak memang bukan suatu penyakit. Alergi adalah reaksi hipersensitivas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi biasanya muncul bila anak memiliki kecenderungan bawaan (genetik).. Jangan khawatir jika itu alergi tidak berbahaya.. ;-)

      Anda jangan khawatir, kasus alergi susu sapi umumnya akan hilang saat anak berusia satu tahun ke atas atau sudah berusia 15 tahun. Menurut data, sebanyak 56 persen bayi yang se belumnya menderita alergi susu, sudah menjadi toleran ketika berumur satu tahun. Sedangkan pada umur 15 tahun, 95 persen anak sudah tidak menderita alergi susu lagi..

      Banyak penilitian yang menyatakan untuk mencegah alergi adalah dengan menyusu selama enam bulan eksklusif dan setelah itu tetap melanjutkan menyusu secara jangka panjang. Maka sebaiknya Anda pertahankan pemberian ASI pada bayi Anda..

  59. andi ivada dewata January 21, 2011 at 6:36 am #

    thanks infonya …. sangat bermanfaat …. kami tunggu info yg lainnya yg sangat membantu ibu

  60. evasyifa December 20, 2010 at 5:20 am #

    tips nya sangat bermanfaat sekali, smoga ga bosan ya utk sharing sama kita para ibu…

    • tipsbayi January 29, 2011 at 4:57 am #

      @ evasyifa,

      Alhamdulillah bisa bermanfaat.. Bosan..? Insya Allah tidak akan bosan kok.. ;-)

  61. Umi_aya December 16, 2010 at 12:22 pm #

    Duh makasih bgt y atas infonya, untuk artikel bayi yg obesitas ada ga tips?

    • tipsbayi December 26, 2010 at 2:42 pm #

      @ Umi_aya,

      Sama-sama.. ;-)
      Oh ya, bayi obesitas.. ide bagus tuh.. baiklah tunggu saja artikelnya ya..

  62. anggi November 19, 2010 at 9:17 am #

    boleh dong bagiin tips dan infonya.thanks….

    • tipsbayi November 30, 2010 at 6:48 am #

      @ anggi,

      Maksud Anda, Anda ingin berbagi artikel dengan teman yang lain..?
      Jika Anda ingin merekomendasikan artikel tertentu, Anda bisa menggunkan fitur “Share This” yang ada di setiap akhir artikel.

      Fitur ini berlogo hijau. Anda bisa memilih apakah ingin berbagi via email, via komunitas seperti Friendster, Facebook, dll.

      Atau Anda BERMINAT menerima tips dan informasi gratis dari kami. Kesediaan Anda akan SANGAT berarti bagi kelanjutan situs kami… Silahkan buka halaman berikut:

      http://www.tipsbayi.com/masihminat.html

      Dan masukkan LAGI nama depan dan alamat email yang biasa Anda gunakan. Selanjutnya, Anda bisa membaca informasi yang kami janjikan.. ;-)

Leave a Reply