Apa Itu Baby Blues Syndrome? Apa Bedanya Dengan Postpartum Depression?

Baby Blues Syndrome, atau sering juga disebut Postpartum Distress Syndrome adalah perasaan sedih dan gundah yang dialami oleh sekitar 50-80% wanita setelah melahirkan bayinya.

Aneh memang… perasaan senang menanti-nanti kelahiran sang buah hati, ternyata pada sebagian ibu bisa berubah menjadi depresi, setelah proses kelahiran bayi.

Baby Blues Syndrome masih tergolong ringan dan biasanya berlangsung hingga 2 minggu. Jika Anda mengalaminya lebih dari 2 minggu, bisa jadi itu adalah Postpartum Depression dan sebaiknya  Anda berkonsultasi dengan dokter Anda…

Beberapa Gejala Kasus Baby Blues Syndrome

  1. Menangis tanpa sebab yang jelas
  2. Mudah kesal
  3. Lelah
  4. Cemas
  5. Tidak sabaran
  6. Enggan memperhatikan si bayi
  7. Tidak percaya diri
  8. Sulit beristirahat dengan tenang
  9. Mudah tersinggung

Jika setelah melahirkan Anda mengalami berbagai kondisi dan perasaan di atas, maka besar kemungkinan Anda sedang dilanda Baby Blues Syndrome

Apa Beda Baby Blues Syndrome dengan Postpartum Depression?

Perbedaan keduanya terletak pada frekuensi, intensitas, serta durasi berlangsungnya gejala-gejala di atas. Pada Postpartum Depression, Anda akan merasakan berbagai gejala tersebut lebih sering, lebih hebat, serta lebih lama.

Bagaimana cara membedakannya?

Sebenarnya caranya mudah. Salah satunya adalah dengan memperhatikan pola tidur si ibu. Jika ketika ada orang lain menjaga bayi, si ibu bisa tertidur, maka besar kemungkinan si ibu hanya menderita Baby Blues Syndrome (BBS). Namun jika si ibu sangat sulit tertidur walaupun bayinya dijaga oleh orang lain, maka mungkin tingkat depresinya sudah termasuk ke dalam Postpartum Depression (PPD).

Beberapa Gejala Postpartum Depression

  1. Cepat marah
  2. Bingung
  3. Mudah panik
  4. Merasa putus asa
  5. Perubahan pola makan dan tidur
  6. Ada perasaan takut bisa menyakiti bayinya
  7. Ada perasaan khawatir tidak bisa merawat bayinya dengan baik
  8. Timbul perasaan bahwa ia tidak bisa menjadi ibu yang baik

PPD bisa berlangsung hingga 1 tahun setelah kelahiran bayi…

Pada kasus PPD akut, si ibu bisa saja bunuh diri atau menyakiti bayinya sendiri…

Apa Penyebab PPD?

Walaupun hingga artikel ini ditulis tidak ada yang tahu pasti penyebab timbulnya PPD, namun berbagai faktor berikut sepertinya sangat berpengaruh:

  1. Perubahan hormon si ibu
  2. Tekanan menjadi ibu baru
  3. Ada sejarah keluarga terkait dengan depresi
  4. Kurangnya bantuan ketika melahirkan
  5. Merasa terisolasi
  6. Kelelahan

Pelajari juga: Tips Mengatasi Baby Blues Syndrome

Subscribe

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

, , , , , , , , ,

65 Responses to Apa Itu Baby Blues Syndrome? Apa Bedanya Dengan Postpartum Depression?

  1. rza July 31, 2015 at 12:07 pm #

    Sya bru nlhirkan anak ke2.dan sekarang udh umur 5 bln lbh. Smjak lepas 40 hri fisik sya krg sehat, kdg cemas, takut, sprti org trauma, dan skrgpun masih kdg terasa,,,,
    Apa ini bbs atw apa,, dan bgaimana cra mngatasiny,,, mksh

    • tips-bayi September 9, 2015 at 9:54 pm #

      rza,

      Hmm.. Harus diawali dengan pemerksaan fisik dulu, atau tanya pada diri sendiri.. apa keluhan sakit saya..? Jika diketahui keluhan fisiknya maka bisa mulai mengatasi dengan pengobatan fisik.

      Nah.. Untuk rasa cemas.. Mulailah mengendalikan fikiran Bunda dengan pemikiran positif. Ingatlah Bunda, dengan pemikiran positif maka semua akan lebih terasa mudah dan ringan.. :)

      Berkomunikasilah dengan orang yang paling Bunda percaya, yang paling tepat adalah dengan suami.. Sharinglah dan mintalah nasihat agar permasalahan kecemasan cepat berkurang..

  2. Tiara Azzura July 16, 2015 at 12:27 am #

    Assalamualaikum.

    Dear tips bayi,
    Saya seorang ibu tunggal, dari sejak hamil sampai melahirkan tidak didampingi suami. Untungx pas melahirkan, ada keluarga yang mengurus saya.. Bulan pertama si kecil, saya suka memandang wajahnya ketika tidur, saya suka berdekatan dengan bayi saya, pokoknya saya suka dan enjoy dengan peran baru saya, apalagi ketika saat bulan pertama menyusui putting saya smpat lecet, sakitnya seperti agak ringan karena dlam mindset saya, saya slalu brkata berulang kali bahwa hanya ini yang terbaik buat bayi saya, ini yang penting buat bayi saya, beribu2 bahkan mungkin ada berjuta perempuan lain yang dengan senang hati mengorbankan apapun agar dia bisa punya bayi dan menyusui bayinya sendiri sprt saya.. Dan itu berhasil, terlebih saya melakukanx sambil memandang wajah bocah tak berdosa yg saat itu sedang lahap minum ASI dari sy.. Subhanallah..

    Tapi, masalah lain saat ini, ketika dia berusia 7 bulan dan mulai mengucap kata2 pertamanya. Kata pertamanya adalah “Papa”, yang secara tidak langsung seperti menendang saya. Saya tdk tau kenapa sy akhir2 ini sering merasa sedih, sering merasa apa jadinya anak saya ketika ia makin besar nanti, apalagi di masyarakat kita, dimana anak dgn status seperti dia kadang dianggap yaahh, begitulah, pdahal menurut sy pribadi, ya memang, itu dosa tp bukankah lbih dosa lg kalau kita membuang bayi atau menggugurkan bayi hanya agar tidak menjadi aib?
    Akhir2 ini sy seperti sensitif,sy marah sama diri sendiri, saya marah dengan keadaan yg di timpakan pada anak saya, dimana saya hanya ingin anak saya hidupnya normal, dengan ayah dan ibu. Saya jadi sering marah pada anak saya ketika dia bilang “Papa”, tapi ketika sy sadar kemudian sy menangis minta maaf pada anak saya, walau saya tdk tau apakah dia mengerti atau tidak dgn kejadian barusan, tp bayi itu peka kan? saya hanya takut mentalnya terganggu dgn sikap sy.. Sy kan cerminnya, sy mencoba berubah, berprinsip, yg lalu sdh terjadi, masa dpan sy insya allah masih panjang, untuk mencarikan anak sy sosok yg pantad untuk di panggilnya “Papa”, aplagi mnurut slah satu artikel yg sy baca, sosok “Papa” adalah cinta pertama bayi perempuanx kan? krn dgn si Papa nya dy pertama kali belajar membina hubungan dan berinteraksi denga lawan jenisnya..
    Alhamdulillah sy agak terbantu, walau kadang masih sering “Keseleo”, tp tdk se intens kemarin2.. Sy ingin tanya, apakah sy ini mengidap baby blues syndrome atau malah PPD?
    Saran sy buat ibu2 muda yg mengalami kasus sperti sy, yahh, yg lalu dijadikan pelajaran, kedepannya kita berjuang saja.. Orang yg menanggap kita hina, sebenarnya mereka mungkin lebih hina, karena secara tdk langsung mreka berkata, “Aborsi aja kek, dri pada lahirin anak ga ada bapaknya!” , itu semua urusan kita dengan Tuhan, tinggal cara kita saja membuktikan kepada Tuhan, bahwa kita patut mendapat kesempatan kedua, dan ingatlah ketika Tuhan sudah menitipkan kepada kita seorang bayi, maka dia telah yakin kita bisa bertanggung jawab, jadi jangan kecewakan Dia, dan rejeki bayi kita jg sudah dijamin olehNya. Stop Aborsi!! Terima kasih team tips bayi, karena sudah banyak membantu dengan artikel2 nya yg luar biasa.

    • tips-bayi September 9, 2015 at 9:43 pm #

      Tiara Azzura,

      Kasus Bunda Tiara bukan BBS atau PPD, hanya saja beban masalah psikologis Bunda hampir sama. Sebenarnya dari awal kelahiran prinsip Bunda sudah bagus. “saya slalu brkata berulang kali bahwa hanya ini yang terbaik buat bayi saya, ini yang penting buat bayi saya, beribu2 bahkan mungkin ada berjuta perempuan lain yang dengan senang hati mengorbankan apapun agar dia bisa punya bayi dan menyusui bayinya sendiri sprt saya.” Prinsip dan pemikiran seperti ini yang akan membangun kekuatan untuk keluar dari yang Bunda anggap masalah.

      Syukuri apa yang didapat, dan ambil hikmahnya dari semua kejadian. Ingatlah.. Suatu saat nanti, buah hati Bunda akan sangat berterima kasih atas apa yang diberikan.. tentunya pemberian terbaik.. “Kasih Sayang Bunda” :)

  3. astrid June 20, 2015 at 12:50 am #

    kakak saya terkena ppd. saya baru paham apa itu ppd karena kakak saya sama sekali tidak menjelaskan. hanya bilang bahwa dia depresi. apakah dalam keadaan ppd seseorang tidak bisa mengendalikan pikirannya? jika bisa bagaimana caranya?

    • tips-bayi July 7, 2015 at 9:51 pm #

      astrid,

      Harus ada dukungan positif dari orang sekitar. Berat untuk mengendalikan sendiri..
      Jalin komunikasi dengan keluarga adalah sangat penting, dengan begini akan mempercepat kesembuhan.. ;)

      • Bunda Faroosy August 27, 2015 at 10:57 pm #

        Bunda saya mau tanya, Putra saya berumur 10bulan.
        Dulu saya slalu beraktifitas diluar rumah, saya selalu bekarja diluar kota dari lulus kuliyah hingga hamil. Semenjak melahirkan saya disuruh resign suami dan mengasuh anak.
        Saya sama suami LDR ketemu 6 minggu sekali.
        Saat ini saya masih tinggal sama ibu saya, tapi tiap hari slalu kedatangan ponakan ponakan saya yang masih 2th dan 6 bulan yang dititipin ke ibu saya dari pagi sampai sore. Dirumah ramai sekali sering kali putra saya terbangun saat tidurnya karena berisik, dan seringkali ponakan saya yang 2 tahun mukul anak saya..
        Semua kebutuhan anak saya yang menghandle sendri mulai dari mandiin, makan dll. Terkadang ibu juga bantu…
        Ibu saya lebih sering mengasuh ponakan saya. Saya gampang sekali marah marah saat anak saya rewel, dan susah diatur. Terkadang kalau lagi kesal saya melampiaskan ke anak saya. Terkadang kalau lihat ibu ngasuh ponakan ponakan saya terasa marah marah sendiri terkadang melampiaskan pada anak. Apa saya kena PPD BUN??
        tRimakasih

        • tips-bayi September 9, 2015 at 10:05 pm #

          Bunda Faroosy,

          Bukan PPD Bun.. :)
          Perasaan seperti itu wajar.. tapi tidak baik jika dibiarkan tumbuh subur sehingga mengganggu dan menguasai Bunda, sehingga Bunda jadi mempunyai sifat baru gampang emosi. Mulailah belajar menjadi Orang yang kuat.. apa itu? Orang yang bisa menahan emosinya.

          Bunda percaya.. ” Yang di langit akan sayang kita jika kita menyayangi yang di Bumi..” Jadi, belajarlah menanamkan pemahaman “saya sayang keponakan saya walaupun mereka membuat suasana kurang enak” Maka dengan begini suasana hati akan lebih baik.. ;)

  4. dwi ajit June 5, 2015 at 9:03 am #

    Saya memiliki anak usia 3.9th … Kalu saya pikir sangat terlambat jika saya mengalami sindrome baby blue. Tapi dari perubahan sikap yang saya alami mudah marah,selalu merasa gagal menjadi ibu. Ketika saya berbicara dg teman saya, mengatakan kalu saya mengalami sindrome baby blue. Apa yang saya alami ini adalah sindrome baby blue?

    • tips-bayi June 17, 2015 at 12:31 am #

      dwi ajit,

      Mohon maaf.. apa sebelumnya Bunda bukan pemarah..? Kalau bukan.. dan kalau sekarang Bunda berubah menjadi pemarah, segeralah berfikir secara jernih.. Apa dengan mudah marah akan membantu menyelesaikan segala kekesalan dan merubah semua keadaan..?

      Dan yang terpenting, tanamkan difikiran Bunda.. Kalau memang ini sindrome baby blue, ini adalah sudah terlambat, jadi haruslah ada kemauan untuk secepatnya kembali tenang dan mensyukuri apa yang ada Bun.. :)

  5. rizvi May 25, 2015 at 9:28 am #

    saya wanita karir yg sangat mandiri dan tidak suka cerita ttg masalaj pribadi kesiapapun termasuk suami saya. baru 3 minggu ini saya habis melahirkan dan saya sekarang tinggal drumah mertua saya. saya merasa sekarang terkena syndrome baby blues saya merasa benar2 kelelahan merawat bayi saya sendiri, suami jg kerja diluar kota ketemu seminggu sekali dan mertua saya yg sibuk dg kerjaan mereka. saat ini mood saya benar2 buruk, kadang nangis, kurang tidur. bahkan makan pun kurang. sakit kepala. bagaimana saya harus menyikapi nya? apakah saya perlu refresing keluar dari rumah? pindah dari mertua saya? karna saya tidak suka tergantung orang tua tinggal .

    • tips-bayi June 13, 2015 at 10:24 am #

      rizvi,

      Ya Bun.. Benarkah Bunda sendiri yang mengurus bayi dan keperluan Bunda..? Memang untuk seperti ini tidak bisa sendiri Bun.. berat kalau tidak dibantu oleh orang sekitar. Berat secara fisik dan juga mental.

      Untuk ini, Bunda harus mempunyai sikap lebih tegar lagi. Perlu tau juga bahwa yang mengalami seperti Bunda ada banyak, dan mereka bisa lalui semuanya mulus dengan sikap yang tegar dan tangguh.

      Jika ada anggota keluarga lain atau pekerja di rumah, Bunda jangan sungkan minta tolong untuk dibantu. Dan pada waktunya suami pulang, Bunda manfaatkan sebaik-baiknya untuk sharing, minta bantuan, ajak mengurus bayi bareng-bareng.. agar tertanam dalam fikiran suami Bunda bahwa sehari-hari yang dilalui Bunda begitu beratnya..

      Jalin komunikasi yang baik dengan semua anggota keluarga.. ini penting..!
      Tanamkan rasa SYUKUR atas nikmat yang Allah Swt berikan..
      Ingat bun.. Bunda bisa tumbuh dewasa berawal dari bayi.. dan pelukan yang penuh kasih Ibunda, pengorbanan dan beratnya ujian sudah Ibunda lalui.. Begitu pun sekarang Bunda.. ;)

  6. rianti April 11, 2015 at 8:58 am #

    Aslkm…dl saya d pisahkan oleh bayi saya selama 10 bulan kini bayi saya sudah d tangan saya usia nya sudah dua tahun,awalnya saya ga pede buat ngurusnya d tambah anak saya susah sekali makan saya sering marah marah kadang menangis kdg juga mukul telapak kaki nya..apa itu syndrom ppd?mohon bantuannya

    • tips-bayi June 5, 2015 at 1:34 pm #

      rianti,

      Wa’alaikum salam..
      Bukan Sindrom PPD.. hanya masalah ketelatenan dan kesabaran Bunda harus lebih lagi.. :)
      Bunda.. Pernahkan kita berpikir bahwa program negatif yang (mungkin) secara tidak sengaja kita tanamkan ke pikiran bawah sadar anak kita..?

      Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki
      Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi
      Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri
      Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, maka ia belajar menyesali diri
      Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar mengendalikan diri
      Jika anak dibesarkan dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri
      Jika anak dibesarkan dengan kelembutan, maka ia belajar menghargai
      Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajar percaya
      Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menghargai diri sendiri
      Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia belajar menemukan kasih dalam kehidupannya.. ;)

      Belajarlah untuk senentiasa bisa menerima apa adanya dan mensyukuri apa yang Allah anugrahkan.. :)

  7. Rhirhi March 21, 2015 at 8:36 am #

    Umur bayi sya sdh 2 bln dan Sya tinggal Dhi rumh mertua. Mertua sya sngt baik bhkn mmbantu sya mrwt dede bayi. Slama 2 bln stlh lahirn sya mraskn gjala2 SBB dan enth knp sya merasa marh dan gmpng emosi klo mrtua sya mnyntuh bayi sya dan trkdng sya mlampiaskn kmrahan sya pda dede bayi. pdhl maksud mertua sya untuk mringnkn beban sya dlm mngurus dede bayi. Sya bingung apa yang hrus sya lakukn ;(

    • tips-bayi June 5, 2015 at 1:28 pm #

      Rhirhi,

      Bunda muslimah kan..? Banyak-banyaklah beristighfar.. Bunda sudah menyadari semua sikap Bunda seperti itu salah, itu sudah bagus..
      Banyaklah sharing dengan suami tercinta, seringlah minta maaf pada Bunda mertua dengan mengadukan segala kelemahan dan kekurangan agar bisa maklum.. :)

      Semoga semua keadaan cepat kembali normal..

  8. umy haikal February 3, 2015 at 4:22 am #

    Saya ibu dari anak umur 3th. Saya suka merasa cepat marah,mudah panik,merasa jadi ibu yang kurang baik buat anak saya,kadang menangis stlh saya marah2 pada anak saya. Apa itu termasuk dlm gejala baby blues syndrome? Tp yg sy rasakan seperti itu saat anak saya berumur 2,5th-3th. Dan bagaimana solusinya?

    • tips-bayi April 21, 2015 at 9:10 am #

      umy haikal,

      Perasaan seperti itu muncul ketika haikal usia 2,5 tahun ya..? Itu bukan BBS atau PPD, tapi memang perlu diatasi segera, karena akan mengganggu perkembangan anak dan kesehatan fisik mental Bunda ;)

      Solusi..
      . Mintalah bantuan suami, orang tua, mertua, serta kerabat dalam mengurus bayi Anda
      . Tidurlah selagi ada kesempatan
      . Ceritakan berbagai kesulitan Anda kepada suami Anda
      . Bergabunglah bersama komunitas ibu untuk berbagi pengalaman dan perasaan
      . Jangan terlalu membebani diri Anda
      . Manfaatkan waktu luang untuk rileks
      . Perhatikan pola makan Anda

  9. mela November 28, 2014 at 3:07 pm #

    Saya baru saja melahirkan bayi lk2 2mggu lalu. Setelah saya melahirkan, saya sering sekali menangis apalagi klo inget wajah ibu saya. Krn pd saat ini saya tinggal drmh mertua. Sy jg srg mikir apa bs sy ngerawat ank sya klo nnti saya udh krja. Gmana nnti kedepannya hdp saya. Sering kali rasa takut dtg. Dan sya merasa nyesal cpt2 nikah. Rasa cemas, sedihh, sllu aja rasain. Gmana cara mengatasi yaa??

    • tips-bayi February 23, 2015 at 1:41 pm #

      mela,

      Caranya.. biasakan dan usahakan lebih banyak bersyukur. Dan selalulah berfikiran positif. Seringlah sharing dengan suami, ajaklah berfikir untuk membuat rencana kedepan. Semangatlah menjalani hidup yang merupakan amanah dari Allah SWT. :)

  10. sary ambat October 9, 2014 at 8:06 am #

    Asslkum wr wb..
    Saya jga sdh rasain sprti keluhan teman2 yg di atas..bhkan lebih prahnya lgi semnjak dri sya mlhirkan anak pertama sya..sya sdh sering sakit2an,smnjak sya melahirkan hingga smpai setahun ni tbuh sya tdk fit..mohon saranya bgmna untuk mngobatinya..jazakallah

    • tips-bayi November 12, 2014 at 1:27 pm #

      sary ambat,

      Wa’alaikum salam Wr. Wb.,

      Buatlah dan atur pola tudur istirahat Bunda.. Begitu juga dengan pola makannya.

      Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:

      . Selalu berdoa kepada Allah agar diberi taufik dan kemudahan dalam menjalankan kewajiban kita sebagai seorang ibu.
      . Tanamkan pada diri untuk selalu bersikap ikhlas dan tulus berperan sebagi ibu baru. Ingatlah balasan yang akan kita dapat di akhirat kelak!
      . Belajar bersikap tenang dengan mengambil nafas panjang dan fleksibel dalam mengurus si kecil.
      . Tidurlah ketika si kecil tidur. Buatlah dan atur pola tudur istirahat Bunda.. Begitu juga dengan pola makannya.
      . Komunikasikan rasa cemas yang dialami dengan pasangan, saudara atau teman dekat.
      . Luangkan waktu untuk diri sendiri, meski hanya 15 menit untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti mendengarkan murotal, baca buku, atau . olah raga ringan.
      . Ibu tidak diharapkan menjadi ‘super mama’, jadi berlaku jujurlah pada diri sendiri maupun orang lain sejauh mana kita dapat melakukan sesuai kemampuan dan minta bantuan orang lain.
      . Biarkan pasangan atau keluarga membantu dalam urusan rumah tangga dan mengurus si kecil.
      . Bergabung dan berbagi cerita dengan ibu-ibu baru.
      . Baby blues bukanlah hal yang memalukan, jadi jangan ragu untuk mengkomunikasikan dengan orang terdekat.. ;)

  11. aa January 4, 2014 at 2:07 am #

    salam….istri saya terkena efek baby blues/PPD sebelum melahirkan. akhirnya, diputuskan operasi pada usia 35 minggu. BB 2,1kg TB 43cm. sekarang sudah 2.5bulan namun reaksi ibu masih belum bisa merespon banyak terhap bayinya. kini belum bisa menyusui, hanya melihat bayi dan diusahakan untuk mendekatkannya dengan si bayi.
    gimana ya agar si ibu kembali normal seperti masa kehamilan?

    trims

    • tips-bayi January 15, 2014 at 10:57 am #

      aa,

      Wassalam..

      Buatlah komunikasi yang baik dengan istri Anda. Berikan terus motifasi dengan sabar dan telaten, karena dalam hal ini suami berperan sangat besar sekali dalam mengembalikan rasa percaya diri.

      Jika Anda dan istri seorang muslim, mulailah memberikan pencerahan pada istri Anda dengan menyampaikan fadilah atau keuntungan seorang ibu. Contohnya: “Jika seorang wanita mengandung janin dalam rahimnya, maka para malaikat akan beristighfar untuknya. Alloh Swt memberikan setiap hari 1000 kebaikan dan menghapuskan 1000 dosa”, “Apabila seorang ibu memberikan susu dari dirinya, maka Alloh Swt akan memberikan satu pahala dari setiap satu tetes susunya”. Dan banyak lagi fadilah lainnya..

      Dengan rutin memberikan semangat demikian, Insya Alloh istri Anda secara perlahan akan membaik dan tumbuh percaya dirinya.. :)

  12. kiki faradhila October 28, 2013 at 12:53 am #

    Ass. Saya kiki. 3 bulan lalu saya melahirkan anak ke 2 saya . Tapi perasaan saya selalu sedih,cemas dan banyak pikiran lainnya takut ga bisa mengurus anak , takut meninggal dan lain sebagainya . Kata bidan saya biasanya 3 bulan hilang , tapi ini sudah 3 bulan lebih perasaan takut saya,cemas,sedih ,stress kadang mau nangis terus masih saja timbul . Apa saya sudah parah baby blues syndromenya ? Tolong bantu gimana solusinya . Saya benar2 tersiksa smpe2 berat badan saya turun drastis. Tq

    • tips-bayi October 31, 2013 at 8:24 am #

      kiki faradhila,

      Wa’alaikumsalam,..

      Bunda harus yakin bahwa kehidupan kita ini sudah Alloh SWT atur, anak sehat, sakit, hidup dan matinya Alloh Swt yang atur.. kita hanya berusaha saja.. Dan Bunda harus ingat, Allah Swt memberikan kemuliaan pada kita kaum hawa ketika kita menjadi perantara kelahiran manusia ke atas muka bumi ini. Alloh Swt akan memberikan janjiNya apabila kita sabar dan ikhtisab (sabar dan hanya mengharap balasan dari Nya). Bahkan Rosululloh Saw. senang pada Bunda yang mengandung dan melahirkan seorang bayi.. :)

      Jadi, Bunda.. tidak ada alasan untuk takut, rendah diri dan tidak percaya diri.. Ingatlah janji Alloh Swt yang begitu besar.. ;)

      Banyaklah bertukar fikiran dengan teman atau orang terdekat yang sudah berpengalaman mengurus anak. Komunikasikan dengan suami mengenai perasaan dan kendala dalam mengurus buah hati Bunda..

      Teruslah berkomunikasi dengan kami dan para Bunda di sini.. Mudah-mudahan dengan demikian maka beban Bunda akan lebih terasa ringan.. :)

  13. lidia October 9, 2013 at 9:30 am #

    saya sudah melahirkan,anak pertama,+/- 3 bulan yg lalu tapi baby saya ga bertahan karena kurang umur (pecah ketuban dini,6 bulan)
    sebulan pertama sangat begitu berat buat sy,menangis terus menerus
    setelah sebulan sy kembali bekerja seperti biasa dengan harapan pikiran sy beralih ke hal2 lain selain tt baby saya,dan beberapa saat dengan keceriaan dari teman2 kantor pikiran sy sedikit teralihkan
    tetapi sekarang malah justru muncul banyak perasaan negatif di pikiran sy,mudah marah,emosi,cemas,tidak pd,sedih yg tak tahu apa sebabnya,dan sedikit dihantui perasaan cemas apabila sy hamil lagi bagaimana nanti..
    apakah ini termasuk baby blues syndrom?
    sy sudah curhat dengan suami tetapi sepertinya dia kurang mengerti apa yg sy alami (atau ini adalah bagian dari perasaan negatif sy)
    sy ingin perasaan tenang,damai,terutama dalam waktu dekat sy mau program hamil lagi,supaya sy tidak cemas atau takut berlebihan

    • tips-bayi October 16, 2013 at 2:08 am #

      lidia,

      Bunda harus lebih tegar lagi.. Ingatlah semua sudah Alloh SWT atur.. Dengan selalu mengingat begitu Insya Alloh Bunda akan lebih bisa tegar tenang, damai dan percaya diri. Dan ingat penyebabnya pecah ketuban belum pasti, tapi sebagian besar berkaitan dengan infeksi (sampai 65%). Misalnya, infeksi kuman, terutama infeksi bakteri, yang dapat menyebabkan selaput ketuban menjadi tipis, lemah dan mudah pecah. Jadi mulai saat ini Bunda bisa lebih memperhatikan dan lebih hati-hati lagi.. :-)

      Perasaan negatif akan lebih memperburuk keadaan, jadi mulai saat ini selalulah berfikir positif.. ;)

  14. Ayu Lukita September 14, 2013 at 4:59 pm #

    Saya mengalami semua hal diatas, bahkan terkadang saya membentak bayi saya sendiri. Tp yg saya bingungkan, saya mengalaminya tidak pasca melahirkan, melainkan ketika bayi saya ±4bulan. Apakah itu termasuk sindrom baby blues? Lalu apa yg hrs saya lakukan. Krn saya sungguh tersiksa menghadapinya.

    Trims..

    • tips-bayi September 20, 2013 at 7:21 am #

      Ayu Lukita,

      Hmm.. Sebenarnya keadaan Bunda tidak separah yang Bunda pikirkan.. Hanya saja tetap Bunda harus berusaha untuk menenangkan diri sendiri dan berkomunikasi dengan orang terdekat dengan Bunda.. yaitu suami Bunda..

      Ungkapkan perasaan yang Anda rasakan serta tanya suami Anda yang dia rasakan selama ini.. Ingatlah.. Alloh sudah memberikan anugrah dan tanda kasih sayangnya pada bunda.. ini patut disyukuri oleh Bunda. Sementara itu banyak calon-calon Bunda yang belum Alloh berikan buah hati dambaannya..

      Sabar dan syukur Bun.. ;-)

  15. mala February 28, 2013 at 10:29 am #

    5th sy baru dikarunia anak laki2 yg sehat &lucu,sy mlhirkan scr cesar tt sj smbuhnya agak lm,sy pnh mnglmi BBS krn sy seorg diri mrwt bayi suami krj lmbur kdg plg pagi tt saja udh sgt capek buat bantu2 q,aplgi pssi sy brd dimertua pstilah g leluasa buat mt bantuan bhkn smp anak 1th sy msh sering sk mrh,tersinggung bhkn pnh benci skli dg suami prhna lg anak saya bentak2,ada solusi g buat ngilangi BBS sy ini

    • tips-bayi March 11, 2013 at 12:45 am #

      mala,

      Bunda.. mulailah belajar untuk menerima keadaan yang Allah berikan pada kita. Belajar berfikir positif terhadap Segala kejadian apa yang menimpa kita. Percayailah.. Allah memberikan ini semua adalah yang terbaik untuk kita.. Allah bagaimana prasangka hambanya.. ;-)

      Jika Bunda sudah terbiasa dengan sikap seperti itu.. maka Bunda akan merasakan hidup ini anugrah.. Anak adalah anugrah.. Suami adalah anugrah.. Kesulitan dan kegundahan adalah latihan dan ujian untuk kita agar kita jadi lebih tangguh.. ;-)

  16. Dhea September 3, 2011 at 3:37 am #

    okeeee bgt..
    Tpi msh krng!!
    Sy jg mengalami gjla PPD.Usia sya 21thun,suami 20thun.Byi sya 7blan.Rsa2ny sy orng yg plng sengsara,sy mersa g ad yg syg sma sy termsk suami,orng tua,mertua,saudra,dn tmn.Hri2 sya di penuhi dngn rsa bingung,sedih,stres,puts asa,minder dn segudng perasaan negatif lainny.Terkdng pikirn ingin cerai,minggat,bunuh diri sampai melukai bayi saya membyangi kemnapun sya pergi.Membca mjalah,buku,tabloit tentng bayi.Membca novel.Jln2.Liburan.Tidur.Sudh sya coba tpi hslny percuma.Bhkn sya semkin depresi dn ptus asa.Siapapun yg mmbca in,sya mhon bntuanny,sya ingn smbh,sya ingn mrasa bhagia.Tlong ya,ksh solusi!!!Ap yg hrus sya lakukan??Sya hrus bgaimn??Sya lelh,bingung.Terima ksih seblnya.

  17. tipsbayi December 13, 2010 at 4:38 am #

    @ umi ubay,

    Sama-sama.. ;-)
    Alhamdulillah.. Dengan ilmu maka Anda menjadi lebih tenang..

  18. umi ubay December 4, 2010 at 10:52 am #

    tips. , .trms atas ilmu n sharenya,
    ternyata ini semua normal y, padahal saya sempat berfikir kl saya sudah tidak waras, walau tidak sering saya pernah mengalami BBS jg PPD, biasanya ketika saya benar-benar lelah & ibadah saya terbengkalai, saat itu saya bisa mudah marah, & merasa kl suami tdk perhatian &sudah tdk sayang kpd saya & anak, .
    utk mengatasinya biasanya
    saya ungkapkan perasaan kpd suami,.
    berusaha utk perfikir positif ,memahami kl suami jg plg kerja kelelahan tenaga pikiran setelah seharian mencari nafkah utk saya & anak,.
    memandang wajah anak saya, akan terlihat ia sangat membutuhkan ksh syg saya,
    menyadari kl ini sdh kodrat saya sbg wanita,segera bersyukur krn tdk smua org diberi ksmpatn sprti saya, & hanya saya yg dititipi bayi selucu ini,
    karena saya hobbi membaca,ketika anak tidur saya baca” di milis ini,atau yg lainnya terutama sputar baby,ilmu saya bertambah , hati jd lebih tenang,ikhlas & PD,.benar deh apa kata tips diatas.,

  19. nova November 10, 2010 at 5:22 am #

    saya sudah 3 bulan melahirkan, dan merasakan gejala2 PPD, tapi apakah PPD bisa jg berpengaruh pd keadaan tubuh yg kurang fit?

  20. tipsbayi September 20, 2010 at 3:45 am #

    @ dew,

    Mohon maaf baru dijawab nih..
    Anak adalah anugrah dan amanat dari Allah untuk Anda.. Maka dari itu harus Anda syukuri dengan cara menumpahkan semua kasih sayang Anda padanya dengan ikhlash.. Ikhlash itu tidak terkesan dengan suasana.. Maka untuk membuat Anda tenang dan senantiasa ikhlas sebaiknya Anda belajar untuk tidak terkesan dengan suasana sekitar, yang penting Anda curahkan kasing sayang pada bayi Anda meskipun orang sekitar tidak peduli.. ;-)

    Komunikasi.. Anda bisa mencoba mengajak suami Anda berkomunikasi ketika suasana dalam keadaan santai dan rileks tentunya (tidak dalam keadaan capek atau suntuk).. Anda utarakan dengan lembut dan penuh harapan kepada suami Anda tentang suasana hati Anda.. Kami yakin masa-masa itu akan berlalu seiring dengan waktu yang berjalan yang dilalui dengan penuh kesabaran.. ;-)

  21. TomColesAB September 11, 2010 at 12:05 pm #

    Hello All http://www.tipsbayi.com members,

    After witnessing around http://www.tipsbayi.com for the few weeks past and receiving the site from the behind I have decide to gather with the crowd..! Am hoping to participate and share my information with you all..

    Many sorry for my speaking as I am not a native english speaker ....

    :)

  22. dew July 23, 2010 at 3:53 am #

    bayiku skrg udh 4 bln 12 hari..aku juga masih ngerasain gundah..suka nangis sendiri kadang,g juga ngerasa kl suami gak sayang ama anak kami..pulang kerja lebih senang ntn tv di banding temenin anaknya main..anaknya nangis juga di cuekin…
    sekarang pas anak rewel aja g udah putus asa…
    rasanya mau bunuh diri…huff…cape rasanya jalaninnya….
    gimana tips supaya gakmikir yg aneh2 ya…
    minta saran2 donk….

  23. tipsbayi July 12, 2010 at 1:08 am #

    ris:

    Kuncinya komunikasi dan mendengar. Ajaklah suami Anda berbicara ketika dia dalam keadaan tenang dan santai tentunya.. Ungkapkan perasaan yang Anda rasakan serta tanya suami Anda yang dia rasakan selama ini. Terbukalah dengan dia dan Anda juga minta kepada suami Anda untuk terbuka tentang perasaannya..

    Kami percaya.. Semuanya akan kembali normal apabila pada keduanya ada keterbukaan dan mau saling mendengar.. Ajaklah saling mengingat indahnya masa-masa lalu dan ajaklah untuk membuat visi masa depan.. ;-)

    Disamping itu, buatlah waktu istirahat yang teratur. Berikan perhatian pada suami Anda akan waktu istirahatnya..
    Mudah-mudahan bisa membantu.. ;-)

  24. tipsbayi July 12, 2010 at 12:55 am #

    Anonymous:

    Alhamdulillah.. Terima kasih Anda telah berbagi pengalaman di sini, ini pengalaman yang sangat bermanfaat untuk para ibu.. Semoga para ibu dapat mengambil pelajaran.. ;-)

  25. tipsbayi July 11, 2010 at 10:26 am #

    trias:

    Dengan ILMU Anda semakin pede kan..? Dan tentunya Anda semakin pintar mengurus bayi.. ;-)

  26. ris July 9, 2010 at 2:56 am #

    Sampai skrg usia anak km mau 6bln jg sy merasa hal yg seperti itu,,apalagi waktu ptama2 pasca mlhrkan,,beraaat bgt rsx,,dtambah suami sy yg sdg bkrja d luar kota,,truz tiap dya plg sy ngrasa dia g bgtu syg ma sy n bayi,,dia jg kdg jd sering marah,skrg suami udah tinggal dgn sy dan ibu serta kk sy d rmh yg km kntrak brsama,,namun ht sy knp msh g tng bgt y,d smping itu suami sy jg jd mdh tersinggung n mrh oleh hal2 yg kcil jd k synya pun ikutan bete,,tips apa sbabx y??n sy hruz bgaimana??rsx pusing skalii,,,

  27. Anonymous September 7, 2009 at 8:14 am #

    Saya punya kakak baru habis melahirkan dng umur bayinya 38 hari yg juga mengalami PPD,kami sekeluarga bingung bnyk orang2 mengatakan kakak saya diganggu roh halus,dan pd saat itu kami begitu percaya pengobatan melalui dukun sehingga sering kali kami ditipu oleh dukun,melihat kondisi kakak saya tdk ada mengalami perubahan,saya mengambil inisiatif utk membawanya kerumah Sakit Jiwa utk diterapi/berobat jalan,dng konsultasi beserta resep obat yg diberikan dokter jiwa alhamdulillah kakak saya kembali normal tdk lagi mengalami PPD,dan mau kembali mengurus bayinya.Semoga dng pengalaman saya ini dpt bermanfaat bagi pembaca semua.Amiin…

  28. trias May 28, 2009 at 11:34 am #

    Alhamdulillah… ternyata masih normal kondisi saya, saya sampai saat ini masih mengalaminya mungkin karena kelelahan dan kurang percaya diri juga merasa masih ada yang kurang dalam merawat bayi saya… Maklum saya juga harus memperhatikan 2 kakaknya… Sampai2 bayi saya tersenyum – saya balas cemberut, akhirnya tersenyum juga deh… inget nasihat dari ‘ebook’ … he3…

    Makasih artikelnya , sangatlah membantu dalam pemulihan saya, disamping berserah diri kepada Allah tentunya…

  29. tipsbayi January 30, 2009 at 2:55 am #

    Fernando:
    Anda bisa baca artikel http://www.tipsbayi.com/index.php/11-tips-mengatasi-baby-blues-syndrome

  30. Fernando January 27, 2009 at 1:59 pm #

    Istri saya 29 thn mengalami gejala PPD sudah 21 bulan (1 thn 9 bln) pasca melahirkan anak kedua. Kami sdh berobat kesana sini tapi blm juga sembuh. Tolong di bantu cari solusi biar cepat sembuh.

  31. Fernando January 27, 2009 at 1:56 pm #

    Istri saya 29 thn mengalami gejala PPD sudah 21 bulan (1 thn 9 bln) pasca melahirkan anak kedua. Kami sdh berobat kesana sini tapi blm juga sembuh. Tolong di bantu cari solusi biar cepat sembuh.

  32. hari December 21, 2008 at 3:08 am #

    Bagus artikelnya…

  33. Doddy December 2, 2008 at 6:36 am #

    Thx’z bgt y…

  34. ofik November 27, 2008 at 11:38 am #

    okeeeeeeeeeeeeee buaaaaaanget tema ini update yang lebih mengulas masalah ibu karena saya juga baru mendapatkan mongmongan yang cantik.
    terima kasih info yang dimuat memang okeeeeeeeeeeeee buaaaaaaaaaanget terussssssssssssss berikan yang terbaik untuk kami yang baru / awam mengenai ibu dan anak.

  35. maia rachmatsyah November 25, 2008 at 10:56 am #

    ternyata…..
    ga cuma saya aja ya yang ngalamin hal itu…
    ternyata normal ya…
    apalagi pas 40hari pertama…ya ampuuuun jaadi hansip begadang terus tiap hari..
    but itu ga berlangsung lama…setelah 3bulan berikutnya,saya bisa melanjutkan hidup saya dengan normal walau tiap malem harus bangun bikinin susu anak saya..
    thanx bwat share nya ya….

  36. tipsbayi November 25, 2008 at 3:51 am #

    bois;
    Terima kasih atas masukannya… :-) mudah-mudahan dalam waktu dekat kami akan merubah tampilan postingnya.

    windy;
    Ada beberapa sebab Anda sulit mendownload:

    – Koneksi internet yang buruk
    – Diblokir (biasanya ini terjadi pada koneksi internet di kantor)

    Jadi, berikut saran kami:

    1. Jangan mendownload menggunakan komputer di kantor Anda
    2. Coba lakukan download di tempat lain: rumah atau warnet

    Semoga berhasil ya…

    Sejauh ini memang kami pernah menerima laporan terjadinya
    kasus seperti Anda (sekitar 3x) dan biasanya masalahnya
    teratasi setelah mereka mencoba mendownload pada komputer
    lain, selain komputer yang ada di tempat kerja mereka…

  37. triana November 25, 2008 at 2:44 am #

    ktika awal melahirkan saya sempat mengalami menangis tanpa sebab dan merasa tidak bisa menjadi ibu yang baik. Tapi karena suport dari suami akhirnya saya bisa melewatinya.

  38. windy wardani November 24, 2008 at 12:42 am #

    Dear Tips Bayi…

    Kenapa ya setiap kali saya melakukan proses download 853 nama bayi islam selalu gagal??? Padahal saya ingin sekali bisa mengetahuinya…

    Tolong jawabannya….

    Terimakasih.

    -windy-

  39. novelinda November 23, 2008 at 9:04 pm #

    Saya juga mengalami hal itu. Mungkin dikarenakan saya tidak dibantu siapa2 hanya saya dan suami merawat bayi kami.Untuk mengatasinya saya pergi refreshing ke luar rumah sekitar 2 jam dan saya menitipkan bayi saya pada orang yang saya percaya.

  40. bois November 22, 2008 at 4:11 am #

    leutik teuing tulisan posting na

  41. tipsbayi November 22, 2008 at 3:19 am #

    Riri:
    Silahkan baca artikel lanjutannya: 11 Tips Mengatasi Baby Blues Syndrome

  42. Riri November 22, 2008 at 1:53 am #

    Terima kasih, atas artikelnya,..sangat membantu untuk saya yang sedang hamil 6 bulan.Tapi apakan Baby Blues dapat dihindari atau setidaknya dicegah?.Bagaimana cara pencegahannya ?

  43. siska November 22, 2008 at 12:15 am #

    trips – tips diatas sudah sangat membantu , tetapi itu semua belumlah cukup.sehingga perlu untuk ditambah , terutama mengenai tumbuh kembang bayi dan tumbuh kembang balita.

  44. mayang November 21, 2008 at 11:53 pm #

    trims atas tips-nya,doakan sya agar dapat terhindar dari baby blues syndrome…akan saya ceritakan pengalaman saya 3 bln mendatang dalam menyambut bayi saya…

  45. nazilah November 21, 2008 at 7:08 am #

    Sesudah melahirkan anak pertama, Saya mengalami hal tersebut…Memang sangat aneh & berat sekali untuk saya hadapi…
    Tetapi…
    Alhamdullilah… Saya mempunyai suami yg mengerti dan sudah mengetahui mengenai Baby Blue Syndrome…

Trackbacks/Pingbacks

  1. 11 Tips Mengatasi Baby Blues Syndrome Pasca Melahirkan | - November 21, 2008

    […] kasus Postpartum Depression (PPD), situasinya bisa sangat memburuk, sehingga tips-tips di atas tidaklah mencukupi. Sebaiknya […]

Leave a Reply