Tahukah Anda bahwa pilek, flu, sebagian besar radang tenggorokan dan bronchitis disebabkan oleh virus? Dan tahukah juga Anda bahwa antibiotik tidak membantu melawan virus?
Ya, benar lho. Malahan, meminum antibiotik ketika Anda atau anak Anda terserang virus bisa lebih banyak dampak buruknya daripada baiknya.
Meminum antibiotik ketika anak Anda tidak memerlukannya dapat meningkatkan resiko terkena infeksi di masa yang akan datang yang mana infeksi ini justru tidak mempan dilawan dengan antibiotik.
Baiklah, untuk lebih memahami pemakaian antibiotik yang tepat, sepertinya ada beberapa hal mendasar yang perlu Anda ketahui…
Pertanyaan Seputar Bakteri, Virus dan Antibiotik
T: Apa itu bakteri dan virus?
J: Bakteri adalah organisme bersel tunggal yang biasa ditemui dimana-mana, baik di dalam tubuh maupun di luar tubuh kita, kecuali dalam cairan darah dan cairan tulang belakang. Banyak bakteri yang tidak berbahaya. Bahkan, sebagian bakteri menguntungkan bagi kita. Namun begitu, bakteri penyebab penyakit bisa juga memicu timbulnya penyakit seperti penyakit tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri streptokokus dan beberapa jenis infeksi telinga. Adapun virus, ukurannya lebih kecil daripada bakteri. Virus tidak bisa bertahan hidup di luar sel tubuh kita. Dia menyebabkan penyakit dengan cara menyerang sel-sel yang sehat dan bereproduksi.
T: Apa saja jenis infeksi yang disebabkan oleh virus dan tidak boleh diobati dengan antibiotik?
J: Infeksi yang disebabkan oleh virus yang tidak boleh diobati dengan antibiotik termasuk:
- Pilek
- Flu
- Sebagian besar jenis batuk dan bronkhitis
- Radang tenggorokan (kecuali untuk radang tenggorokan yang disebabkan bakteri strepkokus)
- Sebagian infeksi telinga
T: Apa itu antibiotik?
J: Antibiotik, juga dikenal sebagai antimicrobial drugs (obat antikuman) yang melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Pada tahun 1927, Alexander Fleming menemukan antibiotik yang pertama, yaitu penisilin. Setelah digunakan dalam dunia medis sejak tahun 1940-an, antibiotik terbukti membantu mengurangi serangan berbagai penyakit.
Pertanyaan Seputar Resistensi Antibiotik
T: Apa itu resistensi antibiotik?
J: Resistensi antibiotik (antibiotic resistency) merupakan kemampuan bakteri atau kuman lainnya untuk melakukan perlawanan terhadap pengaruh antibiotik. Seringkali masyrakat kita menyebutnya dengan ‘kebal terhadap antibiotik’. Ini terjadi ketika bakteri berubah sedemikian rupa sehingga mengurangi atau bahkan menghilangkan sama sekali efektifitas obat-obatan yang dirancang untuk mengobati atau mencegah terjadinya infeksi. Bakteri tersebut mampu bertahan hidup dan terus berkembang, sehingga menjadi lebih berbahaya.
T: Kenapa saya harus memahami masalah resistensi antibiotik?
J: Resitensi antibiotik saat ini sudah menjadi salah satu masalah besar dalam dunia kesehatan di seluruh dunia. Hampir semua jenis bakteri telah menjadi lebih kuat dan semakin tidak merespon terhadap perawatan antibiotik ketika sangat diperlukan. Bakteri yang ‘kebal’ ini bisa menyebar dengan cepat ke anggota keluarga yang lain, teman sekolah, teman kerja – sehingga mengancam orang banyak dengan rantaian penyakit menular baru yang akan lebih sulit untuk diobati dan lebih mahal juga tentunya.
Resitensi antibiotik dapat menyebabkan bahaya serius bagi anak-anak dan orang dewasa yang terkena infeksi biasa yang dulunya mudah diobati dengan antibiotik. Kuman dapat membentuk perlawanan terhadap obat-obatan tertentu. Nah, kesalahpahaman yang umum terjadi adalah banyak orang mengira bahwa tubuh seseoranglah yang menjadi ‘kebal’ terhadap obat-obatan tertentu. Padahal, yang ‘kebal’ itu sebenarnya kumannya, bukan orangnya.
Selanjutnya, ketika kuman menjadi ‘kebal’ terhadap berbagai obat, akan menjadi sangat sulit untuk mengobati infeksi yang disebabkannya. Lebih lanjut lagi, seseorang yang terkena infeksi dan infeksi tersebut sudah ‘kebal’ terhadap antibiotik, dapat menularkannya ke orang lain. Dengan begini, sebuah penyakit yang sukar diatasi akan tersebar dari satu orang ke orang lain.
T: Mengapa bakteri menjadi ‘kebal’ terhadap antibiotik?
J: Sebenarnya penggunaan antibiotiklah yang memancing berkembangnya bakteri yang ‘kebal’ terhadap antibiotik. Setiap kali seseorang meminum antibiotik, bakteri yang sensitif akan terbunuh, namun kuman yang ‘bandel’ akan tetap tersisa dan berkembang dengan pesat.
Pemakaian antibiotik yang terlalu sering dan tidak pada tempatnya merupakan sebab utama berkembangnya bakteri ‘kebal’ ini.
Walaupun antibiotik dianjurkan untuk mengobati infeksi bakteri, ia tidak efektif dalam melawan infeksi virus seperti pilek, sebagaian besar radang tenggorokan dan flu. Oleh sebab itulah diperlukan pemakaian antibiotik yang bijaksana.
Ingat, antibiotik membunuh bakteri, BUKAN virus.
T: Bagaimana proses bakteri menjadi ‘kebal’ terhadap antibiotik?
J: Sebenarnya ada beberapa cara yang ditempuh si bakteri. Sebagian bakteri akan membangun kemampuan untuk menetralisir kekuatan antibiotik sebelum menyerangnya. Sebagian bakteri lain memompa antibiotik keluar dengan sporadis. Sebagian lagi bisa mengalihkan daerah yang akan diserang oleh antibiotik, sehingga tidak mempengaruhi fungsi bakteri yang bersangkutan.
Antibiotik membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri yang mencurigakan. Terkadang, salah satu bakteri ada yang tetap bertahan karena memiliki kemampuan untuk menetralisir atau menyelamatkan diri dari antibiotik. Dari satu bakteri yang selamat ini, ia bisa berkembang dengan pesat sehingga dapat menggantikan jumlah bakteri yang terbunuh.
T: Bagaimana saya dapat mencegah terjadinya resitensi antibiotik?
J: Gunakanlah antibiotik HANYA pada kasus tertentu, dimana ia akan bermanfaat.
Berikut beberapa tips yang mungkin berguna:
- Tanyakan kepada dokter apakah antibiotik memang diperlukan untuk jenis penyakit yang diderita anak Anda dan tanyakan juga apa yang bisa Anda lakukan agar si kecil bisa segera sembuh.
- Jangan menggunakan antibiotik untuk infeksi virus seperti demam atau flu.
- Jangan menyimpan antibiotik yang tersisa dengan pertimbangan untuk digunakan nanti jika Anda memerlukannya lagi. Obat yang tersisa dari pengobatan apa saja yang anak Anda terima sebaiknya dibuang saja ketika masa pengobatannya sudah selesai.
- Jika memang diperlukan antibiotik, maka ikuti arahan dokter Anda. Jangan ada dosis yang terlewatkan. Sempurnakan konsumsi obat sesuai yang diresepkan, walaupun anak Anda sudah membaik kesehatannya. Jika pengobatan dengan antibiotik terhenti lebih awal, sebagian bakteri mungkin akan bertahan dan menyerang lagi.
- Jangan meminum antibiotik yang diresepkan untuk orang lain. Tidak setiap antibiotik cocok dengan penyakit anak Anda.
- Jika dokter Anda menyatakan bahwa penyakit si kecil bukan disebabkan oleh infeksi bakteri, tanyakan solusi untuk meredakan gejalanya. Jangan memaksanya untuk meresepkan antibiotik.
Berbagai Fakta Unik Seputar Antibiotik
- Anak-anak memiliki rasio tertinggi untuk pemakaian antibiotik.
- Tekanan dari orang tua ternyat sangat mempengaruhi pola pemakaian antibiotik di seluruh dunia. Sebuah studi menunjukkan, 62% dari konsultasi dokter akan berakhir dengan resep antibiotik ketika orang tua memaksa dan pada kasus dimana orang tua tidak mengaharapkan penggunaan antibiotik, angkanya menurun drastis menjadi 7%.
- Antibiotik terdapat dalam resep dari sekitar 68% pemeriksaan penyakit saluran pernapasan dan dari angka tersebut, menurut aturan, 80% diantaranya sebenarnya tidak perlu.
Satu catatan penting, walaupun artikel ini membahas penggunaan antibiotik untuk anak-anak, namun semua peringatan di atas juga berlaku untuk Anda lho…
Artikel yang berhubungan:







Dear tipsbayi,
Baby saya, 6 bulan, kena biang keringat. Dia sering menggosok-gosok mata dan telinganya.
Hari ini ke klinik diberi puyer untuk mengurangi gatal, antibiotik, dan lactacyd for baby.
Mumpung antibiotiknya belum saya berikan, sebaiknya diberikan tidak ya? Karena setelah membaca artikel ini saya jadi ragu-ragu.
Mohon solusinya
Terima kasih
pipi,
Hmm.. Sepertinya sekarang antibiotik sudah Anda berikan..? Jika sudah, berikanlah sampai habis sesuai petunjuk dokter..
Jika belum.. yakinlah dengan pendapat Anda jangan ragu..
Biang keringat.. Bisa di tempat tertutup atau yang terbuka. Biang keringat ini biasa terjadi akibat tersumbatnya kelenjar keringat, jadi solusinya:
* Mandi secara teratur dan keringkan dengan handuk lembut.
* Ketika berkeringat, seka badan dengan lap basah dan keringkan kembali dengan handuk kering.
* Gunakan baju yang berbahan katun dan nyaman dipakai (tidak terlalu sempit), untuk mengurangi panas.
* Jagalah ventilasi ruangan, agar pertukaran udara berlangsung lancar dan lebih sejuk..
Dear tipsbayi,
Antibiotik tidak saya berikan. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh biang keringatnya
Terima kasih
pipi
Alhamdulillah kalau sudah sembuh…;-)
Sama -sama Bunda…
trima kasih infonya, sangat bermanfaat sekali..saya mau tanya pendapat sama tipsbayi dong..
anak saya usia 9 bulan flu batuk pilek & gatal2 kemerahan seperti biang keringat, setelah berobat lalu diberikan antibiotik dan sirup utk flu serta salep erla neo hydrocort utk gatal2nya,,,setelah menghabiskan antibiotiknya kurang lebih 3 hari flunya membaik tetapi gatal2nya semakin melebar/banyak sehingga saya kembali membawa anak untuk berobat,,dan diberikan antibiotik kembali..yang ingin saya tanyakan,saya sudah memberikan antibiotik yg diberikan pd kunjungan ke 2 sebanyak 3 x, namun saya kuatir setelah mencari2 informasi mengenai pemberian antibiotik, apakah sebaiknya pemberian antibiotik itu saya lanjutkan hingga habis atau dihentikan saja ya ..terima kasih.
mama naura,
Karena sudah tanggung, sebaiknya Anda berikan terus antibiotiknya sampai habis sesuai dosis anjuran dokter..
Mohon infonya….sebenarmya pada saat atau kondisi seperti apa sih anak kita perlu antibiotik…kadang dokter kalo ditanya jawabnya ceplas ceplos aja…ya klo ada infeksi bu…makanya kadang males naget kedokter, daj bayar mahal tapi kurang puas atas informasinya…saya sudah kebeberapa dsa dan semua sama saja…ngomong seperlunya dan klo ditanta jawabnya singkat banget….
maria,
Penggunaan antibiotik hanya untuk penyakit karena infeksi bakteri bukan karena inveksi virus.. Jadi bisa pastikan dulu pada dokter penyebab infeksinya..
Penggunaan antibiotik yang terlalu berlebihan atau terlalu sering akan merugikan, karena bakteri baik yang ada di dalam usus juga akan ikut terbunuh, padahal bakteri baik dalam usus sangat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan mikroorganisma usus, menghasilkan vitamin dan meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi penggunaan antibiotik yang tidak sesuai aturan akan menyebabkan daya tahan tubuh menurun (anak jadi mudah sakit), bakteri menjadi resisten dan tentunya biaya pengobatan membengkak.
Dengan memberikan ASI pada bayi maka imunitasnya akan lebih baik.. Maka pertahankan ASI.. !
dear tips bayi..
Anak saya 5 hr lge genap berusia 6 bln..udah dua hr batuk dan bersin bersin..tp tidak tralu sering..semalam say pergi ke dokter,krn sy takut nti batuknya makin parah..sm dokter dikasi obat batuk sirup sama obat racikan antibiotik..stlh 3x minum saya baru membaca artikel ini..saya takut..sebaiknya saya hentikan obatnya tau dilanjutkan sampai habis..?meskipun batuknya belum sembuh..tlong dijawab ya..terima kasih
@ rosi,
Hmm.. Gak apa-apa Bun.. untuk saat ini karena sudah terlanjur ya berikan saja sampai habis ..
Sebenarnya jika hanya pilek atau flu biasa.. Insya Allah bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari, dengan memberikan banyak ASI dan istirahat yang cukup itu sudah cukup kok..
Biasakan kritis ketika bertemu DSA Bun. Setiap kali dikasih resep obat, tanyakan itu apa, fungsi setiap obat itu untuk apa?
Kasihan bun.. masih bayi sudah banyak dicekokin obat ya..? Apalagi antibiotik..
Trimaksh skalli utk artikelny. 3 minggu lalu anak sy muntah2 sampai lemas shg sy bw k rmh skt. D sana dokter blg opname&diinfus. Anak sy smpt dberi terfacef inj 1 gr mlalu infus 1 x shari slama 2 hr. Stelah itu tdk dberi obat lg. Kalau bc web ttp dosis obat, sepertiny dosis antibiotikny trlalu bnyk krn anak sy beratny br 6,1 kg.Apakah pmberian antibiotik hanya 2 hr tdk apa2? Kalau mmang dosisny trlalu bnyk,apakah ada resiko jangka panjangny?Sy mnyesal skali.Trimaksh
@ Rofina,
Antibiotik harus beres sesuai dosis yang dianjurkan..
Karena sudah terlanjur ya sudah… memang jangan mudah memberikan antibiotik kepada siapapun, apalagi bayi… Biasakan kritis ketika bertemu DSA Bun. Setiap kali dikasih resep obat, tanyakan itu apa, fungsi setiap obat itu untuk apa? Kan Bunda bayar jasanya… Dan sekarang, dokter-dokter yang ‘PELIT’ informasi akan tergeser seiring dengan meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan.
Sekarang sudah mulai bermunculan dokter-dokter di RS yang sudah bertanya, “Ada yang ingin ditanyakan lagi Bu/Pak?”… Nantinya kita harapkan semuanya seperti ini tentunya…
Dok, sy mhn infonya. Gini dok, baby sy bru lhir ketuban ijo, trus sran dsa di tes drh, hsilnya leukosit tggi sekitar 20rbuan. Tau2 tnpa knfirmasi sy lg baby sy di treat ab pke injeksi pagi dan sore sy tnya bidan orderan dsa 3 hari ijeksi ab. Lgsg sy stop cukup sehari aja suntiknya. Yg ingin sy tnyakan, biasanya neonatus kadar leukosit kisaran 10000-30000 tp nti trun dgn sendiriny. Bnr gak dok? trus sy ingin saran dokter, krn sy ud brentiin suntik abny, krN baby sy gk da mslh suhu bdnyya 37, 1. Tlg di balas
@Reny,
Pertama-tama, kami bukan tim dokter Bunda, hanya pemerhati bayi, sehingga tanya-jawab di sini sebatas menambah wawasan saja, dan sekali-sekali tidak bisa menggantikan konsultasi langsung dengan DSA. Kami sarankan Bunda konsultasi ke DSA lain, agar memperoleh pendapat kedua atau bahkan mungkin ketiga… Semoga si kecil sehat ya Bun…
Selamat siang, beberapa waktu yang lalu anak saya (9bln) menderita infeksi saluran kemih (ISK) dan harus rawat inap, setelah 5 hari anak saya sudah boleh pulang dan hasil dari culture urine sudah tidak ada pertumbuhan bakteri (E-Coli), saat akan pulang diberikan antibiotik lagi “Bactrim” untuk diminum selama 25 hari
Tadi pagi saya kembali konsultasi ke dokter yg merawat anak saya, dan katanya antibiotik harus tetap dilanjutkan bahkan sampai 2 bulan (?), apakah itu tindakan yang bijak dengan memberikan antibiotik lagi
Apakah yang mesti saya lakukan, apakah saya harus menghentikan penggunaan antibiotik, karena saat ini anak saya sudah sangat sehat
terimakasih
@ririn,
Coba cari pendapat kedua Bun dari DSA lain…
selasa tgl 6nov..anak saya umur 5bln mulai diare..saya tidak lgsg bawa ke Dr.krn skalanya sudah semakin sering..akhirnya saya lgsg bw ke Dr pd esoknya.lalu anak saya dikasi obt dialac,zircum kid&cairan oralit.tp saya hanya menggunakan dialac&zircum kid saja. Dan mengganti susunya dgn sgm llm+.tp esoknya tb2 anak saya demam&ttp sering BAB.jd saya bw keDr lg.ke2 x saya dtg inj..Dr nya berbeda dr yg pertama.lalu saya blg klo anak saya masi saja diare.lalu akhirnya sang Dr memberikan saya antibiotik ancefa cefadroxil.saya suda kasi 3x.tp swtelah saya baca blog ini.saya lgsg memberhentikannya.pertanyaan saya..apa tdk ap2 saya berenti dan tdk dihabiskan?apa ad efek samping unyk kedpnnya?krn saya jg merasa kasian..masi 5bln.tp harus menghabiskan sebanyak 60ml.anak sy diare krn pemberian bubur+brokoli.thx..mohon dibls
@nita,
Pemberian antibiotik memang minimal 3 hari. Namun memang setiap kali diberi resep antibiotik, sebaiknya lain kali ditanyakan lagi ke dokternya, apa masalahnya sehingga harus diberi antibiotik, sehingga antibiotik menjadi pilihan terakhir jika memang tidak ada alternatif lain…
Selamat malam, anak saya beberapa waktu yang lalu terkena hand foot and mouth disease, semacam flu singapur, tetapi anak saya tidak demam, hanya terdapat banyak bintik merah di telapak kaki, tangan dan sedikit di mulut. Rewel sekali anaknya.
Keesokan harinya saya bawa ke dsa dan diberi obat :
1. Salep oles isinya melawan virus dan infeksi. Dioles sehari 4x ?— apakah ini Antibiotik?
2. Amoxan, diberikan 0.8ml sehari 3x ?— ini memang antibiotik
3. Sanmol, apabila demam.. Tp tdk saya berikan karena suhu tubuh normal.
Anak saya membaik dalam 2hari, dan teman saya menegur karena memberikan AB. Tapi karena sudah terlanjur, maka amoxan tetap diberikan selama 3hari.
Apakah ada efek ke depannya nanti untuk anak saya? Karena usia dia SANGAT MUDA, sudah kemasukan antibiotik. Kira-kira baru 1.5bulan saat itu. Saya berjanji akan selektif dan cari tahu lebih banyak lagi soal pengobatan anak. Karena sebenarnya untuk gangguan ini kemarin obatnya hanyalah ASI.
Trm kasih
@neng mumun,
Karena sudah terlanjur ya sudah… memang jangan mudah memberikan antibiotik kepada siapapun, apalagi bayi… Biasakan kritis ketika bertemu DSA Bun. Setiap kali dikasih resep obat, tanyakan itu apa, fungsi setiap obat itu untuk apa? Kan Bunda bayar jasanya… Dan sekarang, dokter-dokter yang ‘PELIT’ informasi akan tergeser seiring dengan meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan.
Sekarang sudah mulai bermunculan dokter-dokter di RS yang sudah bertanya, “Ada yang ingin ditanyakan lagi Bu/Pak?”… Nantinya kita harapkan semuanya seperti ini tentunya…
dear tips bayi
mohon di jawab dgn segera ya..
baru smlm sy bw ank sy ke dsa krn demam hmpr 38 dan menangis merintih itu br trjadi pd sore hr..pd saat konsul dr lngsng mnyrh opname krn tkt ada bakteri di dlm darahny n bs mnyebabkan rdang otak pdhl ank sy msh trlihat segar n baik2 sj akhrny sy tes drh hslny leukosit 18.000 n trombosit 352.000 slbhnya normal..sy lngsng brfkr u mncri opini ke2 sy hub dr yg biasa menangani ank sy yg kbtln tdk sdng praktek stlh diskusi akhrny sy lbh memilih observasi drmh dan mbrikan obt pnrn panas tanpa meminum anti biotik yg dberikan..alhamdulilah dd bs tdr nyenyak smp pagi..n pg sy kmbli konsul dgn dsa yg biasa menangani ank sy dan dgn diagnosa yg brbeda ank sy hny kkruangan cairan diberi asi terus n hrs cukup sarannya namun kembali sy diberikan antibiotik n vitamin stlh itu sy bw dd k tukang urut krn sdng bljr tengkurep mgkn ada yg kecengklak..alhamdulialh stlh itu kmbli ceria da stlh dksh obt pnrn pns skrg suhu tubuh sdh 35.6..dan terus sy ksh asi wlpn minumny tidak sebanyak sebelum nya..yg mw sy tanyakan
1.apakah msh perlu sy gunakan antibiotik krn blm sy pakai
2.klpn hrs sy pakai dlm keadaan sprti apa krn sy ykn ank sy baik2 sj
3.apa dr bs lngsng menganalisa ank kena infeksi di darah n mengakibatkan rdang otak hny dgn hsl lab tnp pemeriksan trhdp kondisi anak.
4.bagaimana ciri2 anak terkena infeksi dan radang otak..
terima kasih kpd tips bayi tlg untuk di balas..
@mama ranisya,
1. Tidak perlu Bun, jangan gampang memberikan antibiotik kepada si kecil…
2. Bunda kan sudah punya DSA yang kredibel, sebaiknya selalu konsultasi dengannya sebelum menggunakan antibiotik. Minta nomor kontaknya Bun, agar mudah dihubungi setiap saat.
3. Sepertinya terlalu jauh Bun…
4. Demam, lesu, sangat lemah, rewel, malas menyusu, dll
makasih ya atas infonya, saya punya kasus yang sama dengan ibu2 yang lain yang sudah terlanjur memberikan antibiotik pada bayi, bayi saya 5 bulan, diberikan antibiotik tapi tidak dipesankan untuk menghabiskannya oleh dokter. kemudian dia sakit lg dengan penyakit yang sama dan masih diberikan antibiotik, tp saat membaca artikel ini saya langsung menghentikan memberikan antibiotik pada bayi saya, waktu itu saya baru berikan 1X. apakah tindakan saya salah? mohon sarannya
@bundafarah,
Maksud artikel ini adalah agar kita jangan begitu mudahnya menangani masalah kesehatan bayi dan anak dengan antibiotik. Dikit-dikit antibiotik…bentar-bentar antibiotik… lama kelamaan anak akan resisten terhadap antibiotik. Coba carikan alternatifnya, terkadang, untuk kasus-kasus kesehatan tertentu, terdapat pilihan obat-obatan tradisional yang berbahan dasar alami. Namun demikian, jangan juga dikira semua yang ‘alami’ itu baik untuk bayi segala umur – tetap Anda harus berkonsultasi dengan ahlinya…
anak saya sakit gangguan pencernaan, kata dokter ada sedikit infeksi. perlukan dikasih antibiotik. jika tidak perlu dikasih antibiotik, sampai sejauh mana antibiotik tidak diberikan. mengingat anak saya belum sembuh juga
@ayah kelana,
Sayang informasinya sangat kurang Yah… anaknya umur berapa? Infeksinya di mana? Sudah berapa lama? Dan banyak lainnya yang perlu diketahui…
anak saya umurnya 4 bln skrg sedang diare tapi tubuhnya g panas n dia msh tetap aktif bebmain. diare yang di alaminya sering terjadi dlm sehari bahkank ketika kentut pun diarenya keluar dikit. bkn ktika kentut sj bahkan tnp disadari dia juga diare tp dlm jumlah sedikit. diare yg dialaminya berlendir
@nurmia,
Kalau berlangsung lebih dari 3 hari, lebih baik konsultasikan dengan dokter Bun. Bisa disebabkan infeksi bakteri, ataupun alergi…
aku mw tanya ni, kt dktr anakq asma tp bbrp dktr lain blang bronchiolitis/, trs wkt kmrin sesak d uap sma dksh antibiotik tp blum sminggu antibiotiknya abis anakku panas tnggi smpai 2 mlam(klw siang ga demam) pas mlem k 3 aq k dkter yg bbda nah di kash an
@ muzda,
Hasil diagnosa dokter terakhir gimana..? Usia berapa bulan atau berapa tahun anaknya..? Kurang lengkap datanya ya.. bisa diulang.. ?
buat para bunda aq mw ksh tips nih klo bayi bunda lg btuk pilek ksh z transpulmin bb balsem olesin pd leher,dada n punggung shbis mndi..bs d beli d apotik trdekat..
@ shabriarini,
Terima kasih tips-nya.. sangat membantu para ibu..
apakah jika seorang ibu punya penyakit tipus itu bisa menular/ menurunkan ke anaknya ya?? terima kasih atas jawabannya.
@ vera,
Typhus merupakan salah satu penyakit menular yang penularannya bisa melalui makanan dan minuman yang mengandung bakteri Salmonella diantaranya yang dikenal adalah penyebab penyakit ini. Jadi ada kemungkinan ibu menularkan penyakitnya pada anak..
Tips bayi,
Anak saya sekarang sedang batuk. Mau nanya nih…Obat tradisional tuk bayi 1 tahun yang sedang batuk apa ya?
Apa boleh bayi 1thn dikasih madu+jeruk nipis untuk batuknya?
Kapan bisa diberikan ramuan tsb?
Apakah ramuannya hanya jeruk nipis+madu tidak ditambah dengan air?
Terima kasih ya….
@ fany,
Anda bisa mencobanya memberikan obat batuk yang aman dengan ramuan tradisional yaitu jeruk nipis 1/2 sendok teh dicampur dengan kecap atau madu 1/2 sendok teh , diberikan tiga kali sehari.
Memang ada pendapat bayi sebelum 1 th jangan dulu diberi madu tapi ada juga yang berpendapat bahwa bayi diatas 6 bl sudah boleh dikasih madu..
Yang jelas, madu amat berkhasiat dan secara kimia tak ada bahaya maupun dampaknya. Hanya memang, ada bayi atau balita yang peka dengan madu, dalam arti tak cocok hingga berdampak seperti diare, kembung atau kolik setelah minum madu. Bila terjadi hal seperti itu, sebaiknya dihentikan pemberiannya dan lain kali dicoba lagi. Kendati sebetulnya amat jarang ditemui kasus demikian..
Tidak usah ditambah air lagi..
aksan usia 2.5bln bb 7kg. jumat panas 38.6 dkasih sanmol tetes + antibiotik. penurun rs sakit/pns lwt anus. sabtu turun panasny.sy stop pemberian sanmolny. tp antibiotik sy lanjutkan smpai habis itu saran dokterny, tp knp smpai sekarang hr selasa fases babny lbh byk n cair lbh lunak mlh kdg sprt mencret plus air plus kentut trus n bau. awal2 fasesny bau sekali. ap ini efek dr antibiotikny..??
@ lily,
Mohon maaf baru bisa di jawab.. Mudah-mudahan sekarang sudah sembuh
Biasanya apabila dokter memberikan resep antibiotik maka dokter biasa menganjurkan untuk menghabiskan antibiotiknya, untuk selanjutnya bila bayi Anda sakit hendaknya jangan serampangan memberikan obat kepada bayi Anda..
Kasihan bu.. masih bayi sudah banyak dicekokin obat ya..? Apalagi antibiotik..
Anda perlu memiliki sikap kritis mengenai hal ini. Jangan segan untuk bertanya kepada dokter, sejauh mana efeknya obat yang akan diberikan pada bayi Anda..
Apalagi jika memberikan antibiotik kepada bayi. Apabila kita sering memberikan antibiotik maka dosisnya akan semakin tinggi..
Perlu diketahui, demam karena penyakit apa pun, dari yang ringan seperti flu atau infeksi ringan, hingga infeksi berat di susunan saraf pusat atau di otak, dapat menggunakan kompres. Seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran, telah ditemukan ternyata cara yang paling pas mengompres yaitu menggunakan air hangat bahkan memandikan anak dengan air hangat.
Pada prinsipnya mengompres adalah memberi kemungkinan agar panas yang ada dalam tubuh dapat mengalir keluar. Panas keluar melalui tempat-tempat di mana pembuluh darah besar yang dekat dengan kulit berada. Maka kalau hanya dahi yang dikompres, kemungkinan yang dingin cuma dahinya, sementara tubuhnya tetap panas. Jadi cara yang benar adalah dengan meletakkan kompres di tempat yang tepat, yaitu di leher, ketiak, dan selangkangan..
Tidak dianjurkan mengenakan pakaian atau selimut yang terlalu tebal dan rapat, terlebih apabila bayi Anda demam.
Susui saja terus dengan ASI dan banyak istirahat..
tips-bayi, mohon solusinya…
bayi saya waktu lahir kemasukan air ketuban keruh sehingga tidak bisa langsung menangis. sampai usianya 11 hari bayi saya masih dirawat di rumah sakit. setelah menjalani proses pengobatan tersebut dokter meminta ijin untuk memberikan suntikan antibiotik pada bayi saya, namun saya menolak. mohon solusi apakah keputusan saya itu benar?
@ mama filzah,
Waduh baru 11 hari ya..? Memang serba salah ya bu.. akan tetapi bicarakan baik-baik dengan dokter bayi Anda jika dokter akan menyuntikan antibiotik, apakah benar-benar dibutuhkan dan memang benar tepat penggunaannya. Setelah itu.. yakinlah dengan keputusan Anda.. Insya Allah..
anak saya skarang usia 6bulan dulu jg pecah ktuban sbelum lahir,lalu di suntik antibiotik slama 3hari,dan kalau tdk salah 3x sehari/2x sehari sy lupa…
tapi sampai sekarang anak saya kalau inum susu suara krok-krok dihidung,,ada tdk obat tradisional untuk ithu,bahayakah suara krok2 ithu…
sintya,
Suara krok itu bisa reak atau dahak.. Insya Allah tidak berbahaya, dengan cara dijemur pagi dengan ditidurkan miring cairan biasanya akan keluar… Bisa dengan memberikan kehangatan pada dada, leher dan punggung bayi Anda, ini salah satu cara alternatif yang bisa Anda lakukan ..
Untuk penggunaan obat apapun harus dengan petunjuk dokter..
Aslm. Aq mo share, byiku khadija (11 bln), bb 6,5kg. Dl lahir prematur 1,8kg.kmrin malem demam smp 38,5 trus ku kasih parcet. Siangnya msh demam turun naik diatas 38,5. Stlh 3x ku kasih parcet aq ke DSA. Diagnosanya infeksi radang tenggorokan krn di tenggorokan n lidah bnyk putih2 gitu. Memang hmpir stiap mimi ASI, minum n makan nangis. DSAny kasih obat cefixime (AB), Ceritizine di-HCL,ibuprofen sn sanbe flex(vit). Obat yg kukasih cm sanbe flex sm parcet soalnya setahuku ibuprofen sbnrya tdkdirekomendasi bust bayi. Smp seksrang msh demam agk turun tp lidahnya msh putih2 n ngeces terus. Makan minum smgil nangis krn perih. Apa ABnya diberikansaja?apa diagnosa infeksi tenggorokan yg mengharuskan pemakaian AB cukup diliat sj tnp pemeriksaan detil?makasih
@ sany yusyfia,
Berikan AB sesuai petunjuk dokter, karena sudah tanggung. Pemberian antibiotik memang minimal 3 hari.. Berikan terus ASI dan banyak istirahat. Untuk demamnya coba kompres.
Maksud artikel ini adalah agar kita jangan begitu mudahnya menangani masalah kesehatan bayi dan anak dengan antibiotik. Dikit-dikit antibiotik…bentar-bentar antibiotik… lama kelamaan anak akan resisten terhadap antibiotik. Coba carikan alternatifnya, terkadang, untuk kasus-kasus kesehatan tertentu, terdapat pilihan obat-obatan tradisional yang berbahan dasar alami. Namun demikian, jangan juga dikira semua yang ‘alami’ itu baik untuk bayi segala umur – tetap Anda harus berkonsultasi dengan ahlinya…
@tips bayi,
menurut saya obat antibiotik memberikan kontribusi komisi lebih tinggi untuk dokter dibanding obat jenis lainnya. Biar cepet kaya… kalo gak, darimana lagi duit dokter kalo gak dari perusahaan farmasi?
@ Jimmy,
Hmm..
Tips bayi, tolong bantu saya ya.
anak saya bayu baru berusia 1 bulan kurang 2 hari kok di lidahnya ada putih-putih dan ada kayak sariawan 2 kecil di langit-langit mulutnya.dan dia setiap kali minum asi hampir setiap hari pasti ada muntahnya.
dan masih ada batuk-batuk kecil kadang 3 kali,habis batuk pasti dia muntah.dan kadang-kadang kalau dia tidur malamnya kok dia besuara seperti orang dewasa mendengkur ya.dan badanya kok banyak ada biang keringatnya ya,padahal saya mandikan pakai sabun zwitsal pakai apa bagusnya ya,tolong saya minta sarannya.
makasi
@ mamanya bayu,
Bisa saja itu sariawan..
Bayi yang sedang sariawan, atau mulutnya terinfeksi jamur Candida mungkin hanya mau mengisap beberapa kali saat menyusu, lalu berhenti dan menangis.
Muntah ya.. Berikut penyebab bayi muntah selain karena batuk berdahak:
- Tanda Alergi
Pada umumnya gejala dan tanda yang ditimbulkan akibat alergi susu sapi dibagi atas Reaksi cepat yaitu dalam 45 menit setelah paparan, berupa: erupsi pada kulit, bersin-bersin, batuk, hidung berair, ngorok. Reaksi lambat (terjadi dalam 20 jam) setelah paparan berupa diare, pucat, muntah. Reaksi sangat lambat (setelah 20 jam) berupa diare, gejala gangguan pernafasan..
- Pemakainan gurita.
Kalau bayi Anda masi memakainya, coba lepas saja.
- Posisi menyusui atau makan
Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran nafas. Bayi pun muntah. Karena itu, kalau menyusui, posisi bayi dimiringkan. Begitu juga ketika memberi makan kepalanya harus lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan atau makanan yang masuk bisa turun langsung ke bawah..
- Tersedak
- Lambung yang penuh juga bisa bikin bayi gumoh. Ini terjadi karena makanan yang terdahulu belum sampai ke usus, sudah diisi makanan lagi. Akibatnya si bayi muntah. Lambung bayi punya kapasitasnya sendiri. Misalnya bayi umur sebulan, ada yang sehari bisa minum 100 cc, tapi ada juga yang 120 cc. Nah, si ibu harus tahu kapasitas bayinya. Jangan karena bayi tetangganya minum 150 cc lantas si ibu memaksakan bayinya juga harus minum 150 cc, padahal kapasitasnya cuma 120. Jelas si bayi muntah…
Ada baiknya juga Anda kunjungi link berikut:
http://www.tipsbayi.com/kolik_bayi.html
Masalah biang keringat pada bayi Anda…Untuk saat ini di sini kami hanya bisa menyarankan, agar Anda memilih produk mandi bayi yang mengandung lebih sedikit bahan. Ingat-ingat itu saja ya… Lebih sedikit bahan (ingredients) berarti lebih baik dan aman…
Anda bisa membaca selengkapnya artikel dan komentar yang terkait dengan produk mandi bayi di:
http://www.tipsbayi.com/index.php/racun-dalam-produk-mandi-bayi
terimakasih atas informasinya aku tunggu info-info selanjutnya ya.
@ tina
Terima kasih kembali ..
dear tips,
tips putriku usianya 9bulan sudah 10 hari ini batuk pilek demam, rincinya 5 hari panasnya naik turun panasnya terjadi menjelang malam klo siang turun anaknya jg aktif setelah hari ke 5 panasnya ga turun aku kasih parcet siang dan sore hari k 6 dan 7 pnasnya ga ada sama sekli tp setlah hari k 8 dan 9 pnasnya sepanjang hari.aku kasih parcet & antibiotik resep bidan tapi setelah d kasih obat di muntahkan.hari ini panasnya sudah turun anak nya kmbali aktif tips,apakah pemberian antibiotik nya di teruskan?
@ mamanya putri,
Biasanya apabila dokter memberikan resep antibiotik maka dokter biasa menganjurkan untuk menghabiskan antibiotiknya, untuk selanjutnya bila bayi Anda sakit hendaknya jangan serampangan memberikan obat kepada bayi Anda..
Bila Putri panas lagi sebaiknya Anda bawa Putri ke DSA..
Babyku 9bln+11 hari, 2hari demam smp mengeluarkan air mata n rewel krn nda bs tidur mgkn sbb suhu badan nya yg panas. Khususnya pd tngh mlm…sblmnya saya berikan sanmol, hny turun sdkt kmdn demam lg. krn tak tega smp nda mau makan…saya bawa ke DSA, ternyata terkena radang n di beri resep antibiotik sbg brkt:
tremenza 3tab-epexol 4tab-sanexon 4tab-biothicol 1,5gr-tuzalos 3cap di cmpr dlm 1 botol claneksi 125ml..dan DSA menganjurkan hrs di habiskan dgn dosis 3x 5ml…saya baru membaca artikel ini,skrg sdh 4x minum..bgmn dok? Oya, jk dmuntahkan saya ulang lg pemberiannya. Krn tdk masuk, apkh betul? Saya lupa menanyakan hal itu ke DSA nya…baby saya 8,3kg BBnya. Oya, makan bubur saring 3-4x sehari @120-160ml+susu 120ml 2x+regal 1-2pcs+asi tetapi knp badannya langsing sj ya? Skrg sdh mli merambat jalan smbl berpegangan meja dll…tlg, penjelasannya. Trims
mamah Royyan,
Karena Bunda sudah terlanjur memberikannya.. ya habiskan saja sesuai arahan dokter. Kalau memang obat terlihat terbuang banyak.. Bunda bisa memperkirakan kira-kira seberapa banyak harus diulang pemberiannya itu pun tidak harus juga Bun..
Badan Royyan cukup ideal.. tidak termasuk kurus kok.. Jadwal dan menu makannya sudah bagus tinggal lebih difariasikan lagi..
Bisa terlihat dari perkembangan kemampuannya karena badannya begitu ideal maka Royyan bisa lebih lincah..
Bunda bisa mencoba tips sederhana untuk mengajari Royyan jalan dengan cepat.. Ajarkan Royyan berjalan dengan mendorong kursi plastik kecil atau galon air mineral besar.. Dengan begini maka Royyan akan lebih termotifasi untuk cepat belajar jalan.. Akan tetapi HARUS selalu Bunda dampingi..
Aku punya anak tgl 20jan genap 2tahun… Sesdang panaa tinggi yg aku sendiri krg tau krn apa, smlm jam 12 mlm panasnya 39 akukasih obat penurun panas racikan dari dsa nya isinya paracetamol,dyazepam.. Aku kasih smlmn panasnya mcapai 41 aku ksh obat proris yglewat dubur n obat racikannya ituu skitarjam 4 pagi anakku makin panas aja, krn obat duburnya habis akuksh proris syrup+racikan tsb… N g brp lama kemudia. Anak saya keringetan n mulai tdr lagi smpe jam 8pagi… N aku periksa lagi trnyta msh panasjg,pertanyaannku salah g ya aku ksh obat tsb ke anakku, takut kebanyakan mnm obat sly,kasianan msh kecil… Stlh itu kan diresep itu ada obat antibiotinya cevixime, alhasil aku keapotik utk pesen antibiotik tsb… Dgn mksd, mgkn ada radang kali dtnggorokan anakku ini, makanya antibiotik tsb aku tebusdehh… Sdh bnrkah tindakan aku spt ituu
Reni,
Hmm.. Bunda ikut arahan DSA..?
Jika bayi Bunda demam.. Perlu diketahui, demam karena penyakit apa pun, dari yang ringan seperti flu atau infeksi ringan, hingga infeksi berat di susunan saraf pusat atau di otak, dapat menggunakan kompres. Seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran, telah ditemukan ternyata cara yang paling pas mengompres yaitu menggunakan air hangat bahkan memandikan anak dengan air hangat.
Pada prinsipnya mengompres adalah memberi kemungkinan agar panas yang ada dalam tubuh dapat mengalir keluar. Panas keluar melalui tempat-tempat di mana pembuluh darah besar yang dekat dengan kulit berada. Maka kalau hanya dahi yang dikompres, kemungkinan yang dingin cuma dahinya, sementara tubuhnya tetap panas. Jadi cara yang benar adalah dengan meletakkan kompres di tempat yang tepat, yaitu di leher, ketiak, dan selangkangan..
Tidak dianjurkan mengenakan pakaian atau selimut yang terlalu tebal dan rapat, ketika bayi Anda demam.
Susui saja terus dengan ASI dan banyak istirahat..
Sebaiknya Anda tunda pemberian obat apapun sebelum Anda konsultasi dengan dokter. Jika memang suhunya tinggi tidak turun (> 38,5 derajat Celcius), barulah berikan obat penurun panas atau bawa ke dokter. Jadi, sebenarnya Anda bukan sama sekali tidak boleh memberikan obat kepada anak Anda, hanya saja jangan terlalu mudah memberikannya… baru panas sedikit sudah dicekokin obat..
Trm ksh atas smua infonya.
Saya mau tanya,umur bayiq 8bln
1.sering sekali bayiq pilek.yg terakhir ini hmpr 3 mgg.sudah ke dkter dan di kasih obat yg gak tau itu obat pa,pokoknya harus di habiskan.tapi smp obatnya habis,pilek bayi saya blm jg sembuh.apa yg hrs tesy lakukan???
2.berat bayiq hnya 7 kg.(lahirnya 3,8kg)pdhal sy sll mmberikan makanan bergizi stiap harinya.dia tdk mau susu formmula,setiap sy coba sll muntah.jadi minumnya hnya asi sj.mohon tipsnya agar BB anak sy ideal.
Mhn dijawab .terima kasih.
@ ana,
1. Yang harus Anda lakukan.. memberikan banyak ASI dan istirahat yang cukup itu sudah cukup kok.. Sebenarnya jika hanya batuk flu biasa.. Insya Allah bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari..
Biasanya apabila dokter memberikan resep antibiotik maka dokter biasa menganjurkan untuk menghabiskan antibiotiknya, untuk selanjutnya bila bayi Anda sakit hendaknya jangan serampangan memberikan obat kepada bayi Anda..
Jika setelah obatnya habis belum juga sembuh, kami sarankan untuk dibawa ke DSA kembali..
2. BB bayi Anda juga NORMAL.. karena termasuk 85% BB normal untuk bayi Indonesia.. BB segitu tidak apa-apa.. karena pertambahan berat badan bukan masalah hitam-putih. Maksudnya, kalau berat badan bayi Anda ringan lantas dia dianggap sakit-sakitan atau saat bayi Anda terlihat gemuk langsung disimpulkan dia sebagai bayi sehat… Kurus atau gemuk bisa saja turunan lho..
Wah.. bayi Anda pintar.. Dia memilih makanan terbaik yaitu ASI.. Tidak apa-apa Anda hanya memberikan ASI pada bayi Anda. Penting sekali Anda mempertahankan pemberian ASI sampai usia 2 atau 2,5 tahun.. Meskipun susu formula terlihat bisa mengganti ASI, akan tetapi Susu terbaik untuk bayi Adalah ASI.. Hampir semua para ahli berpendapat, makanan terbaik untuk bayi Anda yang masih berusia dibawah 1 tahun adalah ASI.. Bahkan dianjurkan pemberian ASI dipertahankan sampai bayi usia 2 sampai 2,5 tahun..
Kesehatan dan kecerdasan bayi Andapun terjamin. Tidak hanya itu, sang ibu pun mendapatkan salah satu manfaat yaitu menjadi lebih jarang terkena kanker payudara.
ASI mengandung nutrient yang mempunyai fungsi spesifik untuk pertumbuhan otak antara lain long chain polyunsaturated fatty acid (DHA dan AA) untuk pertumbuhan otak dan retina, kolesterol untuk myelinisasi jaringan syaraf, taurin untuk neurontransmitter inhibitor dan stabilisator membran, laktosa untuk pertumbuhan otak, koline yang mungkin meningkatkan memori. Pokoknya kandungan ASI tidak bisa ditndingi oleh sufor manapun, sekalipun sufor termahal..
Tidak banyak yang mengetahui bahwa ada cara yang mudah dan murah agar anak sehat dan cerdas, yaitu menyusui ASI eksklusif dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak, dan dilanjutkan pemberian ASI sampai bayi berumur 2 tahun..
Sayangnya, para ibu di Indonesia banyak yang tidak memberikan ASI kepada bayinya.
Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.
emang bner yc,di pkir2 antibiotik itu bkannya nymbhin
@ akiva chalistabina quesq,
Hmm..
thx bgt ats replynya..smua info yg tips bayi share, bkin para bunda jd berwawasan. minta ijin utk me-share isi artikel di atas. thx atas infonya.
@ evi,
Sama-sama..
Boleh.. Silahkan Anda share..
thx infonya..
Dzaki skrg usianya 3 minggu, kmrn grok grok trus dbwa ke klinik, abus disedot, dikasih obat grok grok utk ngeluarin lendirnya + antibiotik. ibu mertuaQ rajin ngasih obat, bru kmren aq bilang jgan dikasih. akhirnya diberhentiin. antibiotinya ada 10 bungkus gitu. keminum 6. gmana ya..dilanjutin apa gak..? coz ngeri banget bis baca artikel ini.
mohon sarannya.
oia..Dzaki kena biang keringat, sama ibu mertua, kalo mandi gk dikasih sabun. alhamdulillah sembuh..setelah itu baru pake sabun lagi.
@ evi,
Biasanya apabila dokter memberikan resep antibiotik maka dokter biasa menganjurkan untuk menghabiskan antibiotiknya, untuk selanjutnya bila bayi Anda sakit hendaknya jangan serampangan memberikan obat kepada bayi Anda..
Memang kasihan bu.. masih bayi sudah banyak dicekokin obat ya..? Apalagi antibiotik..
Kalaupun harus memberikan obat, selalulah konsultasikan dengan dokter dan selalu mengikuti petunjuk dokter Anda..
Anda perlu memiliki sikap kritis mengenai hal ini. Jangan segan untuk bertanya kepada dokter, sejauh mana efeknya obat yang akan diberikan pada bayi Anda..
Untuk mencegah biang keringat :
* Mandi secara teratur dan keringkan dengan handuk lembut.
* Ketika berkeringat, seka badan dengan lap basah dan keringkan kembali dengan handuk kering.
* Gunakan baju yang berbahan katun dan nyaman dipakai (tidak terlalu sempit), untuk mengurangi panas.
* Jagalah ventilasi ruangan, agar pertukaran udara berlangsung lancar dan lebih sejuk..
Sebenarnya bayi kita lebih aman apabila mandi tidak memakai sabun atau sampo, sesuai saran kebanyakan bidan atau dokter ketika bayi kita pertama lahir..
Kami juga menganjurkan untuk tidak memakai sabun atau sampo pada bayi ketika mandi, atau paling tidak agar Anda memilih produk perawatan bayi yang tanpa pewangi atau zat pewarna sintetis. Sebab produk-produk seperti itu UMUMnya mengandung zat kimia formaldehyde atau 1,4-dioxane.
To tips bayi :
thanks, infonya.. Anakku 2 th lagi batuk ketularan saya tp seringnya batuk pada malam hari, tp kali ini saya tdk ingin ke dokter krn obat sebelumnya sekitar 2bulan yg lalu msh ada (blm kadaluarsa, penyimpanan di kulkas) dan saya minumkan tp tdk sembuh2 terus sy beli obat toko yg ada.. Cara minumnya sy berikan kurang dari takaran aturan minum. Biasanya sih ke dokter dan selalu diberi resep antibiotik tp tdk pernah saya minumkan. Setelah minum obat toko batuknya berdahak tp belum bisa mengeluarkan dahaknya hanya kadang2 itupun dengan dibantu, sy kasihan ngeliat kalau lagi batuk sampai keluar air matanya tp bukan nangis. Yg ingin saya tanyakan berbahaya tidak kalau saya ingin mengganti obatnya dg meminumkan jeruk nipis spt tips di atas. Oh ya, penggunaan AC berpengaruh tidak dengan batuknya? Penggunaan obat batuk dan antibiotik pada saya berpengaruh ke BAB tidak (anaku masih ASI)? Soalnya BABnya seperti bubur dan kehitaman, BAB sehari 2x…
mohon maaf sekali krn pertanyaan dan uraianya banyak, dan terima kasih..
@ yuni,
Untuk pemberian obat harus selalu Anda konsultasikan dengan DSA Anda.. Karena bisa saja jenis batuknya berbeda dan obatnya tidak tahan lama..
Penggunaan AC ketika bayi batuk sangat berpengaruh.. Berikan kehangatan, karena dengan suhu dingin akan batuknya lebih terpicu. Perhatikan kebersihan AC atau kipasnya..
Jika Anda akan mengkonsumsi obat-obatan apapun, hendaknya Anda minta pada dokter yang aman untuk ibu menyusui. Karena jelas akan berpengaruh pada bayi Anda..
BAB gelap..? Bayi Anda minum susu formula..? Abu-abu atau abu-abu kehitam-hitaman bisa terjadi kalau si kecil terlalu banyak mengonsumsi sufor dengan kandungan zat besi yang terlalu tinggi. Solusi: Tetap berikan ASI atau pilih susu formula dengan kandungan zat besi yang standar, tidak berlebih..
salah tulis, menjalar bukan menyalar .
sudah 3 bln blm sembuh, ak pake krim tranfer faktor jg , blm sembuh.
tq
thx info”y sangat bermanfaat banget.
anak sy dr lahir sampai skrg 14 bln , br 1 x ini minum obat antibiotik setelah 3 hr demam sampe 39c + flu+batuk. sebenar”y sy lbh suka pengobatan trdisional, tp krn uda kwatir demam 39c, sy lngs ke UGD& dkasih antibiotik. BESOK’ GA MAU LAGI D ANTIBIOTIK.
yg sy mau tny, obat untuk kulit merah ( keliatan’y seperti alergi, padahal bukan alergi) apa ya? sy kasih krim Elocon Memetasone Furoate , 1 hr pake langsung sembuh, tp balik lagi & balik lagi sampai menyalar, sy sangat pusing skali, merah di pipi ank sy blm hilang juga . OBATNYA APA ya?
@ zakura,
Kulit merah seperti itu selain bisa saja alergi.. bisa juga biang keringat..
Biang keringat ini biasa terjadi akibat tersumbatnya kelenjar keringat, jadi solusinya:
* Mandi secara teratur dan keringkan dengan handuk lembut.
* Ketika berkeringat, seka badan dengan lap basah dan keringkan kembali dengan handuk kering.
* Gunakan baju yang berbahan katun dan nyaman dipakai (tidak terlalu sempit), untuk mengurangi panas.
* Jagalah ventilasi ruangan, agar pertukaran udara berlangsung lancar dan lebih sejuk..
Ruam pada pipi Insya Allah bekasnya tidak akan terbawa sampai besar kok.. Penyebabnya bisa karena ASI yang dimuntahkan bayi Anda mengenai pipi atau akibat tetesan makanan/susu formula. Jika tak langsung dibersihkan, kelenjar pipi bayi akan bereaksi berlebihan. Cara membersihkannya dengan kapas yang sudah dibasahi air hangat.. Ini tudak berbahaya..
Itu biasa disebut Dermatitis Atopik / Eczema Atopic, Umumnya eczema terjadi pada bayi dan anak-anak kecil dan dapat menghilang sebelum masa dewasa. Biasanya eksema ini akan menghilang secara spontan, tapi bisa juga berkembang sampai dewasa..
tank atas informasinya
@ ummy haikal,
Sama-sama..
dear tips bayi
kmrn2 aku sepet mengkonsumsi antibiotik yg dkasih dokter gigi untk pnyembuhan sblm dan sesudah pncabutan giggi geraham..tp slama aku konsumsi antibiotik itu anakku (2m2w)malas menyusu ,jdnya rewel..suamiku blg mgkn efek dr antibiotik tsb,blm habis obat dr dokter itu aku stop minum,hari berikutnya bayiku mau lg menyusu..apa anti biotik yg sy minum itu berpngaruh pd bayiku?thx
@ lusiana,
Sedikit banyak akan berpengaruh.. Apa dokter Anda tahu kalau Anda sedang menyusui..? Jika dokter Anda tahu, pasti dokter akan memberikan antibiotik yang boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui..
Oh iya ada stu lagi.
seberapa ampuh vaksinasi influenza pada bayi dalam mengatasi batuk pilek dan sejenisnya?
kegunaannya apa ya?
@ fany,
Lumayan juga..
Di Indonesia imunisasi influenza sudah dilakukan, namun pemberiannya masih terbatas kepada para jamaah haji sebelum berangkat ke Arab Saudi, sesuai dengan anjuran pemerintah. Imunisasi influenza itupun pada jamaah haji hanya dianjurkan pada kelompok berisiko tinggi tertentu saja, seperti jamaah usia >65 tahun, memiliki penyakit jantung, paru kronik, diabetes mellitus dan jamaah yang sistem imunnya terganggu..
Tipsbayi
Saya mau bertanya, bukankah pemberian madu untuk bayi dibawah 1tahun belum diperbolehkan?
Adakah resep tradisional yang bisa dibagi untuk kami pembaca tipsbayi dalam mengatasi batuk pilek, dsb ?
Bolehkah Pemberian vitamin (vitamin yang dijual bebas diapotik) saat sedang sakit misal batuk pilek?
Ada mitos dari orang tua, katanya kalo lagi batuk jangan dikasih makan jeruk, karena akan membuat batuk bertambah parah, gimana tipsbayi benarkah mitos itu?
Terimakasih.
@ fany,
Memang ada pendapat bayi sebelum 1 th jangan dulu diberi madu tapi ada juga yang berpendapat bahwa bayi diatas 6 bl sudah boleh dikasih madu..
Yang jelas, madu amat berkhasiat dan secara kimia tak ada bahaya maupun dampaknya. Hanya memang, ada bayi atau balita yang peka dengan madu, dalam arti tak cocok hingga berdampak seperti diare, kembung atau kolik setelah minum madu. Bila terjadi hal seperti itu, sebaiknya dihentikan pemberiannya dan lain kali dicoba lagi. Kendati sebetulnya amat jarang ditemui kasus demikian..
Memang benar obat batuk yang aman yaitu ramuan tradisional. Contoh: jeruk nipis 1/2 sendok teh dicampur dengan kecap atau madu 1/2 sendok teh , diberikan tiga kali sehari.
Untuk pemberian vitamin apa saja, sebaiknya Anda konsultasikan pada DSA. Saran kami, tidak harus memberikan suplemen yang macam-macam. Dengan ASI dan makanan bergizi sudah modal besar untuk mencetak anak sehat. Kalaupun Anda ingin memberikan vitamin selalulah konsultasikan dengan DSA Anda..
Hmm.. justeru jeruk itu bagus untuk imunitas apalagi jeruk nipis seperti di atas..
setuju dech ma mba’Tia back to nature Alhamdulilah bayi saya umur 6bulan kalo pilek pake yang tradisional trus makan yang bergizi dan asi.
@mba Shabrina anak 2,5th dan boleh minum madu kan, anak saya juga dulu sering batuk kedokter terus sampe bosen akhirnya sekarang konsumsi madu + habbatusaudah + zaitun (habbafit) bukan promosi tapi coba deh, moga lekas sembuh ya…
@ wiwik,
Hmm.. Tips yang bagus dan bermanfaat..
saya pernah periksa ke dokter spesialis, dia asal nuis resep aja, mau nanya banyak, dokternya ogah2an jawabnya…ternyata sampai di rumah obatnya dosis tinggi semua, jadi tak satupun obat yang kuberikan ke anak…
tips atas infonya…saya kalo diberi antibiotik sama dokter tidak saya berikan ke anak. karena kalo kita nggak teliti kadang dokter kalo ngasih obat asal aja…
@ yasmin,
Hmm..
Benar.. Anda perlu memiliki sikap kritis mengenai hal ini..
Mohon sarannya dong, anak sy skrg 14 bln, sejak umur 4 bln setiap batuk selalu diberi antibiotik.pas umur 8 bln batuk lagi disertai muntah2, sampai harus di infus di RS krn katax radang paru2. Sejak itu hampir tiap bulan selalu dibawa ke dokter krn batuk dan selalu diberi antibiotik. Belakangan ini jadi hampir 2x sebulan pasti sy bawa ke dokter lg. Sampe minggu lalu di opname lg krn demam tinggi n katanya kena radang paru2, antibiotiknya makin nambah. Skrg ini batuk2 lagi sekali kali. Hbs baca artikel ini sy jadi takut dgn efek antibiotik pd tubuh anak saya. Bgmn menyikapinya? Dan apa yg harus sy lakukan bila anak sy batuk lg? Trus bgmn meningkatkan imunitas anak saya? Mohon sarannya
@ Lia Haris,
Hmm… memang kasihan bu.. masih bayi sudah banyak dicekokin obat ya..?
Penting diketahui, antibiotik baru ampuh dan berkhasiat jika berhadapan dengan bakteri atau kuman. Antibiotik tak akan mampu membunuh virus juga parasit.
Biasanya apabila dokter memberikan resep antibiotik maka dokter biasa menganjurkan untuk menghabiskan antibiotiknya, untuk selanjutnya bila bayi Anda sakit hendaknya jangan serampangan memberikan obat kepada bayi Anda..
Kalaupun harus memberikan obat, selalulah konsultasikan dengan dokter dan selalu mengikuti petunjuk dokter Anda..
Anda perlu memiliki sikap kritis mengenai hal ini. Jangan segan untuk bertanya kepada dokter, sejauh mana efeknya obat yang akan diberikan pada bayi Anda..
Anak-anak usia dibawah 2 tahun memang masih sangat rentan daya tahan tubuhnya. Selain makanan yang harus di jaga, lingkungan tempat anak bermain juga harus di perhatikan.
- Jangan biarkan anak kontac dengan orang lain yg sedang sakit.
)
- Pakaian anak jangan basah (karena bermain atau pipis segere di ganti).
- Cuci mainan anak terutama mainan yang biasa dia masukkan ke dalam mulut
- Jangan mencium mulut anak, karena orang dewasa membawa banyak kuman di dalam mulut
- Jauhkan anak dari orang-orang yang perokok (semoga ayahnya bukan perokok ya..
- Selain susu formula yang terbaik berikan ASI untuk menambah Imun anak.
MAKANAN SEHAT ANAK:
Berikan makanan yang baik untuk pertumbuhan & kekebalan tubuh anak. Asupan nutrisi dengan komposisi zat gizi yang SEIMBANG. Maksudnya, makanan yang dikonsumsi hendaknya mengandung unsur karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin-mineral yang CUKUP.
Atur pola makan anak upayakan selalu teratur, makan & tidurnya. (sebaiknya anda membuat schedul). Anak yang tidak teratur pola aktifitas nya cendrung gampang sakit..
anak saya (8 bln) sakit batuk pilek sampe muntah karena batuk.. berobat ke dokter dikasih antibiotik aztrin dan resep puyer (rhinofed, ventolin).. bukannya sembuh malah tambah parah batuknya.. langsung sy stop obatnya (krn anaknya malah ga bs tidur sampe pagi, batuk terus..) besoknya saya kasih kencur parut, jeruk nipis, dan madu langsung cespleng… (batuknya reda, pileknya hilang..). back to nature..
@ Tia,
Yap.. setuju sekali .. Back to Nature..
ankq usia 19bln hampir tiap 1-2bln skali ada ja sakitnya yg kmrn hbs mencret skr batuk pilek..sy bgung kl dbawa kdokter pasti dpt antibiotik lg tiap sakit sllu minum antibiotik.sy br tahu kl trnyata antibiotik yg tdk tepat penggunaanny itu berbahaya tp kykny walo cm flu biasa dokter sllu ngasih antibiotik.mohon solusinya apa ada obat unt mnyembuhkan batuk anak sy tnp hrs kdokter??kl ad obat ramuan tradisional mkn lbh baik…makasiiii….
@ dee,
Jika hanya batuk flu biasa.. Insya Allah bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari, dengan memberikan banyak ASI dan istirahat yang cukup itu sudah cukup kok.. Memang batuk berdahak bisa agak lama bertahan karena anak-anak biasanya susah atau tidak bisa membuang dahaknya sendiri..
Hingga saat ini pun sebenarnya belum ada obat mujarab untuk membunuh virus. Obat flu yang ada hanya sekadar untuk meringankan gejala-gejalanya saja, seperti obat penurun demam, pelega hidung tersumbat, dan pengencer lendir.
Anda perlu memiliki sikap kritis mengenai hal ini. Jangan segan untuk bertanya kepada dokter, sejauh mana efeknya obat yang akan diberikan pada bayi Anda..
Apalagi memberikan antibiotik kepada bayi. Apabila kita sering memberikan antibiotik maka dosisnya akan semakin tinggi..
Badan anget atau bayi Anda demam bisa beberapa kemungkinan, karena panas sendiri tidak selalu buruk. Panas memegang peranan dalam menolong tubuh untuk melawan serangan infeksi virus atau bakteri. Jadi panas adalah suatu respon tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh.
Tetapi ada beberapa keadaan dimana anda sebaiknya mencari pertolongan medis atau konsultasi ke dokter anda, yaitu:
*Untuk bayi dibawah 3 bulan dengan suhu tubuh diatas 38 derajat C.
*Untuk anak yang lebih tua dan orang dewasa , sebaiknya konsultasikan ke dokter anda bila :
- Terdapat panas yang naik turun dalam 3 hari ;
- Suhu meningkat diatas 39 derajat C ;
- Adanya panas yang disertai menjadi tidak mau makan dan minum sertai gelisah, mual muntah, sakit kepala hebat, sakit perut, timbul rash pada kulit, kesulitan pernafasan, atau gejala lainnya yang tidak dapat dijelaskan.
Sebaiknya Anda tunda pemberian obat apapun sebelum Anda konsultasi dengan dokter. Jika memang suhunya tinggi tidak turun (> 38,5 derajat Celcius), barulah berikan obat penurun panas atau bawa ke dokter. Jadi, sebenarnya Anda bukan sama sekali tidak boleh memberikan obat kepada anak Anda, hanya saja jangan terlalu mudah memberikannya… baru panas sedikit sudah dicekokin obat..
Perlu diketahui, demam karena penyakit apa pun, dari yang ringan seperti flu atau infeksi ringan, hingga infeksi berat di susunan saraf pusat atau di otak, dapat menggunakan kompres. Seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran, telah ditemukan ternyata cara yang paling pas mengompres yaitu menggunakan air hangat bahkan memandikan anak dengan air hangat.
ASI dan pemberian sayur dan buah akan memberikan imunitas yang baik untuk bayi Anda..
anak sy usia 6,5 bulan pns sdh 2 hari,setiap sy kasih obat panas pasti turun tp setelah itu panasnya kembali,besoknya sy bw berobat,d berikan antibiotik (claneksi ) yg sy bingung dosisnya 1 cth ? soalnya anak sy kan msh bayi beratnya 7 kg apakah dosisnya tdk berlebihan
@ hana,
Untuk dosis obat, apalagi antibiotik.. biasanya dokter melihat dosis-dosis sebelumnya.. maka yang lebih tahu dosis untuk bayi Anda adalah dokter bayi Anda..
Hmm… memang kasihan bu.. masih bayi sudah banyak dicekokin obat ya..?
Penting diketahui, antibiotik baru ampuh dan berkhasiat jika berhadapan dengan bakteri atau kuman. Antibiotik tak akan mampu membunuh virus juga parasit.
Biasanya apabila dokter memberikan resep antibiotik maka dokter biasa menganjurkan untuk menghabiskan antibiotiknya, maka untuk saat ini ikuti saja petunjuk dokter Anda karena Anda sudah tanggung memberikannya.., dan untuk selanjutnya bila bayi Anda sakit hendaknya jangan serampangan memberikan obat kepada bayi Anda..
Kalaupun harus memberikan obat, selalulah konsultasikan dengan dokter dan selalu mengikuti petunjuk dokter Anda..
Anda perlu memiliki sikap kritis mengenai hal ini. Jangan segan untuk bertanya kepada dokter, sejauh mana efeknya obat yang akan diberikan pada bayi Anda..
Apalagi memberikan antibiotik kepada bayi. Apabila kita sering memberikan antibiotik maka dosisnya akan semakin tinggi..
Ada baiknya Anda baca artikel pada link berikut :
http://www.tipsbayi.com/index.php/memberikan-paracetamol-pada-bayi-bisa-mengakibatkan-asma
Badan anget atau bayi Anda demam bisa beberapa kemungkinan, karena panas sendiri tidak selalu buruk. Panas memegang peranan dalam menolong tubuh untuk melawan serangan infeksi virus atau bakteri. Jadi panas adalah suatu respon tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh.
Tetapi ada beberapa keadaan dimana anda sebaiknya mencari pertolongan medis atau konsultasi ke dokter anda, yaitu:
*Untuk bayi dibawah 3 bulan dengan suhu tubuh diatas 38 derajat C.
*Untuk anak yang lebih tua dan orang dewasa , sebaiknya konsultasikan ke dokter anda bila :
- Terdapat panas yang naik turun dalam 3 hari ;
- Suhu meningkat diatas 39 derajat C ;
- Adanya panas yang disertai menjadi tidak mau makan dan minum sertai gelisah, mual muntah, sakit kepala hebat, sakit perut, timbul rash pada kulit, kesulitan pernafasan, atau gejala lainnya yang tidak dapat dijelaskan.
Sebaiknya Anda tunda pemberian obat apapun sebelum Anda konsultasi dengan dokter. Jika memang suhunya tinggi tidak turun (> 38,5 derajat Celcius), barulah berikan obat penurun panas atau bawa ke dokter. Jadi, sebenarnya Anda bukan sama sekali tidak boleh memberikan obat kepada anak Anda, hanya saja jangan terlalu mudah memberikannya… baru panas sedikit sudah dicekokin obat..
Perlu diketahui, demam karena penyakit apa pun, dari yang ringan seperti flu atau infeksi ringan, hingga infeksi berat di susunan saraf pusat atau di otak, dapat menggunakan kompres. Seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran, telah ditemukan ternyata cara yang paling pas mengompres yaitu menggunakan air hangat bahkan memandikan anak dengan air hangat.
apakah pengobatan yang efektif utk anak2 saya
bayi (4bln) selama ini ASI ekslusif sdg batuk yg tak bisa pengeluarkan dahak kasihan sampai merah wajahnya, juga kakanya 2,5tahun juga batuk seperti itu dan sering muntah sudah hampir 1 bulan… tolong saya ya
terimakasih
@ shabrina,
Bagus sekali masih ASI eksklusif.. sebentar lagi dapat MPASI ya.. pertahankan terus pemberian ASI-nya meskipun sudah dapat MPASI..
Jika hanya batuk flu biasa.. Insya Allah bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari, dengan memberikan banyak ASI dan istirahat yang cukup itu sudah cukup kok.. Memang batuk berdahak bisa agak lama bertahan karena anak-anak biasanya susah atau tidak bisa membuang dahaknya sendiri..
Hingga saat ini pun sebenarnya belum ada obat mujarab untuk membunuh virus. Obat flu yang ada hanya sekadar untuk meringankan gejala-gejalanya saja, seperti obat penurun demam, pelega hidung tersumbat, dan pengencer lendir.
Batuk terus muntah..? Itu dikarenakan karena dahaknya.. Sudah ke dokter..? Coba Anda konsultasikan dengan DSA..
Setelah membaca artikel ini pengetahuan saya jadi bertambah. Anak saya berusia 6 bulan, terkena batuk berdahak dan pilek sudah lebih dari 3 hari, saya pun kedokter. Dan dokter memberi resep dimana resep tersebut salah satu obatnya itu adalah antibiotik (harus dihabiskan pula), Misalkan kita bertanya pun dibilangnya nanti sok kepintaran, jadi otomatis saya tidak bisa menyanyakan hal tersebut. Pernah juga anak saya waktu berumur 3bulan terkena bisul, itupun juga diberi antibiotik yang sama merk nya dengan yang sekarang dikasih resepnya. Gimana ya kita harus menyikapinya? Apakah harus dimakan antibiotiknya?Apakah sudah benar pemakaian antibiotiknya?
Makasih atas jawabannya…
@ Fany,
Apakah Anda sudah memberikan pada bayi Anda..? Biasanya apabila dokter memberikan resep antibiotik maka dokter biasa menganjurkan untuk menghabiskan antibiotiknya, maka untuk saat ini ikuti saja petunjuk dokter Anda karena Anda sudah tanggung memberikannya..
Anda tahu kan.. Apabila kita sering memberikan antibiotik maka dosisnya akan semakin tinggi..
Jika hanya batuk flu biasa.. Insya Allah bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari, dengan memberikan banyak ASI dan istirahat yang cukup itu sudah cukup kok.. Memang batuk berdahak bisa agak lama bertahan karena anak-anak biasanya susah atau tidak bisa membuang dahaknya sendiri..
Hingga saat ini pun sebenarnya belum ada obat mujarab untuk membunuh virus. Obat flu yang ada hanya sekadar untuk meringankan gejala-gejalanya saja, seperti obat penurun demam, pelega hidung tersumbat, dan pengencer lendir.
Penting diketahui, antibiotik baru ampuh dan berkhasiat jika berhadapan dengan bakteri atau kuman. Antibiotik tak akan mampu membunuh virus juga parasit.
Jadi saran kami susui terus saja dengan ASI, susui dengan posisi yang benar. ASI seperti diketahui, mengandung zat-zat kekebalan tubuh (imunoglobulin) yang tidak terdapat pada susu formula..
Trimakasih banget artikelnya…
@ irma.,
Sama-sama..
terima kasih atas artikelnya… banyak membantu saya dalam mengerjakan tugas sekolah….
cariin qt donk obat herbal yang paling manjur untuk batuk, demam dan flu?
@ ida herlina,
Batuk flu biasa.. Insya Allah bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari, dengan memberikan banyak ASI dan istirahat yang cukup itu sudah cukup kok.. Memang batuk berdahak bisa agak lama bertahan karena anak-anak biasanya susah atau tidak bisa membuang dahaknya sendiri..
Hingga saat ini pun sebenarnya belum ada obat mujarab untuk membunuh virus. Obat flu yang ada hanya sekadar untuk meringankan gejala-gejalanya saja, seperti obat penurun demam, pelega hidung tersumbat, dan pengencer lendir.
Jadi saran kami susui terus saja dengan ASI, susui dengan posisi yang benar. ASI seperti diketahui, mengandung zat-zat kekebalan tubuh (imunoglobulin) yang tidak terdapat pada susu formula..
Obat batuk herbal yang aman atau ramuan tradisional yaitu jeruk nipis 1/2 sendok teh dicampur dengan kecap atau madu 1/2 sendok teh , diberikan tiga kali sehari.
duhh ksian jga ,yg ad bukan bkin smbuh malah tmbah parah aja,anak ku jg skit,,batpil blm smbuh2 hmpir 2mnggu,reaknya mengaggu bnget tidury….gimana ya cara ngluarin reaknya…
@ miranti,
Dengan cara dijemur pagi dengan ditidurkan miring cairan biasanya akan keluar… Bisa dengan memberikan kehangatan pada dada dan punggung bayi Anda, ini salah satu cara alternatif yang bisa Anda lakukan .. Jangan lupa untuk setiap pemberian obat sebaiknya Anda konsultasikan dulu dengan dokter bayi Anda..
Hanya flu biasa.. batuk flu saja Insya Allah bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3-5 hari, dengan memberikan ASI dan istirahat yang cukup itu sudah cukup kok.., untuk batuk berdahak atau untuk dahak pada bayi agak sedikit lama karena bayi belum bisa membuang dahaknya sendiri..
Sebagai orang tua memang kita harus punya ilmu, wawasan yg luas agar lebih bijak dalam mengambil keputusan…. thanks utk info nya
sebelumnya makasih atas artikel yang sangat bermanfaat ini. Mungkin ada informasi tambahan, apa yg harus dilakukan atau bagaimana penanganan terhadap orang yg telah resisten terhadap antibiotik? Terimakasih untuk jawabannya
@Elsa,
Artikel berikut sepertinya bisa membantu: http://kesehatan.kompas.com/read/2009/09/12/09175126/Mekanisme.Resistensi.Bakteri.pada.Antibiotik
tips bayi, saya melahirkan sudah melewati tanggal prediksi dokter dan bidan di RS menyatakan klo ketuban keruh sehingga bebi dirawat 3 hari karna harus mendapat antibiotik. apakah ada pengaruh ke depannya?? saat ini bebi berumur 1 bulan tapi matanya masih agak kekuningan. apakah karna pengaruh inkubator ato apa?? padahal minum ASInya kuat dan dijemur tiap pagi. saran bidan hanya tetap sering diberi ASI dan dijemur tiap pagi. terima kasih,,
hai,mau tny gmn crny menghindarkan bayi atau balita dari penyakit ayan (epilepsi)?. thx.
hai, mau tny nih. bgmn caranya menghindarkan bayi atau balita dari penyakit ayan (epilepsi)?. thx.
@ marlina,
Pandangan yang selama ini berkembang, epilepsi adalah sebuah penyakit turunan yang menular dan tidak bisa diobati. Ternyata hal ini dibantah oleh dua dokter anak yang merupakan pakar saraf anak FKUI/RSCM Jakarta, yakni Dr. Hardiono S Pusponegoro, Sp A dan Dr. Irawan Mangunatmadja, Sp A. Menurut kedua pakar tersebut, epilepsi bisa disembuhkan dengan total dan hanya 1% dari total penyandang epilepsi di Indonesia yang diturunkan secara genetika atau keturunan. Dan deteksi serta perawatan yang dini bagi penyandang epilepsi, terutama sejak balita sangat efektif menyembuhkannya dari penyakit epilepsi secara total.
Anda harus lebih aktif melakukan pendeteksian dini sejak balita agar epilepsi yang diderita balita Anda bisa diatasi dengan baik..
Salah satu cara yang paling ampuh adalah dengan memperhatikan gerakan-gerakan yang dilakukan balita Anda sejak lahir. Kalau saja balita Anda sering melakukan gerakan-gerakan yang aneh tanpa sebab dan berulang-ulang maka segera hubungi dokter anak Anda untuk menanyakannya. Kemudian perhatikan juga jika ia mulai sering terkejut (kaget) tanpa sebab yang jelas dan mengulangi sampai beberapa kali.
DATA N FAKTA
1. SETIAP BAYI YG BATUK, FLU N DEMAM BEROBAT KE DOKTER SUDAH PASTI DIBERIKAN ANTIBIOTIK.
2. BAGAIMANA DOKTER TAHU PENYAKIT TSB DIAKIBATKAN OLEH VIRUS ATAU BAKTERI SBLUM DILAKUKAN PEMERIKSAAN BAKTERIOLOGIS ATAU VIROLOGIS.
3. DOKTER MANA DAN PASIEN SIAPA YG MAU BEROBAT TP TIDAK DIKASIH OBAT KARENA PEMERIKSAAN BAKTERIOLOGIS LAMA DAN HARUS DILABORATORIUM.
4. PASIEN SIAPA YG MAU KELUAR UANG LEBIH BANYAK DG PEMERIKSAAN BAKTERI N VIRUS SERTA BEBERAPA KALI DATANG KE DOKTER PRAKTEK UNTUK PENYAKIT FLU, BATUK DAN DEMAM????
Numpang nanya, saya sekarang lg kena gejala typhus untuk memastikan akan periksa Lab besok. Yg jd pertanyaan, apakah boleh menyusui pada saat sakit? Dengan kondisi saya belum minum obat dari dokter. Karena typhus terjadi akibat virus Salmonela, jd saya sedikit was was untuk kasih Asi ke baby saya (9bln). Tapi karena dia nangis terus saya terpaksa kasih.
Terima kasih untuk jawabannya
@ veve,
Mudah-mudahan sekarang Anda sudah sehat kembali.. mohon maaf agak telat replynya..
Intinya boleh-boleh saja Anda menyusui ketika sakit. Anda beritahukan pada dokter Anda ketika Anda memeriksakan diri Anda, agar dokter memberikan obat yang boleh dokonsumsi oleh ibu menyusui.
Jika Anda sakit flu atau batuk, jika akan menyusui pakailah masker dan jangan ciumi dulu bayi Anda..
makasih banget buat infonya…baca ini saya jadi takut…wktu itu aku smpat minta saran, tp telat replynya, menurut tips bayi, anak saya BAB nya normal…sekarang kondisi anak saya sdh BAB 16 hari, kadang sehari bisa 6x…BAB nya warna hijau seperti jus alpokat dan ada lendirnya…dokter sdh kasih obat anak saya 3 jenis, yang pertama aku lupa namanya apa (yang jelas antibiotik), yang kedua LACTO B, yang ketiga ini dikasi obat namanya FLAGYL (anti bakteri), kalo masih BAB saya disarankan untuk konsultasi lagi…saya sedih melihat kondisi anak saya, padahal dia masih ASI X usia 4 bln dan sdh mengenal antibiotik, saya jadi takut bayi saya resistensi antibiotik…Apa yang harus saya lakukan sebagai ortu???apakah saya harus menghentikan pengobatannya???kalo benar anak saya diare, apa kasusnya seperti yang dialami anak saya?? anak saya juga tidak rewel dan panas, BB nya juga bertambah 200 gr. Saya juga sempat periksa BAB nya di lab, dan hasilnya bagus..yang membuat saya pusing dokter bilang anak saya diare kronis krn 2 minggu BAB nya tdk berhenti…tolong saran dari tips bayi…makasih sebelumnya
@ seftin,
Waduh.. mohon maaf telat lagi nih replynya..
Yang membuat tenang kami adalah bayi Anda tidak rewel dan panas, BB ada kenaikan 200 gr, hasil pemeriksaan feses di LAB hasilnya bagus (normal)..
Feses bayi yang berbuih/bercampur buih sekali dua kali adalah wajar. Penyebabnya bisa makanan ibu menyusui yang terlalu banyak mengonsumsi makanan yang merangsang, seperti pedas. Tapi jika sudah lebih dari tiga kali dan berat badannya turun, itu pertanda si kecil mengalami dehidrasi dan ada infeksi di ususnya. Kondisi seperti ini perlu penanganan dokter.
BAB hijau masih normal tetapi tidak boleh terus-menerus muncul, berarti makanan atau sufor yang bayi Anda konsumsi mempunyai kandungan gula & laktosa tinggi tapi rendah lemak.. Atau cara ibu memberikan ASI kurang tepat/belum benar (yang terhisap oleh bayi hanya foremik saja, dimana sibayi selalu mengisap ASI depan terlebih dahulu yang mempunyai kandungan gula & laktosa tapi rendah lemak yang membuat bayi cepat lapar kembali & ASI belakang yang mengandung banyak lemak akan terhisap setelah foremik habis, padahal hidmik (ASI belakang) inilah yang membuat feses bayi menjadi kuning..
Feses bayi memang umumnya tidak berbentuk, apalagi yang masih hanya mendapatkan ASI saja, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair..
Pola BAB bayi belum tetap. Bisa sering atau jarang.. Seiring dengan bertambah usianya maka pola BAB bayi Anda akan terbentuk hingga jadwalnya akan terlihat.. Untuk frekuensi BAB, prinsip sederhananya “pengeluaran bagaimana pemasukan”
Memang sistem pencernaan bayi dan pembentukan enzim pencernaan pun belum sempurna. Selama bayi Anda tidak ada keluhan fisik seperti rewel, tidak ada kenaikan berat badan.. Anda jangan terlalu khawatir.. Untuk selanjutnya bila bayi Anda sakit hendaknya jangan serampangan memberikan obat kepada bayi Anda..
Kalaupun harus memberikan obat, selalulah konsultasikan dengan dokter dan selalu mengikuti petunjuk dokter Anda..
Anda perlu memiliki sikap kritis mengenai hal ini. Jangan segan untuk bertanya kepada dokter, sejauh mana efeknya obat yang akan diberikan pada bayi Anda..
Terima Kasih atas artikel yang membuka mata kami para orang tua agar tidak menggampangkan menerima antibiotik dari dokter untuk diberikan pd anak-anaknya. Mohon izin untuk share ke FB
@ Jalal Basyarahil,
Boleh..
Dear TIPS BAYI,
mo Sharing dikit..boleh kan….
Pada umumnya dokter memberikan Antibiotik dengan alasan keselamatan pasien, seperti pisau bermata dua. Klo tdk mengkomsumsi antibiotik beresiko pada keselamatan pasien, menggunakan antibiotik akan memberikan efek samping yang buruk bagi pasien dikemudian hari.
LALU SEBAGAI ORANG TUA bagaimana kami hrs bersikap, apabila putra-putri kami sakit dan berobat kemudian oleh dokter diberikaan resep antibiotik padahal semestinya tdk perlu mengkonsumsi antibiotik. MOHON PENCERAHAN DARI TIPS BAYI…..
terima kasih kpd TIPS BAYI karena selalu hadir disaat kami membutuhkan.
SALAM HANGAT dari kami,
semoga TIPS BAYI selalu eksis dan semakin maju.
@ tri sabalana,
Penting diketahui, antibiotik baru ampuh dan berkhasiat jika berhadapan dengan bakteri atau kuman. Antibiotik tak akan mampu membunuh virus juga parasit.. Ini jadi salah satu patokan ya..
Maka Anda perlu memiliki sikap kritis mengenai hal ini. Jangan segan untuk bertanya kepada dokter, apa penyebab penyakitnya dan sejauh mana efeknya obat yang akan diberikan pada bayi Anda..
Biasanya apabila dokter memberikan resep antibiotik maka dokter biasa menganjurkan untuk menghabiskan antibiotiknya, maka untuk saat ini ikuti saja petunjuk dokter Anda.. Jadi hendaknya jangan serampangan memberikan obat kepada bayi Anda.. Apalagi memberikan antibiotik. Apabila kita sering memberikan antibiotik maka dosisnya akan semakin tinggi..
Sukses juga buat Anda..
saya mau bertanya,apa vitamin termasuk antibiotik jg?
pemberian vitamin setiap hari ke pada anak,apa ada pengaruhnya?soalnya setiap hari saya selalu memberikan vitamin untuk anak saya.
thanks
@ pricyl,
Vitamin.. ya seharusnya bukan atau tidak mengandung antibiotik..
Untuk pemberian vitamin penambah nafsu makan atau vitamin apa saja, sebaiknya Anda konsultasikan pada DSA. Saran kami, tidak harus memberikan suplemen yang macam-macam. Dengan ASI dan makanan bergizi sudah modal besar untuk mencetak anak sehat. Kalaupun Anda ingin memberikan vitamin selalulah konsultasikan dengan DSA Anda..
jadi inget klo anak saya waktu kena alergi di kasih antibiotik, suami saya sempat mempertanyakan, apakah perlu, tapi ternyata di beri resep yg ada antibiotiknya jg. namanya qta orang awam, pengen anak cepet sembuh, akhirnya qta minumkan juga..sempat bingung juga, tapi setelah baca info ini, insyaalloh next time klo berobat, kami mencegah antibiotik utk masuk k dlm tubuh sang anak..
wah, terima kasih banyak nih.. atas infonya. Karna Chika anak saya sering pilek dan batuk bila sudah masuk sekolah (PAUD). jangan sampai bosan kasih informasinya.
Thanks infonya…………
Memang betul yang di ulaskan dalam artikel ini karena terjadi pada buah hati saya si kembar : Airul & Ailah.
Satu bulan yang lalu si kembar kena typhus dan bronkhitis dua-duanya, selama sakit si kembar mengkonsumsi anti biotik setiap hari dan kenyataannya perubahannya tidak membaik malah terkena lagi penyakit keracunan antibiotik / kelebihan dosis.
Akhirnya si kembar sy bwa ke pengobatan herbal yang tidak ada efek sampingnya ( seperti : Ekstrak temulawak, Eks. Kencur, Ekstrak Spirulina, dll )
Alhamdulillah selang 5 hari kondisi fisik si kembar membaik dan pulih sampai saat ini.
Tips Bayi… Makasih byk artikelny…
Buat bunda” yg lain, Sy mau bagi pengalaman…
Wkt Yasmin msh 3 bulanan, dan kena pilek… penanggulangan pertama… Papanya sedot ingusny Yasmin biar pernafasanny tdk tersumbat, krn bayi blm bisa keluarin ingusny… terus orang tua & mertua Sy saranin ksh getah gambir. Lalu Sy ksh getah gambir yg dioles sedikit/tipis” di pangkal smpai ujung hidungny.. & di leher… jgn terlalu bnyk krn getah itu panas… Sy ksh rutin klo dia tidur… Alhamdulillah pilekny berkurang dan hilang.
Pernah wkt Yasmin pilek & batuk lebih dr 4 hr, mertua Sy minta resep k DSA, krn beliau bidan di RS… resep itu ada antibiotikny… walaupun Sy separuh hati nerima obat tsb… Sy minumkn obatny sesuai dosis smpai habis… Tp ttp dibarengi dgn getah gambir… & Alhmdulillah sembuh…
Sampai skrg sdh 20 bln lebih, Yasmin selalu Sy ksh getah gambir klo dia kena pilek… & hasilny selalu baik.. Kalau ada demamny, Sy hny kasih parasetamol atw obat pilek biasa yg ada di apotik buat nurunin demamny… Sy tdk mau lg terima resep dokter yg ada antibiotikny…
Alhamdulillah smpai skrg Sy msh bs ksh ASI ke Yasmin dgn lancar, krn ASI mmg imun yg terbaik buat buah hati.
Mdh”an semua bunda slalu setia menjaga klo buah hatiny sakit… kasih sayang & perhatian bs membantuny lekas sembuh…
Terima kasih… Salam.
@ Kiky Mamanya Yasmin,
Sama-sama.. Terima kasih juga sharingnya, ini sangat berguna untuk para ibu..
thanks y infox,,,btw tips bayi saya mo tanya u/ menyapih anak dri asi bagaimna ya..coz anak saya udh 21 bln,,tpi saya nga mau dia mnum susux dri botol maux dr gelas,,,bisa nga ya kaya gitu,,,
@ baya,
Menyapih adalah suatu proses berhentinya masa menyusui secara berangsur-angsur atau sekaligus. Ini adalah keputusan yang sangat tergantung dari masing-masing individu (bayi/anak dan ibu) yang juga dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal lain, misalnya kondisi keluarga dsb.
Yang dibutuhkan adalah kesiapan mental ibu juga dukungan dari lingkungan, terutama ayah (suami) sebagai sosok yang dapat memberikan kenyamanan selain ibu dengan cara mengajak anak bermain.
Bila memang sudah mantap untuk menyapih, lakukanlah penyapihan dengan sabar dan tidak terburu-buru karena sikap ibu dalam menyapih anak berpengaruh pada kesiapan anak.
Apabila akan dilakukan penyapihan mendadak, maka yang harus dilakukan adalah:
- Mengomunikasikan situasi yang terjadi pada anak (terutama anak di atas satu tahun).
- Tunggulah anak sampai merasa haus atau lapar karena biasanya pada saat itu anak dapat menerima minuman selain ASI.
- Alihkan perhatiannya pada mainan yang ia suka sambil memberikannya minuman/makanan lain (terutama yang disukai anak) sehingga
anak tidak mencari-cari ASI.
- Coba berikan susu /minuman pengganti ASI.
- Hadirkan sosok pengganti ibu yang bisa membuat anak merasa nyaman saat ibu tidak bisa berada di dekatnya.
Sebelum mengenalkan minum dengan gelas, Anda sebenarnya bisa mulai memperkenalkan gelas sippy cup kepada bayi Anda..
Sippy cup adalah gelas, yang ujung atasnya berbentuk seperti ujung seruling / flute, jadi cairan keluar lebih banyak daripada dot yang hanya satu lubang kecil sekali. Lubang sippy cup ada yang berbentuk beberapa lubang kecil, ada juga yang bentuknya lubang lurus. Jika ingin tahu gambarnya, coba deh search gambar dan tuliskan ’sippy cup’.
Tahap berikutnya, anak bisa diperkenalkan dengan gelas bersedotan. Awalnya tentu sedotannya kecil saja (biasanya sudah menempel di gelas). Nah, selanjutnya, anak sudah bisa belajar menggunakan gelas untuk minum. Tentu saja jangan diharapkan anak langsung bisa minum dengan rapih, kemungkinan masih tumpah-tumpah. Tapi justru dari pelajaran ini anak akan bisa berusaha untuk mengatur kemiringan gelas (kemampuan motorik halusnya terasah), dan akhirnya bisa minum dengan rapih..
anakku sekarang lagi batuk n kemarin di kasih antibiotik, sekarang sih belum abis. dilanjutkan gak ya!!!trus kalo dah terlanjur bagaimana nihhhh!!!!
@ mama aflah,
Untuk yang sekarang.. Sepertinya Anda harus menghabiskan dulu antibiotik yang dokter Anda anjurkan. Dan untuk selanjutnya, Anda perlu memiliki sikap kritis mengenai hal ini. Jangan segan untuk bertanya kepada dokter mengenai penyakit bayi Anda dan sejauh mana efeknya obat yang akan diberikan pada bayi Anda..
thx u tips untuk artikelnya, nambah pengetahuan saya tentang antibiotik. Tp pengalaman saya beberapa waktu yg lalu, baby saya kl malam demam lumayan tinggi tp kl pagi demamnya turun. Waktu diperiksakan DSAnya langsung kasih resep antibiotik tanpa ngasih tahu penyebab demamnya. Gimana ya….padahal menurut artikel demam ga boleh dikasih antibiotik??
@ sukma,
Anda perlu memiliki sikap kritis mengenai hal ini. Jangan segan untuk bertanya kepada dokter, apa penyebab demam bayi Anda dan sejauh mana efeknya obat yang akan diberikan pada bayi Anda..
…hmm ngeri ya antibiotik, jd solusinya kembali pd obat herbal gt? tq.
ternyata antibiotik tidak terlalu baik untuk pengobatan sakit tertentu, tapi kenapa ya setiap ke dokter anak hampir semua penyakit diberi antibiotik.
anak saya pernah mengalami ingusan / flu / pilek sampe seminggu lebih, usianya 18bln, dikasih obat flu/batuk ga sembuh2 juga, pas dikasih antibiotik langsung sembuh. kalau memang antibiotik tidak cocok diberikan untuk anak yg sedang flu,pilek karena virus, mengapa justru setelah diberi antibiotik baru kemudian anak saya sembuh? mohon penjelasannya lagi karena pada kenyataannya hal ini membingungkan
wassalam
@ nana,
Wa’alaikumussalam,
Apabila memang hanya batuk flu saja, Insya Allah bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3-5 hari, dengan memberikan ASI dan istirahat yang cukup itu sudah cukup kok.., untuk batuk berdahak pada bayi agak sedikit lama karena bayi belum bisa membuang dahaknya sendiri..
Penyebab penyakit flu adalah virus yang umumnya akan mereda dalam waktu 3-5 hari. Hingga saat ini pun sebenarnya belum ada obat mujarab untuk membunuh virus. Sepertinya ketika Anda memberikan antibiotik virus pada bayi Anda sudah melemah dan sebenarnya sudah akan sembuh.. Dan.. Bayi Anda sembuh bukan oleh Antibiotik..
Thanks infonya, hanya yang saya bingung bgmn cara kita sebagai orang awam membedakan mana penyakit (khususnya flu, demam, radang tenggorokan) yang disebabkan oleh virus dan mana yang bukan jadi kita bisa menolak kalau dsa resepkan antibiotik buat anak kita? pls info. Tq
@ mama cicil,
Untuk tepatnya akan Anda ketahui ketika Anda periksakan sakit Anda pada dokter, dan jangan lupa Anda bertanya pada dokter..
Tapi untuk menambah pengetahuan saja, kami beritahukan perbedaanya..
Kuman
Kuman merupakan istilah awam yang identik dengan bakteri, yaitu organisme bersel satu yang hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop. Ketika bakteri menular memasuki tubuh, jumlahnya akan bertambah dan berpotensi memproduksi sejumlah zat kimia yang kuat, yang biasa disebut toksin, yang bisa menghancurkan sel-sel tertentu pada jaringan yang diserangnya sehingga membuat kita sakit.
Tidak semua bakteri berbahaya. Beberapa bakteri yang tinggal dalam tubuh, seperti pada usus dan mulut, malah menguntungkan. Penyakit yang ditimbulkan bakteri seperti radang paru, jerawat, radang tenggorokan, kolera, dan sebagainya, bisa diobati dengan antibiotik.
Virus
Ketika menyerang tubuh manusia, virus memasuki beberapa sel tubuh dan menguasainya, memerintahkan sel “tuan rumah” memproduksi bagian-bagian yang diperlukannya untuk memperbanyak diri. Dalam prosesnya, akhirnya sel tuan rumah akan dibasmi. Polio, HIV/AIDS, influenza, campak, atau meningitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Pengobatannya dengan antivirus.
Jamur
Organisme bersel satu ini sedikit lebih besar dari bakteri. Sebenarnya jamur tidak menular, tetapi ada jenis tertentu yang bisa menular, misalnya kandida. Kandida dapat menyebabkan guam atau sariawan. Sementara itu fungi menjadi penyebab terbesar ruam popok yang menimbulkan infeksi.
Cacing
Bila jenis parasit ini atau telurnya memasuki tubuh manusia, biasanya ia akan tinggal di saluran usus, paru, hati, kulit, atau otak, dan hidup dari nutrisi yang ada di dalam tubuh manusia.
….thanks banget, buat artikel ini. sangat membantu kami dalam merawat bayi kami, sukses terus yachhh….
wah, artikel yang menarik dan sangat bermanfaat sekali, terus terang saya baru mengetahuinya. jadi harus mulai hati nh dalam pemerian anti biotik
salam
Terima kasih atas informasinya, saya jadi tahu bagaimana menggunakan antibiotik yang baik dan benar
masihkan anda senang berobat. menangkal penyakit dengan racun sama saja tindakan bubuh diri. banyak penyakit sebenarnya bisa di obati tanpa pengobatan. hanya tinggalkan kebiasaan yang bisa membuat penyakit muncul. kembali ke islam seutuhnya
Terimakasih atas artikelnya…sangat bermanfaat….. di tunggu informasi yang lainnya.
Tks infonya ya….saya share dg teman2 lain boleh ya…tks
Thanks buat artikelnya sangat membantu sekali bagi kami sebagai orangtua, kami tunggu artikael-artikel yang lainnya, salam
terima kasih atas infonya…
Terimakasih atas artikelnya…sangat bermanfaat…ijin share ya…terimakasih
Terima kasih banyak kami haturkan untuk informasinya, dmn informasi ini sangat bermanfaat dalam kami mengasuh dan membesarkan anak kami.
kami tunggu informasi-informasi lainnya.
Salam hangat kami sekeluarga..
Hendro
terima kasih sudah berbagi ilmu… atrikel ini sangat bermanfaat
terima kasih karena artikel ini sangat bermanfaat untuk saya,bayi saya sering sekali kena batuk,pilek,panas dan setiap kali ke dokter selalu di kasih antibiotik…aduh jadi takut…saya ingin berbagi cerita sedikit…pada saat usia kehamilan masuk 8 bulan air ketuban saya keluar / merembes sebelum waktunya…kata dokter karena saya kecapean karena memang saya bekerja(selama bekerja saya tidak hanya duduk di belakang meja harus mobile..seperti keluar kantor ke bank).saya alngsung ke RS terdekat disitu saya di kasih antibiotik u/ bayi saya kata dokter u/ mematang kan paru2 bayi karena masih belum kuat 2x saya disuntik antibiotik dan 2 hari saya istirahat total di RS ga boleh turun dari temap tidur….pada hari ke tiga baru bayi saya dilahirkan dengan infus pendorong sampai abis 2 botol,saat bayi saya lahir mungkin karena terlalu lama ga keluar lahir tapi ga nangis dan badannya sudah agak biru….saya takut sekali waktu itu….sampai saya ga tahu hrs gimana saya hanya diam….suami saya bilang pas baru di mandikan baru dia nangis tapi ga keras seperti bayi lain…langsung masuk inkubator karena BB 2.1kg selama 1 minggu dirawat di RS…sekarang bayi saya sudah ber umur mau 10 bulan ntar tgl. 30 yang saya takut kan sekarang….aman kan suntikan antibiotik pada saat bayi saya mau dilahirkan….sampai sekarang bayi saya sering sekali sakit hampir 1 bulan sekali harus kedokter…batuk,pilek,panas….dan perkembangan bayi saya agak termabat di banding bayi lain smapi saat ini bayi saya belum tumbuh gigi sama sekali,belum bisa merangkak maju tapi malah mundur(katane orang ongkong2,sudah bisa berdiri & berpegangan kuat tapi belum bisa jalan kalau di titah hanya 3 s/d 5 langkah sudah berhenti,duduk juga masih belum kuat sendiri/oleng kalau dilepas….tapi bayi tergolong aktif juga….normalkah bayi saya???
@ nunuk,
Perbedaan perkembangan bayi lahir prematur dengan yang lahir normal hanya beberapa bulan.. Insya Allah nantinya bayi Anda akan tumbuh seperti bayi yang lahir normal..
Tidak ada tabel atau ketentuan perkembangan “rata-rata” untuk bayi prematur. Tapi, bayi prematur tidak selalu menghadapi masalah perkembangan dalam waktu lama. Ingatlah bahwa bayi normal pun mencapai perkembangan pesatnya pada waktu yang berlainan tidak akan sama kok.. Bayi Anda tergolong NORMAL..
Pertahankan terus pemberian ASI, kami anjurkan agar Anda selalu konsultasi dengan dokter ..
Anda juga bisa membaca artikel tentang bayi prematur:
http://www.tipsbayi.com/perkembangan-otak-pada-bayi-prematur.html
Wah………bahaya juga yah, harus lebih kritis. btw tengkiuh bgt artikel nya 2 jempol manfaatnya
)
Thx yah utk infonya,,,,,cuma ku sekarang jdi bingung kenapa Dsa slalu memberikan antibiotik setiap kali baby ku berobat,,,apakah mungkin dia tidak tau,,,dulu pas bayiku umur 2 bulan kena batuk pilek sama dokter dikasi antibiotik juga sampai sekarang pun pasti klo aku berobat kesana antibiotiknya tidak pernah ketinggalan bahkan dosisnya makin nambah
Terima kasih atas artikelnya.. sangat sangat bermanfaat bagi kami orang tua yang punya anak yang masih kecil… selama ini kalo ke dokter sering sekali obat yang diresepkan pasti ada antibiotiknya… wah perlu hati-hati dan kritis sama dokternya dong..